[nasional_list] [ppiindia] Re: [ekonomi-nasional] dari Prof Winarno Surachman: PUISI BIKIN KALLA MARAH
- From: A Nizami <nizaminz@xxxxxxxxx>
- To: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, lisi <lisi@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Tue, 29 Nov 2005 22:34:38 -0800 (PST)
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Kalla yang gajinya Rp 42,41 juta per
bulan heran
kenapa guru yang gajinya Rp 1 juta/bulan (2 tahun lalu
istri saya yang jadi guru honorer TK gaji cuma Rp 200
ribu/bulan) pada loyo dan tidak bersemangat.
Mungkin Kalla baru bisa merasakan susahnya hidup jika
gajinya dikurangi jadi Rp 1 juta/bulan serta bisnisnya
dibatasi.
--- Ikra <ikra@xxxxxxxxxxx> wrote:
> "KAPAN SEKOLAH KAMI LEBIH BAIK DARI KANDANG AYAM"
> oleh Prof. Winarno Surahman.
>
> "Tanpa sebuah kepalsuan, guru artinya ibadah.
> Tanpa sebuah kemunafikan,
> Semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.
> Tetapi dunianya ternyata tuli. Setuli batu.
> Tidak berhati.
>
> Otonominya, kompetensinya, profesinya
> hanya sepuhan pembungkus rasa getir,"
>
> "Bolehkan kami bertanya,
> apakah artinya bertugas mulia
> ketika kami hanya terpinggirkan
> tanpa ditanya, tanpa disapa?
> Kapan sekolah kami lebih baik dari
> kandang ayam?
> Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?
> Mungkinkah berharap
> yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?"
>
> "Ketika semua orang menangis,
> kenapa kami harus tetap tertawa?
> Kenapa ketika orang kekenyangan,
> kami harus tetap kelaparan?
> Bolehkah kami bermimpi di dengar
> ketika berbicara?
> Dihargai layaknya manusia?
> Tidak dihalau ketika bertanya?
> Tidak mungkin berharap
> dalam kondisi terburuk,"
>
> "Sejuta batu nisan
> guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
> Terbaca torehan darah kering:
> Di sini berbaring seorang guru
> semampu membaca buku usang
> sambil belajar menahan lapar.
> Hidup sebulan dengna gaji sehari.
> Itulah nisan tua sejuta
> guru tua yang terlupakan oleh sejarah,"
>
>
Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis Ekonomi Nasional
Kirim email ke: ekonomi-nasional-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
__________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs. Try it free.
http://music.yahoo.com/unlimited/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: [ekonomi-nasional] dari Prof Winarno Surachman: PUISI BIKIN KALLA MARAH