[UntirtaNet] Kabel PLN bisa Internet ?

 
Sorry , kalau sudah mendengar, tapi ini merupkan terobosan menarik
buat kita-kita(alumni Electro), terutama yang kerjanya di PLN

BERSIAP-SIAPLAH

BISNIS ONLINE AKAN MAKIN OTJE PUNYA !

Ada info menarik.. sekaligus kabar gembira buat

rekan-rekan yang kalau udah balik ke tanah air

langsung "menghilang" dari peredaran milis. Penyebab

utamanya bisa jadi karena buat online perlu biaya

banyak, apalagi pulsa telpon kita yang mirip argometer

taksi.

Nah, aliran listrik itu sesungguhnya dapat digunakan

untuk menjadi "carrier" (pembawa) sinyal informasi

dan data. Karena data itu sendiri dapat dikonversi

dari format digital menjadi analog.

Itulah yang kemudian dikenal sebagai PLC (Power Line

Communication), yaitu menggunakan jaringan kabel

listrik untuk komunikasi dan transmisi data.

Saat ini PLN sudah berhasil menerapkan teknologi ini

untuk melakukan koneksi internet di 20 rumah di

Jakarta, hasilnya...wuushh...sekali klik..langsung

muncul deh web-nya... mau surfing atau browsing 24 jam

sehari juga nggak masalah.. dan nggak perlu pusing

dengan tagihan telpon lagi.. Dan PLN akan punya bisnis

baru sebagai ISP dengan teknologi ini. Dalam waktu

akan dibangun 400 sambungan via PLC, ayo buruan

daftar....

Berikut dibawah ini saya sertakan info dari rekan di

PLN Jakarta mengenai hasil eksperimen di 20 rumah di

daerah Duren Tiga Jakarta..

Internet via Saluran Listrik itu benar, dimana salah

satu anak perusahaan PT PLN mengelola ISP dan jaringan

fiber optik yang tergelar sepanjang pulau Jawa (dari

Banten sampai Jatim).

Silahkan cek di : http://www.iconpln.net.id

Silahkan cek di : http://rudyachmad.cjb.net

-------------------------------------------

"Kabel Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum"

TIDAK terbayang kenyamanan yang dirasakan Ratna

Paramitha (15), pelajar kelas tiga SMA III Jakarta

yang dipanggil Mira, dia bisa mengakses Internet

dengan cepat dan bebas hambatan. Selain itu, dengan

teknologi jaringan telepon kabel tersebut, dia bebas

mengakses Internet tanpa menutup peluang jika ada

telepon yang akan masuk.

Apa yang dirasakan Mira, merupakan kelebihan yang

nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik yang

dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang

menghubungan dari rumah yang satu ke rumah yang lain.

Sayangnya sambungan tersebut baru dirasakan 20

keluarga karyawan PLN di Perumahan Karyawan PLN Duren

Tiga Jakarta.

"Pokoknya selamat tinggal Telkom deh untuk berinternet

ria," ujar Mira singkat ketika ditemui sedang aset di

depan komputer. Bagi pelajar putri itu, sejak tahun

lalu dia bebas mengakses Internet, tanpa melalui

saluran telepon yang disediakan PT Telkom.

Padahal, semula teknologi tersebut kurang ditanggapi

karena banyak peminat yang ragu-ragu, takut kesetrum

dan merasa belum aman. Namun, kini para pengguna jasa

yang diselenggarakan anak perusahaan PLN, PT Indonesia

Comnets Plus (Icon+), dapat dinikmati benar kemudahan

yang tersedia.

Icon+ adalah perusahaan yang sejak awal didirikan

untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi

dan informasi mutakhir. Icon+ dapat menyediakan

kelebihan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan akan

jasa jaringan atau bandwidth yang lebih besar dan

cakupan area lebih luas dengan memanfaatkan right of

ways.

Kehadiran Icon+ khususnya bagi keluarga besar PLN

terutama yang tinggal di Jawa-Bali, dapat menekan

penggunaan pulsa telepon dari Telkom. Keluarga

PLN yang tinggal di Jakarta tidak perlu memikirkan

pembengkakan rekening tagihan telepon setiap bulan,

meski harus berbicara ngalor ngidul interlokal.

"Mau ngobrol 24 jam juga tidak masalah, yang penting

lampu tidak padam. Anak saya meski sekarang main

Internet tidak pernah berhenti, ya tidak masalah

wong cuma menambah beban listrik yang nilainya paling

maksimal Rp 10.000 setiap bulannya, dibanding sebelum

ada saluran telepon dengan memanfaatkan arus listrik,"

kata Ny Adi, penghuni perumahan PLN itu mempromosikan

kecanggihan teknologi alat komunikasi via arus listrik

itu .

Ny Adi menuturkan, sejak dioperasikannya telepon dari

aliran listrik itu tahun lalu, anak-anaknya makin

sering chatting (ngobrol via Internet) dan

surfing (menjelajah situs Internet) dengan leluasa.

"Sebelumnya, menggunakan Internet sangat dibatasi

karena di rumah ini hanya tersedia satu line telepon

yang dipasang Telkom. Sekarang dengan kehadiran

Icon+, penggunaan Internet dibebaskan saja, toh tidak

membebani pulsa telepon dan tidak mengganggu telepon

yang masuk atau keluar," kata perempuan asal

Yogyakarta itu.

Menurut ibu dari empat anak remaja itu, penggunaan

Internet oleh putra dan putrinya untuk mencari

informasi sekolah, baik di dalam maupun di luar

negeri serta mencari katalog buku dan barang-barang

yang diproduksi di luar negeri.

Pemakaian Internet melalui arus listrik mempunyai

keunggulan yakni lebih cepat diakses dibanding jika

melalui konvensional dan jelas lebih murah karena

hanya mengandalkan arus listrik. Fasilitas itu dapat

dipakai di seluruh ruangan selama ada jaringan listrik

milik PLN. Pengguna cukup mencolokkan kabel telepon ke

stop kontak listrik menggunakan powerline

communication (PLC).

Selain untuk Internet, mereka biasanya mengunakan

bercakap dengan keluarganya di luar Jakarta, tetapi

masih komunitas keluarga besar PT PLN. Jika PLN

membuka sambungan di kota-kota lain, maka pengguna

yang berada di Jakarta akan bisa saling berhubungan

dengan pengguna di kota lainnya.

Enaknya, percakapan itu juga bebas pulsa dan jernih.

Nomor telepon yang dipakai pun hanya tiga sampai lima

digit. Jika sudah terbuka di kota lain, bahkan untuk

bercakap keluar kota atau interlokal tidak perlu

menggunakan kode area sebagai tanda bayarannya lebih

mahal karena interlokal.

Adanya teknologi via kabel listrik juga membuat

pengguna tidak takut dengan ribut-ribut kenaikan tarif

telepon. Untuk Internet, pengguna cukup membayar

biaya langganan per bulan ke provider, sedangkan biaya

pulsa, tidak perlu pusing-pusing lagi.

Selama setahun digunakan, pengguna di Perumahan PLN

belum pernah mengalami alat bermasalah. Semua lancar,

kecuali jika listrik padam yang berarti terputus pula

jaringan telepon. Dalam memanfaatkan Internet, tidak

perlu takut putus di tengah jalan saat asyik chatting

atau surfing.

Adanya alat itu membuat seluruh anggota keluarga yang

lain tetap dapat menggunakan saluran telepon dari

Telkom meski ada anggota keluarga yang tengah

berinternet. Selain itu, tidak perlu ada tambahan

kabel yang artinya mengurangi keruwetan kabel di

rumah.

Jadi, kalau pemerintah mengizinkan Icon+ melebarkan

sayap untuk menggarap pelanggan umum, bukan hanya

keluarga besar PLN, bukan mustahil suatu saat

masyarakat terutama yang kesulitan menjadi pelanggan

Telkom, ramai-ramai memasang peralatan telekomunikasi

sendiri di rumahnya. Apalagi dengan memanfaatkan

aliran listrik dalam berkomunikasi, tidak ada istilah

biaya pulsa telepon membengkak karena terlalu banyak

penggunaan telepon.

Paling banter pengguna Internet secara terus-menerus

hanya mengalami peningkatan penggunaan arus listrik.

Meskipun menurut Icon+ kenaikan daya listrik yang

dipakai pelanggannya tidak terlalu signifikan, karena

memang relatif kecil.

Kini 20 keluarga yang sudah menikmati jaringan telepon

ini, sudah tidak sabar menunggu rencana PLN untuk

mencoba membuka 400 sambungan baru tahun ini. Sebab

dengan tambahan sambungan baru sebanyak 400 unit,

berarti berhubungan tidak perlu hanya di antara 20

keluarga itu.

Lucunya, banyak ibu-ibu di Perumahan Duren III yang

sudah bertanya-tanya dan tidak sabar menunggu, kapan

di daerah lain dapat disambung jaringan telepon

serupa. Maklum, mereka punya banyak kerabat di daerah

lain, karyawan PLN sering berpindah-pindah kota atau

keluarga yang lain masih ada hubungan keluarga yang

dekat.

 



---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - Feel better, live better

Other related posts: