[UntirtaNet] WorldCom Terancam Pailit, Industri Keuangan Guncang

WorldCom Terancam Pailit, Industri Keuangan Guncang


JAKARTA (Media): Perusahaan raksasa telekomunikasi Amerika Serikat (AS),
WorldCom Inc, meminta perlindungan kepailitan menyusul utang mereka sebesar
US$41 miliar (Rp369 triliun). Keputusan ini mengguncang industri keuangan
dunia, ditandai rontoknya indeks saham.

WorldCom selain dililit utang US$41 miliar juga terlibat skandal akuntansi
sebesar US$3,85 miliar. Kasus pailit WorldCom ini merupakan yang terbesar
sepanjang sejarah AS. Untuk menghindari kepailitan, perusahaan mengajukan
permohonan perlindungan dari ancaman pailit melalui Pengadilan Kepailitan AS
di New York.

Kami ingin merestrukturisasi keuangan dan mengurangi utang sehingga kami
yakin bisa lolos dari jeratan Bab 11 Undang-Undang Kepailitan AS untuk
menjadi perusahaan yang sehat,'' ujar Chief Executive WorldCom John Sidgmore
di New York, kemarin.

Perusahaan yang berkantor pusat di Clinton, Mississippi, ini meminta
persetujuan untuk mendapatkan suntikan dana segar US$2 miliar dalam bentuk
pendanaan debtor-in-possession (DIP). Dana yang diperoleh dari Citibank, JP
Morgan and GE Capital ini akan digunakan membiayai operasional perusahaan
dan membayar gaji karyawan.

Diharapkan, pendanaan ini bisa disetujui Pengadilan Kepailitan AS itu.
''Kami sudah berusaha sekuat tenaga menutupi kesulitan perusahaan. Namun,
semua bank dan lembaga keuangan yang mendanai kami kabur,'' papar Sidgmore.

Langkah itu diambil setelah sejumlah perusahaan raksasa lain, termasuk
Global Crossing dan Enron Corp, mengajukan tuntutan serupa. Perusahaan yang
memiliki 60.000 karyawan dan beroperasi di 65 negara ini akan merekrut
sejumlah pakar restrukturisasi untuk membantu tim manajemen
merestrukturisasi perusahaan.

Menurut Sidgmore, untuk menyelamatkan perusahaan, jalan yang mungkin
ditempuh adalah debt for equity swap (pengalihan utang menjadi saham).
Dengan cara ini, para pemegang obligasi atau kreditor akan mendapat sejumlah
saham baru WorldCom nanti.

''Kami sudah berbicara dengan pengacara dan bankir serta para pemegang
obligasi. Saya kira, kita sudah bisa meyakinkan masyarakat bahwa memiliki
saham WorldCom merupakan keputusan yang baik. Begitu kami lolos dari
kepailitan, saya yakin perusahaan ini akan memiliki prospek bagus,'' tandas
Sidgmore.

Sebelumnya, US Securities and Exchange Commission (Bapepam AS) menuduh
WorldCom telah melakukan penipuan. Tuduhan ini disampaikan sehari setelah
perusahaan mengumumkan kesalahan pelaporan keuangan pada pos biaya sebesar
US$3,8 miliar.

Bursa goyah

Menyusul perkembangan WorldCom seperti itu, bursa dunia dilanda kepanikan.
Permintaan perlindungan kepailitan oleh perusahaan yang saat ini melayani
jasa telekomunikasi bagi 20 juta pelanggannya ini disikapi sebagai
tanda-tanda ekonomi AS akan suram.

Akibatnya, indeks Dow Jones Industrial Average di bursa saham New York jatuh
ke titik terendah sejak 14 Oktober 1998 pada posisi 8.019,26 poin setelah
jatuh 390,23 poin pada perdagangan terakhir pekan lalu. Harga saham WorldCom
di bursa Nasdaq kini tinggal US$0,09. Padahal, pada 1999, harga sahamnya
sempat meroket ke posisi US$64.

Kejatuhan indeks Dow Jones di bursa Wall Street itu juga disikapi negatif
oleh bursa di dunia lainnya. Di Eropa, misalnya, pada awal perdagangan
kemarin, indeks Euro Stoxx 50 jatuh 2,3% ke posisi 2.634,5 poin. Bahkan
sebelumnya, posisinya mencapai rekor terendah sejak empat tahun lalu pada
2.602,6.

Di London indeks FTSE 100 turun 1,6% menjadi 4.033,2. Sedangkan di Paris,
indeks CAC 40 anjlok 2,0% ditutup pada 3.257,3. Sementara indeks DAX 30
kehilangan 2,0% menjadi 3.794,7.

Hal yang sama juga terjadi di Asia. Indeks Nikkei-225 di bursa Tokyo ditutup
melemah 0,1% atau 13,35 poin pada posisi 9.982,24. Begitupun dengan di Hong
Kong, ditandai melemahnya indeks Hang Seng 2,2% dan ditutup pada 10.110,25.

Sementara di barometer bursa Asia, Singapura, indeks Straits Times
Industrial ditutup pada 1.536,14 akibat kehilangan 24,04 poin.

Di dalam negeri, Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga mendapat imbasnya ditandai
penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) 9,576 poin ditutup pada 475,274
poin.


yayan@xxxxxxxxxxx
http://www.irianto.com


===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia 
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten 
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, 
dengan Subject 'Subscribe' atau lansung ke  
http://www.freelists.org/cgi-bin/list?list_id=untirtanet 
Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org

Other related posts: