[UntirtaNet] Implementasi Perangkat Lunak ERP

  • From: <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
  • To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
  • Date: Wed, 26 Jun 2002 13:31:18 -0400

DIMULAI sekitar tahun 1980-an hingga kini, banyak perusahaan 
besar di dunia, termasuk di Indonesia, yang mengimplementasikan 
perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP). Contoh perangkat 
lunak ERP antara lain: SAP, PeopleSoft, Oracle, dan JDEdwards.
Apa itu ERP?
ERP adalah suatu solusi yang mengintegrasikan seluruh fungsi 
perusahaan sesuai praktik terapan terbaik dalam industrinya.
*) Implementasi ERP lebih bersifat suatu perubahan proses bisnis 
dan budaya kerja.
*) ERP memungkinkan perubahan struktur perusahaan dari functional 
oriented menjadi process oriented.
*) Penerapan ERP di suatu perusahaan harus didukung oleh ketersediaan 
suatu aplikasi/teknologi terintegrasi yang dapat mendukung proses 
bisnis.
Aplikasi ERP akan menjadikan perusahaan mampu beroperasi secara 
kolaboratif, value-add driven dalam moda real-time. Memang ERP 
tidak seumum perangkat lunak aplikasi seperti produk-produk dari 
Microsoft atau Lotus, maupun Linux, tapi kegunaannya lebih meluas 
yaitu suatu aplikasi client/server yang dipakai untuk mengelola 
proses suatu perusahaan secara keseluruhan, mulai dari financial 
& accounting, sales & distribution, inventory, product planning, 
hingga human resources.
Hampir seluruh data dan informasi yang diperlukan untuk menjalankan 
perusahaan tersimpan dan diolah oleh perangkat lunak ERP ini. 
Tujuannya tak lain adalah untuk efisiensi dan transparansi, sehingga 
bila perlu adanya suatu konsolidasi data, maka tidak akan menimbulkan 
kesulitan dalam penggabungan informasi. Popularitas dari ERP 
ini mulai muncul sejak beberapa perusahaan memperoleh suatu keuntungan 
besar karena seluruh kegiatan mereka dapat diotomasi (lebih cepat 
dan efisien) melalui suatu proses pengolahan data yang akurat.
Alternatif implementasi ERP
Dalam konsep tradisional, suatu perusahaan akan membentuk tim 
khusus untuk mengimplementasikan ERP. Para ahli yang diperlukan 
untuk menjalankan proyek implementasi tersebut sudah pasti melibatkan 
tenaga dari perusahaan itu sendiri dan dibantu oleh sejumlah 
tenaga ahli dari sebuah vendor berkapasitas teknologi informasi 
(TI) atau perusahaan konsultan TI. Setelah proyek dimulai, seluruh 
anggota tim proyek bekerja secara full-time hingga proyek tersebut 
selesai. Cara seperti di atas telah berjalan dengan baik di masa 
lalu, dan masih banyak diterapkan pula oleh berbagai organisasi.
Namun, ternyata dalam mengimplementasikan ERP software ini tetap 
ada kendalanya. Kendala utama adalah pada cakupan kerja software 
yang melingkupi segala proses bisnis atau aspek dari suatu perusahaan 
sehingga proses implementasi menjadi sangat kompleks. Suatu proyek 
implementasi, misalkan untuk bagian keuangan dan akuntansi, dapat 
memakan waktu yang lama, dari minimum enam bulan sampai dua tahun, 
atau bahkan lebih.
Di samping itu, implementasinya pun akan banyak memerlukan tenaga 
ahli, hingga mencapai puluhan hanya untuk satu proyek. Dapat 
disimpulkan bahwa implementasi ERP software ini akan memakan 
waktu dan biaya yang ternyata tidak terlalu murah --apalagi bila 
mempunyai keahlian minimum-- sehingga biaya yang semula cukup 
rendah dapat membengkak di luar rencana investasi semula. Padahal 
kalau tidak diimplementasikan salah juga, karena bisa-bisa ketinggalan 
di bidang teknologi maupun proses.
Dengan adanya kemajuan di bidang telekomunikasi data pada awal 
tahun 1990-an, muncul konsep solution center (SC) atau sentra 
solusi. Vendor atau konsultan yang membantu suatu perusahaan 
dalam menjalankan implementasi tidak seluruhnya bekerja full-time 
untuk proyek tersebut dan tidak seluruhnya bekerja on-site atau 
di lokasi perusahaan. Jadi, ada semacam dukungan virtual yang 
membantu tim inti yang bekerja di lokasi proyek.
Keuntungan dari konsep 'solution center'
Banyak keuntungan yang didapatkan oleh suatu perusahaan yang 
memanfaatkan jasa vendor/konsultan yang mempunyai SC yang kompeten. 
Salah satu contoh adalah faster start-up time atau dapat memulai 
proyek lebih cepat.
Biasanya, sebelum proyek dimulai, perangkat lunak ERP harus dibeli 
dan juga harus disediakan satu atau beberapa server dengan spesifikasi 
yang lumayan besar untuk instalasi ERP software tersebut. Sehingga 
pada akhir proses procurement atau pengadaan, menunggu delivery 
order, dan pemasangan dapat memakan waktu sedikitnya 1-3 bulan. 
Dengan menggunakan infrastruktur TI di SC dan menghubungkan data 
center SC ke lokasi perusahaan, maka proyek dapat segera dimulai 
karena sarana tersebut sudah tersedia.
Jadi, persiapan implementasi yang semula diperkirakan memakan 
waktu hingga tiga bulan atau lebih, akhirnya proyek dapat dimulai 
dalam 1-2 minggu saja.
Dalam menjalankan proyek, keuntungan yang diperoleh adalah dari 
segi kualitas dan kecepatan dalam melakukan pekerjaan. Karena 
SC dilengkapi oleh tenaga ahli yang telah berpengalaman dan juga 
dilengkapi dengan tools, process standard, dan best practices; 
kualitas pekerjaan akan meningkat dan diselesaikan lebih cepat.
Dari pengalaman mengerjakan yang serupa, tim SC dapat juga menyelesaikan 
pekerjaan lebih singkat dengan memanfaatkan reusable assets atau 
komponen-komponen yang dapat di-'daur ulang', hingga tidak setiap 
kali harus dikerjakan dari awal.
Selain itu, dengan menggunakan SC suatu perusahaan juga dapat 
mengurangi biaya implementasi. Karena anggota tim di SC juga 
tidak perlu menjadi anggota tim proyek dari awal hingga akhir 
implementasi, jadi hanya memberikan tenaga ke proyek tersebut 
pada saat tertentu sesuai kebutuhan. Dengan bantuan tim virtual 
di SC, jumlah anggota tim proyek dari klien yang harus berada 
di lokasi dapat dikurangi dan mereka dapat berkonsentrasi untuk 
memecahkan masalah bisnis utamanya -- tidak perlu memikirkan 
masalah implementasi yang mendetail seperti programming dan sistem 
pendukung lainnya.
Jadi, silakan pilih mana yang paling cocok. Dikerjakan sendiri 
atau melalui solution center.
Oleh Hamidjojo Surjotedjo
*) Senior manager dari divisi Global Business Solutions Accenture.


___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.

===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia 
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten 
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan  
Subject 'Subscribe' atau lansung ke  http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------

Other related posts:

  • » [UntirtaNet] Implementasi Perangkat Lunak ERP