[UntirtaNet] Teknologi Nano Berkembang Pesat
- From: <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 26 Jun 2002 13:37:09 -0400
Ukuran makin Kecil, Kekuatan makin Tinggi
TEKNOLOGI nano atau nanotechnology sekarang makin pesat perkembangannya.
Nanometer sendiri artinya satu per satu miliar meter, sehingga
teknologi ini juga berkaitan dengan penciptaan benda-benda kecil.
Di dalamnya tergabung ilmu fisika, teknik, biologi molekuler,
serta kimia.
ALBERT Einstein sendiri, sebagai bagian disertasi doktornya,
mengalkulasi ukuran sebuah molekul gula dari data eksperimen.
Hasilnya tiap molekul berukuran sekitar satu nanometer. Hampir
seratus tahun kemudian, nanometer pun telah menjadi agenda banyak
peneliti.
Tapi, sebenarnya tidak semua teknologi nano tadi benar-benar
nano. Ada yang aslinya menangani struktur ukuran mikron atau
satu per satu juta meter, seperseribu, dan yang lebih besar daripada
nano lainnya. Teknologi nano pada kebanyakan kasus juga bukan
benar-benar teknologi. Tapi, lebih berupa penelitian dasar terhadap
aneka struktur dengan dimensi satu sampai ratusan nanometer.
Kerancuan lainnya, sejumlah teknologi nano sudah ada sejak dulu.
Contohnya partikel karbon hitam ukuran nano sudah dimanfaatkan
sebagai pelekat tambahan ban mobil sejak seratus tahun silam.
Vaksin yang kerap terdiri dari satu atau banyak protein berdimensi
skala nano juga bisa dimasukkan dalam teknologi tersebut.
Alam telah banyak menciptakan struktur nano. Tapi, definisinya
yang lebih ketat mungkin seperti yang disampaikan Mihail C Rocco
dari National Science Foundation (NSF) di Amerika Serikat. Menurut
Mihail dalam situs Sciam.com, teknologi nano memiliki sejumlah
unsur penting; dimensinya antara satu sampai 100 nanometer, didesain
melalui proses pengontrolan bahan kimia dan fisika, serta bisa
digabungkan membentuk struktur lebih besar.
Dan, teknologi yang sesuai definisi tadi benar-benar ada. Misalnya
penggabungan beberapa lapis nonmagnetik, tiap lapis tebalnya
kurang dari satu nanometer, dapat menghasilkan sensor untuk disk
drive yang lebih sensitif. Sejak diperkenalkan 1975, produk magnetik
ini sudah menjadi pendorong tumbuhnya industri penyimpanan data.
Semakin kecilnya ukuran cip elektronik juga menjadi faktor yang
menumbuhkan minat dalam teknologi nano. Perusahaan komputer yang
mempunyai laboratorium besar, misalnya IBM dan Hewlett-Packard,
memasukkan program nano dalam kegiatannya. Saat peralatan elektronik
silikon konvensional tidak dipakai lagi, mungkin sepuluh atau
25 tahun mendatang, bisa dipastikan peralatan elektronik teknologi
nano akan menggantikannya.
Di luar biologi dan elektronik, partikel nano dipakai untuk meningkatkan
mutu produk keseharian. Misalnya perusahaan bernama Nanophase
Technologies telah membuat partikel zinc oxide untuk produk tabir
matahari (sunscreen), sehingga krim yang biasanya berwarna putih
berubah transparan.
Teknologi impian
Pihak pemerintah AS sendiri memiliki agenda tersendiri untuk
teknologi nano. Mereka ingin menciptakan bahan ukuran nano yang
bisa mengurangi ukuran, berat, dan kebutuhan sumber listrik dari
pesawat luar angkasa, membuat proses manufaktur ramah lingkungan,
serta membentuk dasar bagi pestisida biodegradable.
Tiap penelitian mempunyai risikonya sendiri. Tapi, teknologi
nano memiliki masalahnya sendiri. Keinginan mewujudkannya sebagai
kaidah ilmu yang terhormat kerap tercampur dengan asosiasi para
futuris yang melihat nano sebagai jalan ke techno-utopia, misalnya
dunia industri tanpa polusi, kemakmuran tanpa batas, bahkan keinginan
mencapai kehidupan abadi.
Tahun 1986 misalnya muncul buku Engines of Creation karya K Eric
Drexler yang cukup populer. Buku ini menggambarkan sejumlah mesin
nano yang secara virtual mampu memproduksi segala jenis barang,
lalu melenyapkan masalah pemanasan global, menyembuhkan penyakit,
serta memperpanjang usia hidup secara dramatis.
Bagi kalangan nonilmuwan, angan-angan Drexler terhadap teknologi
nano dipandang sebagai jembatan penghubung dunia ilmiah dan fiksi.
Ilmuwan yang selalu ingin mencari solusi pasti juga tertarik
terhadap pembicaraan mengenai produk penunda ketuaan ataupun
mesin penumbuh makanan.
Secara tidak langsung, karya Drexler mungkin juga bisa benar-benar
menarik orang terjun ke dunia ilmiah. Sebagai subgenre buku fiksi
ilmiah, karya-karya teknologi Drexler layaknya film Star Trek
yang mendorong minat para remaja akan luar angkasa sehingga nantinya
berkarier dalam astrofisika atau aeronautika.
Di antara para ahli kimia dan ilmuwan yang sekarang menjadi ahli
teknologi nano, prediksi Drexler memiliki daya tarik tersendiri.
Soalnya sampai sekarang belum dapat diciptakan mesin-mesin nanoskopik
yang misalnya mampu menolong membangkitkan kembali otak yang
sudah dibekukan.
Zyvex, sebuah perusahaan yang tertarik dengan teknologi nano
ala Drexlerian, sudah mengalami betapa sulitnya menciptakan robot
berukuran nanometer. Jadi, perusahaan tersebut sekarang lebih
puas menangani elemen mikromekanis yang lebih besar.
Di luar masalah tadi, dunia teknologi nano masih bergelut untuk
menyatukan pandangan. Beberapa riset akan tetap berjalan apa
pun namanya. IBM misalnya akan tetap membangun produk magnetoresistive
tanpa memperhitungkan apakah penelitiannya disebut teknologi
nano atau bukan.
Misalnya konsep nano ini bisa disatukan, teknologinya dapat menjadi
dasar untuk terjadinya revolusi industri terbaru. Supaya sukses,
teknologinya tidak hanya perlu membuang mimpi tentang robot nano
pembangkit mayat tapi juga menghilangkan retorika yang berlebihan.
Lebih penting lagi, ilmu nano dasar harus bergerak mengidentifikasikan
jenis teknologi nano yang patut diwujudkan.
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?ID=2002062623460985
___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan
Subject 'Subscribe' atau lansung ke http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Teknologi Nano Berkembang Pesat