[nasional_list] [ppiindia] Re: Uang emas-->Babak Tawang Alun: para pendamba kekhalifahan Islam
- From: "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 26 Jan 2006 07:00:30 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Duh Mbak Aris nan solikhah,
Saya gak bisa bantu apa-apa kalo soal ekonomi. Duit yang jumlahnya
122 Miliar (yang diduga dikorup oleh Direktur PLN, Ali Herman) aja,
saya gak ngerti sebanyak apa itu?...:-)
Tapi, terimakasih buat penjelasan mbak Aris dibawah ini. Setidaknya
saya dapat memahami bahwa sistem standardisasi emas itu yang perlu
diaplikasikan dan sistem ini pula yang pernah berlaku di jaman
Rasulullah SAW dan masih berlaku hingga kini, bukan soal uang kertas
harus dirubah jadi uang emas semua ya?
Dalam hal ini, Amerika lebih islami dari Indonesia ya?
wassalam
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, aris solikhah <fm_solihah@xxxx>
wrote:
>
> Mbakyu Lina,
> Kirain mo bantu jawab. Lha ko nambah pertanyaan. Aris ingin
berdiskusi di milis ini hingga tuntas. Tapi ya beginilah klo jadi
staf kadang kerjaan numpuk. Nggak bisa sempat balas dan kasih
jawaban maksimal. Ini pun curi-curi waktu. Ijtihad itu hanya bisa
dilakukan orang yang memiliki kapasitas mujtahid, dia fasih bahasa
arab (nahwu sharaf dan balaghah), sangat memahami ulumul Quran, ilmu
hadis, punya sandaran ushul fiqh, hapal banyak surat al Quran (lebih
utama hapal) dan hadis (riwayatnya juga), dia juga sangat menguasai
ilmu pengetahuan terkait bidang yang akan diijtihadi .(makanya
banyak dahulu banyak para ilmuwan islam plus pinter agama karena ya
begitu seharusnya). Khusus ekonomi uang emas berarti dia harus
pinter banget ilmu ekonomi. Makna ijtihad itu bukan sekedar
berpendapat dan fatwa. Sayangnya rekan-rekan JIL memakai istilah
berpendapat itu adalah ijtihad. Sehingga sering terjadi salah
kaprah. Standarisasi emas telah dijalankan dalam decade masa
kekhilafahan dan masa
> Rasulullah, dan terpenting dari semua ini adalah azas aqidah
Islam menjadi pondasi penggunaannya (sistem ekonominya?red)
>
> Mas Nugroho,
> Maafkan aris klo kadang nggak mau jawab, aris lebih suka kasih
stimulus saja, sisi lain sungguh aris merasa masih bodoh dan baru
belajar mengenai ekonomi ini, saya khawatir uraian kurang bisa
ditangkap karena kurangnya ilmu saya. Namun aris akan coba
ungkapkan kembali alasan ini. Jawaban itu ada disebuah buku kecil
tentang kebobrokan pasar modal, bunga dan uang kertas tanpa
standarisasi emas. Maaf aris belum sempat baca lagi, seingat saja ya.
>
> Mungkin mas Nugroho kurang begitu teliti membaca uarai aris
kemarin. Saya setuju dengan pendapat mas kok, bahwa uang emas,
perak dan logam kalau dipakai secar dalam bentuk koin tidak effektif
untuk saat ini. Kenapa kita harus menolak teknologi pakai mastercard
misalnya untuk transaksi jarak jauh ? Rasanya tak ada alasan untuk
menolak itu. Islam mendorong umatnya untuk bisa menguasai ilmu agama
dan iptek sekaligus, tak ada pemisahan dalam kehidupan antar agama
dan iptek. Aris juga setuju kita bisa saja pakai kartu, dan uang
kertas, mas kurang teliti membaca uraian aris.
>
> Bahwa penggunaan uang kertas itu boleh-boleh saja, hanya saja
dalam Islam. Jumlah uang kertas yang dikeluarkan pemerintah memiliki
nilai nominal setara dengan emas yang disimpan di bank Negara
Islam. (Emas dipakai karena hanya logam emas lah yang paling stabil
baik secara fisik atau kimia.). Atau jumlah uang kertas yang beredar
memiliki back up- an setara dengan minimal separuh nilai emas di
bank Negara. Maksudnya adalah ketika bank Negara Islam mengeluarkan
uang kertas 1 trilyun maka di bank Negara Islam ada jumlah emas
senilai (kalau diuangkan) minimal 0,5 trilyun. Hal ini supaya uang
kertas atau obligasi dan apalah itu yang dikeluarkan/cetak bank
Negara Islam memiliki nilai rill (bukan kertas hanya bertuliskan Rp
100 ribu saja seperti uang monopoli) dan stabil nilainya. Dollar
Amerika menggunakan mekanisme seperti ini bukan? Dimana uang dollar
yang dikeluarkan ada cadangan emasnya di bank mereka. Makanya mas
Nugroho masuk akal juga kenapa Freeport mencari emas ke Irian dan
> Negara-negara Afrika. ^_^. Mereka need gold untuk menstabilkan
dollar bila sewaktu-waktu anjlok nilainya.
>
> Jika dolar anjlok mereka tinggal menjual emas dan menarik dollar
dari pasaran sehingga jumlah dollar menjadi sedikit dan akhirnya
nilai dollar jadi menguat. Soalnya hampir semua Negara menggunakan
uang dollar untuk transaksi luar negerinya. Bila jumlah dollar
dipasar sedikit, kan nilainya jadi tinggi tuh dollar. Betul kan mas.
Wah sungguh saya maksa belajar ilmu ekonomi mohon dikoreksi jika
salah. Amerika membutuhkan banyak emas untuk itu, untuk menjaga
segala kemungkinannya. Berbeda dengan Negara Indonesia dan negri-
negeri selain Amerika mereka mengeluarkan uang kertas tanpa ada
nilai balance emas di bank moneter Negara masing-masing. Atau uang
kertas yang beredar di Indonesia saat ini secara rill tidak
mempunyai nilai, hanya kertas doang bertuliskan angka tertentu. Tapi
kenapa ini laku ya karena Indonesia memakai kekuatan hokum atau UU
yang memaksa (terpaksa kali ya) warganya memakai uang ini.
>
> So, ketika sekali nilai uang rupiah lemah terhadap dollar,
(kalau tidak salah yang dimaksud lemah itu setiap kali membeli
dollar kita harus mengeluarkan banyak uang rupiah). Mudahnya gini,
dulu satu dollar seharga 2500, kini satu dollar seharga 9400. Ini
namanya nilai rupiah melemah terhadap dollar kan ya. ^_^, saya takut
salah. Jadi sekali melemah maka akan sulit balik lagi ke angka 2500
dan makin lama makin melemah terus, kecuali Amerika mengalami krisis
dan tak bisa menstabilkan dollarnya. Gitu mas Insya Allah.
>
> So, kalau kondisi uang melemah itu mengakibatkan nilai nominal
uang kertas seakan tidak berharga. Dulu waktu kecil uang RP 25,-
bisa buat beli bubur , sekarang Rp 100,- tidak bisa buat beli apa-
apa. Nah dengan mekanisme standarisasi uang emas, nilai Rp 25,_
sejak dulu hingga sekarang akan tetap ya seharusnya sama-sama bisa
buat beli bubur. ^_^. Nilainya tetap forever.
>
> Sebenarnyalah mereka (AS dkk) atau kapitalisme yang menjiplak
sistem standarisasi emas Islam. Bobroknya sistem ekonomi yang saat
ini adalah ditambah adanya sistem pasar bursa saham dan bunga. Ada
keterkaitan yang erat antar ketiganya. Namun maaf aris merasa
kapasitas ilmunya terbatas. Jadi belum bisa menjelaskan
>
> Untuk sementara itu dulu mas ya Mas Nugroho, aris ingin
menjelaskan kebrobokan bunga bank juga tapi aris baru paham
setengah2. Saya perlu belajar banyak untuk bidang ekonomi ini. Atau
silakan Mas bisa bertanya pada orang yang sangat kompeten mengenai
hal ini mungkin ke mas Zaim Zaidi kali ya. Setelah ini pasti mas
Nugroho timbul pertanyaan lagi. Aris yakin bahwa tak ada sesuatu
pertanyaan atau masalah yang tak bisa dijawab Islam. Kalau mas
bertanya ke aris, tak semua bisa saya jawab, yah itulah keterbatasan
dan kelemahan saya sebagai manusia yang lemah. harus banyak belajar
lagi. Masalahnya adalah, apakah mas Nugroho bertanya pada orang
yang tepat, tak kenal putus asa dan mau menerimanya.Dan semua itu
tak terjadi tanpa izin Allah. Itu semua berpulang ke mas Nugroho
pribadi. Semoga Allah mengampuni saya klo salah, ada rekan lain yang
bisa menguraikan dengan lebih baik. Tentu saya berterima kasih
sekali.
>
> salam,
> aris
>
>
> Lina Dahlan <linadahlan@xxxx> wrote: Karena ini tanggapan enteng,
saya jadi pingin ikutan. Ikutan yang
> enteng-enteng aja. Saya punya pertanyaan juga soal uang emas ini,
> dimana islaminya sih uang emas (dirham/dinar) ini?
>
> Apa iya dengan sistem "emas" ini akan bisa menghilangkan perbedaan
> nilai/harga ? Kan itu ya intinya kenapa sistem "emas" ini ingin
> dibangkitkan kembali.
>
> hmm..kayaknya masih perlu berijtihad lagi.
>
> wassalam,
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Nugroho Dewanto <ndewanto@xxxx>
> wrote:
> >
> >
> >
> > soal uang emas yang mau dipakai penggiat khilafah ini
> > sebetulnya saya mau mengomentari agak serius menyangkut
> > aspek moneter tentang inflasi dll.
> >
> > tapi berhubung biasanya tak ada tanggapan balik dan
> > diskusi, maka saya beri tanggapan enteng-entengan saja.
> >
> > 1. zaman kalifah usmani (ottoman) terakhir dulu, berapa
> > sih jumlah orang islam? sekarang jumlah orang islam sudah
> > lebih dari 1 miliar orang. kalau mereka semua menggunakan
> > uang emas, berapa banyak tambang emas yang harus digali?
> > tidakkah hal itu bisa menyebabkan kerusakan lingkungan yang
> > parah di bumi?
> >
> > di papua saja sekarang gunung berubah menjadi danau karena
> > digali freeport. padahal orang masih menggunakan kertas
> > sebagai uang. bagaimana pula jadinya nanti jika orang
> > menggunakan emas sebagai uang?
> >
> > 2. kalau menggunakan uang emas, maka kita tak bisa lagi
> > menggunakan dompet yang tipis dan mudah masuk di saku.
> > kita mesti menggunakan pundi-pundi yang besar, kuat dan
> > berat. bukankah jadinya tak praktis dan menyulitkan?
> >
> > 3. kemajuan teknologi sebetulnya telah memudahkan manusia.
> > kita mudah bertransaksi dengan menggunakan kertas (uang fiat),
> > kartu kredit, kartu debet dan kartu magnet.
> >
> > di masa depan, para ahli mungkin akan menemukan chip
> > yang bisa dipasang dibawah lapis kulit tangan manusia. chip
> > itu menyimpan segala data orang bersangkutan, termasuk
> > simpanannya di bank. jadi jika berbelanja, dia cukup
> > menempelkan jarinya dan simpanannya akan terdebet secara
> > otomatis.
> >
> > lebih baik menyongsong kemajuan-kemajuan seperti itu
> > bukan, ketimbang ingin kembali ke masa lalu?
> >
> > salam,
> >
> >
> >
> > At 06:42 AM 1/23/06 -0800, you wrote:
> > > Babak Tawang Alun: para pendamba kekhalifahan Islam
> > >
> > > Mbak Aris yang Solikhah di Bogor,
> > >
> > > Bener kan ya Anda di Bogor? Kalau tak keliru panjenengan
jadi
> staf di
> > >IPB Bogor. Maaf kalau salah orang. Terus terang saya amat heran
> dengan
> > >impian Anda yang amat getol ingin mendirikan kekhalifahan di
> negeri ini.
