[UntirtaNet] Teknologi 'Wireless' Banyak Diminati
- From: <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 22 May 2002 17:08:16 -0400
Izin Frekuensi Jadi Faktor Penghambat
TEKNOLOGI Wireless Local Area Network atau dikenal juga dengan
standar 802.11b kini makin menjamur pemakaiannya. Dengan bergerak
di frekuensi 2,4 GHz, teknologi ini antara lain mampu mengirimkan
data dalam jumlah besar secara singkat. Tapi, di Indonesia pemakaiannya
sekarang masih terhambat kendala perizinan.
Karena populernya teknologi yang disebut juga dengan Wireless
Fidelity (Wi-Fi) ini, ada yang bahkan menyebutnya bisa menyingkirkan
teknologi telekomunikasi generasi ketiga (3G) yang implementasinya
baru dimulai. Ini mungkin karena Wi-Fi memang memiliki sejumlah
keunggulan dibanding 3G, mulai dari segi biaya pemasangan sampai
kecepatan pengiriman data.
Perusahaan riset Gartner yang dikutip majalah Time beberapa waktu
lalu menjelaskan perbandingan kedua teknologi tersebut. Dari
kecepatannya, Wi-Fi mampu mengirim data 11 megabits per detik
dan bisa ditingkatkan sampai 50 mbps, sementara 3G baru bisa
sampai 2 mbps. Dari biayanya, pemasangan pemancar Wi-Fi menghabiskan
sekitar US$300 sedangkan ponsel 3G harganya 10-15% lebih mahal
daripada ponsel kebanyakan.
Selain itu sudah banyak vendor yang menyediakan perangkat Wi-Fi.
Berbeda dengan teknologi 3G yang baru dipasang di sedikit negara
saja, kemungkinan perluasannya baru terjadi di tahun 2004. Kelemahan
Wi-Fi sendiri mungkin pada jangkauannya, yaitu hanya bisa menghubungkan
antarperalatan yang berjarak 45-100 meter, setelah itu harus
disambung lagi oleh perangkat poin akses. Beda dengan 3G yang
berpotensi dipakai secara mendunia.
Mengingat keunggulan tersebut, operator seluler di luar negeri
ramai-ramai memanfaatkan Wi-Fi. Korea Telecom (KT) misalnya mulai
menjual akses Wi-Fi di samping layanan regulernya. Mereka memprediksikan
bahwa di tahun 2005 nanti akan ada 3,6 juta konsumen yang memakai
jaringan nirkabel tadi.
Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Sebenarnya sejumlah penyedia
jasa internet atau ISP sudah mulai memakainya sejak beberapa
tahun lalu. Seperti dikatakan John Sihar Simanjuntak dari IPNet,
pihaknya memakai sejak 1996 yang teknologinya saat itu masih
belum standar dan masih dikenal sebagai Wireless LAN. "Saat itu
pemakaian untuk warnet belum dikenal, kami memakainya untuk konfigurasi
ke berbagai gedung," ujar John Sihar.
Karena teknologinya yang 'murah-meriah', perangkat 2,4 GHz kini
popularitasnya pun kian melonjak. Ambil contoh di Yogyakarta.
Dari sekitar 240 warung internet di sana, sekitar 120 di antaranya
telah memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz. Salah satunya warnet perpustakaan
UGM yang memakainya sejak dua tahun lalu. Mereka juga menyebarkan
data internet ke warnet lain di sekitarnya yang berminat.
Sejumlah warnet di Yogya juga membentuk jaringan lokal antarwarnet
memakai frekuensi 2,4 GHz. Mereka memilih satu warnet induk yang
bertugas meneruskan data dari ISP ke antena warnet anggotanya.
Konsumen nantinya juga diuntungkan karena biaya akses internet
dari warnet akan semakin murah.
Penggunaan frekuensi 2,4 GHz yang bebas biaya ini memang menguntungkan
para pengusaha warnet. Mereka tidak perlu membayar pulsa telepon
saat mengakses internet. Biaya perangkatnya juga lebih murah
bila dibandingkan dengan biaya leased line Telkom.
"Perangkatnya memang banyak. Saking murahnya, warnet hanya perlu
satu ISA Card atau PCI Card pada komputernya yang di-assign sebagai
router. Banyak vendor yang juga menyediakan driver-nya untuk
dipasang di komputer," kata John Sihar.
Menurut badan telekomunikasi dunia atau ITU, frekuensi 2,4 GHz
dikategorikan sebagai frekuensi publik yang bebas. Karena di
Indonesia sendiri belum ada peraturan yang secara jelas mengaturnya,
banyak ISP dan warnet memakai frekuensi tersebut untuk pengiriman
data. Kabarnya dalam waktu dekat Departemen Perhubungan akan
mengatur pemakaian sekaligus biaya frekuensi 2,4 GHz.
Sweeping
Selain soal pengaturan tersebut, para pemakai frekuensi 2,4 GHz
sempat juga resah karena adanya sweeping terhadap peralatan frekuensi
yang dianggap belum berizin. Menurut sekjen perkumpulan pemakai
frekuensi 2,4 GHz atau IndoWLI, Andi Budimansyah, pihaknya sendiri
sudah membicarakan masalah perizinan tersebut dengan pemerintah.
Hasilnya soal izin dan besaran tarif akan ditetapkan dalam Kepmenhub
No 54 mendatang. Sayang, belum ada kabar pasti kapan keputusan
tersebut akan dikeluarkan.
"Sudah ada pemahaman bahwa BHP (biaya hak pakai) frekuensi akan
berkisar Rp2,4 - 2,7 juta setahun. Ini kira-kira untuk di Jakarta.
Angka ini sendiri sudah diterima oleh pemerintah maupun komunitas
karena kita juga sudah melakukan komparasi dengan memakai wireless
atau leased line, relatif ini lebih menarik," kata Andi.
Angka tersebut jelas lebih murah. Seperti dijelaskan Andi lebih
lanjut, perbandingannya kalau memakai leased line perlu biaya
sekitar Rp1,3 juta sebulan dengan kecepatan 64 kbps. Bandingkan
Wi-Fi atau frekuensi 2,4 GHZ yang bisa mengirim sampai 2 mbps,
nantinya hanya perlu biaya Rp2,4 juta setahun atau Rp200 ribu
sebulan.
Secara asosiasi, kata Andi, pihaknya memang mendukung supaya
frekuensi 2,4 GHz bisa dipakai secara bebas tanpa biaya seperti
di negara lain. Tapi perlu disadari pula selama ini sudah ada
peraturan yang menyebut tiap pemakaian frekuensi harus berizin.
Sayang memang, kalau kemudian teknologi nirkabel seperti Wi-Fi
di frekuensi 2,4 GHz kemudian mandek hanya karena soal perizinan
dan sebagainya. Ada baiknya kalau pemerintah menyerahkan urusan
tersebut kepada komunitas seperti IndoWLI sehingga permasalahan
kekacauan frekuensi dan interferensi yang dikhawatirkan sebagai
dampak Wi-Fi bisa diminimalisasi.
___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan
Subject 'Subscribe' atau lansung ke http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Teknologi 'Wireless' Banyak Diminati