[nasional_list] [ppiindia] Re: Kenapa menolak syariat Islam?

  • From: "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxxxxxxx>
  • To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
  • Date: Fri, 10 Mar 2006 03:31:13 -0000

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **ha..ha..coboy keren, gatel juga 
rupanya...

Gini bung Petter,
Pointnya saya ingin memmberi info ini lho syariah Islam. Soal nama 
negara, bentuk apa negara..buat saya gak jadi soal. Yang penting 
esensi dari syariah Islam, yang mengedepankan keadilan, itu masuk.

Juga saya ingin memberi pemikiran bahwa hal impossible menyuruh umat 
Islam memisahkan agama dari kehidupannya, sedang 
bernegara/berpolitik juga merupakan salah satu sisi kehidupan 
manusia Islam.

Terakhir adalah dalam berwacana jangan juga apriori dulu kalau orang 
bicara soal syariah Islam, apalagi kalau agamanya tak punya syariah 
(hukum). 

Soal negara tetangga Malaysia, itulah keberhasilan PEMIMPINnya. Bisa 
menampung semua aspirasi yang ada disana (ada semangat SI Madinah) 
tanpa dia harus berkata inilah syariah Islam. Dan dengan gaya 
kepemimpinan yang tegas, dulu jaman Mahathir (yang dinilai bbrp 
orang sebagai diktator dan oleh AS dianggap melanggar HAM), Mahathir 
memenjarakan orang-orang yg ngeyel.

Saya pikir, bagi para pendukung (aktif) syariah Islam, anda bekerja 
saja dengan meniru gaya Mahathir. Bekerja dengan ilmu, bekerja 
dengan adil, bekerja dengan jujur, bekerja dengan prinsip, bekerja 
dengan tegas. Gak usah gembar-gembor ini lah syariat Islam. Yang 
gembar-gembor biar para penulisnya saja, yang tidak berpartai 
apapun...:-)

semoga gak tambah gatel...:-))

