[UntirtaNet] Re: Kabel PLN bisa Internet ?

Bukan cuma buat yg kerja di PLN, tapi buat seluruh rakyat indonesia .....:)
Buat PLN mah teknologi ini udah dikenal sejak lama, PLC ini digunakan utk
komunikasi telepon menggunakan jaringan 70KV ke atas. Cuma sekarang mungkin
setelah orde baru tumbang baru kepikiran bahwa teknologi ini bisa bermanfaat
buat rakyat dan bisa mendatangkan duwit buat PLN (lumayan lah buat mbayar
utang2 yg segunung itu....).

yyn.
  -----Original Message-----
  From: untirtanet-bounce@xxxxxxxxxxxxx
[mailto:untirtanet-bounce@xxxxxxxxxxxxx]On Behalf Of ali rohman
  Sent: Tuesday, July 23, 2002 9:24 PM
  To: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
  Subject: [UntirtaNet] Kabel PLN bisa Internet ?



  Sorry , kalau sudah mendengar, tapi ini merupkan terobosan menarik

  buat kita-kita(alumni Electro), terutama yang kerjanya di PLN

  BERSIAP-SIAPLAH

  BISNIS ONLINE AKAN MAKIN OTJE PUNYA !

  Ada info menarik.. sekaligus kabar gembira buat

  rekan-rekan yang kalau udah balik ke tanah air

  langsung "menghilang" dari peredaran milis. Penyebab

  utamanya bisa jadi karena buat online perlu biaya

  banyak, apalagi pulsa telpon kita yang mirip argometer

  taksi.

  Nah, aliran listrik itu sesungguhnya dapat digunakan

  untuk menjadi "carrier" (pembawa) sinyal informasi

  dan data. Karena data itu sendiri dapat dikonversi

  dari format digital menjadi analog.

  Itulah yang kemudian dikenal sebagai PLC (Power Line

  Communication), yaitu menggunakan jaringan kabel

  listrik untuk komunikasi dan transmisi data.

  Saat ini PLN sudah berhasil menerapkan teknologi ini

  untuk melakukan koneksi internet di 20 rumah di

  Jakarta, hasilnya...wuushh...sekali klik..langsung

  muncul deh web-nya... mau surfing atau browsing 24 jam

  sehari juga nggak masalah.. dan nggak perlu pusing

  dengan tagihan telpon lagi.. Dan PLN akan punya bisnis

  baru sebagai ISP dengan teknologi ini. Dalam waktu

  akan dibangun 400 sambungan via PLC, ayo buruan

  daftar....

  Berikut dibawah ini saya sertakan info dari rekan di

  PLN Jakarta mengenai hasil eksperimen di 20 rumah di

  daerah Duren Tiga Jakarta..

  Internet via Saluran Listrik itu benar, dimana salah

  satu anak perusahaan PT PLN mengelola ISP dan jaringan

  fiber optik yang tergelar sepanjang pulau Jawa (dari

  Banten sampai Jatim).

  Silahkan cek di : http://www.iconpln.net.id

  Silahkan cek di : http://rudyachmad.cjb.net

  -------------------------------------------

  "Kabel Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum"

  TIDAK terbayang kenyamanan yang dirasakan Ratna

  Paramitha (15), pelajar kelas tiga SMA III Jakarta

  yang dipanggil Mira, dia bisa mengakses Internet

  dengan cepat dan bebas hambatan. Selain itu, dengan

  teknologi jaringan telepon kabel tersebut, dia bebas

  mengakses Internet tanpa menutup peluang jika ada

  telepon yang akan masuk.

  Apa yang dirasakan Mira, merupakan kelebihan yang

  nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik yang

  dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang

  menghubungan dari rumah yang satu ke rumah yang lain.

  Sayangnya sambungan tersebut baru dirasakan 20

  keluarga karyawan PLN di Perumahan Karyawan PLN Duren

  Tiga Jakarta.

  "Pokoknya selamat tinggal Telkom deh untuk berinternet

  ria," ujar Mira singkat ketika ditemui sedang aset di

  depan komputer. Bagi pelajar putri itu, sejak tahun

  lalu dia bebas mengakses Internet, tanpa melalui

  saluran telepon yang disediakan PT Telkom.

  Padahal, semula teknologi tersebut kurang ditanggapi

  karena banyak peminat yang ragu-ragu, takut kesetrum

  dan merasa belum aman. Namun, kini para pengguna jasa

  yang diselenggarakan anak perusahaan PLN, PT Indonesia

  Comnets Plus (Icon+), dapat dinikmati benar kemudahan

  yang tersedia.

  Icon+ adalah perusahaan yang sejak awal didirikan

  untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi

  dan informasi mutakhir. Icon+ dapat menyediakan

  kelebihan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan akan

  jasa jaringan atau bandwidth yang lebih besar dan

  cakupan area lebih luas dengan memanfaatkan right of

  ways.

  Kehadiran Icon+ khususnya bagi keluarga besar PLN

  terutama yang tinggal di Jawa-Bali, dapat menekan

  penggunaan pulsa telepon dari Telkom. Keluarga

  PLN yang tinggal di Jakarta tidak perlu memikirkan

  pembengkakan rekening tagihan telepon setiap bulan,

  meski harus berbicara ngalor ngidul interlokal.

  "Mau ngobrol 24 jam juga tidak masalah, yang penting

  lampu tidak padam. Anak saya meski sekarang main

  Internet tidak pernah berhenti, ya tidak masalah

  wong cuma menambah beban listrik yang nilainya paling

  maksimal Rp 10.000 setiap bulannya, dibanding sebelum

  ada saluran telepon dengan memanfaatkan arus listrik,"

  kata Ny Adi, penghuni perumahan PLN itu mempromosikan

  kecanggihan teknologi alat komunikasi via arus listrik

  itu .

  Ny Adi menuturkan, sejak dioperasikannya telepon dari

  aliran listrik itu tahun lalu, anak-anaknya makin

  sering chatting (ngobrol via Internet) dan

  surfing (menjelajah situs Internet) dengan leluasa.

  "Sebelumnya, menggunakan Internet sangat dibatasi

  karena di rumah ini hanya tersedia satu line telepon

  yang dipasang Telkom. Sekarang dengan kehadiran

  Icon+, penggunaan Internet dibebaskan saja, toh tidak

  membebani pulsa telepon dan tidak mengganggu telepon

  yang masuk atau keluar," kata perempuan asal

  Yogyakarta itu.

  Menurut ibu dari empat anak remaja itu, penggunaan

  Internet oleh putra dan putrinya untuk mencari

  informasi sekolah, baik di dalam maupun di luar

  negeri serta mencari katalog buku dan barang-barang

  yang diproduksi di luar negeri.

  Pemakaian Internet melalui arus listrik mempunyai

  keunggulan yakni lebih cepat diakses dibanding jika

  melalui konvensional dan jelas lebih murah karena

  hanya mengandalkan arus listrik. Fasilitas itu dapat

  dipakai di seluruh ruangan selama ada jaringan listrik

  milik PLN. Pengguna cukup mencolokkan kabel telepon ke

  stop kontak listrik menggunakan powerline

  communication (PLC).

  Selain untuk Internet, mereka biasanya mengunakan

  bercakap dengan keluarganya di luar Jakarta, tetapi

  masih komunitas keluarga besar PT PLN. Jika PLN

  membuka sambungan di kota-kota lain, maka pengguna

  yang berada di Jakarta akan bisa saling berhubungan

  dengan pengguna di kota lainnya.

  Enaknya, percakapan itu juga bebas pulsa dan jernih.

  Nomor telepon yang dipakai pun hanya tiga sampai lima

  digit. Jika sudah terbuka di kota lain, bahkan untuk

  bercakap keluar kota atau interlokal tidak perlu

  menggunakan kode area sebagai tanda bayarannya lebih

  mahal karena interlokal.

  Adanya teknologi via kabel listrik juga membuat

  pengguna tidak takut dengan ribut-ribut kenaikan tarif

  telepon. Untuk Internet, pengguna cukup membayar

  biaya langganan per bulan ke provider, sedangkan biaya

  pulsa, tidak perlu pusing-pusing lagi.

  Selama setahun digunakan, pengguna di Perumahan PLN

  belum pernah mengalami alat bermasalah. Semua lancar,

  kecuali jika listrik padam yang berarti terputus pula

  jaringan telepon. Dalam memanfaatkan Internet, tidak

  perlu takut putus di tengah jalan saat asyik chatting

  atau surfing.

  Adanya alat itu membuat seluruh anggota keluarga yang

  lain tetap dapat menggunakan saluran telepon dari

  Telkom meski ada anggota keluarga yang tengah

  berinternet. Selain itu, tidak perlu ada tambahan

  kabel yang artinya mengurangi keruwetan kabel di

  rumah.

  Jadi, kalau pemerintah mengizinkan Icon+ melebarkan

  sayap untuk menggarap pelanggan umum, bukan hanya

  keluarga besar PLN, bukan mustahil suatu saat

  masyarakat terutama yang kesulitan menjadi pelanggan

  Telkom, ramai-ramai memasang peralatan telekomunikasi

  sendiri di rumahnya. Apalagi dengan memanfaatkan

  aliran listrik dalam berkomunikasi, tidak ada istilah

  biaya pulsa telepon membengkak karena terlalu banyak

  penggunaan telepon.

  Paling banter pengguna Internet secara terus-menerus

  hanya mengalami peningkatan penggunaan arus listrik.

  Meskipun menurut Icon+ kenaikan daya listrik yang

  dipakai pelanggannya tidak terlalu signifikan, karena

  memang relatif kecil.

  Kini 20 keluarga yang sudah menikmati jaringan telepon

  ini, sudah tidak sabar menunggu rencana PLN untuk

  mencoba membuka 400 sambungan baru tahun ini. Sebab

  dengan tambahan sambungan baru sebanyak 400 unit,

  berarti berhubungan tidak perlu hanya di antara 20

  keluarga itu.

  Lucunya, banyak ibu-ibu di Perumahan Duren III yang

  sudah bertanya-tanya dan tidak sabar menunggu, kapan

  di daerah lain dapat disambung jaringan telepon

  serupa. Maklum, mereka punya banyak kerabat di daerah

  lain, karyawan PLN sering berpindah-pindah kota atau

  keluarga yang lain masih ada hubungan keluarga yang

  dekat.







----------------------------------------------------------------------------
--
  Do You Yahoo!?
  Yahoo! Health - Feel better, live better

Other related posts: