[nasional_list] [ppiindia] surat jembatan sembilan: tentang hasil rumusan pertemuan sarjana kalteng [1]
- From: "Kusni jean" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Tue, 31 Jan 2006 17:32:32 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Surat Jembatan Sembilan:
TENTANG HASIL RUMUSAN PERTEMUAN SARJANA KALTENG
[Kepada Durang Pahari di Kalteng]
1.
Dokumen Laporan Utama tentang Pertemuan Sarjana Asal dan Yang Mempunyai
Keperdulian Untuik Membangun Kalimantan Tengah [Kalteng] yang berlangsung 21
Januari 2006 lalu, dikutip dari www.kaltengpos.com [23 Januari 2006] yang
dikirimkan oleh Julia dari Institut Dayakologi Pontianak ke milis
dayak@xxxxxxxxxxxxxxx , sungguh merupakan bahan menarik dan berguna. Layak kita
mengucapkan sangat terimakasih pada Joelia seperti yang dikatakan oleh Pahari
Ben Abel dari Amerika Serikat. Tema Pertemuan Sarjana Kalteng itu adalah
"Menumbuhkembangkan Kebersamaan dalam Membangun Kalimantan Tengah Menuju
Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat".
Selayaknya, bagian hubungan masyarakat dan Tim Perumus Pertemuan, secara
berprakarsa mengumumkan hasil-hasil Pertemuan ke hadapan publlik Kalteng jika
memang ingin mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat Kalteng untuk
Menumbuhkembangkan Kebersamaan dalam Membangun Kalimantan Tengah Menuju
Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat". Kecuali itu, saya kira,
sudah seniscayanya apabila Gubernur Teras Narang, mengatasi kemacetan e-mailnya
yang hampir tidak mungkin dimasuki karena dikatakan selalu 'overload'. Adanya
hubungan e-mail [sekarang macet] merupakan ujud dari politik keterbukaan dan
bersandar pada massa Kalteng -- bukan hanya Dayak -- karena namanya saja
gubernur Kalteng, maka ia adalah gubernur seluruh orang Kalteng. Barangkali
Teras Narang dalam hal ini perlu mempercayakan seseorang yang cekatan dan
berkemampuan untuk khusus menangani kontak dengan massa ini yang kemudian
menyampaikan segala masukan kepada beliau.
Pertemuan 21 Januari 2006 betapa pun tetap merupakan garis dan arahan umum yang
belum merinci . Untuk melaksanakannya masih perlu perincian, lebih-lebih dari
segi orientasi dan bagaimana melaksanakan keinginan 'Menumbuhkembangkan
Kebersamaan Dalam Membangun Kalimantan Tengah Menuju Masyarakat yang Mandiri,
Sejahtera dan Bermartabat".
Setelah Julia mengumumkan rumusan Tim Perumus Pertemuan Sarjana Kalteng maka
telah muncul beberapa masukan, sesuatu yang sangat berguna bagi Teras.
Untuk pelaksanaan kongkret keinginan itu, saya kira, Teras mungkin perlu
mempertimbangkan adanya pertemuan terbatas informal periodik seksi per seksi,
masalah per masalah, metode yang pernah dilakukan oleh Walikota Salundik
Gohong ketika menjabat walikota Palangka Raya. Dengan metode Salundik ini, saya
kira, permasalahan bisa ditangani lebih rinci dengan mempertimbangkan segala
masukan melalui berbagai saluran, termasuk melalui internet dan website. Hal
ini merupakan sumber masukan sangat berguna bagi Teras jika ia ingin setia pada
mimpinya seperti yang ia pernah tantangkan kepadaku Agustus 2005 lalu ketika
jumpa di kantornya di Palangka Raya. Hasil Pertemuan sarjana 21 Januari 2006
lalu tidak lebih dari ayunan langkah pertama belaka, arahan yang masih
mengambang. Dengan keterbukaan, saya kira, kita bisa membantu gubernur
melaksanakannya dan mengontrol pelaksanaan serta kesungguhannya sesuai dengan
tradisi budaya rumah panjang [betang atau lamin]. Keterbukaan adalah tanda
bahwa Teras benar mau dan bisa menjadi gubernur Kalteng dan sungguh-sungguh
ingin melaksanakan "Menumbuhkembangkan Kebersamaan dalam Membangun Kalimantan
Tengah Menuju Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat", bersikap
tepat pada kritik. Sedangkan bagi yang kalah dalam pemilihan langsung gubernur
kemarin -- juga perlu diajak dan didengar pendapat mereka oleh Teras --
niscayanya punya kebesaran jiwa sanggup kalah dan menyokong yang baik serta
positif dari pemenang. Saya kira kebesaran hati sanggup kalah dan juga pandai
menang -- terutama memenangkan mimpi pemanusuiawiaan patut ditradisikan di
kalangan kita di pulau, khususnya di Kalteng.
Saya sungguh gembira membaca masukan-masukan dari berbagai penulis dan aktivis
setelah membaca hasil Tim Perumus Pertemuan. Mereka menyampaikan pendapat
dengan sehat dan tuntas. Hal begini sangat berguna dalam usaha
'Menumbuhkembangkan Kebersamaan dalam Membangun Kalimantan Tengah Menuju
Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat". Apalagi penggunaan kata
'Pahari' yang dalam bahasa Dayak Ngaju punya arti lebih dalam dari 'saudara'.
Cara pengutaraan pendapat terus-terang, tandas, dengan semangat 'kepaharian' ,
saya baca sebagai masih kentalnya semangat budaya betang pada diri kita, bukan
semangat 'hakayau kulae' dan semua merasa diri 'pangkalima', atau 'tamanggung'
atau 'maharaja' yang membiarkan perahu yang ditumpangi karam ke lubuk.
Saya sangat mendorong pengutaraan pendapat konsepsional dan argumentatif
leluasa atas hasil Tim Perumus Pertemuan. Saya sendiri akan menyampaikan
pendapat-pendapat saya sendiri bersama durang pahari.
Paris, Januari 2006.
JJ. Kusni
[Bersambung....]
Lampiran:
Ben Abel <ba16@xxxxxxxxxxx> wrote:
To: dayak@xxxxxxxxxxxxxxx
From: "Ben Abel" <ba16@xxxxxxxxxxx>
Date: Mon, 30 Jan 2006 02:40:07 -0500 (EST)
Subject: Re: [dayak] Hasil Rumusan Pertemuan Sarjana
Terima kasih sangat Jul,
1/ sekalipun susah amat memahami semua yg rasanya banyak overlapping, dan
sama sekali tidak menohok. Mungkin lantaran persoalan-pokok sama sekali tak
bisa dibayangkan itu. Lagi pula ide sebagai "memberdayakan" diri sendiri itu,
disini sama sekali tidak tersentuh. Sebagai umpama saja :
Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan [gedung dan fasilitasnya,
termasuk pemeliharaan dan refarasi dsb] sama sekali melulu terkesan
tergantung kepada "M[P]enyediakan dana ..." - Jadi mulai dari DANA, bukan
mulai dari potensi kita penduduk setempat sendiri. Begitulah mungkin akhirnya
muncul keterangan "Kebudayaan 5." : /Kita perlu melakukan reposisi dan
reinterpretasi terhadap nilai-nilai budaya yang kurang relevan dengan kemajuan
teknologi dan era globalisasi dan agar sesuai dengan budaya global dan
modernisasi dan masyarakat multikultural. Yang dikeritik oleh Rinting dengan
membalik telak logika PARA SARJANA pada kerapatan tsb. Logika keberdayaan yang
Rinting pasang, adalah yang punya kemungkinan besar menjadi gerak demi
memberdaya[kan diri sendiri], bukan-pemberdayaan demi [gerakan] DANA, yang
istilah dangdutnya adalah kapitalisme. Kritik dari Rinting patut merupakan
fondasi alam-pikir yang mesti disadari sungguh. Kalau tidak, maka para sarjana
bersama kabinet Gubernur Teras Narang [bukan Teras pribadi] akan menjadikan
massa rakyat [kebetulan Kalteng] sebagai objek belaka. Alias DANA-lah yang
bicara.
2/ Dari membaca laporan Tim perumus[an] ini, nampaknya Pendidikan bukanlah
soal utama, karena butir-butir dalam Kesehatan jauh melampaui total poin-poin
yang disampaikan dalam bidang Pendidikan dan ebudayaan. Ini pun sekali lagi
menggambarkan apa yang dibayangkan para sarjana yang terlibat dalam kerapatan
tersebut, bahwa massa rakyat [penduduk] Kalteng hanyalah objek [tak bisa
dibaca: proyek] pemberdayaan semata. Sekalipun dalam poin A. Bidang
Infrastruktur. # 2. menyatakan "... hasilnya disampaikan dalam konsultasi
publik agar pembangunan tidak berorientasi proyek, ..." Hanya dari keseluruhan
poin-poin yang disampaikan sama sekali tiada terbayangkan hal seperti dimaksud.
Ia entah lantaran belum tertatanya segala ide atau "isu-isu strategis" seperti
dimaksud dalam pengantar awal. Atau justru dasar pemikiran memanglah kebalikan
dari apa yang menjadi tohokan keritik dari Rinting tadi.
3/ Gerak strategis bersifat public relation begini, seharusnyalah bagi
seorang pejabat baru. Namun demikian ia tak bisa begitu saja kita terima cukup
sebagai sesuatu yang baru. Dan cukup menjanjikan. Karena seperti poin-poin
diatas tadi, dasar pemikiran dan alam pikiran [kultur] yang dibangun serta
dijunjung masih sangat orde-baru-baru yang bersemboyan pem[b]erdayaan tetapi
bermakna memperdaya [menipu dg mengembangkan kesadaran sesat] semata. Dengan
mengharapkan DANA sebagai keutamaan [artinya dana bukan tidak perlu disini].
Tetapi bagaimanakah kita bisa berdaya jika potensi diri sendiri pun sudah tak
dihiraukan?
tetap,
ben abel
PS: Trims berat kepada Rinting, dan salutku.
Untuk bahan diskusi lanjutan kawan-kawan
Jul
=====================================
23 Januari 2006, www.kaltengpos.com
Laporan Utama
PERTEMUAN sarjana asal dan yang mempunyai keperdulian untuk membangun
Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Januari 2006
dengan Tema: "Menumbuhkembangkan Kebersamaan dalam Membangun Kalimantan Tengah
Menuju Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat", telah berlangsung
dengan baik dan lancar.
Memperhatikan isu-isu strategis pembangunan daerah Kalimantan Tengah yang
sudah dipaparkan oleh Bapak Gubernur, narasumber dan hasil diskusi yang
berkembang di Rapat-rapat Komisi dan Rapat Pleno, Tim Perumus telah menghimpun
pemikiran-pemikiran dan masukan yang konstruktif untuk mewujudkan visi dan
misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 sebagai
berikut:
A. Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
"h Pendidikan
1. Meningkatkan sarana dan prasarana yang diperlukan termasuk pemeliharaan
dan perawatan sarana dan prasarana yang sudah ada mulai dari Tingkat Dasar
sampai dengan Perguruan Tinggi.
2. Mengupayakan penyediaan tenaga pengajar yang profesional dan memenuhi
standar kualitas setiap jenjang pendidikan mulai dari Tingkat Dasar sampai
dengan Perguruan Tinggi.
3. Memberikan beasiswa kepada pelajar mulai dari Tingkat Dasar sampai dengan
Perguruan Tinggi bagi yang memiliki kemampuan luar biasa khusus bagi
pelajar/mahasiswa yang tidak mampu.
4. Memberikan insentif khusus kepada guru-guru SD daerah
terpencil/pedalaman serta pakaian dinas.
5. Menyediakan dana dalam rangka pemantapan wajib belajar Diknas 9 tahun.
6. Membangun ruangan perpustakaan sekolah dari tingkat dasar sampai SLTA
sekaligus kelengkapan buku-buku yang diperlukan.
7. Menyediakan dana dalam rangka penguatan kurikulum berbasis kompetensi
maupun muatan lokal.
8. Memberikan buku-buku pelajaran kepada murid-murid/siswa SD - SLTA setiap
orang satu buku untuk semua mata pelajaran termasuk buku muatan lokal
9. Diharapkan RRI Palangka Raya dapat ikut serta berpartisipasi aktif
dalam menyiarkan siaran pendidikan
"h Kebudayaan
1.Kebudayaan harus dijadikan sebagai pedoman tindakan dan tingkah laku dalam
upaya untuk memenuhi hidup serta digunakan untuk memahami, memanipulasi, dan
memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan. Oleh sebab itu maka kebudayaan
seharusnya dijadikan acuan dalam setiap program pembangunan agar pembangunan
tersebut tidak merusak lingkungan alam dan konflik sosial
2. Taman budaya dan sanggar-sanggar seni budaya sebagai wadah pelestarian
dan pembinaan seni budaya harus mendapat dukungan dan pembinaan dari
pemerintah.
3. Kampung seni perlu dipikirkan pendiriannya seperti di desa Bukit Rawi dan
Desa Bangkal baik sebagai objek wisata. objek penelitian dan hiburan
4. Dialog kebudayaan perlu dilakukan secara terbuka dan berkesinambungan
untuk mempertebal toleransi, kebersamaan dan agar semua pihak bisa memahami
dan menerima keanekaragaman.
5. Kita perlu melakukan reposisi dan reinterpretasi terhadap nilai-nilai
budaya yang kurang relevan dengan kemajuan teknologi dan era globalisasi dan
agar sesuai dengan budaya global dan modernisasi dan masyarakat multikultural.
A. Bidang Kesehatan
"h SDM Kesehatan
1. Insentif sesuai dengan tingkat kesulitan daerah
2. Rekrutmen/penciptaan dengan ketentuan (a) Sesuai kebutuhan desa bukan
atas kebutuhan kabupaten atau provinsi; (b) Diutamakan tenaga medik yang mau
bertugas di Kalteng
3. Menyempurnakan data base: SDM dan sarana kesehatan
4. Mendirikan FKM/FK Umum di Universitas Palangka Raya
5. Memberi beasiswa kepada calon-calon tenaga dosen atau spesialis yang siap
mengabdi di Kalteng seumur hidup
6. Perawat yang belum diterima sebagai PNS bisa dikontrak sesuai kebutuhan
di desa
7. Perawat/bidan/dokter setelah selesai kontrak, diprioritaskan untuk
diangkat menjadi PNS sesuai kebutuhan desa dan kecamatan
8. Meningkatkan mutu pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat Kalteng
"h Sarana dan Prasarana Kesehatan
1. Memberdayakan pondok bersalin, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Induk, dan
Puskesmas Rawat Inap
2. Meningkatkan keberadaan Puskesmas Keliling sesuai dengan kondisi daerah
masing-masing seperti kelotok, mobil dan kapal terapung
3. Pendataan dan perbaikan sarana kesehatan yang rusak maupun rusak berat
4. Diupayakan agar Puskesmas dan Rumah Sakit dilakukan akreditasi sesuai
tahapannya dengan pendekatan Quality Assurance dan Quality Control
5. Mengoptimalisasi sarana kesehatan sesuai standar pelayanan minimal untuk
peningkatan mutu.
6. Peningkatan koordinasi lintas sektor dengan unit terkait misalnya:
kesehatan air, PETI dan limbah perusahaan
"h SIK (Sistem Informasi Kesehatan)
1. Puskesmas Induk dan Rumah Sakit agar menggunakan komputerisasi dan data
base
2. Seluruh Pondok Barsalin, Pustu, Puskesmas dan RS agar menggunakan radio
panggil dan internet (Teknologi Informasi)
"h Promosi Kesehatan dan Preventif
1. Agar seluruh masyarakat dapat mendengar dan memahami tentang paradigma
hidup sehat (Kalteng Sehat 2010) misalnya: pelayanan kesehatan dasar, jamban
keluarga, air bersih, gizi dan pola penyakit
2. Perlu merubah cara berpikir masyarakat bahwa kesehatan merupakan
kebutuhan dasar utama
"h Keluarga Berencana
1. Mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kawin/nikah pada usia muda
2. Menasihatkan agar pasangan usia subur cukup mempunyai anak-anak yang
berkualitas
3. Penambahan tenaga PLKB yang kondisi sekarang pindah ke daerah/tugas baru
di kantor
"h Dana
1. Pengalokasian dana untuk Promosi dan Preventif di anggarkan lebih besar
dari Kuratif dan Rehabilitatif
"h Lain-Lain
2. Ditingkatkan penelitian tentang pencemaran sungai oleh bahan-bahan kimia
yang dikonsumsi oleh masyarakat (mercury, pestisida, formalin dan bahan-bahan
yang berbahaya lainnya)
3. Peningkatan alokasi anggaran untuk kesehatan dan KB Provinsi, Kab/Kota
4. Penelitian obat-obat tradisional
5. JPKM dan RASKIN Non Askes/Askes difasilitasi di Kab/Kota dan Provinsi
A. Bidang Infrastruktur
1. Adanya suatu sistem yang jelas dan terpadu antara moda transportasi di
Kalimantan Tengah
2. Perencanaan pembangunan infrastruktur harus melalui suatu pengkajian yang
mendalam dan hasilnya disampaikan dalam konsultasi publik agar pembangunan
tidak berorientasi proyek, namun betul-betul merupakan amanah rakyat
(berdasarkan azas manfaat)
3. Sumberdaya mineral, khususnya batubara seharusnya tidak hanya sebagai
komoditi ekonomi, namun harus dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi
(ketenagalistrikan).
4. Rencana Pemerintah Daerah membangun jaringan rel kereta api untuk
angkutan hasil bumi Kalimantan Tengah dinilai sangat strategis dan perlu
didukung oleh semua pihak. Untuk itu, pendekatan perencanaan pembangunan jalan
rel kereta api tersebut harus satu paket dengan perencanaan pembangunan
pelabuhan (outlet).
5. Perlu adanya keterkaitan kegiatan pembangunan infrastruktur antara
wilayah (regional infrastructur development interdependency) dan antara
kawasan dalam kabupaten/kota (urban-rural linkages)
6. Dikembangkannya infrastruktur jalan dan dipertahankan infrastruktur
sungai sebagai sarana pendukung, pendorong dan penggerak pembangunan seluruh
wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah dengan mempertimbangkan beroperasinya
sistem transportasi yang terintegrasi, optimum dan sanggup menampung kebutuhan
jangka panjang
7. Mengoptimalkan infrastruktur yang menghubungkan antara ibukota kabupaten
se-Provinsi Kalimantan Tengah serta membuka daerah-daerah terisolasi sebagai
daerah belakang kabupaten/kota yang memiliki keunggulan komperatif yang sarana
infrastrukturnya khususnya transportasi darat atau jalan raya yang kurang
memadai atau belum terjangkau sehingga diharapkan dapat mengembangkan
perekonomian wilayah
8. Membuka jalan akses dari kawasan produktif ke jaringan koridor utama yang
dapat menghubungkan dengan daerah potensi pasar. Selain itu, dalam membangun
jalan baru hendaknya berprinsip untuk keseimbangan spasial (pemerataan)
9. Pengembangan infrastruktur (transportasi) diarahkan untuk mendukung
program di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan
dan pariwisata
10. Strategis pengembangan infrastruktur yang diusulkan perlu mengacu pada
konsep: memperbaiki aksesibilitas, meningkatkan mobilitas dan meningkatkan
kualitas pelayanan.
11. Strategi jangka pendek adalah membentuk jaringan jalan yang utuh,
meskipun kualitas pelayanannya masih rendah, yaitu dengan meningkatkan tingkat
kemudahan jangkauan pelayanan hingga ke daerah-daerah di Provinsi Kalimantan
Tengah. Strategi jangka menengah adalah meningkatkan terhadap ruas jalan yang
sudah ada khususnya pada koridor utama atau jalan penghubung antara kabupaten
yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Strategi jangka panjang difokuskan
pada peningkatan kenyamanan perjalanan masyarakat pengguna jasa transportasi
serta pembangunan jalan kereta api untuk angkutan barang
12. Perlu penetapan lokasi prioritas outlet utama untuk memperoleh
kapasitas bagi para pemangku kepetingan.
A. Bidang Ekonomi
1. Mendorong peningkatan SDM kabupaten/kota untuk mengatasi pengangguran
dengan menumbuhkan wirausaha baru UMKM di semua sektor
2. Meningkatkan akses masyarakat lokal terhadap aset-aset ekonomi
produktif sekaligus membantu mengentaskan kemiskinan
3. Mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi lahan PLG satu hektar juga untuk
menjadi kawasan khusus dengan Instruksi Presiden
4. Mendukung program pembangunan rel kereta api untuk menunjang mobilitas
angkutan hasil sumberdaya alam Kalteng
5. Mendorong arah investasi yang terkait dengan aktivitas ekonomi kerakyatan
secara langsung di semua sektor dengan mengembangkan industri hilir untuk
komoditi unggulan
6. Menciptakan kawasan ekonomi antara wilayah (kabupaten/kota) yang saling
bersinergi sesuai dengan potensi wilayah masing-masing
7. Mendorong hak ulayat untuk menciptakan lapangan kerja masyarakat
8. Penetapan Kepastian Kawasan di Kab/Kota untuk kepentingan semua sektor
9. Para investor di atas tahun 2005/2006 dan seterusnya harus berkantor
pusat di Kalteng
10. Mendorong pada investor melakukan pembinaan dan kemitraan yang saling
menguntungkan antara UKM, Perusahaan Daerah, dan Perusahaan Besar.
Laporan lengkap hasil rumusan ini akan disampaikan kemudian. Demikian hasil
rumusan ini disampaikan, terimakasih atas segala perhatiannya.
Tim Perumus
1. Prof. Dr. Ir. Salampak. MS (Ketua)
2. Dr. Ir. Bambang Lautt. MSi (Sekretaris)
3. Ir. Sehat Jaya. MS. MSc. Ph.D (Wakil Sekretaris)
4. Drs. Kumpiady Widen. MA. Ph.D (Anggota)
5. Drs. Sulmin Gumiri. MSc. PH. D (Anggota)
6.Drs. H. Mahyuni (Anggota)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] surat jembatan sembilan: tentang hasil rumusan pertemuan sarjana kalteng [1]