[nasional_list] [ppiindia] Pengalaman buruk di kantor Imigrasi Jaksel

  • From: eka zulkarnain <ekalucky_01@xxxxxxxxx>
  • To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
  • Date: Thu, 17 Feb 2005 08:35:07 -0800 (PST)

** Mailing List Nasional Indonesia PPI India Forum **

Saya bener-bener sedih melihat kondisi negara ini. Di
tengah gencarnya langkah-langkah atau kampanye anti
korupsi (atau mungkin kosmetika politik saja?),
ternyata praktek korupsi tak pernah berhenti. Dan
benar kalau pemerintah negara tetangga (Singapura)
bilang bahwa masalah korupsi di Indonesia tidak bisa
dicegah hanya dengan perjanjian ekstradisi saja.

     Beberapa waktu yang lalu saya punya pengalaman
buruk bin menyedihkan. Saya waktu itu mengantar
keponakan saya untuk mengurus pembuatan paspor di
Kantor Imigrasi Jakarta Selatan di daerah Mampang,
Jaksel. Sungguh menyesakkan dada sesampai di kantor
tersebut. Di pintu gerbang kantor sih, terpampang
tanda (boleh dibilang spanduk) besar-besar agar para
calon pengurus paspor menghindari calo dengan
mendatangi langsung loket. Tapi apa mau dikata,
ternyata calo dan petugas korup yang berkuasa.
    Saya tak memfitnah dan berbohong. Ini betul-betul
terjadi. Saya ceritakan rentetan kejadiannya?.

      Sewaktu saya mendatangi loket III untuk
pembuatan paspor baru RI sepi sekali (atau memang sepi
karena saya baru sekali ke situ, pada hari itu).
Kejadian ini terjadi pada pertengahan bulan Februari.
Saya kemudian menanyakan kepada petugas, apa saja
persyaratan untuk membuat paspor? Dengan rasa tak
peduli dan enggan, ia memberikan persyaratannya. Dan
ia menyuruh saya untuk ke sebuah loket untuk mengambil
formulir, yang saya harus tebus dengan harga Rp.
5000,-

    Kemudian saya bertanya ke petugas di loket III,
berapa lama untuk mengurus paspor itu? Ia menjawab
bisa lima hari kerja. Saya tanya lagi, ?apa enggak
bisa kurang dari itu?? Petugas langsung menjawab, ?apa
bapak mau dibantu?? Saya jawab, ?maksudnya?? Nanti
saya panggil orang yang membantu, jawabnya.

   Saya langsung paham, karena matanya melirik kepada
seseorang yang tak berseragam imigrasi. Saya mengerti
yang ia maksud adalah calo. Tapi saya akhirnya cuek
saja. Saya isi saja formulir  di ruang tunggu.
Kemudian beberapa calo mendatangi saya. Mereka
menawari bantuan, sambil menunjuk-nunjuk tempat kosong
yang harus keponakan saya isi. Saya iseng bertanya,
berapa kalo dibantu?. Jawabnya, ?satu hari bisa
langsung jadi pak, nanti sore bapak sudah terima
paspornya. Ya biayanya agak mahal pak, Rp 400 ribu
untuk paspor 24 halaman.?
    Saya cuma mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Padahal saya sendiri dan keponakan tidak perduli jika
harus menunggu lima hari atau pun seminggu karena
perginya pun ke luar negeri masih tiga minggu lagi.
Dan lagi keponakan saya juga inginnya secara
procedural?

    Saya dan keponakan kemudian serahkan formulir ke
loket III. Saya bilang,? lama juga enggak apa-apa
pak.? Ia menjawab,? ya sudah nanti bapak tunggu saja
motretnya sore jam ½ 3.?

     Karena keburu sebel sama petugas dan para calo
yang berkeliaran, TIMBUL RASA JAHIL SAYA. saya
kemudian bilang kepada petugas, ?Pak, apa buat
wartawan enggak bisa lebih cepat?? Ia kelihatan agak
kaget (terlihat dari wajahnya). Ia langsung menjawab,
?Oh bapak wartawan? Mau liputan ke mana pak? oke,
nanti saya bantu. Bapak bayar dulu saja di loket di
lantai II dan nanti sore mudah-mudahan paspornya sudah
jadi.? Saya jawab, ?enggak, bukan saya, ini keponakan
saya yang mau pergi, saya sih tidak.? ?Ya sudah nanti
saya bantu,? jawabnya. 

     Saya tersenyum, sambil berkata dalam hati, ?lima
hari apa lima hari?.? Ternyata setelah saya membayar,
biaya paspor untuk 24 halaman cuma Rp 115 ribu, plus
Rp 5000 untuk formulir jadi seluruhnya Rp 120 ribu.
Bayangkan kalau saya menuruti calo yang menawarkan
harga begitu tinggi.

    Bahkan ketika saya menunggu saya sempat melihat
seorang ibu yang mengurus sendiri paspornya seperti
orang kebingungan kapan paspornya jadi dan ia sempat
bertanya kepada saya. Saya menyuruhnya ke loket untuk
bertanya, dan ia berkata kata petugasnya cuma ?nanti.?
Saya juga berbicara pada seorang ibu lainnya yang
memperpanjang paspor lewat seorang calo. Ia kena biaya
sampai Rp 600 ribu dan paspornya dijanjikan jadi hanya
dalam waktu 3 jam!!! Ajaib enggak tuh?

   Saya lihat sendiri calo di Kantor Imigrasi Jakarta
Selatan mirip LALAT BANGKAI. Mereka yang jumlahnya
sampai puluhan bahkan dengan seenaknya masuk ruang
pemotretan, ruang pengambil sidik jari dan wawancara
serta menaruh formulir ?Klien-Kliennya? di meja para
petugas. Disimpannya di atas formulir pemohon yang
sudah masuk duluan!! Dan para petugas pun mendahulukan
formulir yang mereka serahkan?GILAAAA. Praktek korupsi
secara terang-terangan dan terbuka!!!
   Sewaktu pemanggilan untuk para pemohon yang
paspornya sudah jadi, petugas yang berada di loket
memanggil nama para calo dengan fasihnya. Dan para
calo pun membawa setumpuk paspor, yang kira-kira
berjumlah lima sampai tujuh paspor. AJAIB LAGI?.

    Ternyata paspor keponakan saya pun jadi hanya
dalam sehari. Jam 10 daftar, jam ½ 3 sudah jadi?Ajaib
juga. Akhirnya saya dan keponakan pun ngeloyor pergi,
sambil geleng-geleng kepala.

   Ternyata pemberantasan korupsi di negeri ini ? yang
dicanangkan sendiri oleh Presidennya, Soesilo Bambang
Yudhoyono ? tidak dituruti oleh bawahannya. Ternyata
juga praktek pemberantasan korupsi cuma kosmetika
politik untuk menarik perhatian masyarakat?PAYAH?

    Ketika saya menceritakan itu kepada orang di rumah
DAN TETANGGA? mereka bilang, ?wah ternyata pemerintah
cuma omong doAng alias OMDO. Berarti juga para petugas
IMigrasi Jakarta Selatan di Mampang telah
menginjak-injak HARGA DIRI SOESILO BAMBANG YUDHOYONO
yang mereka pilih sebagai presiden.?
   Jadi?SELAMAT LANGGENG KORUPSI DI INDONESIA?.


> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> --------------------~--> 
> Take a look at donorschoose.org, an excellent
> charitable web site for
> anyone who cares about public education!
>
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
>
--------------------------------------------------------------------~->
> 
> 
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Satu email perhari:
> ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only:
> ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email:
> ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> 
>  
> 
> 
> 
> 


=====
Eka Zulkarnain



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. 
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] Pengalaman buruk di kantor Imigrasi Jaksel