[milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua


sri ningsih <ariexkoe@xxxxxxxxx> wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb

 Afwan saya ingin bertanya kepada saudara semua , ana ada seorang teman yang 
merasa selalu saja perhimpit musibah ( penderitaan ),dia sampai menghujat ALLAH 
,saya jadi bingung karna dia seperttinya sudah tak percaya akan kebesaran 
ALLAH, dia sampai berkata kalau memang ALLAH itu ada mengapa islam selalu saja 
identik dengan kemiskinan, kebodohan dan masih banyak lagi. Ana jadi bingung 
mau jawab apa karna pengetahuan ana masih dangkal. Jadi ana minta bantuan dari 
akhi/ukthi semua. Ana betul betul butuh bantuannya, karna ana tak mau  ada 
saudara ana yang membenci islam. Jzakillah khairon khatsiroh. Wassalamu'alaikum 
wr.wb


---------------------------------

Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

 

Ukhti Sriningsih,

Pembuktian akan keberadaan Allah sebenarnya tidak ada kaitannya dengan adanya 
kemiskinan dan kebodohan umat Islam. Toh banyak juga orang-orang yang atheis 
dan mereka juga bodoh dan juga miskin. Bagaimana kita melihat kaum miskin di 
Amerika Serikat pada tahun 2000 meningkat sampai 300%. Begitu juga kita dapat 
melihat kemiskinan yang terjadi di negri-negri komunis seperti China dan 
sebaginya. Jadi kalo benar kajian kebodohan dan kemiskinan itu  disandarkan 
pada fakta, maka kita harus menarik sampel yang lebih besar lagi. Jangan-jangan 
bukan permsalahan kaum muslimin (orang beragama) saja.

Namun seharusnya kita tidak hanya berkutat dan selesai hanya pada kajian 
terhadap fakta saja. Secara 'aqliyah keberadaan Allah itu bisa dibuktikan 
dengan melihat dan mencermati manusia, alam semesta dan juga kehidupan itu 
sendiri. dalam diri manusia terdapat tanda-tanda adanya penciptaan yang sungguh 
amat luar biasa. Bagaimana susunan DNA yang menimpan bermilyar-milyar infromasi 
mengenai tubuh kita. Bagaimana mata diciptakan, telinga dibentuk, dan organ 
tubuh kita terjadi. Apakah itu semua terjadi karena kebetulan saja? 

Lagi, apakah alam semesta yang demikian luasnya, sedemikian teraturnya, dan 
sedemikian indahnya ini terjadi dengan kebetulan saja? Sungguh kalau kita mau 
menyadarkan seseorang akan keberadaan pencipta tidak ada cara lain selain 
mengajaknya berfikir sehat dan jernih. Mengajaknya untuk berfikir tentang 
keberadaan kita sendiri sebagai manusia, keberadaan alam semesta dan juga 
kehidupan yang ada didalamnya. Niscaya dengan cara ini akan dapat kita capai 
kesadaran yang penuh akan keberadaan Allah.

Memang kalau seseorang sadang terbebani dengan banyak masalah dia cenderung 
untuk melampiaskan kekesalan mereka pada bermacam-macam aktifitas. Dimulai 
dengan menyalahkan orang lain atau kalau tidak ada orang lain yang dapat 
disalahkan biasanya mereka menyalahkan diri sendiri sehingga berputus asa. Atau 
mungkin juga melakukan penghujatan kepada  Allah. Hal ini terjadi karena 
ketidaksiapan diri mereka menerima ketentuan-ketentuan Allah. 
Ketetapan-ketetapan yang manusia tidak mampu untuk merubahnya ini sesungguhnya 
membutuhkan kesiapan mental dan keimanan yang sangat besar. Inilah ujian 
keimanan yang sesungguhnya. Keimanan seseorang akan dipertaruhkan. Bagi yang 
memiliki keimanan yang cukup kuat akan taqdir Allah, maka seseorang akan jauh 
merasa lebih baik, lebih siap menerima segala kemungkinan dan kesulitan yang 
mungkin dihadapi juga oleh orang lain.

Sebetulnya bukan hanya sabahat ukhti yang mengalami ketidaksiapan menerima 
taqdir Allah ini. Banyak sekali manusia yang menjadi kafir dan ingkar akan 
keimanan yang paling mendasar sekalipun karena tiadanya iman terhadap takdir 
Allah. Inilah hakikat keimanan tidak mungkin seseorang dikatakan beriman 
sepenuhnya jika tidak mengimani keenamperkara besar dalam keimanan. Semua rukun 
iman harus kita imani tanpa ada pengecualian karena pengecualian dan 
ketidakfahaman akan satau saja rukun iman akan menjerumuskan manusia ke dalam 
kesesatan.

Kita harus paham seberapa jauh kita dapat mengimani keenam rukun iman ini 
dengan 'aql kita dan seberapa jauh keterangan yang bisa kita dapatkan dari Al 
Qur'an dan Sunnah mengenai keimanan itu sendiri. Dengan 'aql kita tidak mungkin 
menjangkau dzat Allah juga bagainmana perbuatan Allah itu. 'Aql hanya 
diperkenankan untuk meneliti bukti-bukti keberadaan Allah melalui 
penciptaannya. Begitu pula dengan beriman akan taqdir Allah kita tidak mampu 
menjangkau perbuatan Allah termasuk juga ketetapan-ketetapanNya atas manusia. 
Kita hanya bisa mengikuti rambu-rambu sehingga tidak tersesat. Sedangkan alasan 
kenapa ALlah melakukan itu semua adalah bukan wilayah 'aql kita untuk mencari 
jawabannya.

Ukhti Sri Ningsih, mungkin sampai sini dulu diskusinya kalau ukhti mau 
berdiskusi lebih panjang lagi atau tidak jelas dan butuh keterangan lebih 
lanjut hubungi saya. Semoga Allah memeri kekuatan kepada kita untuk membela 
agama ini, amin. Wass.



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Other related posts: