[milis-salafy] tolong kirim lagi artikel tentang At-turat,banyak ikhwan nanya
- From: resti anto <restianto@xxxxxxxxxxx>
- To: salafy@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Tue, 18 Nov 2003 01:27:43 -0800 (PST)
--- "ibrahim" <ibrahim@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Ana masih samar tentang At-Turats, tolong jika antum punya penjelasan lain yang
lebih lengkap sangat ana harapkan
jazakumullah khairan katsir
_____________________________________________________________
--------------------------------
Get Your Free Exclusive E-mail !
Go to http://www.myquran.com
Indonesian Muslim Portal
--------------------------------------
--- Begin Message ---
- From: "ibrahim" <ibrahim@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: salafy@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 16 Nov 2003 12:17:03 +0700
Ahad, 15 November 2003 - 00:00:17, Penulis
: Syaikh Ayyid asy Syamari
Kategori
: Manhaj
Membongkar pikiran Hasan Al Banna -
Ihya'ut Turats (IV)
Yayasan Ihya?ut Turats lebih lunak
sikapnya terhadap pemerintah. Mereka nampaknya punya sikap yang baik
sehingga memiliki referensi dari Syaikh Bin Baz yang mereka sebarluaskan
dalam menyikapi pemerintah.
Adapun yang tercela dari yayasan ini
adalah pembuatan aturan mereka yang sama dengan Ikhwanul Muslimin dalam
masalah ketaatan kepada pemimpin. Walaupun tidak ada lafadz baiat dalam
organisasi mereka, tetapi mereka membuat satu nama yang disebut dengan
ketaatan. Maksudnya, wajib ta?at kepada pemimpin. Abdurrahman Abdu Khaqlid
dan Muhammad Mahmud Najdi menulis konsep-konsep ketaatan bagi anggota
Ihya?ut Turats. Dan ditetapkan dosa bagi yang tidak menaati
pemimpin.
Mereka mengangkat penanggung-jawab masjid-masjid dalam satu
daerah, setiap penanggung jawab masjid bertanggung-jawab kepada pemimpin
umum Ihya?ut Turats. Tidak disyaratkan bagi pemimpin tersebut alim terhadap
ilmu agama atau bahwa ia haruslah seorang thalibul ilmi. Yang penting ia
loyal dan taat kepada aturan organisasi dan manhaj Ihya?ut
Turats.
Mereka mengadopsi konsep Ikhwanul Muslimin dalam perkara
tandzhim (aturan organisasi), mengikat pengikut dengan pemimpin atau dengan
Yayasan, ikut serta dalam pemilu dan masuk ke dalam
parlemen.
Demikian juga Ihya?ut Turats berbeda-beda prinsipnya,
diantara mereka ada yang bermanhaj (memilih jalan dakwah) Firqah Tabligh
(aliran Jamaah Tabligh), bergabung dengan Abdur Rahman Abdul Khaliq dan
Syayiji, Sururiyun, Salman Al ?Audah dan menyebarkan kaset-kaset ceramahnya.
Ihya?ut Turots adalah suatu organisasi yang tidak punya pendirian
tegas, terkadang mengatakan kami menentang Ikhwanul Muslimin, melawan
pemikiran Sayyid Quthub, Muhammad bin Surur, memuji Abdurahman Abdul Kholiq,
Safar Hawali dan memuji orang-orang yang melawan Salaf dan
dakwahnya.
Hasan al Banna adalah penanggung-jawab dakwah dan
organisasinya (Ikhwanul Muslimin, red). Para dainya terikat oleh pemimpin
dalam satu yayasan. Padahal dakwah yang benar itu diikat dengan ahli ilmu,
dan bukannya diikat oleh pemimpin dalam yayasan-yayasan. Yayasan itu memberi
manfaat yang besar bila bertujuan menopang dakwah Islamiyah-Salafiyah, atau
membantu fakir miskin dan anak-anak yatim. Sayangnya, mereka menjadikan
yayasan sebagai hakim (pengatur) bagi para da?i. Bagi yang tidak sependapat
dengan aturan yayasan, maka ia harus disingkirkan.
Mereka menulis
konsep yang mereka namakan ?Manhaj Yayasan? yang berisikan kalimat-kalimat
yang sangat umum maknanya, yang mereka tidak batasi maknanya pada apa yang
mereka kehendaki. Sesungguhnya sikap mereka adalah melawan orang-orang Salaf
dan orang-orang yang menentang Sururiyun, Sayyid Quthub dan Tabligh.
Kita menemukan bahwa Ihya?ut Turats memiliki sikap yang jelek
terhadap Syaikh Rabi? Bin Hadi dan Ulama-Ulama Salafi. Mereka menjauhkan
para pemuda manhaj salaf dan menghadiri taklim-taklim salafiyyin. Mereka
bergabung bersama Jama?ah Tabligh, Sururiyun, jama?ah Abdurahman Abdul
Khaliq dan jama?ah Syayiji, seperti yang terjadi di Kuwait.
Sikap
mereka terhadap Syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadi?i dan ulama Salafi selain
beliau, serta jama?ah Ansharus Sunnah di Sudan juga tidak baik. Mereka
memcah-belah dakwah Salaf di Yaman dan selanjutnya membentuk jama?ah yang
dibangun di atas tandzhim dan ketaatan kepada pemimpin
mereka.
Nasihat buat Ihya ut Turats
Aku mengajak kepada Ihya?ut
Turats untuk kembali kepada ALLAH, bertaubat dan meninggalkan jalan yang
selama ini mereka tempuh karena jalan mereka membahayakan dan seiring dengan
berjalannya waktu mereka membentuk pemikiran dan jama?ah baru yang memiliki
pemimpin dan konsep yang sesat.
Hendaknya mereka kembali kepada jalan
(manhaj) salaf. Inilah keterangan yang bisa saya sampaikan dan saya meminta
maaf kalau pembahasan ini terlalu panjang karena pertanyaan kalian
memerlukan jawaban yang panjang dan seandainya kami mau merinci lebih
panjang, tentu akan panjang lebar pembahasannnya. Akan tetapi saya hanya
mencukupkan sampai disini saja.
(Ditulis oleh Syaikh Ayyid asy
Syamari, pengajar di Makkah al Mukaramah, dalam rangka menjawab pertanyaan
sebagian jama?ah Ahlusunnah wal Jama?ah asal Belanda tentang perbedaan
Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyah, Sururiyah dan Yayasan Ihya ut Turats.
Penerbit Maktabah As-Sahab 2003. Judul asli Turkah Hasan Al Banna wa Ahammul
Waritsin. Penerjemah Ustadz Ahmad Hamdani Ibnul
Muslim.)
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=339
________________________________________________
Message sent using Webmail 1.0
============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://webmail.salafy.or.id/
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy @ freelists.org"
Free Webmail @ assalafi.ath.cx , @ assalafi.cjb.net , @ assalafi.mine.nu , @ assalafi.za.net , @ salafy.ath.cx, @ salafy.cjb.net , @ salafy.mine.nu , @ salafy.za.net , @ salafy.zzn.com , @ s.salafy.or.id , @ user.salafy.or.id
----------------------------------------------------------------------------
--- End Message ---
Other related posts:
- » [milis-salafy] tolong kirim lagi artikel tentang At-turat,banyak ikhwan nanya
- From: "ibrahim" <ibrahim@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: salafy@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 16 Nov 2003 12:17:03 +0700
| Ahad, 15 November 2003 - 00:00:17, Penulis : Syaikh Ayyid asy Syamari |
| Kategori : Manhaj |
| Membongkar pikiran Hasan Al Banna -
Ihya'ut Turats (IV) |
| Yayasan Ihya?ut Turats lebih lunak
sikapnya terhadap pemerintah. Mereka nampaknya punya sikap yang baik
sehingga memiliki referensi dari Syaikh Bin Baz yang mereka sebarluaskan
dalam menyikapi pemerintah. Adapun yang tercela dari yayasan ini adalah pembuatan aturan mereka yang sama dengan Ikhwanul Muslimin dalam masalah ketaatan kepada pemimpin. Walaupun tidak ada lafadz baiat dalam organisasi mereka, tetapi mereka membuat satu nama yang disebut dengan ketaatan. Maksudnya, wajib ta?at kepada pemimpin. Abdurrahman Abdu Khaqlid dan Muhammad Mahmud Najdi menulis konsep-konsep ketaatan bagi anggota Ihya?ut Turats. Dan ditetapkan dosa bagi yang tidak menaati pemimpin. Mereka mengangkat penanggung-jawab masjid-masjid dalam satu daerah, setiap penanggung jawab masjid bertanggung-jawab kepada pemimpin umum Ihya?ut Turats. Tidak disyaratkan bagi pemimpin tersebut alim terhadap ilmu agama atau bahwa ia haruslah seorang thalibul ilmi. Yang penting ia loyal dan taat kepada aturan organisasi dan manhaj Ihya?ut Turats. Mereka mengadopsi konsep Ikhwanul Muslimin dalam perkara tandzhim (aturan organisasi), mengikat pengikut dengan pemimpin atau dengan Yayasan, ikut serta dalam pemilu dan masuk ke dalam parlemen. Demikian juga Ihya?ut Turats berbeda-beda prinsipnya, diantara mereka ada yang bermanhaj (memilih jalan dakwah) Firqah Tabligh (aliran Jamaah Tabligh), bergabung dengan Abdur Rahman Abdul Khaliq dan Syayiji, Sururiyun, Salman Al ?Audah dan menyebarkan kaset-kaset ceramahnya. Ihya?ut Turots adalah suatu organisasi yang tidak punya pendirian tegas, terkadang mengatakan kami menentang Ikhwanul Muslimin, melawan pemikiran Sayyid Quthub, Muhammad bin Surur, memuji Abdurahman Abdul Kholiq, Safar Hawali dan memuji orang-orang yang melawan Salaf dan dakwahnya. Hasan al Banna adalah penanggung-jawab dakwah dan organisasinya (Ikhwanul Muslimin, red). Para dainya terikat oleh pemimpin dalam satu yayasan. Padahal dakwah yang benar itu diikat dengan ahli ilmu, dan bukannya diikat oleh pemimpin dalam yayasan-yayasan. Yayasan itu memberi manfaat yang besar bila bertujuan menopang dakwah Islamiyah-Salafiyah, atau membantu fakir miskin dan anak-anak yatim. Sayangnya, mereka menjadikan yayasan sebagai hakim (pengatur) bagi para da?i. Bagi yang tidak sependapat dengan aturan yayasan, maka ia harus disingkirkan. Mereka menulis konsep yang mereka namakan ?Manhaj Yayasan? yang berisikan kalimat-kalimat yang sangat umum maknanya, yang mereka tidak batasi maknanya pada apa yang mereka kehendaki. Sesungguhnya sikap mereka adalah melawan orang-orang Salaf dan orang-orang yang menentang Sururiyun, Sayyid Quthub dan Tabligh. Kita menemukan bahwa Ihya?ut Turats memiliki sikap yang jelek terhadap Syaikh Rabi? Bin Hadi dan Ulama-Ulama Salafi. Mereka menjauhkan para pemuda manhaj salaf dan menghadiri taklim-taklim salafiyyin. Mereka bergabung bersama Jama?ah Tabligh, Sururiyun, jama?ah Abdurahman Abdul Khaliq dan jama?ah Syayiji, seperti yang terjadi di Kuwait. Sikap mereka terhadap Syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadi?i dan ulama Salafi selain beliau, serta jama?ah Ansharus Sunnah di Sudan juga tidak baik. Mereka memcah-belah dakwah Salaf di Yaman dan selanjutnya membentuk jama?ah yang dibangun di atas tandzhim dan ketaatan kepada pemimpin mereka. Nasihat buat Ihya ut Turats Aku mengajak kepada Ihya?ut Turats untuk kembali kepada ALLAH, bertaubat dan meninggalkan jalan yang selama ini mereka tempuh karena jalan mereka membahayakan dan seiring dengan berjalannya waktu mereka membentuk pemikiran dan jama?ah baru yang memiliki pemimpin dan konsep yang sesat. Hendaknya mereka kembali kepada jalan (manhaj) salaf. Inilah keterangan yang bisa saya sampaikan dan saya meminta maaf kalau pembahasan ini terlalu panjang karena pertanyaan kalian memerlukan jawaban yang panjang dan seandainya kami mau merinci lebih panjang, tentu akan panjang lebar pembahasannnya. Akan tetapi saya hanya mencukupkan sampai disini saja. (Ditulis oleh Syaikh Ayyid asy Syamari, pengajar di Makkah al Mukaramah, dalam rangka menjawab pertanyaan sebagian jama?ah Ahlusunnah wal Jama?ah asal Belanda tentang perbedaan Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyah, Sururiyah dan Yayasan Ihya ut Turats. Penerbit Maktabah As-Sahab 2003. Judul asli Turkah Hasan Al Banna wa Ahammul Waritsin. Penerjemah Ustadz Ahmad Hamdani Ibnul Muslim.) |
| http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=339 |
________________________________________________
Message sent using Webmail 1.0
============================================================================ Web Based Mailing List Salafy di http://webmail.salafy.or.id/ Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy @ freelists.org" Free Webmail @ assalafi.ath.cx , @ assalafi.cjb.net , @ assalafi.mine.nu , @ assalafi.za.net , @ salafy.ath.cx, @ salafy.cjb.net , @ salafy.mine.nu , @ salafy.za.net , @ salafy.zzn.com , @ s.salafy.or.id , @ user.salafy.or.id ----------------------------------------------------------------------------
--- End Message ---