[breaktime-corner] NULL




 


AS: Iran Bisa Tenggelamkan Kapal Induk Amerika

Selasa, 10 Januari 2012 15:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON---Seorang analis pertahanan Amerika, Adam Lowther, 
menyerukan kepada para politisi AS untuk mengurungkan opsi invasi militer 
terhadap Iran. "Iran memiliki kemampuan militer untuk menghadapi AS dalam 
perang," kata Akademisi dari Universitas Angkatan Udara AS ini mengungkapkan 
alasannya.

Lowther menjelaskan, "Iran tidak seperti Grenada, Panama, Somalia, Haiti, 
Bosnia, Serbia, Afghanistan atau Irak yang bisa dengan mudah dikuasai AS dalam 
invasi militer. Sebab kemampuan militer sejumlah negara itu tidak mampu 
bersaing dengan AS."

Dia juga mencatat bahwa militer Iran dewasa ini jauh lebih kompeten dan kuat. 
"Setelah menyaksikan perang di Irak selama satu dekade, Iran memiliki pemahaman 
yang baik tentang taktik dan strategi AS di Irak," tegasnya.

"Angkatan Laut Iran terampil dalam pertempuran littoral dan mereka mampu 
menutup Selat Hormuz untuk durasi yang cukup untuk memicu malapetaka ekonomi," 
tegas Lowther.

"Manuver militer angkatan laut Iran baru-baru ini menggambarkan strategi yang 
jelas untuk menutup Selat Hormuz. Bahkan mereka bisa menenggelamkan kapal 
perang Amerika yang masuk daerah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kerugian 
yang signifikan bagi pelayaran komersial dan menyebabkan harga minyak meroket," 
pungkasnya.

Angkatan Laut Iran menggelar manuver militer pada 24 Desember 2011  yang 
membentang dari timur Selat Hormuz di Teluk Persia hingga Teluk Aden.Beragam 
kapal selam dari berbagai kelas termasuk Tareq dan Ghadir, serta rudal, dan 
torpedo terbaru diterjunkan dalam manuver militer tersebut.

Korps Angkatan Laut Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) akan menggelar 
manuver militer besar di Teluk Persia dan Selat Hormuz pada bulan Februari 
mendatang. Iran berulang kali menegaskan bahwa kekuatan militernya didasarkan 
pada doktrin pertahanan dan pencegahan, serta tidak menimbulkan ancaman bagi 
negara lain.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis antara Iran dan Oman yang 
menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman, dan menjadi rute minyak utama 
dunia.

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: irib

Other related posts: