[UntirtaNet] Ikuti Filosofi Akar: Paling Penting tapi Tidak Perlu Terlihat
- From: "Irianto, Yayan" <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 15 May 2002 21:27:00 -0400
eramuslim - Akar dalam struktur pepohonan menempati posisi paling strategis
dan utama. Nyaris semua bagian pepohonan menggantungkankeberlangsungan
hidupnya pada akar : batang, dahan, ranting, daun terlebih lagi buah. Bahkan
proses lahirnya suatu tanaman yang bermula dari sebuah biji, sebelum
membentuk bagian yang lain, yang pertamakali terbentuk adalah akar.
Demikian pula dalam proses pertumbuhannya hingga menghasilkan buah. Akar
adalah ujung tombaknya. Saripati tanah sebagai makanan yang akan diproses
lebih lanjut tidak bisa tidak harus melalui akar dahulu. Jika akar ini sehat
maka bisa dipastikanproses berikutnya akan berjalannormal. Namun sebaliknya,
sesubur apapun tanah yang didiami, manakala struktur utama ini bermasalah,
bisa dipastikan efeknya dapat berpengarug pada proses selanjutnya. Dan
kemungkinan terburuk adalah berakhirnya keberlangsungan hidupnya.
Dari akar ini akan terbentuk batang pohon yang kuat, dahan, ranting, serta
dedaunan asri yang sejuk dipandang mata. Dan yang paling dinanti tentu saja
bunga yang indah dan buah-buahan yang segar lagi menyehatkan. Pernahkankita
memperhatikan aneka warna bunga yang merekah dan memancarkan keindahannya?
Pernahkah kita perhatikan rumah kecil dengan sederetan pepohonan dan aneka
bunga menghiasi halamannya? Kesan yang timbul tentu kesejukan serta
kenyamanan, bukan kecil dan sempitnya rumah itu.
Sesungguhnya akarlah yang menjadikan pohon tegak dan hidup, akan tetapi ia
tersembunyi didalam tanah, tidak terlihat oleh manusia. Ia rela semua mata
manusia kagum danmenyukai bagian yang lainnya, entah batang kayunya yang
kuat atau buahnya yang lezat. Akarlah yang bersusah payah merambat ke segala
arah tak kenal kering serta tandusnya tanah di musim kemarau, mencari
makanan demi tegak dan hidupnya sang pohon. Ia tidak pernah mengeluh lantara
merasa capek berpuluh-puluh meter mengais saripati tanah, lantas kesal dan
"mogok kerja". Apalagi minta "pensiun". Biarlah tersembunyi di dalam tanah
asalkan bisa memberikan yang terbaik bagi yang ada di permukaan tanah.
Itulah prinsip akar.
Begitulah Allah swt mencontohkan keikhlasan sejati pada manusia melalui
salah satu ciptaan-Nya. Akan tetapi sedikit sekali manusia yang mengambil
fenomena alam ini sebagai pelajaran dalam mengayuh biduk di tengah samudra
kehidupan. Sebagian orang lebih mengutamakan ketenaran sehingga membangun
amal yang diliputi hiruk pikuk publikasi dan gaung kemasyhuran. Tidak lagi
mengedepankan prinsip perjuangan danpengorbanan. Segala yang ia lakukan
hanya untukmemberikan yang berbaik bagi dirinya sendiri, tanpa peduli dengan
yang lain. Padahal Allah swt menghendaki manusia mengikuti karakter pohon
keimanan, akarnya menghunjam kke dalam bumi, batangnya menjulang tinggi ke
langit dan memberikan buah yang lezat bagi siapa saja. (QS. Ibrahim : 24-25)
Sungguh mustahil tanpa akar yang menghujam kuat ke bumi akan menghasilkan
buah yang berkualitas tinggi, karena badai dan topan akan mudah
melumatkannya sebelum proses pembuahan terjadi. Dalam kehidupan manusia
memberi arti bahwa suatu amal yang berangkat dari niat yang tidak ikhlas
mustahil akan memperoleh hasil baik dan memuaskan. Kalaupun membawa
keusuksesan maka itu bersifat semu dan membawa kemudharatan lebih besar dari
maslahatnya. Niat yang terkonatmimnasi dengan polusi hawa nafsu akan merusak
amal, mengotori jiwa, melemahkan barisan dan menggagalkan pahala.
M. Mabruri Faozi, Cirebon
Dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 29 th. 3
--
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan
Subject 'Subscribe' atau lansung ke http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Ikuti Filosofi Akar: Paling Penting tapi Tidak Perlu Terlihat