[UntirtaNet] PLC, tulang punggung Internet Indonesia masa depan
- From: <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Mon, 8 Jul 2002 13:49:40 -0400
BERITA HARIAN "BISNIS INDONESIA" (16 april 2002).
JAKARTA (Bisnis): Indonesia Comnet Plus dalam waktu dekat belum
berencana mengoperasikan layanan telepon berbasis jaringan listrik
milik PT PLN, kendati ujicoba teknis telah berhasil dilakukan.
Waluyo Nugroho Harjowinoto, presiden direktur Indonesia Comnet
Plus (Icon+), mengatakan anak perusahaan PT Perusahaan Listrik
Negara (PLN) yang bergerak di bidang telekomunikasi tersebut
telah melakukan ujicoba teknologi komunikasi telepon melalui
jaringan kabel listrik.
Ujicoba teknologi yang biasa disebut DPLC (distribution power
line carrier), menurut Waluyo, telah dilakukan untuk 20 saluran
telepon internal milik PLN.
"Ujicoba kami lakukan sejak sekitar dua bulan lalu dan terbukti
kualitas pengiriman suaranya cukup bagus," ujarnya kepada Bisnis
kemarin.
Meskipun demikian, lanjut Waluyo, untuk bisa diluncurkan sebagai
layanan telekomunikasi kepada publik dalam skala luas, masih
perlu banyak pertimbangan termasuk biaya bagi pelanggan, kesiapan
peralatan, serta regulasi.
"Memang secara teknis infrastruktur broadband ini sudah bisa
dioperasikan tetapi untuk diluncurkan kepada publik harus dipertimbangkan
apakah harganya bisa bersaing dibandingkan teknologi telepon
konvensional," ujarnya.
Saat ini, lanjut Waluyo, Icon+ tengah mengadakan pembicaraan
dengan vendor DPLC guna memungkinkan tercapainya nilai ekonomis
baik dalam pembangunan infrastruktur maupun peralatan bagi pengguna
akhir.
Waluyo tidak bersedia mengungkapkan vendor peralatan DPLC, namun
dia mengakui ada pembicaraan dengan PT Industri Telekomunikasi
Indonesia (Inti) dalam penyiapan peralatan.
"Kalau kami mengarah pada upaya manufacturing maka PT Inti merupakan
salah satu yang paling dipertimbangkan," ujarnya.
Penyediaan peralatan yang diharapkan, kata dia, bisa berupa infrastruktur
jaringan maupun handset untuk end user.
"Hal tersebut tergantung sepenuhnya pada kesiapan PT Inti," ujarnya.
Soal Lisensi Masalah lain dalam meluncurkan layanan telepon publik,
kata dia, berkaitan dengan lisensi yang dimiliki Icon+.
Menurut dia, Icon+ belum mengajukan lisensi sebagai operator
telepon meskipun kini telah mengantongi izin sebagai penyelenggara
jaringan tetap tertutup serta penyelenggara jasa Internet (ISP).
Sedangkan kemungkinan untuk meminta lisensi sebagai penyelenggara
voice over Internet protocol (VoIP) atau Internet teleponi untuk
publik, menurut Waluyo, tergantung kepada pemerintah.
Bisnis yang dilakukan Icon+, kata dia, kini ditekankan pada optimalisasi
jaringan telekomunikasi milik PLN bagi sarana telekomunikasi
dan akses multimedia. Infrastruktur lain yang dikelola berupa
menara dan tiang listrik di seluruh Indonesia yang mendukung
akses telekomunikasi ke pelosok daerah.
Saat ini sudah ada perusahaan penyelenggara jasa multimedia yang
memanfaatkan tiang listrik PLN di Jawa Barat dan Jakarta untuk
transmisi data.
Icon+ juga mengelola jaringan serat optik di Jawa yang terdiri
atas empat lokasi di Banten, 11 lokasi di DKI Jakarta, 17 di
Jawa Barat, 12 di Jawa tengah, dan 14 di Jawa Timur. Jaringan
pita lebar serat optik ini memiliki 110 node dengan panjang seluruhnya
mendekati 1.300 km.
Waluyo menambahkan Icon+ kini tengah mengadakan pembicaraan dengan
PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, serta Ratelindo untuk memanfaatkan
infrastruktur yang dimilikinya.
"Intinya kami ingin mengotimalkan infrastruktur berkapasitas
besar yang tersedia," tambahnya.
Keberadaan jaringan optik Icon+ tersebut memang banyak diminati
para penyelenggara jasa telekomunikasi dan Internet.
Beberapa pengelola warung Internet juga menyatakan berminat menggunakan
jaringan Icon+ tersebut untuk mengembangkan layanan warnet berbasis
jaringan broadband. (swi)
sumber: http://www.iconpln.net.id/news/berita_details.asp?News_id=22
___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx,
dengan Subject 'Subscribe' atau lansung ke
http://www.freelists.org/cgi-bin/list?list_id=untirtanet
Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
Other related posts:
- » [UntirtaNet] PLC, tulang punggung Internet Indonesia masa depan