[UntirtaNet] Bukan Hanya VCD, DVD pun Dibajak
- From: <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 22 May 2002 17:12:50 -0400
Bukan Hanya VCD, DVD pun Dibajak
CARA orang mendapatkan hiburan di rumah terus berkembang. Dulu
orang memutar kaset video Beta atau VHS untuk menonton film.
Berikutnya ada teknologi cakram laser yang menawarkan kualitas
gambar lebih bagus. Tapi, laser pun kemudian tersisih setelah
menjamurnya perangkat VCD (video compact disk) yang murah harganya.
Terakhir, ada DVD (digital video disk) yang sekarang penyebarannya
kian meluas.
Mulai meluasnya minat konsumen terhadap DVD ikut mendorong produsen
elektronik melemparkan aneka tipe pemutar DVD. Ada model DV-740,
DV-NC60T, dan DV-L88W (Sharp), DV-S633A (Pioneer), DVD 328 (Crystal)
serta berbagai merek lainnya.
Menurut Aris Samudrianto sebagai Technical Head PT Megatrend
Semesta yang menangani produk Crystal, respons pasar terhadap
pemutar DVD memang makin kuat. Penyebabnya antara lain karena
harganya yang makin murah, demikian juga cakramnya. Kalau cakram
orisinalnya masih berkisar Rp200 ribuan, di lokasi seperti Glodok
sudah bisa didapat film DVD seharga Rp30 ribuan. "Memang jenisnya
bajakan, tapi sudah siap untuk tayangan home theater 5.1," kata
Aris.
Dari segi kualitas, DVD murah tadi mungkin mengalami degradasi
saat perekaman. Tapi, Aris tetap yakin kalau gambarnya masih
lebih bagus daripada jenis super-VCD sekalipun. Ini dihasilkan
dari bit map gambar yang halus.
Perangkat pemutar DVD juga makin banyak dengan fitur-fitur baru
yang mampu menampilkan piksel lebih kecil serta progressive scanning.
Menurut Aris, fitur itu terdapat di perangkat generasi kedua
yang akan diluncurkan pihaknya sekitar 1,5 bulan ke depan.
Perbedaan perangkat DVD generasi pertama dan kedua tercermin
dari elemen yang ada di dalamnya. Seperti dijelaskan Aris, elemen
servo atau pengatur putaran cakram pada perangkat generasi pertama
masih terpisah dari bagian optik dan lainnya. Selain bentuknya
lebih besar, servo itu masih memakai keluaran Korea. Beda dengan
isi dalam perangkat generasi kedua, servo-nya sudah menyatu sehingga
lebih ringkas dan sudah memanfaatkan produk buatan Sony.
Kualitas gambar lebih bagus
DVD menghasilkan resolusi video lebih dari dua kali lipat (540
garis) dibanding kaset VHS (210 garis). Cakram Digital Versatile
Disc ini sendiri sama bentuknya dengan VCD, diameternya 4 3/4
inci, tebal 1,2 milimeter, dan dapat menyimpan 8,5 gigabytes
data pada satu sisinya. Jumlah tadi kira-kira sama dengan data
dalam 6.800 floppy disk.
Sejarahnya bermula tahun 1994 saat Sony dan Philips mengumumkan
kerja samanya untuk mengembangkan teknologi pengganti CD dalam
perekaman data. Tujuan lainnya adalah mengembangkan sebuah format
media yang dapat menggantikan kaset VHS dan LaserDisc untuk menyimpan
film dan mengirimnya kepada konsumen.
Dalam sebuah CD, data dibaca menggunakan sinar inframerah. Cara
kerja DVD juga sama, tapi panjang gelombang lasernya lebih pendek
supaya bisa membaca 'pit' atau tempat data yang lebih sempit.
Ukuran pit lebih kecil berarti data yang tersimpan juga kian
banyak. Kedua sisi DVD pun dapat dipakai menyimpan informasi.
Jadi, bila CD menyimpan sekitar 20 menit kompresan video per
layer maka DVD mampu menyimpan sampai 135 menit.
Bukan itu saja keunggulan DVD. DVD dapat mendukung multiple aspect
ratio. Artinya, film dapat dinikmati dalam format tv (rasio 4:3)
maupun dalam versi layar lebar orisinalnya (rasio 16:9). Selain
itu terdapat sampai 32 track bahasa, ending alternatif dan sebagainya.
Suaranya pun jernih seperti yang disuguhkan CD. Malah banyak
judul baru menambahkan fitur suara Dolby Digital 5.1 yang mengirim
sinyal audio unik ke lima speaker (kanan dan kiri, tengah, kanan
dan kiri surround) ditambah subwoofer. Artinya, dengan seperangkat
speaker, kita mendapat suara surround seperti dalam bioskop.
Beda dengan kaset VHS yang mendukung Dolby Pro-Logic karena sistem
itu hanya memainkan sampai tiga speaker.
Fitur lain dari DVD yang cukup menyenangkan adalah kita bisa
maju ke chapter tertentu dalam film (seperti lagu pada CD), tidak
perlu menunggu untuk fast forward dan rewind.
Pembajakan
Namun, seperti halnya VCD, DVD tak luput dari pembajakan. DVD
memiliki data video digital dalam format MPEG-2 (masih ada hubungannya
dengan format MP3 yang populer dan dipakai untuk bertukar audio
digital). Karena kopian digital tidak menurun kualitasnya seperti
yang terjadi pada kopian kaset video, pembajakan digital menjadi
tantangan lebih besar untuk industri film. Untuk mengatasinya,
file didata secara digital menggunakan sistem pengacak atau content
scrambling system (CSS).
Tapi, tahun 1999 para hacker berhasil membongkar sistem itu.
Sejak itulah program bernama DeCSS diam-diam beredar yang bisa
membuka kode dan mengopi video DVD dari drives DVD-ROM ke dalam
hard disk komputer.
Dari segi formatnya, sekarang terdapat lima format DVD untuk
penyimpanan data digital. Ada DVD-ROM, DVD-Video, DVD-Audio,
DVD-R/RW serta DVD-RAM. Untuk film biasanya dipakai DVD-Video
sedangkan penyimpanan file data secara berulang-ulang bisa menggunakan
cakram DVD-R/RW.
Menurut DVD Recorder Guidebook 2001 yang dikeluarkan Pioneer,
DVD-R/RW adalah standar global yang resmi diadopsi DVD Forum
pada November 1999. Meski sering diistilahkan 'Re-writeable',
sebenarnya nama resminya adalah 'Re-recordable'.
Ukuran cakram DVD-R/RW mencapai 12 cm dengan kapasitas sama seperti
DVD-Video yaitu 4,7 GB. Formatnya merupakan ekstensi DVD-R (Write
Once) yang hanya bisa sekali merekam data. Beda dengan DVD-R/RW
yang dimungkinkan merekam sampai lebih dari seribu kali.
Selain itu pengembangannya memakai format yang memungkinkan kompabilitas
playback. Artinya, cakramnya bisa diputar di player DVD ataupun
drive DVD-ROM. DVD-R/RW juga merekam lewat format perekam video
standar DVD Forum. Format itu memungkinkan rekaman video berkualitas
superior dan mudah diedit menggunakan teknologi kompresi MPEG2.
___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.
===============================================================
(C)opyright 1999-2002 UntirtaNet
Milis ini dikelola oleh alumni Universitas Tirtayasa Banten - Indonesia
dan terbuka untuk semua Civitas Academica Universitas Tirtayasa Banten
Untuk berlangganan, kirim email ke: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx, dengan
Subject 'Subscribe' atau lansung ke http://www.freelists.org/cgi-bin/list?
list_id=untirtanet Untuk kirim pesan: untirtanet@xxxxxxxxxxxxx
Please visit our Homepage: http://www.untirtanet.org
---------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Bukan Hanya VCD, DVD pun Dibajak