[UntirtaNet] Bukan Hanya VCD, DVD pun Dibajak

Bukan Hanya VCD, DVD pun Dibajak
CARA orang mendapatkan hiburan di rumah terus berkembang. Dulu 
orang memutar kaset video Beta atau VHS untuk menonton film. 
Berikutnya ada teknologi cakram laser yang menawarkan kualitas 
gambar lebih bagus. Tapi, laser pun kemudian tersisih setelah 
menjamurnya perangkat VCD (video compact disk) yang murah harganya. 
Terakhir, ada DVD (digital video disk) yang sekarang penyebarannya 
kian meluas.
Mulai meluasnya minat konsumen terhadap DVD ikut mendorong produsen 
elektronik melemparkan aneka tipe pemutar DVD. Ada model DV-740, 
DV-NC60T, dan DV-L88W (Sharp), DV-S633A (Pioneer), DVD 328 (Crystal) 
serta berbagai merek lainnya.
Menurut Aris Samudrianto sebagai Technical Head PT Megatrend 
Semesta yang menangani produk Crystal, respons pasar terhadap 
pemutar DVD memang makin kuat. Penyebabnya antara lain karena 
harganya yang makin murah, demikian juga cakramnya. Kalau cakram 
orisinalnya masih berkisar Rp200 ribuan, di lokasi seperti Glodok 
sudah bisa didapat film DVD seharga Rp30 ribuan. "Memang jenisnya 
bajakan, tapi sudah siap untuk tayangan home theater 5.1," kata 
Aris.
Dari segi kualitas, DVD murah tadi mungkin mengalami degradasi 
saat perekaman. Tapi, Aris tetap yakin kalau gambarnya masih 
lebih bagus daripada jenis super-VCD sekalipun. Ini dihasilkan 
dari bit map gambar yang halus.
Perangkat pemutar DVD juga makin banyak dengan fitur-fitur baru 
yang mampu menampilkan piksel lebih kecil serta progressive scanning. 
Menurut Aris, fitur itu terdapat di perangkat generasi kedua 
yang akan diluncurkan pihaknya sekitar 1,5 bulan ke depan.
Perbedaan perangkat DVD generasi pertama dan kedua tercermin 
dari elemen yang ada di dalamnya. Seperti dijelaskan Aris, elemen 
servo atau pengatur putaran cakram pada perangkat generasi pertama 
masih terpisah dari bagian optik dan lainnya. Selain bentuknya 
lebih besar, servo itu masih memakai keluaran Korea. Beda dengan 
isi dalam perangkat generasi kedua, servo-nya sudah menyatu sehingga 
lebih ringkas dan sudah memanfaatkan produk buatan Sony.
Kualitas gambar lebih bagus
DVD menghasilkan resolusi video lebih dari dua kali lipat (540 
garis) dibanding kaset VHS (210 garis). Cakram Digital Versatile 
Disc ini sendiri sama bentuknya dengan VCD, diameternya 4 3/4 
inci, tebal 1,2 milimeter, dan dapat menyimpan 8,5 gigabytes 
data pada satu sisinya. Jumlah tadi kira-kira sama dengan data 
dalam 6.800 floppy disk.
Sejarahnya bermula tahun 1994 saat Sony dan Philips mengumumkan 
kerja samanya untuk mengembangkan teknologi pengganti CD dalam 
perekaman data. Tujuan lainnya adalah mengembangkan sebuah format 
media yang dapat menggantikan kaset VHS dan LaserDisc untuk menyimpan 
film dan mengirimnya kepada konsumen.
Dalam sebuah CD, data dibaca menggunakan sinar inframerah. Cara 
kerja DVD juga sama, tapi panjang gelombang lasernya lebih pendek 
supaya bisa membaca 'pit' atau tempat data yang lebih sempit. 
Ukuran pit lebih kecil berarti data yang tersimpan juga kian 
banyak. Kedua sisi DVD pun dapat dipakai menyimpan informasi. 
Jadi, bila CD menyimpan sekitar 20 menit kompresan video per 
layer maka DVD mampu menyimpan sampai 135 menit.
Bukan itu saja keunggulan DVD. DVD dapat mendukung multiple aspect 
ratio. Artinya, film dapat dinikmati dalam format tv (rasio 4:3) 
maupun dalam versi layar lebar orisinalnya (rasio 16:9). Selain 
itu terdapat sampai 32 track bahasa, ending alternatif dan sebagainya.
Suaranya pun jernih seperti yang disuguhkan CD. Malah banyak 
judul baru menambahkan fitur suara Dolby Digital 5.1 yang mengirim 
sinyal audio unik ke lima speaker (kanan dan kiri, tengah, kanan 
dan kiri surround) ditambah subwoofer. Artinya, dengan seperangkat 
speaker, kita mendapat suara surround seperti dalam bioskop. 
Beda dengan kaset VHS yang mendukung Dolby Pro-Logic karena sistem 
itu hanya memainkan sampai tiga speaker.
Fitur lain dari DVD yang cukup menyenangkan adalah kita bisa 
maju ke chapter tertentu dalam film (seperti lagu pada CD), tidak 
perlu menunggu untuk fast forward dan rewind.
Pembajakan
Namun, seperti halnya VCD, DVD tak luput dari pembajakan. DVD 
memiliki data video digital dalam format MPEG-2 (masih ada hubungannya 
dengan format MP3 yang populer dan dipakai untuk bertukar audio 
digital). Karena kopian digital tidak menurun kualitasnya seperti 
yang terjadi pada kopian kaset video, pembajakan digital menjadi 
tantangan lebih besar untuk industri film. Untuk mengatasinya, 
file didata secara digital menggunakan sistem pengacak atau content 
scrambling system (CSS).
Tapi, tahun 1999 para hacker berhasil membongkar sistem itu. 
Sejak itulah program bernama DeCSS diam-diam beredar yang bisa 
membuka kode dan mengopi video DVD dari drives DVD-ROM ke dalam 
hard disk komputer.
Dari segi formatnya, sekarang terdapat lima format DVD untuk 
penyimpanan data digital. Ada DVD-ROM, DVD-Video, DVD-Audio, 
DVD-R/RW serta DVD-RAM. Untuk film biasanya dipakai DVD-Video 
sedangkan penyimpanan file data secara berulang-ulang bisa menggunakan 
cakram DVD-R/RW.
Menurut DVD Recorder Guidebook 2001 yang dikeluarkan Pioneer, 
DVD-R/RW adalah standar global yang resmi diadopsi DVD Forum 
pada November 1999. Meski sering diistilahkan 'Re-writeable', 
sebenarnya nama resminya adalah 'Re-recordable'.
Ukuran cakram DVD-R/RW mencapai 12 cm dengan kapasitas sama seperti 
DVD-Video yaitu 4,7 GB. Formatnya merupakan ekstensi DVD-R (Write 
Once) yang hanya bisa sekali merekam data. Beda dengan DVD-R/RW 
yang dimungkinkan merekam sampai lebih dari seribu kali.
Selain itu pengembangannya memakai format yang memungkinkan kompabilitas 
playback. Artinya, cakramnya bisa diputar di player DVD ataupun 
drive DVD-ROM. DVD-R/RW juga merekam lewat format perekam video 
standar DVD Forum. Format itu memungkinkan rekaman video berkualitas 
superior dan mudah diedit menggunakan teknologi kompresi MPEG2. 



___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.

===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia 
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten 
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan  
Subject 'Subscribe' atau lansung ke  http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------

Other related posts: