[UntirtaNet] Berobat lewat Internet
- From: "yayan tea" <yayantea@xxxxxxxxxxxxx>
- To: <untirtanet@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Sun, 7 Jul 2002 17:29:13 -0400
Berobat lewat Internet
JIKA Anda merasa tidak enak badan sekaligus tidak punya banyak waktu
untuk bermacet ria di jalanan untuk pergi ke dokter, cobalah 'berobat' lewat
internet. Saat ini para dokter di Indonesia yang sudah akrab dengan internet
telah banyak yang memberikan layanan konsultasi kesehatan lewat internet,
misalnya di http://www.mldi.or.id, atau http://dokter.indo.net.id/.
Di situ Anda dapat menuliskan keluhan yang Anda rasakan. Jika Anda
mengetik keluhan secara lengkap dan benar, maka besar kemungkinan diagnosis
'dokter internet' ini akurat pula. Sebab, pertanyaan Anda akan dijawab secara
langsung oleh dokter pengelola situs tersebut.
Tapi, jika Anda masih penasaran, Anda juga dapat memperoleh informasi
tentang berbagai hal yang berkaitan dengan layanan medis kelas dunia lewat
internet dengan mengklik http://www.emedicine.com atau http://www.allnurses.com
dan http://www.aaem.org/ serta banyak lagi alamat dokter di internet yang dapat
Anda kunjungi dengan cara melacak lewat search engine. Untuk bertukar
informasi, situs-situs yang dikelola oleh para dokter di Indonesia dan dunia
tersebut juga memiliki mailing list (milis), jadi silakan saja mencoba
bergabung.
Awalnya, konsultasi kesehatan lewat internet ini adalah pertukaran
informasi dalam bentuk milis beberapa paramedis di internet. Dari sini lalu di
antara mereka mengembangkan situs konsultasi kesehatan. Dalam sebuah situs,
biasanya terdapat lebih dari seorang dokter yang memberikan layanan kesehatan
kepada anggota situsnya. Selain itu, terdapat pula beberapa pakar kesehatan
yang menjadi anggota yang juga bersedia memberikan masukan kepada penanya.
Dari sinilah, masyarakat yang awalnya merasa ragu dan canggung menanyakan
beberapa topik kesehatan dan kedokteran, kini menjadi lebih leluasa bertanya
kepada dokter-dokter di internet. Hal ini memungkinkan karena masyarakat lalu
merasa lebih bebas mengemukakan pendapat di internet daripada berhadapan
langsung dengan dokter.
Menurut Dr Boyke Dian Nugraha DSOG, MARS konsultasi lewat internet
merupakan tren baru yang kini semakin banyak diminati masyarakat. Apalagi bagi
Dr Boyke yang dikenal oleh masyarakat sebagai spesialis konsultasi kesehatan
seks yang bagi sebagian masyarakat masih dipandang tabu.
"Selama ini banyak yang merasa tidak nyaman ngomong blakblakan kepada
saya. Tapi, ternyata kalau di internet menjadi lain lo," ujar Ginekolog yang
mengatakan telah memberikan layanan konsultasi kesehatannya di internet
tersebut.
Kendati demikian, bukan berarti 'berobat' lewat internet tidak ada
aturannya. Sebab, ada juga pandangan bahwa dalam setiap konsultasi diperlukan
suatu etiket dalam bertanya dan menjawab yang mengatur agar sopan-santun
berdiskusi tetap dijunjung tinggi.
Etika ini biasanya disusun oleh masing-masing pengelola situs dan
dijadikan aturan main bagi anggota situs konsultasi kesehatan tersebut. Jika
Anda ingin mengetahui contoh etika 'berobat' di internet ini, sebaiknya Anda
menyempatkan diri membuka alamat http://www.mldi.or.id/etika.html.
Namun, jika Anda merasa enggan dengan etiket yang ditetapkan oleh para
pengelola situs di internet, Anda juga dapat melakukan diagnosis secara
swalayan lewat video compact disk (VCD) tentang suatu penyakit tertentu yang
dapat Anda beli di beberapa toko buku di Indonesia. Sama dengan yang Anda
temukan di internet, VCD ini sebagian besar merupakan konsultasi kesehatan
secara umum.
Selain itu, ada juga VCD berdasarkan spesialisasi kedokteran. Misalnya
VCD tentang neurologi, dermatologi, bahkan tentang bedah plastik. Di situ Anda
dapat mengisi daftar keluhan Anda. Begitu selesai, maka akan muncul kemungkinan
sakit Anda dan beberapa daftar obat yang direkomendasikan 'dokter VCD' tadi.
'E-book' kesehatan
Selain lewat VCD, Anda juga dapat melakukan 'pengobatan swalayan' dengan
men-download e-book dan di personal digital assistant (PDA) yang dapat Anda
tenteng ke mana-mana. Berbeda dengan yang Anda temukan di internet dan VCD,
e-book kesehatan ini ditawarkan berdasarkan spesialisasi ilmu kedokteran.
Dengan kapasitas memori PDA yang jauh lebih tinggi daripada kapasitas memori
VCD, maka kemampuan diagnosis e-book ini jelas jauh lebih memadai daripada
'dokter VCD'.
Apalagi e-book ini juga di-update secara reguler oleh penjualnya,
sehingga terus disempurnakan kemampuannya. Pendeknya, dengan memiliki e-book
ini, Anda dapat mengecek kesehatan Anda dan mengatakan semua keluhan yang Anda
rasakan secara lebih detail. Jika Anda tertarik untuk memiliki e-book lewat PDA
ini, Anda dapat mengeceknya di alamat
http://secure.emedicine.com/itemlist.wws?Category=PDA+eBooks.
Sejauh ini, konsultasi kesehatan lewat internet lebih populer daripada
konsultasi kesehatan versi VCD dan e-book tersebut. Hal ini karena internet
lebih memasyarakat daripada kedua pilihan lainnya tersebut.
Menurut Dr Erik Tapan MHA, maraknya 'dokter digital' ini merupakan dampak
positif dari pesatnya perkembangan teknologi informasi (IT). Selain itu, tren
ini juga wujud respons paramedis Indonesia terhadap minat masyarakat Indonesia
kepada dunia internet dan peranti digital yang semakin berkembang.
"Tren ini merupakan jawaban paramedis terhadap peningkatan layanan mereka
kepada masyarakat. Saya kira paramedis Indonesia cukup antusias mengikuti tren
yang terjadi di masyarakat ini," ujar dokter yang memiliki situs konsultasi di
alamat http://dokter.indo.net.id tersebut.
Apalagi di situs tertentu ada pula beberapa dokter dan para pakar yang
menjadi anggota milis lainnya yang bersedia menanggapi keluhan atau pertanyaan
dari pengunjung situs.
"Hal ini membuat masyarakat dapat memperoleh masukan dari banyak dokter
secara cepat dan murah. Kalau Anda ke dokter secara langsung, bayangkan berapa
biaya konsultasi yang harus Anda keluarkan. Apalagi kalau Anda pergi ke dokter
spesialis," ujar Erik.
Meski demikian, lanjut Erik, bukan berarti konsultasi kesehatan lewat
internet ini telah memutuskan kontak langsung antara dokter dan pasien. Sebab,
justru dengan internet dan peralatan digital ini pasien merasa lebih dekat
dengan dokternya.
"Apalagi bagi dokter, dengan adanya milis-milis di internet, mereka dapat
bertukar pikiran dengan rekan-rekan mereka, bahkan dengan para dokter di negara
maju," ujarnya.
Other related posts:
- » [UntirtaNet] Berobat lewat Internet