> > >Boleh tahu, Anda terpengaruh oleh siapa? Kalau menyimak
postingan
> > >Anda, sepertinya Anda bukan anggota PKS. Aktivis Hizbut Tahrir?
> Sekali
> > >lagi mohon maaf, menebak-nebak saja. Kalau benar, HT memang
total
> > >memperjuangkan kekhalifahan Islam. Bahkan menurut mereka,
negara
> Arab
> > >Saudi dan Iran yang sudah ultra-konservatif masih saja
> dicap "kurang
> > >Islam" - entah kurangnya dimana.
> > >
> > > Saya sempat baca tulisan Anda tentang PKS di milis
jurnalisme,
> dimana
> > >parpol ini menurut Anda punya "agenda tersembunyi" dalam
> pendirian
> > >kekhalifahan Islam di Indonesia:
> > >
> > > "Buku karya Hasan Albana dan Sayyid Quth merupakan buku yang
> sering
> > > menjadi
> > >acuan pembinaan PKS. Aktivis PKS sendiri mengakui meski tak
> terbuka
> > >bahwa tujuan nantinya adalah pendirian khilafah juga (ini hasil
> > >diskusi yang saya lakukan). Hanya metode yang ditempuh melalui
> intra
> > >parlementer. Jadi perbedaan metode saja. Adapun saat ini PKS
> mengalami
> > >pengembangan (perubahan), wallahu'alam, maka saya (jauh dari
> prasangka)
> > >yakin saat ini tentu PKS sedang menetapkan strateginya...."
> > >
> > > Saya sebenarnya suka gaya tulisan Anda yang santun serta
> runtut sehingga
> > >mudah dicerna. Dalam membujuk seseorang untuk memahami ide-ide
> Anda pun
> > >kesantunan itu tak tanggal. Hanya dalam mendukung mimpi Anda
agar
> negeri
> > >ini dipimpin oleh kekhalifahan Islam saya amat tak setuju.
Mimpi
> saya dan
> > >mimpi Anda
> > >tentang masa depan negeri ini terus terang amat berbeda, bagai
> bumi dan
> > >langit. Anda pendukung berat negara teokrasi berbasiskan Islam.
> Saya
> > >justru menginginkan agar negara ini tak perlu mengurusi 'tetek
> bengek'
> > >agama-agama dan kepercayaan yang dipeluk masyarakatnya, karena
> akibatnya
> > >sungguh berbahaya. Apa alasannya?
> > > Sebagian pernah saya ungkap di postingan sebelumnya, yang
> lainnya
> > > tunggu ya postingan berikutnya, biar tak terlalu panjang.
> > >
> > > Intinya, saya sependapat dengan opini Serikat Indonesia
> berikut ini:
> > >
> > > "Keindahan dari sistem demokrasi adalah semua orang bebas
> berpendapat
> > >dan berbeda pendapat. Jika Anda dan para ustadz berpendapat
> Indonesia akan
> > >menjadi lebih baik jika menerapkan Syariat Islam, ya tidak apa-
> apa. Itu adalah
> > >hak Anda. Cuma yang disayangkan dari orang-orang seperti Anda
ini
> > >adalah saat ide Anda terwujudkan, justru Anda lalu akan
mematikan
> > >kebebasan berpendapat. Jadi Anda hanya memanfaatkan kebebasan
> untuk
> > >mematikan kebebasan itu sendiri."
> > >
> > > Di beberapa milis, ada juga orang-orang yang punya mimpi
sama
> seperti
> > >Anda. Tetapi gaya dan cara mengemukakan opininya berbeda-beda.
> > >Sebagai contoh bung Tawang Alun (bukan nama aslinya). Saya
> pertama kali
> > >kenal sama si bung Tawang yang suka jalan di alun-alun di milis
> apakabar.
> > >
> > >Si bung ini kental dengan gaya jawanya, jadi tulisannya kadang
> cuma
> > >dimengerti cuma oleh orang yang bisa bercakap Bahasa Jawa
saja.
> Lalu ada
> > >juga bung Sutiyoso Wijanarko (yang ini bukan Gubernur DKI),
ada
> Pedang
> > >Knowledge, ada Wisnu Arto
> > >(wartawan majalah Trust), ada mbak Bening Hati, ada mbak Lina
> Dahlan,
> > >ada Henri Syiah, ada ustadz HMNA di Makassar, ada Ahmadi Agung
> van Pacitan,
> > >ada jeng Ade Suerani di Kendari dan masih banyak yang lainnya.
> > >Berbagai opini yang mereka paparkan sengaja saya kumpulkan dan
> saya
> > >jilid, termasuk opini dari Anda.
> > >
> > > Untuk memberi gambaran lebih jelas orang yang punya mimpi
> serupa dengan
> > > Anda,
> > >berikut saya paparkan tulisan Tawang Alun. Saya sebut saja
> postingan
> > >ini dengan judul "Babak Tawang Alun". Dia bilang RI sudah tak
> > >punya ideologi lagi, alias Pancasila sudah mati sehingga perlu
> dihadirkan
> > >kekhalifahan Islam:
> > >
> > > ---------------------------
> > > Bangsa Jepang dulu bisa maju karena rakyatnya setia demi
Tenno.
> > >Bahkan kon mati pun mau. Mereka mau saja sujud di depan Tenno
> sambil
> > >nangis kayak wong Islam yang solat sambil nangis. Karena punya
> Ilah
> > >Tenno, Jepang maju.
> > >
> > > Lha RI sekarang ini warganya tak satupun yang yakin lagi
> terhadap
> > >Pancasila, semenjak kesaktian Pancasila gagal total menyatukan
> > >bangsa. Kebanggaan sebagai RI hilang, tiap hari ada bom, polisi
> tak
> > >bisa untuk tempat berlindung, lalu-lintas amburadul dan
pengguna
> jalan
> > >tak merasa lagi bahwa dia salah, pendidikan sudah
dikomersialkan.
> > >
> > > Kalau Pancasila ini dipertahankan sebagai ideologi yo
bahaya.
> Menunggu
> > >ada pemimpin sing apik yo kaya nunggu tenggelamnya gabus soale
> pemimpin
> > >sing apik harus lahir dari masyarakat apik. Jane ideologi Islam
> itu apik,
> > >makane ditakuti oleh Amerika. Opo pernah Amerika takut sama
> Pancasila?
> > > Iki conto apiknya Islam:
> > >
> > > 1. Adanya kedaulatan Allah. Benderanya negara Islam itu harus
> > >bertulisan La Ilaha Ilallah. Jadi di dunia ini termasuk Saudi
> sendiri
> > >yang bergambar pedang itu bukan khilafah Islamiyah. Disini
justru
> > >pemimpin agama yo pemimpin negara. Sungguh berlawanan dengan
> sekular yang
> > >memisahkan negara dengan urusan agama. Sayang Eropa dulu pernah
> punya
> > >pengalaman buruk dengan pemerintahan agama tapi itu kan
Kristen,
> coba
> > >dulu yang dicoba Islam akan apik.
> > >
> > > 2. Duwitnya tak akan lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan
> soale
> > >pakai emas. Coba RI dulu jangan pakai kertas Rupiah takkan
> seterpuruk
> > >sekarang.
> > >
> > > 3. Departemen penjara tak perlu ada soale terpidana hanya
> disuruh
> > >bayar pakai anggota badan atau denda jadi wis ngirit berapa.
Juga
> > >Dep. Agama yo ra perlu sebab sudah built in di menteri-
menterinya.
> > >
> > > 4. Wong Kristen tetep boleh hidup ning bayar jiziah yo
samalah
> kan
> > >sekarang bayar pajak juga. Wong Muslim yo cukup zakat saja.
> > >
> > > 5. Tak mungkin ngutang ke IMF yang jelas telah
menyengsarakan
> kita
> > >soale diharamkan ngutang pakai riba. Malaysia selamat, dia
> > >'go to hell-kan' IMF nggak seperti Harto yang pakai ideologi
> salah.
> > >
> > >Tawangalun
> > >
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
*********************************************************************
******
>
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
>
> SPONSORED LINKS
> Cultural diversity Indonesian languages Indonesian
language learn Indonesian language course
>
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group "ppiindia" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>
>
>
> http://nuraulia.multiply.com/
>
>
> ---------------------------------
> Bring words and photos together (easily) with
> PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: