[UntirtaNet] FW: KAFIR AS MULAI MEMERANGI UMAT ISLAM DI INDONESIA
- From: dwi handaya <dwih@xxxxxxxxx>
- To: "Untirta (E-mail)" <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 11 Sep 2002 12:19:42 +0700
11 sept 2002 ?
> -----Original Message-----
> From: su
> Subject: KAFIR AS MULAI MEMERANGI UMAT ISLAM DI INDONESIA
>
> Ba'asyir: AS Membuat Opini Indonesia Sarang Teroris
> 10-9-2002 / 22:37 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Pimpinan tertinggi Majelis Mujahidin Indonesia
> Abu
> Bakar Ba'asyir menilai saat ini Amerika Serikat sedang membuat opini bahwa
> Indonesia sarang teroris. "Mereka mau membuat opini publik seolah-olah di
> Indonesia merupakan sarang teroris sehingga mereka punya alasan untuk
> mengambil tokoh Islam di Indonesia," kata Ba'asyir kepada Tempo News Room
> di
> Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo,
> Jawa Tengah, Selasa (10/9).
>
> Pernyataan ini menanggapi ditutupnya Kedutaan Besar AS di Jakarta dan
> Konsulat
> Jenderal AS di Surabaya, mulai Selasa (10/9) sampai Rabu (11/9), karena
> kekhawatiran adanya ancaman dari teroris. Selain itu, negara tersebut
> berencana
> negara tersebut mengumumkan daftar teroris internasional. Dari daftar
> itu, nama
> Ba'asyir masuk di dalamnya.
>
> Ba'asyir juga membantah Majelis Mujahidin mengancam Kedutaan Besar dan
> Konsulat Jenderal AS. Dia bahkan balik menuding AS melakukan rekayasa
> untuk
> menciptakan opini publik seakan-akan di Indonesia memang merupakan sarang
> teroris dengan memanfaatkan situasi menjelang satu tahun tragedi serangan
> 11
> September ke menara kembar World Trade Center dan Pentagon.
>
> Menurut pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki ini,
> Majelis
> Mujahidin sama sekali tidak memiliki alasan apapun untuk melakukan
> ancaman.
> Demikian halnya dengan kelompok islam lainnya. "Kalau Mujahidin
> mengancam,
> suruh buktikan apa ancaman itu, dan siapa yang mengancam? Saya memiliki
> kecurigaan kalau itu merupakan rekayasa saja," ujarnya. (Imron
> Rosyid-Tempo
> News Room)
>
>
>
> Kapolri Mengaku Belum Mendengar Rencana AS
> 10-9-2002 / 13:37 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar mengaku belum
> mendengar adanya rencana dari Pemerintah Amerika Serikat yang akan
> menetapkan Abu Bakar Ba'asyir sebagai salah satu teroris. "Saya belum
> dengar
> itu," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (10/9).
>
> Pernyataan ini menanggapi adanya kabar, AS akan mengumumkan daftar
> teroris
> internasional, bertepatan dengan peringatan tragedi 11 September 2001
> yang
> menghancurkan gedung kembar Word Trade Center di New York. Salah satunya
> yang masuk daftar adalah Ba'asyir, pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin di
> Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang kini Pimpinan Tertinggi Majelis
> Mujahidin Indonesia.
>
> Da'i mengatakan, dirinya selalu menjelaskan posisi Baasyir kepada semua
> orang
> yang berbicara mengenai terorisme internasional. Jika ada tambahan
> informasi
> mengenai dia, dan informasi tersebut terkait dengan tindak pidana, akan
> merupakan masukan bagi Mabes Polri. Selanjutnya, kata Da'i, polisi akan
> melakukan penyelidikan.
>
> Da'i menambahkan, apabila dalam penyelidikan terdapat cukup bukti yang
> kuat
> dan fakta-fakta hukum mengenai keterlibatan seseorang dalam tindak pidana
> itu,
> Mabes Polri akan segera melanjutkan prosesnya ke pengadilan. Namun, ujar
> Dai,
> semuanya harus berlandaskan ketentuan hukum yang berlaku.
> (Dewi Retno Suryani-Tempo News Room)
>
>
> Abu Bakar Ba'asyir: Tangkap Saya, Perangi Islam.
> 10-9-2002 / 13:33 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemimpin Tertinggi Majelis Mujahidin Indonesia
> Abu Bakar Ba'asyir tidak memperlihatkan tasa gentar
> terkait isu dirinya masuk daftar hitam buatan Amerika Serikat. Dia
> mengatakan
> akan melawan jika pemerintah Indonesia menuruti Amerika, dengan menangkap
> dirinya berdasar daftar yang diumumkan pada 11 September nanti itu.
>
> "Tidak kita terima, kita lawan. Kalau sampai
> pemerintah berani menangkap berdasarkan daftar itu, berarti pemerintah
> juga
> ikut memerangi Islam," tegas Ba'asyir pada Tempo News Room yang
> menghubunginya lewat telepon, Senin (9/9) malam. Dia baru saja tiba di
> Bandar Udara
> Soekarno-Hatta, Jakarta, usaiperjalanan dari Medan.
>
> Ba'asyir menduga selama ini dirinya
> dimata-matai Amerika meski perlakuan itutidak bisa dia rasakan kasat mata.
> Apalagi
> dirinya dianggap musuh dalam politik Amerika saat ini. "Kemungkinan karena
> sikap
> vokal saya yang ingin memperjuangka syariat Islam di tingkat
> pemerintahan," kata dia. Pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin di Ngruki,
> Sukoharjo, Jawa
> Tengah itu mengatakan dirinya juga pernah menerima SMS (short message
> service) lewat telepon selulernya, yang isinya kurang menyenangkan.
>
> Ba'asyir kembali membantah dirinya menjadi
> bagian dari jaringan Al-Qaidah pimpinan Usamah bin Laden, kelompok Islam
> radikal yang diburu Amerika karena dituduh pelaku teror black September
> setahun
> lalu. Tapi, dia menyatakan rasa simpati yang besar terhadap perjuangan bin
> Laden.
>
> Dia menyatakan Amerika akan selalu memerangi
> tokoh-tokoh Islam di dunia. Mula-mula tokoh yang dicap garis keras,
> kemudian menjinakkan mereka yang dianggap lunak. "Amerika akan
> menghancurkan
> tokoh-tokoh Islam internasional yang berusaha meningkatkan syariat di
> tingkat
> negara," ujar dia.
>
> Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin
> Indonesia, Irfan S.Awwas, mengatakan pemerintah Indonesia sudah pernah
> menegaskan
> tidak ada teroris di negeri ini. Dia mengakui organisasinya dimata-matai
> Amerika.
> Apalagi beberapa waktu belakangan, kantor Mujahidin di Yogyakarta
> banyak didatangi peneliti dan wartawan asing.
>
> "Dalam satu minggu ini saja, kami sudah
> didatangi empat peneliti dan wartawan asing. Mereka memang menanyakan
> tentang
> terorisme itu dan orang yang bisa disebut teroris di Indonesia. Saya
> memang
> menunjukan bukti kepada mereka. Mereka tidak menemukan indikasi sekecil
> apa pun
> yang menunjukan Majelis Mujahidin Indonesia bisa disebut teroris,"
> tegas dia.
>
> Abu Bakar Ba'asyir disorot tajam oleh
> internasional dalam posisinya sebagai pendiri dan tokoh Jamaah Islamiyah,
> semasa dia
> tinggal di Malaysia pada dekade 90-an. Menyusul tragedi 11 September
> 2001,
> kelompok tersebut banyak dinilai punya kaitan dengan Al-Qaidah pimpinan
> Usamah
> bin Laden. Jamaah Islamiyah juga dituduh memainkan peran penting dalam
> terorisme di Asia Tenggara, terutama di Malaysia, Singapura dan Filipina.
>
> Sebanyak 13 anggota kelompok itu ditangkap
> Desember tahun lalu. Sebelumnya, aparat keamanan Filipina juga menangkap
> Fathur
> Rohman Al-Ghozi, pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dan pernah
> menjadi murid di Pondok Pesantren Al-Mukmin. Kini Al-Ghozi dijatuhi
> hukuman 10-12
> tahun penjara oleh pengadilan Filipina karena tuduhan kepemilikan ilegal
> bahan peledak dan terorisme. Tapi, berkali-kali Ba'asyir mengatakan selama
> tinggal
> di Malaysia dirinya tidak kenal dan tidak berhubungan dengan Al-Ghozi.
>
> Sejauh ini Ba'asyir tetap aman berada di
> Indonesia. Markas Besar Polri tidak menemukan bukti-bukti kuat terorisme.
> Ba'asyir
> juga tidak henti membantah tuduhan itu. Namun, aparat keamanan Malaysia
> dan Singapura tetap mengincar, terkait Jamaah Islamiyah. Malah, tempo hari
> hari pemerintah Singapura meminta Indonesia untuk mengekstradisi Ba'asyir.
> Tapi,
> permintaan itu dibiarkan oleh pemerintah Indonesia.
>
> Untuk mematahkan tuduhan itu, Ba'asyir juga
> pernah menggugat perdata Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew ke
> Pengadilan
> Negeri Jakarta Pusat. Pasalnya, bekas perdana menteri Singapura itu
> beberapa
> kali mengeluarkan tuduhan memojokkan. Tapi, majelis hakim Pengadilan
> Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan itu karena Lee Kuan Yew tidak
> bersedia
> datang meski pengadilan telah beberapa kali memanggil. (Suseno)
>
>
>
> Kapolri: Tak Ada Pertimbangan
> 10-9-2002 / 7:25 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Polri
> Jenderal Pol. Da'i Bachtiar mengaku belum pernah dimintai pertimbangan
> Amerika
> Serikat berkait kabar penetapan Abu Bakar Ba'asyir ? Pemimpin Tertinggi
> Majelis
> Mujahidin Indonesia ? sebagai salah satu tokoh teroris internasional.
> "Tidak.
> Belum...bahkan tidak ada," ujar Da'i singkat, Senin (9/9) malam.
>
> Tapi, Kapolri menambahkan penetapan itu oleh
> Amerika Serikat itu sebaiknya disertai bukti kuat. Sejauh ini, kata dia,
> kepolisian Indonesia telah menjelaskan pada berbagai pihak. Markas Besar
> juga
> melakukan kerjasama dengan berbagai negara, juga Malaysia, untuk
> mengungkap dugaan
> jaringan terorisme internasional di Indonesia.
>
> "Dan itu sudah saya jelaskan kepada semua
> termasuk Duta Besar Amerika Serikat tentang hasil penyelidikan kita," kata
> Kapolri sambil bergegas masuk mobil. Dia baru saja mengikuti rapat dengan
> Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono. Kapolri membantah rapat itu
> membicarakan Abu Bakar Ba'asyir.
>
> Sementara itu, Wakil Presiden Hamzah Haz tidak
> mau mengomentari lebih jauh kabar Amerika Serikat akan mencantumkan Abu
> Bakar Ba'asyir dalam daftar tokoh teroris internasional pada saat
> peringatan satu tahun tragedi 11 September 2002. "Itu urusan Amerika!"
> tukas Hamzah pada
> wartawan di Istana Wakil Presiden kemarin.
>
> Dia menyatakan sejauh Pemimpin Tertinggi
> Majelis Mujahidin Indonesia itu tidak
> punya masalah di dalam negeri. "Sementara
> untuk
> yang lain, ada prosedurnya
> masing-masing," ujar Hamzah perihal isu
> penetapan Ba'asyir itu.
>
> Lalu, apakah pemerintah Indonesia akan
> melindungi dia dari incaran Amerika atau
> malah menyerahkan? Hamzah tidak bersikap
> tegas.
> Ia hanya mengajak semua
> pihak untuk mengamati persoalan tersebut. "Itu
> kan ada mekanisme hukumnya,"
> kata dia singkat. (Oman Sukmana/Deddy Sinaga ?
> Tempo News Room)
>
>
>
>
>
> FPI Minta Indonesia Menolak
> 10-9-2002 / 6:05 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Front Pembela
> Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab
> berjanji akan mengerahkan kekuatan Islam untuk
> melawan pemerintah Amerika
> Serikat apabila pemerintahan Presiden George
> Walker Bush menetapkan Abu
> Bakar Ba'asyir sebagai tokoh teroris
> internasional. "Akan kami lawan sampai titik
> darah penghabisan," kata Rizieq pada Tempo
> News
> Room, Senin malam (9/9).
>
> Daftar baru teroris internasional akan
> diumumkan pemerintah Amerika Serikat
> bertepatan peringatan satu tahun tragedi 11
> September 2001. Bagaimana bila
> Pemimpin Tertinggi Majelis Mujahidin Indonesia
> itu benar-benar tercantum dalam
> daftar hitam itu? Habib Rizieq meminta
> pemerintah Indonesia di bawah Presiden
> Megawati Soekarnoputri tidak menggubris.
>
> "Pemerintah Indonesia harus tegas menolak. Apa
> pun resikonya, harus dihadapi.
> Ini kan pernyataan sepihak. Kalau mereka tetap
> memaksa, itu berarti pernyataan
> perang," kata dia berapi-api.
>
> Habib Rizieq mengungkapkan kekecewaan dirinya
> terhadap pemerintahan
> Megawati yang dia nilai lembek dalam
> menghadapi
> sederet persoalan internasional
> yang membelit Indonesia. "Yang terakhir kasus
> pemulangan pekerja Indonesia dari
> Malaysia," kata dia.
>
> Sebelumnya, dia membeberkan beberapa contoh
> mengenai lemahnya sikap
> pemerintahan Megawati menghadapi tekanan isu
> terorisme yang dialamatkan pada
> Indonesia termasuk oleh Singapura. "Indonesia
> tidak boleh lagi menjadi budak dan
> permainan Amerika Serikat," lanjutnya.
>
> Kalau pun Amerika memaksakan kehendak untuk
> meminta penyerahan Ba'asyir,
> Habib Rizieq melontarkan ancaman. Dia
> mengancam
> akan melakukan razia
> terhadap warga Amerika Serikat yang berada di
> Indonesia. "Kalau perlu kedutaan
> besar dan aset-aset mereka akan kita bakar
> semua," tambahnya. (Sapto
> Pradityo)
>
> Daftar Teroris Diumumkan 11 September
> 10-9-2002 / 5:51 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Bertepatan
> peringatan tragedi 11 September 2001
> yang menghancurkan gedung kembar Word Trade
> Center di New York, muncul
> kabar santer pemerintah Amerika Serikat akan
> mengumumkan daftar teroris
> internasional yang akan mereka buru. Salah
> satunya adalah Abu Bakar Ba'asyir,
> pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin di Ngruki,
> Sukoharjo, Jawa Tengah, yang
> saat ini dikenal sebagai Pimpinan Tertinggi
> Majelis Mujahidin Indonesia.
>
> Kabar itu malahan sudah terdengar oleh
> lingkaran pemerintahan Presiden
> Megawati Soekarnoputri, yang saat ini sedang
> melawat ke luar negeri. Seorang
> pejabat pemerintah mengakui mendengar kabar
> itu. Pemerintah Amerika akan
> memasukkan Ba'asyir sebagai tokoh teroris
> internasional dalam pengumuman
> Rabu (11/9) nanti.
>
> Namun, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda ?
> yang menyertai Presiden
> Megawati ke luar negeri ? menolak berkomentar
> mengenai kabar itu. Wirajuda
> mengatakan perlakuan Amerika tersebut juga
> menerimpa Filipina. "Tapi dicuekin
> (dibiarkan) oleh pemerintah Filipina," ujar
> Wirajuda pada reporter Tempo News
> Room Malela Mahargasari yang mengikuti
> rombongan presiden di Hungaria.
>
> Abu Bakar Ba'asyir disorot tajam oleh
> internasional dalam posisinya sebagai
> pendiri dan tokoh Jamaah Islamiyah, semasa dia
> tinggal di Malaysia pada dekade
> 90-an. Menyusul tragedi 11 September 2001,
> kelompok tersebut banyak dinilai
> punya kaitan dengan Al-Qaidah pimpinan Usamah
> bin Laden. Jamaah Islamiyah
> juga dituduh memainkan peran penting dalam
> terorisme di Asia Tenggara, terutama
> di Malaysia, Singapura dan Filipina.
>
> Sebanyak 13 anggota kelompok itu ditangkap
> Desember tahun lalu. Sebelumnya,
> aparat keamanan Filipina juga menangkap Fathur
> Rohman Al-Ghozi, pemuda asal
> Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dan pernah
> menjadi murid di Pondok Pesantren
> Al-Mukmin. Kini Al-Ghozi dijatuhi hukuman
> 10-12
> tahun penjara oleh pengadilan
> Filipina karena tuduhan kepemilikan ilegal
> bahan peledak dan terorisme. Tapi,
> berkali-kali Ba'asyir mengatakan selama
> tinggal
> di Malaysia dirinya tidak kenal dan
> tidak berhubungan dengan Al-Ghozi.
>
> Sejauh ini Ba'asyir tetap aman berada di
> Indonesia. Markas Besar Polri tidak
> menemukan bukti-bukti kuat terorisme. Ba'asyir
> juga tidak henti membantah
> tuduhan itu. Namun, aparat keamanan Malaysia
> dan Singapura tetap mengincar,
> terkait Jamaah Islamiyah. Malah, tempo hari
> hari pemerintah Singapura meminta
> Indonesia untuk mengekstradisi Ba'asyir. Tapi,
> permintaan itu dibiarkan oleh
> pemerintah Indonesia.
>
> Untuk mematahkan tuduhan itu, Ba'asyir juga
> pernah menggugat perdata Menteri
> Senior Singapura Lee Kuan Yew ke Pengadilan
> Negeri Jakarta Pusat. Pasalnya,
> bekas perdana menteri Singapura itu beberapa
> kali mengeluarkan tuduhan
> memojokkan. Tapi, majelis hakim Pengadilan
> Negeri Jakarta Pusat menolak
> gugatan itu karena Lee Kuan Yew tidak bersedia
> datang meski pengadilan telah
> beberapa kali memanggil. (Adi Sutarwijono)
>
> Ketua Muhammadiyah: Tak Bisa Disamakan Taliban
> 10-9-2002 / 6:42 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Pengurus
> Pusat
> Muhammadiyah Ahmad Syafii
> Ma'arif menilai Amerika Serikat ngawur dan
> gegabah jika memasukkan Abu Bakar
> Ba'asyir dalam daftar tokoh teroris
> internasional ? tanpa melalui prosedur
> keamanan dan diplomatik yang semestinya.
> "Jangan mentang-mentang negara adi
> daya, seenaknya begitu," kata Syafii Ma'arif
> pada Tempo News Room yang
> menghubungi lewat telepon di rumahnya,
> Yogyakarta, Senin (9/9) malam.
>
> Dia sendiri mengaku terkejut mendengar kabar
> itu. Pasalnya, sehari sebelumnya
> dia baru bertemu Duta Besar Amerika Serikat
> Ralp L. Boyce. Dia tidak
> menyebut-nyebut soal itu. Malah Boyce
> membantah
> Amerika akan menyerang
> Irak," papar dia.
>
> Menurut Ma'arif, Amerika Serikat mesti melalui
> prosedur diplomatik sebelum
> mengumumkan nama warga Indonesia sebagai
> teroris internasional. "Jangan
> karena kita berada dalam keadaan kocar-kacir
> seperti sekarang, Amerika mau
> seenaknya campur tangan," katanya.
>
> Andaikan kabar itu benar, saran Syafii
> Ma'arif,
> pemerintah Indonesia sebaiknya
> meminta Amerika memenuhi standar diplomatik
> itu. Dia juga berpendapat
> pemerintahan Indoensia tidak bisa diperlakukan
> seperti semasa rezim Taliban di
> Afghanistan ? yang melindungi Usamah bin Laden
> ? lantaran menolak
> menyerahkan Abu Bakar Ba'asyir. "Kita jelas
> bukan Taliban. Ini buktinya saja
> belum ada," kata dia sambil tertawa.
>
> Ia menuturkan saat bertatap muka dengan
> Menteri
> Luar Negeri Amerika Serikat
> Collin Powell beberapa waktu lalu, dirinya
> mengaku sudah meminta pemerintah
> negeri adikuasa itu untuk bertindak lebih
> bijak
> dalam percaturan politik
> internasional. "Seharusnya begitu Uni Soviet
> runtuh, Amerika menggunakan
> posisinya untuk mengembangkan global wisdom,"
> katanya. (Wahyu Dhyatmika)
>
>
>
>
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx,
dengan Subject 'Subscribe' atau lansung ke
http://www.freelists.org/cgi-bin/list?list_id=untirtanet
Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
- Follow-Ups:
- [UntirtaNet] Rahasia 11 September
- From: yayantea
Other related posts:
- » [UntirtaNet] FW: KAFIR AS MULAI MEMERANGI UMAT ISLAM DI INDONESIA
- [UntirtaNet] Rahasia 11 September
- From: yayantea