[UntirtaNet] Teknologi Informasi Terjebak Kelatahan
- From: "yayantea" <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 05 May 2002 17:08:08 -0400
JAKARTA (Media): Masyarakat sekarang ini masih terjebak kelatahan pada waca=
na globalisasi. Segala sesuatunya dikaitkan dengan globalisasi, tapi tida=
k ada satu pun terobosan yang dilakukan. Khususnya yang berhubungan denga=
n otomasi bidang pendidikan dan bisnis melalui teknologi informasi.
Menurut pakar teknologi Jonathan Parapak, penerapan teknologi informasi dal=
am kegiatan bisnis dan pendidikan belum populer di Indonesia. Kalaupun su=
dah dilakukan, hanya sebatas gengsi dan sok-sokan. Padahal dengan teknolo=
gi yang berupa otomasi itu banyak memberikan kemudahan dan manfaat.
BACA JUGA=20
SAINS DAN HUMANIORA
Banyak SD belum Mampu Laksanakan UAS
Sebuah Penelitian Menjadi Buku
Mulai Terungkap Kasus Korupsi Gaji Guru di Malang
Soal Deregulasi Pendidikan
UIII akan Didirikan di Tapos Bogor
Kronika
Tarian Kreativitat Dance di TUK
Indonesia Perlu Memiliki 'Woman College' Seperti Negara Maju
=20
=20
"Karena itu jangan kaget kalau hasilnya justru tidak maju-maju tapi malah b=
angkrut. Karena, semuanya diotomasi tapi tidak diikuti dengan peningkatan=
kualitas SDM. Itu latah namanya," jelasnya pada peserta seminar Komputer=
dan Teknologi Informasi di kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika d=
an Komputer (STMIK) Widuri, Sabtu (4/5).
Padahal, otomasi itu jelas membutuhkan banyak biaya. Baik dari sisi bisnis =
maupun pendidikan. Bisa dipastikan, selain mempersingkat proses, otomasi =
juga menekan biaya. Namun, tentu saja harus ada pengorbanan pada awalnya.=
Yang tentunya menuntut pengelolaan yang baik. Artinya, jangan sampai bia=
ya yang sudah dikeluarkan itu terbuang sia-sia.
``Kalau pertamanya saja sudah ragu-ragu melangkah dengan alasan membengkakn=
ya biaya, harus diakali dan dipegang benar bahwa modal itu harus bisa bal=
ik. Jangan malah keenakan dengan otomasi tapi tidak dapat apa-apa,`` kome=
ntar Jonathan.
Kelatahan itu, menurutnya, hanya menampilkan satu sisi teknologi dengan set=
engah-setengah alias tidak memberikan manfaat apa pun, kecuali besarnya b=
iaya yang harus ditanggung. Karena, tidak diimbangi dengan peningkatan ou=
tput berupa produk baik itu pendidikan ataupun bisnis.
Padahal dunia terus berputar memasuki era new-networked economy. Artinya, s=
egala sesuatu dituntut serbacepat dan connected. Dan, itu hanya bisa dije=
mbatani dengan teknologi. Bila tidak, dikhawatirkan akan memunculkan kepr=
ihatian baru, yaitu kesenjangan digital atau digital divide.
``Tentu saja kondisi itu tidak akan terjadi kalau kemajuan dan komplikasi t=
eknologi bisa terkejar. Kenyataannya, dibanding Vietnam saja kita kalah. =
Mau ke mana generasi muda kita,`` jelas Jonathan setengah bertanya.
Masalahnya, Indonesia sendiri belum siap mengejar ketertinggalan itu. Menur=
ut data penelitian konferensi 'Castle Asia' 6 Desember 2001 lalu, Indones=
ia masih berada jauh di bawah Malaysia.
Sampai saat ini Indonesia dinilai belum kondusif untuk perkembangan dan kes=
iapan E-network. Baik dalam bentuk E-commerce maupun E-government.
Hal itu terlihat dengan kurang memadainya sarana komunikasi, jaminan kelanc=
aran arus informasi, iklim bisnis dan pemerintahan, dan SDM. Dengan jumla=
h penduduk yang sekitar 200 juta, angka pemakaian jasa telepon saja baru =
mencapai sekitar tujuh juta, sedang telepon seluler mencapai 3,2 juta.
Sementara untuk ukuran yang lebih sahih yaitu angka kepemilikan PC (Persona=
l Computer) dan pemakaian internet baru sekitar dua juta dan 1,5 juta. Da=
n, untuk kualitas SDM sendiri Indonesia bahkan berada di posisi 103 dari =
sekitar 109 negara untuk kategori human development index.
Singkatnya, jelas Jonathan, dengan segala keterbatasan, Indonesia baru mema=
suki tahapan belajar untuk memasuki tatanan new-networked economy tadi.
Dan, sekali lagi, hal itu tidak terlepas dari keberanian dan konsistensi. Y=
aitu memberdayakan SDM melalui maksimalisasi dan sosialisasi pemanfaatan =
teknologi informasi.
sumber: http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?ID=3D2002050523192681
Yayan tea
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan
Subject 'Subscribe' atau lansung ke http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------
- Follow-Ups:
- [UntirtaNet] Revolusi Keempat dan Kegamangan Etika
- From: Irianto, Yayan
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Teknologi Informasi Terjebak Kelatahan
- [UntirtaNet] Revolusi Keempat dan Kegamangan Etika
- From: Irianto, Yayan