[UntirtaNet] Serba serbi iptek

 Daya Kreativitas Dikembangkan
DUA ilmuwan Australia baru-baru ini mengatakan sudah berhasil menemukan cara
membangkitkan daya kreativitas seseorang. Caranya adalah dengan mengaktifkan
beberapa bagian otak lewat magnetisme.

Seperti diutarakan Profesor Allan Snyder serta Elaine Mulcahy dalam BBC News
Online, 17 responden yang mencoba 'tutup kepala magnet' buatan mereka selama
15 menit ternyata berhasil meningkatkan keahlian menggambarnya. Snyder dan
Mulcahy yang bekerja untuk Centre for the Mind di Sydney itu lalu berniat
memublikasikan penemuannya dalam jurnal ilmiah.

Inspirasi untuk peralatan eksperimen datang setelah mereka mengamati
penderita sindrom savant. Savant adalah orang yang sangat berbakat. Mereka
memiliki kemampuan memori yang tinggi atau jago dalam matematika, musik,
maupun seni. Tapi, mereka juga mengalami gangguan perkembangan seperti
autisme.

Sebuah teori tentang sindrom savant menyebut kontradiksi terjadi karena
bagian otak kanan melakukan kompensasi berlebihan terhadap kerusakan di otak
kiri. Kemampuan yang sering terlihat pada orang savant memang yang
berasosiasi dengan otak kanan. Menurut Snyder, jadinya dimungkinkan melatih
kreativitas dengan mengontrol gelombang otak seseorang.

Berita penemuan ini disambut ilmuwan lain secara hati-hati. Profesor Steve
Williams dari Institute of Psychiatry di London, misalnya, menilai Snyder
adalah ilmuwan internasional dengan reputasi tinggi. Dia berharap bisa
segera membaca laporan ilmiah dari eksperimen Snyder.

"Penemuannya tentang pembangkitan kreativitas lewat stimulasi magnetis akan
menantang pandangan konvensional yang ada selama ini mengenai kreativitas,"
tutur Williams.

MIT Kembangkan 'Hyperinstrument'

Orkes simfoni di masa depan mungkin sudah tidak akan memakai peralatan musik
tradisional. Sebagai gantinya adalah biola, selo, dan alat musik elektronik
yang diistilahkan sebagai hyperinstruments.

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) kini tengah
mengembangkan instrumen baru itu. Produk terakhir mereka adalah hyperviolin
yang sedang dicoba oleh pemain biola klasik terkenal Joshua Bell.

Bell mengaku terkesan dengan kemampuan hyperviolin. "Kalau disambungkan ke
komputer, biola ini bisa menghasilkan efek dan suara yang sangat menarik,"
kata dia kepada BBC News Online.

Proyek hyperinstrument bertujuan memanfaatkan teknologi untuk menunjang
keahlian seorang pemusik. Fokusnya yaitu bagaimana cara mengukur dan
menginterpretasikan ekspresi manusia yang biasa terjadi saat memainkan alat
musik.

Dalam hyperviolin misalnya, teknik bermain biola diukur dengan teknologi
hardware nirkabel. Teknologi itu mencatat tiap perubahan dalam akselerasi,
kecepatan, dan kekuatan menggesek biola. Selanjutnya software sintesa suara
mengubah data menjadi musik.

Tim hyperinstrument MIT itu memulai eksperimennya sejak 1986. Tujuannya ada
dua. Pertama, mendesain instrumen profesional yang bisa mengukur penampilan
musisi. Lalu membuat sistem pertunjukan interaktif untuk kalangan awam,
misalnya sistem belajar musik dan permainan musik interaktif.

Eksperimen Pengobatan Parkinson Berhasil

BEBERAPA dokter di RS Frenchay, Bristol, Inggris, baru-baru ini mengatakan
telah berhasil melakukan eksperimen yang bisa memperbaiki kembali
bagian-bagian otak dari penderita penyakit Parkinson. Namun pengobatannya
masih dalam taraf awal sehingga perlu pengawasan lebih lanjut.

Karena kerusakan otak, penderita Parkinson bisa kehilangan indra seperti
penciuman dan lainnya. Dengan memberi obat bernama Glial cell line-Derived
Neurotrophic Factor (GDNF) yang dipompakan ke bagian otak, seorang pasien
bisa mendapatkan kembali indra penciuman dan bisa tertawa kembali.

Stephen Gill, salah satu ahli bedah saraf di Frenchay, mengaku sangat
terkejut dengan efek obat GDNF. "Semula kami mengira obat ini perlu
diberikan beberapa bulan atau tahunan. Tapi, dalam waktu sebulan ternyata
dua pasien sudah menunjukkan perbaikan," kata Gill dalam BBC News Online.

Sedang ahli bedah saraf lainnya, Nik Patel, mengatakan obat itu akan terus
diperiksa soal keamanannya bagi pasien. Pertumbuhan sel otak diperiksa
kemudian menggunakan scan Positron Emission Tomography (PET).

sumber: http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?ID=2002050200291079


===========================================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia 
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten 
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan  
Subject 'Subscribe' atau lansung ke  http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------

Other related posts: