[UntirtaNet] Berobat lewat Internet

      Berobat lewat Internet

     
      JIKA Anda merasa tidak enak badan sekaligus tidak punya banyak waktu 
untuk bermacet ria di jalanan untuk pergi ke dokter, cobalah 'berobat' lewat 
internet. Saat ini para dokter di Indonesia yang sudah akrab dengan internet 
telah banyak yang memberikan layanan konsultasi kesehatan lewat internet, 
misalnya di http://www.mldi.or.id, atau http://dokter.indo.net.id/.

      Di situ Anda dapat menuliskan keluhan yang Anda rasakan. Jika Anda 
mengetik keluhan secara lengkap dan benar, maka besar kemungkinan diagnosis 
'dokter internet' ini akurat pula. Sebab, pertanyaan Anda akan dijawab secara 
langsung oleh dokter pengelola situs tersebut.

      Tapi, jika Anda masih penasaran, Anda juga dapat memperoleh informasi 
tentang berbagai hal yang berkaitan dengan layanan medis kelas dunia lewat 
internet dengan mengklik http://www.emedicine.com atau http://www.allnurses.com 
dan http://www.aaem.org/ serta banyak lagi alamat dokter di internet yang dapat 
Anda kunjungi dengan cara melacak lewat search engine. Untuk bertukar 
informasi, situs-situs yang dikelola oleh para dokter di Indonesia dan dunia 
tersebut juga memiliki mailing list (milis), jadi silakan saja mencoba 
bergabung.

      Awalnya, konsultasi kesehatan lewat internet ini adalah pertukaran 
informasi dalam bentuk milis beberapa paramedis di internet. Dari sini lalu di 
antara mereka mengembangkan situs konsultasi kesehatan. Dalam sebuah situs, 
biasanya terdapat lebih dari seorang dokter yang memberikan layanan kesehatan 
kepada anggota situsnya. Selain itu, terdapat pula beberapa pakar kesehatan 
yang menjadi anggota yang juga bersedia memberikan masukan kepada penanya.

      Dari sinilah, masyarakat yang awalnya merasa ragu dan canggung menanyakan 
beberapa topik kesehatan dan kedokteran, kini menjadi lebih leluasa bertanya 
kepada dokter-dokter di internet. Hal ini memungkinkan karena masyarakat lalu 
merasa lebih bebas mengemukakan pendapat di internet daripada berhadapan 
langsung dengan dokter.

      Menurut Dr Boyke Dian Nugraha DSOG, MARS konsultasi lewat internet 
merupakan tren baru yang kini semakin banyak diminati masyarakat. Apalagi bagi 
Dr Boyke yang dikenal oleh masyarakat sebagai spesialis konsultasi kesehatan 
seks yang bagi sebagian masyarakat masih dipandang tabu.

      "Selama ini banyak yang merasa tidak nyaman ngomong blakblakan kepada 
saya. Tapi, ternyata kalau di internet menjadi lain lo," ujar Ginekolog yang 
mengatakan telah memberikan layanan konsultasi kesehatannya di internet 
tersebut.

      Kendati demikian, bukan berarti 'berobat' lewat internet tidak ada 
aturannya. Sebab, ada juga pandangan bahwa dalam setiap konsultasi diperlukan 
suatu etiket dalam bertanya dan menjawab yang mengatur agar sopan-santun 
berdiskusi tetap dijunjung tinggi.

      Etika ini biasanya disusun oleh masing-masing pengelola situs dan 
dijadikan aturan main bagi anggota situs konsultasi kesehatan tersebut. Jika 
Anda ingin mengetahui contoh etika 'berobat' di internet ini, sebaiknya Anda 
menyempatkan diri membuka alamat http://www.mldi.or.id/etika.html.

      Namun, jika Anda merasa enggan dengan etiket yang ditetapkan oleh para 
pengelola situs di internet, Anda juga dapat melakukan diagnosis secara 
swalayan lewat video compact disk (VCD) tentang suatu penyakit tertentu yang 
dapat Anda beli di beberapa toko buku di Indonesia. Sama dengan yang Anda 
temukan di internet, VCD ini sebagian besar merupakan konsultasi kesehatan 
secara umum.

      Selain itu, ada juga VCD berdasarkan spesialisasi kedokteran. Misalnya 
VCD tentang neurologi, dermatologi, bahkan tentang bedah plastik. Di situ Anda 
dapat mengisi daftar keluhan Anda. Begitu selesai, maka akan muncul kemungkinan 
sakit Anda dan beberapa daftar obat yang direkomendasikan 'dokter VCD' tadi.

      'E-book' kesehatan

      Selain lewat VCD, Anda juga dapat melakukan 'pengobatan swalayan' dengan 
men-download e-book dan di personal digital assistant (PDA) yang dapat Anda 
tenteng ke mana-mana. Berbeda dengan yang Anda temukan di internet dan VCD, 
e-book kesehatan ini ditawarkan berdasarkan spesialisasi ilmu kedokteran. 
Dengan kapasitas memori PDA yang jauh lebih tinggi daripada kapasitas memori 
VCD, maka kemampuan diagnosis e-book ini jelas jauh lebih memadai daripada 
'dokter VCD'.

      Apalagi e-book ini juga di-update secara reguler oleh penjualnya, 
sehingga terus disempurnakan kemampuannya. Pendeknya, dengan memiliki e-book 
ini, Anda dapat mengecek kesehatan Anda dan mengatakan semua keluhan yang Anda 
rasakan secara lebih detail. Jika Anda tertarik untuk memiliki e-book lewat PDA 
ini, Anda dapat mengeceknya di alamat 
http://secure.emedicine.com/itemlist.wws?Category=PDA+eBooks.

      Sejauh ini, konsultasi kesehatan lewat internet lebih populer daripada 
konsultasi kesehatan versi VCD dan e-book tersebut. Hal ini karena internet 
lebih memasyarakat daripada kedua pilihan lainnya tersebut.

      Menurut Dr Erik Tapan MHA, maraknya 'dokter digital' ini merupakan dampak 
positif dari pesatnya perkembangan teknologi informasi (IT). Selain itu, tren 
ini juga wujud respons paramedis Indonesia terhadap minat masyarakat Indonesia 
kepada dunia internet dan peranti digital yang semakin berkembang.

      "Tren ini merupakan jawaban paramedis terhadap peningkatan layanan mereka 
kepada masyarakat. Saya kira paramedis Indonesia cukup antusias mengikuti tren 
yang terjadi di masyarakat ini," ujar dokter yang memiliki situs konsultasi di 
alamat http://dokter.indo.net.id tersebut.

      Apalagi di situs tertentu ada pula beberapa dokter dan para pakar yang 
menjadi anggota milis lainnya yang bersedia menanggapi keluhan atau pertanyaan 
dari pengunjung situs.

      "Hal ini membuat masyarakat dapat memperoleh masukan dari banyak dokter 
secara cepat dan murah. Kalau Anda ke dokter secara langsung, bayangkan berapa 
biaya konsultasi yang harus Anda keluarkan. Apalagi kalau Anda pergi ke dokter 
spesialis," ujar Erik.

      Meski demikian, lanjut Erik, bukan berarti konsultasi kesehatan lewat 
internet ini telah memutuskan kontak langsung antara dokter dan pasien. Sebab, 
justru dengan internet dan peralatan digital ini pasien merasa lebih dekat 
dengan dokternya.

      "Apalagi bagi dokter, dengan adanya milis-milis di internet, mereka dapat 
bertukar pikiran dengan rekan-rekan mereka, bahkan dengan para dokter di negara 
maju," ujarnya. 
     

GIF image

Other related posts: