[nasional_list] [ppiindia] Euforia Mengejek Bangsa Sendiri
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Nov 2005 21:15:12 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MEDIA INDONESIA
Rabu, 30 November 2005
Euforia Mengejek Bangsa Sendiri
REFORMASI, selain memunculkan perubahan kekuasaan, juga menghadirkan semangat
tinggi mengoreksi diri sendiri. Hal-hal yang dulu tabu dan disembunyikan
dalam-dalam, kini muncul ke ruang publik. Dulu para penguasa tabu dikritik,
kini publik mungkin bosan melontarkan kritik.
Reformasi juga memunculkan spirit baru menertawakan diri, menertawakan bangsa
sendiri. Euforia menertawakan diri memang penting sebagai katarsis agar ada
ruang pelepasan yang menyehatkan. Namun, spirit mengolok-olok diri juga jangan
sampai menjadi sugesti buruk dan akhirnya membuat kita tidak percaya diri.
Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika berpidato di Hari Ulang Tahun PGRI (Persatuan
Guru Republik Indonesia) di Solo (27/11) mengingatkan, agar kita tidak mengejek
diri sendiri. Konteks pernyataan Wapres adalah respons atas sajak yang
dibacakan mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Winarno Surachmad.
Sajak itu berbicara tentang kepedihan nasib guru karena minimnya gaji dan
keadaan gedung sekolah yang tidak lebih baik daripada kandang ayam.
Lontaran spontanitas Wapres jangan mengejek bangsa sendiri harus kita maknai
dalam konteks yang lebih positif. Bahwa harus ada takaran yang pas dalam
menertawakan dan mengejek diri. Intinya, jangan sampai keasyikan menertawakan
diri malah menjadikan kita lupa bagaimana harus membangun. Kita tetap harus
menyediakan ruang untuk membangun kepercayaan diri yang telah hilang itu.
Betapa pun menyesakkan, reformasi harus kita syukuri. Keterbukaan informasi,
misalnya, membuat kita kian mudah melihat wajah buruk diri. Implikasi
pembangunan fisik di masa Orde Baru sungguh telah melahirkan bangsa yang rapuh:
korup, berdisiplin rendah, dan meminggirkan kejujuran.
Tabiat buruk itu memang harus kita bongkar habis agar bisa melahirkan optimisme
baru untuk membangun bangsa yang punya martabat. Dan, bangsa yang bermartabat
akan memiliki kepercayaan diri untuk ambil bagian bersaing dalam persaingan
global.
Namun, faktanya bangsa ini juga mengidap inferioritas yang amat serius. Kita
terlalu mudah gandrung terhadap apa saja yang berbau asing. Asing kita pahami
sebagai sesuatu yang hebat untuk hal apa saja, sedangkan lokal atau domestik
adalah pecundang. Persepsi ini telah menjadi bawah sadar sebagian besar bangsa
ini.
Karena itu, peran negara untuk membangun semangat baru amat menentukan.
Pemerintahan yang bersih pastilah akan bermuara kepada kepercayaan publik.
Trust inilah yang harus dibangun terus-menerus oleh para elite negara untuk
menggerakkan bangsa ini menyongsong masa depannya. Sebab, kepercayaan adalah
'lokomotif' yang bakal menarik seluruh gerbong yang berada di belakang.
Persoalannya ialah, apakah seluruh elite negeri ini menyadari bahwa mereka
punya peran lokomotif?
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: