[UntirtaNet] Microsoft Kembali 'Unjuk Gigi'
- From: "Irianto, Yayan" <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 1 May 2002 13:41:56 -0400
Pertemuan para perancang perangkat keras (hardware) untuk Windows di
Seattle, AS, beberapa waktu lalu telah melahirkan sejumlah gagasan penting.
Ini berarti tantangan lebih berat untuk orang yang lebih memilih Linux.
ACARA yang bertajuk Windows Hardware Engineering Conference atau
WinHEC 2002 itu dihadiri para tokoh bisnis teknologi informasi, termasuk
Bill Gates dan pemimpin perusahaan pembuat chip Intel, Paul Otellini. Salah
satu topik menarik yang dibahas adalah tentang protokol baru untuk internet.
Pihak Microsoft antara lain mendesak para pengembang perangkat keras
dan perangkat lunak (software) untuk segera mendukung Internet Protocol
versi 6 (IPv6), menggantikan IPv4. Protokol ini berfungsi sebagai jalan
penghubung di internet. Dikatakannya, manfaat terbesar IPv6 adalah
memungkinkan semakin banyaknya peralatan komputasi yang tersambung ke
jaringan.
"Memang perlu waktu untuk meyakinkan dunia internet agar beralih ke
IPv6. Kita harus memulai antara lain dengan membuat program pendukung IPv6
dalam setiap aplikasi atau hardware," ungkap Mike Shappell, manajer unit
produk Windows Networking.
Microsoft sendiri punya kepentingan dengan IPv6 itu. Seperti ditulis
situs CNet.com, IPv6 membantu terwujudnya visi Microsoft yaitu jaringan
peer-to-peer atau saling tersambungnya peralatan komputasi tanpa perlu
server yang tersentralisasi. Microsoft memiliki program sendiri, namanya
Peer Name Resolution Protocol yang membantu orang mencari rekannya di sebuah
jaringan.
Alasan lain sehingga Microsoft getol mengibarkan IPv6 yaitu
protokolnya memungkinkan komputer meningkat jadi alat komunikasi serbabisa,
sama seperti yang diharapkan Microsoft. Nantinya orang bisa bercakap-cakap
di komputer dengan memanfaatkan fitur teks, suara, dan video.
Tapi, sejumlah masalah menghadang laju IPv6. Antara lain, belum
meratanya penyebaran jaringan broadband yang berkecepatan tinggi, soal
keamanan data serta masih rumitnya sistem jaringan yang ada sekarang.
Microsoft mengharapkan adanya penyederhanaan jaringan nirkabel. Ada
yang mengatakan kalau penyederhanaan tadi akan jadi hal utama dalam software
penerus Windows XP yang bernama 'Longhorn'. Diperkirakan 'Longhorn' akan
keluar pada paruh kedua 2004.
Dukungan untuk Bluetooth
Di akhir tahun ini, Microsoft juga akan merilis produk seperti
keyboard dan mouse yang mendukung teknologi jaringan nirkabel Bluetooth.
Kemudian ada kit pengembangan perangkat lunak Bluetooth di bulan Mei
mendatang. Tujuannya adalah membantu para pembuat program sehingga konsumen
bisa men-download fitur Bluetooth ke Windows XP.
Microsoft sebelumnya sudah menerangkan rencana pengembangan Bluetooth
lewat sejumlah peralatan. Satu di antaranya yaitu Mira, layar portabel yang
mengandalkan koneksi nirkabel untuk tersambung ke komputer. Mira yang akan
dirilis akhir 2002 ini nantinya bisa menyimpan file serta mengakses
internet.
Saat Mira diluncurkan, bakal tampil juga program 'Freestyle' yang bisa
membuat fungsi komputer jadi beraneka macam. Dari pemutar DVD atau kaset
video sampai membimbing orang memilih saluran televisi.
Bill Gates sendiri tidak hanya membidik peralatan untuk konsumen. Dia
akan ikut mendemonstrasikan server high-end yang memakai prosesor 'McKinley'
dari Intel. Prosesor itu merupakan generasi kedua dalam barisan prosesor
Itanium.
Media digital
Media digital seperti file musik MP3 atau video yang dikirim lewat
internet harus melalui tahapan seperti enkripsi, indeks dan sebagainya.
Microsoft sendiri sudah hampir merampungkan format baru bernama Windows
Media Video (WMV) untuk meng-encode file video.
Informasi video saat ini di-encode dalam beberapa format: MPEG-2
(untuk tv kabel digital), MPEG-4, QuickTime dari Apple dan lainnya. Kini
Microsoft berusaha menguasai pasar yang satu ini dengan menawarkan dukungan
format WMV untuk 110 peralatan termasuk stereo mobil.
Mereka juga menganjurkan pemakaian format file Windows Media Container
yang bisa menyimpan informasi audio dan video, ataupun gambar, teks, serta
program ukuran kecil.
Kekuatan Microsoft dalam menguasai format media itu mencerminkan
beratnya tantangan bagi mereka yang lebih memilih Linux. Perusahaan seperti
Red Hat atau Apple yang memiliki sistem operasi sendiri tinggal punya dua
pilihan; mencari dukungan ke Microsoft atau membuat jalan sendiri untuk
mengenkode sebuah file.
Jaringan di rumah
Dalam acara WinHEC 2002 dikatakan pula bahwa Microsoft sudah hampir
berhasil mewujudkan keinginannya mengoneksikan semua peralatan rumah ke
jaringan komputer. Hal itu terjadi karena mereka akan merilis sarana
pengembangan hardware dan software bagi perusahaan di akhir 2002.
Microsoft menjagokan pemakaian sebuah standar bernama Simple Control
Protocol (SCP). SCP adalah metode komunikasi yang memungkinkan aneka
peralatan saling terkoneksi dan mengontrol satu sama lain. Mereka percaya
SCP akan sukses karena SCP adalah ekstensi teknologi Universal Plug and Play
(UPnP) yang ada di Windows Me dan XP.
Sarana pengembangan tadi akan menjadi langkah penting dalam rencana
Microsoft memperluas dominasinya, tidak hanya mengontrol perlengkapan
berorientasi komputer seperti printer dan kamera digital. Mereka ingin
nantinya masuk ke sistem pengaman rumah, pengatur pintu garasi dan lainnya.
Tak heran, supaya makin luas penyebarannya, SCP nantinya dilisensikan tanpa
perlu orang membayar royalti.
Akses data di Windows
Perusahaan yang bermarkas di Redmond, Washington, itu kemudian
menyiapkan dukungan kepada teknologi lain bernama non-uniform memory access
(NUMA) yaitu satu metode untuk mengumpulkan banyak prosesor dalam server
ukuran besar. Nantinya dalam edisi server Windows terbaru, Net Enterprise
Server serta NetDatacenter akan terdapat dukungan tersebut.
Microsoft memang sudah bertahun-tahun ingin mengejar Unix yang jagoan
di bisnis server multiprosesor. Server golongan high-end yang dilengkapi
delapan prosesor sebenarnya juga dijual oleh IBM, Hewlett-Packard, Compaq
Computer, dan Dell Computer.
"Dukungan Microsoft untuk NUMA menentukan saluran komunikasi standar
sehingga software bisa tahu server mana yang memprosesnya," ujar Sean
McGrane, manajer program server Datacenter Microsoft.
sumber: http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?ID=2002050200290775
Catatan yayan:
Penulis artikel di atas kayaknya cuma memikirkan kemudahan dan kecanggihan
teknologi dari microsoft dan membandingkannya dengan Linux, tapi harus di
ingat, perusahaan yg memilih Linux untuk operasi sehari-harinya akan
menghindari dari biaya yg luar biasa gedenya jika harus menggunakan product
Microsoft, misalkan utk Windows 2000/NT server, biaya di pungut
per-user/tahun, coba kalau punya 100 user aja dengan $100/user berapa yg
harus ditanggung perusahaan...?? Emangnya segampang copy software di mangga
dua kali ya???
salam,
yyn.
===========================================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan
Subject 'Subscribe' atau lansung ke http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Microsoft Kembali 'Unjuk Gigi'