[milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua
- From: Harisan Aminan <harisan_aminan@xxxxxxxxx>
- To: salafy@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 23 Nov 2003 12:50:37 -0800 (PST)
sri ningsih <ariexkoe@xxxxxxxxx> wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb
Afwan saya ingin bertanya kepada saudara semua , ana ada seorang teman yang
merasa selalu saja perhimpit musibah ( penderitaan ),dia sampai menghujat ALLAH
,saya jadi bingung karna dia seperttinya sudah tak percaya akan kebesaran
ALLAH, dia sampai berkata kalau memang ALLAH itu ada mengapa islam selalu saja
identik dengan kemiskinan, kebodohan dan masih banyak lagi. Ana jadi bingung
mau jawab apa karna pengetahuan ana masih dangkal. Jadi ana minta bantuan dari
akhi/ukthi semua. Ana betul betul butuh bantuannya, karna ana tak mau ada
saudara ana yang membenci islam. Jzakillah khairon khatsiroh. Wassalamu'alaikum
wr.wb
---------------------------------
Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger
Ukhti Sriningsih,
Pembuktian akan keberadaan Allah sebenarnya tidak ada kaitannya dengan adanya
kemiskinan dan kebodohan umat Islam. Toh banyak juga orang-orang yang atheis
dan mereka juga bodoh dan juga miskin. Bagaimana kita melihat kaum miskin di
Amerika Serikat pada tahun 2000 meningkat sampai 300%. Begitu juga kita dapat
melihat kemiskinan yang terjadi di negri-negri komunis seperti China dan
sebaginya. Jadi kalo benar kajian kebodohan dan kemiskinan itu disandarkan
pada fakta, maka kita harus menarik sampel yang lebih besar lagi. Jangan-jangan
bukan permsalahan kaum muslimin (orang beragama) saja.
Namun seharusnya kita tidak hanya berkutat dan selesai hanya pada kajian
terhadap fakta saja. Secara 'aqliyah keberadaan Allah itu bisa dibuktikan
dengan melihat dan mencermati manusia, alam semesta dan juga kehidupan itu
sendiri. dalam diri manusia terdapat tanda-tanda adanya penciptaan yang sungguh
amat luar biasa. Bagaimana susunan DNA yang menimpan bermilyar-milyar infromasi
mengenai tubuh kita. Bagaimana mata diciptakan, telinga dibentuk, dan organ
tubuh kita terjadi. Apakah itu semua terjadi karena kebetulan saja?
Lagi, apakah alam semesta yang demikian luasnya, sedemikian teraturnya, dan
sedemikian indahnya ini terjadi dengan kebetulan saja? Sungguh kalau kita mau
menyadarkan seseorang akan keberadaan pencipta tidak ada cara lain selain
mengajaknya berfikir sehat dan jernih. Mengajaknya untuk berfikir tentang
keberadaan kita sendiri sebagai manusia, keberadaan alam semesta dan juga
kehidupan yang ada didalamnya. Niscaya dengan cara ini akan dapat kita capai
kesadaran yang penuh akan keberadaan Allah.
Memang kalau seseorang sadang terbebani dengan banyak masalah dia cenderung
untuk melampiaskan kekesalan mereka pada bermacam-macam aktifitas. Dimulai
dengan menyalahkan orang lain atau kalau tidak ada orang lain yang dapat
disalahkan biasanya mereka menyalahkan diri sendiri sehingga berputus asa. Atau
mungkin juga melakukan penghujatan kepada Allah. Hal ini terjadi karena
ketidaksiapan diri mereka menerima ketentuan-ketentuan Allah.
Ketetapan-ketetapan yang manusia tidak mampu untuk merubahnya ini sesungguhnya
membutuhkan kesiapan mental dan keimanan yang sangat besar. Inilah ujian
keimanan yang sesungguhnya. Keimanan seseorang akan dipertaruhkan. Bagi yang
memiliki keimanan yang cukup kuat akan taqdir Allah, maka seseorang akan jauh
merasa lebih baik, lebih siap menerima segala kemungkinan dan kesulitan yang
mungkin dihadapi juga oleh orang lain.
Sebetulnya bukan hanya sabahat ukhti yang mengalami ketidaksiapan menerima
taqdir Allah ini. Banyak sekali manusia yang menjadi kafir dan ingkar akan
keimanan yang paling mendasar sekalipun karena tiadanya iman terhadap takdir
Allah. Inilah hakikat keimanan tidak mungkin seseorang dikatakan beriman
sepenuhnya jika tidak mengimani keenamperkara besar dalam keimanan. Semua rukun
iman harus kita imani tanpa ada pengecualian karena pengecualian dan
ketidakfahaman akan satau saja rukun iman akan menjerumuskan manusia ke dalam
kesesatan.
Kita harus paham seberapa jauh kita dapat mengimani keenam rukun iman ini
dengan 'aql kita dan seberapa jauh keterangan yang bisa kita dapatkan dari Al
Qur'an dan Sunnah mengenai keimanan itu sendiri. Dengan 'aql kita tidak mungkin
menjangkau dzat Allah juga bagainmana perbuatan Allah itu. 'Aql hanya
diperkenankan untuk meneliti bukti-bukti keberadaan Allah melalui
penciptaannya. Begitu pula dengan beriman akan taqdir Allah kita tidak mampu
menjangkau perbuatan Allah termasuk juga ketetapan-ketetapanNya atas manusia.
Kita hanya bisa mengikuti rambu-rambu sehingga tidak tersesat. Sedangkan alasan
kenapa ALlah melakukan itu semua adalah bukan wilayah 'aql kita untuk mencari
jawabannya.
Ukhti Sri Ningsih, mungkin sampai sini dulu diskusinya kalau ukhti mau
berdiskusi lebih panjang lagi atau tidak jelas dan butuh keterangan lebih
lanjut hubungi saya. Semoga Allah memeri kekuatan kepada kita untuk membela
agama ini, amin. Wass.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
- References:
- [milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua
- From: sri ningsih
Other related posts:
- » [milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua
- » [milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua
- » [milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua
- [milis-salafy] Re: minta pendapat dari saudara semua
- From: sri ningsih