wassalam,
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "PETTER TAULAN PINULUNG" 
<petter_pinulung@...> wrote:
>
> 
> Gatel juga mau ngomong dimilis saya jadinya, 
> 
> Menurut saya di Quran sendiri (yg ayatnya tertulis jelas dan tidak 
multi
> tafsir ) tercantum ayat "sesungguhnya tiada paksaan dalam agama"
> kemudian juga ayat yang redaksinya kira2 berbunyi Tuhan tidak akan
> merugi apabila semua manusia dimuka bumi ini ingkar atau sebaliknya
> tuhan tidak akan untung bila semua manusia dimuka bumi ini tunduk
> mengikutinya, dimana MUDAH bagiNYA untuk menciptakan 2 keadaan 
tersebut
> apabila diinginkan karena ke MAHA KUASAANYA.
> 
> Hal itu menunjukkan bahwa Yang menciptakan kita itu sangatlah 
demokratis
> .
> 
> 
> Bolehlah kita tidak usah jauh2 melihat ke semenanjung sana (yg 
kalau
> memang mereka atas dasar nama persaudaraan agama mau menolong kita 
dgn
> gampang mengelontorkan gunungan duitnya ),cukup di muka rumah kita 
di
> selat malaka sana. Dimana kita masih satu rumpun, satu warna 
kulit, satu
> bahasa dan satu asalnya.
> 
> Ada negeri namanya Malaysia. 
> 
> Kemakmuran dimana-mana, tata tertib berjalan , tidak sulit ditemui 
orang
> berjilbab atau nama dgn nama mencerminkan identitas agama begitu 
juga
> sebaliknya tidak sulit melihat,  Namun adakah Negara tersebut
> menampilkan symbol 'agama' secara berlebihan ? apakah Cuma symbol 
atau
> tampilan luar yang diperlukan ?  
> 
> Secara mayoritas betul rakyat disana sama dgn kita disini tapi apa
> pernah terdengar Negara itu rakyatnya berteriak untuk memaksakan 
suatu
> symbol agama? Mana yang lebih substantive ?
> 
> Negara itu punya yang namanya Genting Highland yang tersohor 
kemana-mana
> dan tidak pernah ada yg namanya sweeping dgn meneriakkan takbir 
Mulia
> tetapi dibelakang minta jatah. Tapi kita ?   
> 
> Negara tersebut memahami REALITAS yang ada di masyarakatnya, 
realitas
> adanya keberagaman etnis agama bahkan juga realitas bahwa Judi itu 
suatu
> gaya hidup sebagian rakyatnya//orang kalin dibelahan dunia.
> 
> Tapi memang terasa ada peradaban yang BERBEDA dimana disana (tanpa 
perlu
> ada UUPornografi ) tidak ada tontonan public yang berselera 
rendah ,
> tidak ada nyanyian2 yang konyol, tidak ada siaran yang 
memperlihatkan
> gaya hidup konsumtif apalagi tayangan2 mistik.
>  
> 
> Artinya dgn segala ketertinggalan kita apabila kita Cuma mau 
bergulat
> dgn masalah Agama kita tidak akan pernah punya energi untuk 
beranjak
> dari keterpurukan kita. Kita TAK AKAN PERNAH MENYADARI kalau harta 
harta
> kita diPRETELI dan dirampas pihak2 LUAR. (baru2 ini kasus Exxon-
cepu 11
> Milyar BArrel ).
> 
> Memang benar kata Tante Lina ( yang saya hormati ilmunya ) kalau 
Islam
> ditinggal atau Cuma setengah2 maka yang ada keterpurukan tapi 
apakah
> Islam yang dipakai itu berarti Negara kita harus berbentuk Negara 
Islam
> atau bersymbolkan islam, ada aturan 100% semua orang pakai 
kerudung atau
> Judi dilarang tapi dgn gampang ditemui ?
> 
> 
> Islam yang harus ditegakkan menurut saya adalah Islam Substantive 
dan
> makna substantive seringkali bersifat diametral atau kontra posisi 
dgn
> symbol.
> 
> 
> 
> Rgds-
> ptP
> ptaulan@...
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx [mailto:ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx] On
> Behalf Of RM Danardono HADINOTO
> Sent: Thursday, March 09, 2006 4:47 PM
> To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ppiindia] Re: Kenapa menolak syariat Islam?
> 
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Lina Dahlan" <linadahlan@> 
> wrote:
> 
> 
> "Sekali lagi saya teringat ungkapan, bila umat Kristen meninggalkan
> Injil, mereka akan maju (sejarah Eropah bisa menjadi bukti) tetapi
> orang Islam bila meninggalkan AlQur'an dan Hadist akan mundur,
> seperti yang sedang terjadi kini...."
> 
> 
> DH: Lhoo mbak, negara Islam mana yang meninggalkan Quran dan 
Hadist? 
> Yemen? Tunisia? Marokko? Bangla Desh? Pakistan? Yordania? Mesir? 
> Indonesia?
> 
> Kalau Muslim Indonesia meninggalkan Quran dan Hadist, lalu apa 
> gunanya partai partai Islam sampai kini?
> 
> Bukankah kemunduran negara negara mayoritas Muslim bukan 
disebabkan 
> kelalaian beragama (mereka saleh lho), namun karena kegagalan 
> membuat setting negara yang modern? terutama ketertinggalan dalam 
> tekhnologi?
> 
> Salam
> 
> Danardono
> >
> > That is my point. Tidak ada syariah dalam agama lain. Jadi 
> > seyogyanya orang yang agama lain tak usah memakai 
> alasan "bagaimana 
> > kalau masing2 agama di Indonesia ini mau memakai syariah 
agamanya 
> > masing-masing?" dalam menolak syariah Islam.
> > 
> > Itulah mengapa saya postingkan artikel-artikel ttg fislafah 
> syariah 
> > Islam, ttg ajaran politik dalam Islam. Dalam artikel itupun 
sudah 
> > dikatakan bukan agama yang dipisahkan oleh negara2 Eropah, tapi 
> > kekuasaan gereja yang dipisahkan dari kekuasaan negara. Dalam 
> Islam 
> > tak pernah ada suatu kekuasaan yang dibentuk oleh mesjid ataupun 
> > lembaga Islam lainnya yang menyerupai kekuasaan gereja pada 
waktu 
> > itu. Yang baru muncul belakangan ini dan mendekati pengertian 
> > kependetaan adalah Republik Iran dengan sistem kekuasaan berada 
> > ditangan para ahli hukum.
> > 
> > Sekali lagi saya teringat ungkapan, bila umat Kristen 
meninggalkan 
> > Injil, mereka akan maju (sejarah Eropah bisa menjadi bukti) 
tetapi 
> > orang Islam bila meninggalkan AlQur'an dan Hadist akan mundur, 
> > seperti yang sedang terjadi kini.
> > 
> > wassalam,
> > 
> > 
> > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Radityo" <radityo_dj@> wrote:
> > >
> > > Mbak Lina ini memang perlu mendalami sejarah bangsa lain. 
> > > Mana ada syariat Kristen? Negara-negara Eropa tuh sudah 
> melepaskan
> > > agama ikut mengatur negara sejak dulu kala. Makanya ada zaman 
> > > pencerahan. Kalau agama dicampur sama negara malah bikin 
> > kegelapan...
> > > 
> > > Lha sekarang Mbak LD mau gelap apa terang? Kalau mau gelap ya 
> sana 
> > > ngumpul sama Pak Nizami: kutuk Yahudi sepuasnya, kutuk kafir 
> > > sepuasnya.
> > > 
> > > 
> > > ISLAM YES! ARABISASI NO!
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Lina Dahlan" <linadahlan@> 
> wrote:
> > > >
> > > > Cuma pengen tau kayak apa syariat Kristen. Gitu aja. Emang 
gak 
> > > boleh 
> > > > bertukar pendapat tentang syariat ?.
> > > > 
> > > > Anda bantulah Alvin. Kalau gak bisa. Ya bilang gak bisa. 
Kalau 
> > gak 
> > > > ada ya bilang gak ada. Jangan berimbas ke soal lain. Ini 
> bicara 
> > > > dalam soal gagasan, ide, atau wacana.
> > > > 
> > > > Orang kan selalu sudah anti pati duluan kalau sudah ada kata 
> > > > Islamnya. Jadi, gak bisa membaca dengan netral. Selalu 
berucap 
> > > > bagaimana kalau masing-masing agama mau menerapkan 
syariahnya 
> > > > masing2. Sekarang saya bertanya,"kayak apa sih syariah 
> Kristen, 
> > > > Katolik, Bunda, dan Hindu?" 
> > > > 
> > > > Semua negara tidak ada yang tidak berbasiskan agama. Semua 
> > berbasis 
> > > > agama, meskipun negara sekularis. Tidak bisa lepas total 
dari 
> > > agama. 
> > > > Entah mengapa, mereka tak mau mengakui. Agamaphobia?...:-)
> > > > 
> > > > 
> > > > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Free Thinker 
> <freethinker_may@> 
> > > > wrote:
> > > > >
> > > > > Lho yang pengen negararanya berbasis agama Islam kan 
kaumnya 
> > > Lina, 
> > > > Aris, dan Nizami. 
> > > > > 
> > > > > Kaumnya Alvin, Danardono kan nggak mau negara berbasis 
> agama, 
> > > > termasuk agama Kristen.
> > > > >    
> > > > >   Kok situ minta2 syariat dari agama lain???
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > Lina Dahlan <linadahlan@> wrote:
> > > > >   Gini aja Alvin, coba kamu kemukakan apa syariat (=hukum) 
> > yang 
> > > > ada 
> > > > > dalam agamamu yang bisa kamu sumbangkan utk kebaikan 
negara 
> > ini? 
> > > > > oke?
> > > > > 
> > > > > wassalam,
> > > > > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Alvin Daniel" 
> > > > > <alvindaniel_net@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > aris, kamu mikir ga sedikit aja?
> > > > > > kalo tiap agama di indonesia punya syariat, bayangin aja 
> > bakal 
> > > > > > jadi apa nih negara?
> > > > > > 
> > > > > > HAMBURGER HILL!
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > 
> > > > > > > --- aris solikhah <fm_solihah@> wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > > > Insya Allah sudah ada yang sosialisasi disana ko
> > > > > > > > > mbah ^_^, jangan khawatir. Kan Syariat Islam milik
> > > > > > > > > semua umat, terlebih  umat Islam. Yah meski di Aceh
> > > > > > > > > belum sesuai dengan harapan aris, tapi aris respek
> > > > > > > > > banget ko.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >    Jadi tak hanya aris saja yang ingin syariah
> > > > > > > > > Islam. Banyak ko mbah, ah mbah..... kalau dimilis
> > > > > > > > > ini mungkin kelihatan yang demen cuman aris saja
> > > > > > > > > ya..... :( :(
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >   Aris juga bahagia jika umat Kriten dan Nasrani,
> > > > > > > > > Budha benar-benar meyakini agamanya dengan kuat.
> > > > > > > > > Bukan setengah-tengah apalagi berasal dari agama
> > > > > > > > > yang aslinya, bukan dogma dan esmosi eh emosi. It's
> > > > > > > > > great.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >   Aris inginnya syariah Islam bukan
> > > > > > > > > terkotak-kotakkan seperti itu mbah, jadi syariat
> > > > > > > > > Islam jugalah yang jadi sistem yang mengatur
> > > > > > > > > hubungan muamalah diantara kita (muslim dan non
> > > > > > > > > muslim), beri kesempatan syariah Islam mengatur
> > > > > > > > > seluruh dunia. Cerdas sekali mbah, matursuwun.
> > > > > > > > >   salam,
> > > > > > > > >   aris
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >   RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@>
> > > > > > > > > wrote:
> > > > > > > > >   --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "rio_armando89"
> > > > > > > > > <rio_armando89@>
> > > > > > > > > wrote:
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > Dear pak Kartono,
> > > > > > > > > > Aku kok bingung yach sama saudara2ku yang muslim,
> > > > > > > > > para pecinta
> > > > > > > > > > syariah. Kalo demen syariah kenapa gak hijrah ke
> > > > > > > > > aceh atau padang aja
> > > > > > > > > > yach? Hitung2 bagian dari test-drive gitu lho.
> > > > > > > > > Kalo oke, sesuai
> > > > > > > > > > selera, bolehlah dilanjutkan perjuangannya.
> > > > > > > > > > Entar nyesel kayak rakyat iran setelah dipimpin
> > > > > > > > > oleh rejim ayatulah
> > > > > > > > > > khomeini itu lho.
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > > wassalam,
> > > > > > > > > > Rio
> > > > > > > > > >
> > > > > > > > > -----------------------
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Ini idee yang excellent!
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Saya sebagai penganut Kristen yang kagum ajaran 
sang
> > > > > > > > > Siddhartapun
> > > > > > > > > setuju, kalau satu daerah diberikan peluang untuk
> > > > > > > > > 100 % menjadi negara
> > > > > > > > > Madinah. Jangan seperti Aceh sekarang ini, setengah
> > > > > > > > > setengah, tetapi
> > > > > > > > > boleh pilih kepalanya langsung, dan hukum lain tak
> > > > > > > > > berlaku, selain
> > > > > > > > > hukum Islam.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Nah, kita lihat, apakah ini berjalan. Mbak Aris
> > > > > > > > > boleh mengajar Ilmu
> > > > > > > > > Tatanegara disana dan memberikan pengarahan, apa
> > > > > > > > > yang Tuhan mau. Agar
> > > > > > > > > Tuhan meridhainya.
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Kita yang lain, tetap sekulair, dan Bhineka. Kita
> > > > > > > > > lihat, mana yang
> > > > > > > > > lebih berhasil mewujudkan kemakmuran dan keadilan
> > > > > > > > > sosial, kepada siapa
> > > > > > > > > Tuhan lebih murka atau lebih mengasihi, dimana
> > > > > > > > > tsunami mendarat atau
> > > > > > > > > dimnana padi menguning keemasan..
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Silakan
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Salam
> > > > > > > > >
> > > > > > > > > Danardono
> > > > > > > >
> > > > > > > 
> > > > > > > 
> > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > > ******
> > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
> Menuju 
> > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
*********************************************************************
> > > > ******
> > > > > 
> > > > 
> > > 
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> > > > _____
> > > > > Mohon Perhatian:
> > > > > 
> > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA 
(kecuali 
> > sbg 
> > > > otokritik)
> > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> > > > dikomentari.
> > > > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> > > > > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > > > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > > > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > >   SPONSORED LINKS 
> > > > >         Cultural diversity   Indonesian languages   
> Indonesian 
> > > > language learn     Indonesian language course 
> > > > >     
> > > > > ---------------------------------
> > > > >   YAHOO! GROUPS LINKS 
> > > > > 
> > > > >     
> > > > >     Visit your group "ppiindia" on the web.
> > > > >     
> > > > >     To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > > >  ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> > > > >     
> > > > >     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! 
Terms 
> > of 
> > > > Service. 
> > > > > 
> > > > >     
> > > > > ---------------------------------
> > > > >   
> > > > > 
> > > > > 
> > > > > 
> > > > >               
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Yahoo! Mail
> > > > > Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a 
breeze. 
> > > > > 
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > >
> > > >
> > >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
***
> ***
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
***
> ***
> 
_____________________________________________________________________
___
> __
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>  
> Yahoo! Groups Links
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: