[milis-salafy] Waspada dari Wasiat Bohong
- From: "abusalman" <ana@xxxxxxxxxxxxxx>
- To: salafy@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Sat, 08 Nov 2003 07:44:14 GMT
WASPADALAH TERHADAP WASIAT BOHONG
Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepada siapa saja diantara
orang orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka
dengan agama Islam , dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para
pendusta yang bohong dan tengik.
Assalamu ?alaikum, wr . wb. Amma ba?du :
Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada syekh Ahmad Khodim Al
HaramAn Nabawi, dengan judul :
? Ini adalah wasiat dari Madinah Munawwarah dari Ahmad Khodim Al Haram An
Nabawi ?
Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jum?at aku pernah tidak
tidur,membaca Al Qur?an, dan setelah membaca Asmaa?ul Husna aku bersiap siap
untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam
yang telah membawa ayat ayat Al Qur?an dan hukum hukum yang mulia, kemudian
beliau berkata : wahai syekh Akhmad, aku menjawab : ya, ya Rasulullah, wahai
orang yang termulia diantara makhluk Allah, beliau berkata kepadaku : aku
sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu, sehingga aku tak bisa
menghadapTuhanku dan para malaikat, karena dari hari Jum?at ke Jum?at
telahmeninggal dunia sekitar seratus enam puluh ribu jiwa ( 160 000 ) dengan
tidak memeluk agama Islam .
Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan
berkata : ?maka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah
MahaPerkasa?, selanjutnya beliau menyebutkan sebagian tanda tanda hari
kiamatdan berkata :? wahai syekh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada
mereka,sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang
menulisnya dan mengirimnya dari suatu negara ke negara lain, dari suatu
tempat ke tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan
barangsiapa yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya
syafaatku di hari kiamat nanti, barang siapa yang menulisnya sedangkan ia
fakir maka Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan
melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua
orang tuanya, berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak
menulisnyamaka hitamlah mukanya di dunia dan ahirat?.
Kemudian beliau melanjutkan :? Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika
aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam ,
barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan
neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah ia?.
Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah
shollallohu ?alaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat
bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umat manusia secara
terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.
Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif,
diantaranya pendusta itu mengatakan bahwa ia ( syekh Ahmad ) melihat
Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia
melihatnya ketika berjaga ( tidak dalam mimpi ), ia juga telah mendakwakan (
dalam wasiat itu ) berbagai hal yang jelas jelas bohong dan bathil, dan kami
akan terangkan nanti Insya Allah.
Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang tentang
kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang terangan, ketika kami
membaca selebaran terahir ini, kami ragu ragu menulisnya, karena jelas
kebatilannya dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga
sebelumnyahal itu bisa laku dikalangan orang orang berakal sehat, bahkan
banyak dari kawan kami yang memberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah
tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.
Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan
ketidak benaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah shollallohu
?alaihi wa sallam, sehingga tak seorangpun dapat tertipu olehnya.
Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang
berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu bahwa hal itu
adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telah menanyakan kepada
keluarga dekat syekh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan kepadanya,
tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu merupakan
pembohongan terhadap almarhum syekh Ahmad, sebab beliau belum pernah
mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia, seandainya
syekh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat dari padanya mendakwakan
bahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau berjaga,
kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu bohong
belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah shollallohu
?alaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan dibawah ini.
Diantaranya : bahwa Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam tidak akan
dapatdilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika ada
dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihat Rasulullah
shollallohu ?alaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau
beliaumenghadiri peringatan mulid atau yang lainnya, maka betul betul ia
telah berbuat salah dan menyeleweng, karena sesungguhnya mayat itu akan
bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.
Allah subhaanahu wa ta?aala berfirman :
]
ثمإنكمبعدذل&#
;ثمإنكميومال&
تبعثون[
?Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian
sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan ( dari kuburmu ) di hari
kiamat?( QS. Al Mu?minun, 15-16 ).
Dengan demikian berarti Allah subhaanahu wa ta?aala telah menjelaskan
bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti
sekarang ini, barang siapa yang menyalahi itu berarti ia jelas pembohong dan
penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui oleh
ulama salaf, para sahabat Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam, dan para
pengikut mereka dengan sebaik baiknya.
Kedua : bahwa Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam tidak akan mengatakan
sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik dimasa hidupnya maupun sesudah
wafatnya, dan wasiat di atas tadi benar benar telah menyalahi syariatnya
secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini.
Memang kadang kadang Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam dapat dilihat
dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia
betul betul melihatnya, karena syetan tidak bisa meyerupai wajah beliau,
sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits hadits shohih. Yang paling
penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya,
keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ? apakah ia melihat wajah
Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam atau yang lainnya ? jika ada hadits
disabdakan oleh Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam dimasa hidupnya
diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan kuat
hafalanya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum (
argumen), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan
dengan riwayat para perowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat
hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan,
maka yang pertama dimansukh ( dihapus masa berlakunya ) oleh yang kedua, dan
tidak boleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan
dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan
untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya dan lebih rendah
tingkatkeadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi syadz (
bertentangan dengan hadits lain yang lebih shoheh ) dan tidak bisa
diamalkan.
Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia
telah menukil dari Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam, tidak diketahui
keadilan dan amanatnya ? benar benar wasiat ini harus ditinggalkan dan tidak
perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam
,dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal hal yang
menunjukkan kebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah shollallohu ?alaihi
wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang tidak diizinkan oleh
Allah, sedangkan Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam pernah bersabda :
"
منقالعليمال&#
;فليتبوأمقعد&
منالنار".
?Barang siapa yang mengatakan sesuatu hal ( yang dinisbatkan kepada saya)
yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah ia menduduki
tempatnya dari api neraka?.
Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau
tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan
pada dirinya sendiri, bagaimana ia akan bebas dari azab Allah subhaanahu wa
ta?aala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat cepat bertaubat kepada
Allah subhaanahu wa ta?aala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa
ia telah mendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah
shollallohu ?alaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan
diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali dengan
mengumumkannya,sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali kepada
jalan yang lurus.
Allah subhaanahu wa ta?aala berfirman :
]
إنالذينيكتم&#
;أنزلنامنالب&
والهدىمنبعد
مابيناهللنا&#
فيالكتابأول&#
يلعنهماللهو&#
اللاعنون،إل&#
الذينتابواو&#
وبينوافأولئ&#
أتوبعليهموأ&#
التوابالرحي&#
[.
?Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami
turunkan, berupa keterangan keterangan ( yang jelas ) dan petunjuk, setelah
Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat Allah
dan dilaknat( pula )oleh semua ( makhluk )yang dapat melaknat, kecuali
merekayang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan
(kebaikan), maka terhadap merekalah Aku ( Allah ) menerima taubatnya dan
Akulah penerima taubat lagi MahaPenyayang? ( QS. Al Baqarah, 159-160 ).
Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang
menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali
jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskan kebenaran tersebut, Allah telah
menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan ni?mat-Nya kepada
mereka dengan mengutus Nabi Muhammad shollallohu ?alaihi wa sallam, dan
wahyuyang diturunkan kepadanya adalah sempurna, beliau tidak akan dicabut
nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya, sebagaimana yang telah
dijelaskan dalam firman-Nya :
]
البومأكملتل&#
;وأتممتعليكم
نعمتيورضيتل&#
الإسلامدينا
[.
?Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Kucukupkan kepadamu nu?matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimu?
( QS. Al Maidah, 3 ).
Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk
mengelabuhi manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa
yang mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yang
menolak syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia
hendak menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qur?an, yang mana jika
seseorang tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke
negara lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad shollallohu ?alaihi
wa sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan
jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu, ia telah berani berbuat
bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qur?an yang mulia dan
mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu tempat
ke tempat yang lainya, tidak akan mendapatkan keutamaan seperti itu jika ia
tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh keutamaan itu
jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari suatu negara ke
negara yang lain.
Barang siapa yang tidak menulis Al Qur?an dan tidak mengirimkannya
dari suatu negara ke negara yang lain, maka tidak diharamkannya baginya
syafaat Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam, jika ia benar benar
mengimaninya dan mengikuti syariatnya, satu kebohongan dalam wasiat ini saja
sudah menjadi bukti atas kebatilannya, kebohongannya yang jelas,
kecerobohan,kebodohan, dan jauhnya dari ajaran Rasulullah shollallohu
?alaihiwa sallam.
Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal hal
yang menunjukkan ketidak benaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu
bersumpah seribu kali atau lebih atas kebenarannya.
Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia
akan tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas kebenarannya, maka
tetap ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar,
bahkan saya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan itu
merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina, kita
bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada kita dan
kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu kesaksian kita
sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan bohong kalau
dinisbatkan kepada Rasulullah r, semoga Allah membuat hina orang orang yang
menisbatkan wasiat itu kepada Nabi Muhammad r, dan menyiksanya sesuai dengan
perbuatannya.
Diantara sekian banyak kebatilan dan kebohongan wasiat tersebut
adalah :
Pertama :
Isi kandungan wasiat tersebut yang berbunyi :? karena dari Jum?at
ke Jum?at telah meninggal dunia sekitar 160.000 orang dengan tidak memeluk
agama Islam ?, kerena hal itu merupakan ilmu ghaib, dan wahyu bagi
Rasulullahshollallohu ?alaihi wa sallam telah berhenti setelah beliau wafat,
sedangkan pada masa hidupnya beliau tidak tahu ilmu ghoib, mana mungkin hal
itu bisa terjadi sepeninggal beliau ?
Allah subhaanahu wa ta?aala berfirman :
]
قللاأقوللكم&#
;خزائناللهول&
أعلمالغيبول&#
أقوللكمإنيم&#
إنأتبعإلاما
يوحىإليقلهل
يستويالأعمى
والبصيرأفلا
تتفكرون[
?Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan
Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak
(pula)aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, aku mengetahui apa
yang telah diwahyukan kepadaku, katakanlah, apakah sama orang yang buta
dengan orang yang melihat ? maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?? (QS. Al
An?am, 50 ).
]قل
لايعلممنفال&#
والأرضالغيب
إلااللهوماي&#
أيانيبعثون[
?Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara ghoib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan
mereka akan dibangkitkan? (QS. An Naml, 65 ).
Dalam hadits shoheh disebutkan, bahwa Nabi Muhammad shollallohu ?alaihi wa
sallam bersabda :
"
يذادرجالعنح&#
;القيامةفأقو&
:
يارب،أصحابي&#
;فيقاللي:
إنكلتدريماأ
بعدك،فأقولك&#
قالالعبدالص&#
:
وكنتعليهمشه&#
;دمتفيهم،فلم&
توفيتنيكنتأ&#
الرقيبعليهم
وأنتعلىكلشي&#
قدير".
?Banyak orang orang yang dijauhkan dari telagaku pada hari kiamat
nanti, maka aku berkata : ya Rabb, mereka adalah sahabat sahabatku, mereka
sahabat sahabatku, maka dikatakan kepadaku : sesungguhnya engkau tidak tahu
tentang apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat ?, maka aku berkata
sebagaimana hamba sholeh(Nabi Isa) berkata :? Dan aku menjadi saksi bagi
mereka selama aku hidup bersama mereka, maka setelah Engkau telah mewafatkan
aku, Engkaulah yang menjadi penguasa bagi mereka dan sesungguhnya Engkau
MahaMengetahui atas segala sesuatu?.
Kedua :
Ungkapan yang mengatakan : ?barang siapa yang menulisnya sedangkan
ia orang fakir , maka Allah akan menjadikan kaya, atau ia berhutang maka
Allah akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah akan mengampuninya serta
kedua orang tuanya berkat wasiat ini, ? dan seterusnya?, ini merupakan
kebohongan besar dan bukti nyata atas kebohongan pedusta itu, betapa ia
tidakpunya malu terhadap Allah dan hamba hambaNya, karena ketiga hal di atas
tidak bisa dicapai hanya dengan menulis Al Qur?an, apalagi menulis wasiat
iniyang jelas batilnya, tidak lain pelaku dosa ini hanyalah akan
mengkaburkanmanusia saja, serta menjadikan mereka selalu bergantung kepada
wasiat itu, sehingga mereka mau menulisnya dan mengelu elukan keutamaan yang
dijanjikan, dengan meninggalkan tuntunan yang telah disyari?atkan Allah
kepada hamba hambaNya, ia menjadikan wasiat itu sebagai sarana mencapai
kekayaan, membayar hutang, dan ampunan Tuhan, kita berlindung kepada Allah
dari kehinaan, mengikuti hawa nafsu dan syetan.
Ketiga :
Isi kandungannya yang berbunyi :? sedangkan barang siapa yang tidak
menulisnya, maka hitamlah mukanya di dunia dan aherat?.
Ini juga merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebatilan wasiat
tersebut serta pengecutnya pendustanya, mana ada orang yang berakal akan
menerima perkataan itu, pembawa wasiat itu adalah seorang manusia yang hidup
pada abad keempat belas hijriyah, dan tidak diketahui identitasnya, ia
mendakwakan kebohongan atas diri Rasulullah shollallohu ?alaihi wa sallam
dengan anggapan bahwa barang siapa yang menulisnya akan dijamin dengan tiga
jaminan di atas.
MahaSuci Engkau Ya Allah, ini merupakan kebohongan yang besar,
buktibukti dan realita yang secara empiris telah menunjukkan atas kebohongan
pendusta itu, betapa besar dosanya di sisi Allah, sebab kelancangannya benar
benar ia tidak punya malu terhadap Allah dan semua manusia, karena telah
banyak orang yang tidak menulis wasiat ini, namun mereka toh mukanya tidak
hitam, di lain pihak telah banyak orang yang menulis wasiat ini, namun
merekamasih juga tetap tidak bisa membayar hutangnya, dan tetap saja dalam
kefakirannya.
Maka marilah kita berlindung kepada Allah subhaanahu wa ta?aala
darikecenderungan hati dan dari kotoran dosa, sifat sifat dan balasan
balasandi atas tidak pernah di janjikan oleh syariat yang mulia bagi orang
orang yang menulis kitab suci Al Qur?an, kitab yang paling mulia dan paling
agung, bagaimana hal itu bisa dicapai oleh orang yang menulis wasiat bohong,
wasiat yang mencakup berbagai kebatilah, dan dihiasi bermacam macam
kekafiran.
MahaSuci Allah, alangkah sabarnya Dia ( Allah ) terhadap hamba hamba yang
berbuat dusta atas-Nya.
Keempat :
Isi wasiat ini berbunyi :?barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, pasti
akan selamat dari siksaan neraka, jika tidak percaya kafirlah dia?.
Ini juga merupakan keberanian yang luar biasa untuk berbuat bohong,
dengan kebatilannya pendusta itu mengajak semua manusia untuk mempercayai
tipu dayanya, ia mengira bahwasanya mereka akan selamat dari api neraka jika
memang mau mempercayainya, dan barang siapa yang tidak mempercayainya maka
iapantas dianggap kafir, demi Allah, pembohong itu tidak mengatakan sesuatu
yang haq, bahkan sebaliknya, jika ada orang yang mempercayainya maka ia
pastidianggap kafir, bukan orang yang mendustakannya karena dakwaannya tidak
berdasar dalil.
Kita bersaksi kepada Allah, bahwasanya dakwaan itu adalah bohong
belaka, pendusta itu hendak mensyariatkan kepada manusia apa apa yang tidak
di izinkan Allah, dan sengaja memasukkan sesuatu hal baru dalam agama mereka
apa apa yang tidak ada didalamnya, sedangkan Allah telah melengkapi dan
mencukupkan agama umat ini, sejak empat belas abad yang silam, yaitu sebelum
datangnya pendusta ini.
Maka berwaspadalah, wahai para sidang pembaca dan kawan kawan
seagama, janganlah percaya terhadap dakwaan dakwaan dusta seperti ini,
jauhilah penyebarannya di kalangan anda sekalian, karena yang haq selalu
disinari oleh cahaya yang tidak kabur, carilah kebenaran disertai dalilnya,
bertanyalah kepada para Ulama jika kamu mendapatkan kesulitan, dan janganlah
tertipu oleh sumpah sumpah bohong pendusta, karena iblis telah bersumpah
kepada kedua orang tua kita yaitu Adam dan Hawa, bahwasanya ia sebagai
penasehat bagi keduanya, padahal ia tak lain adalah gembong penghianat dan
pendusta ulung, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al Qur?an :
]
وقاسمهماإني&#
;لمنالناصحين
[
?Dan dia ( syetan ) bersumpah kepada keduanya ( Adam dan Hawa ),
sesungguhnya saya adalah termasuk orang orang yang memberi nasehat kepadmu
sekalian ? ( QS. Al A?raf, 21 ).
Maka dari itu, anda sekalian harus selalu waspada terhadap pendusta
ini dan para pengikutnya, sebab banyak diantara mereka yang mempunyai sumpah
bohong, mengingkari janji, dan menghiasi perkataan perkataannya untuk
membujuk dan menyesatkan.
Semoga Allah tetap memelihara kami, anda sekalian dan kaum muslimin
semua dari segala kejahatan syetan, fitnahan orang orang yang menyesatkan,
penyelewengan orang orang yang menyimpang, dan tipu daya musuh musuh Allah
subhaanahu wa ta?aala, mereka hendak membaurkan agama dan memadamkan cahaya
Allah dengan mulut mulut mereka dan mengkaburkan agamaNya bagi umat manusia,
tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya serta menolong agama-Nya,
walaupun musuh musuh-Nya baik dari kelompok syetan dan pengikutnya maupun
orang orang kafir dan atheis itu tidak rela.
Adapun hal hal yang telah disebutkan pendusta ini tentang timbulnya
kemungkaran kemungkaran adalah realitas, dan Al Qur?an dan hadits pun telah
memperingatkan kita sejauh mungkin, pada keduanya ( Al Qur?an dan Hadits )
terdapat hidayah dan kecukupan.
Mari kita memohon kepada Allah, agar berkenan memperbaiki keadaan
kaum muslimin dan memberi karunia kepada mereka untuk tetap mengikuti yang
haq dan tetap kosisten dalam menjalankannya, serta mau bertaubat kepada-Nya
dan meminta ampunan-Nya dari segala macam dosa, karena sesungguhnya Dia Maha
Penerima taubat, Pemurah dan berkuasa atas segala galanya.
Adapun yang telah disebutkan tentang tanda tanda hari kiamat, maka
hal itu sudah dijelaskan oleh hadits hadits shoheh, selain juga Al Qur?an
telah menyinggung sebagian saja, barang siapa yang ingin mengetahuinya ia
dapat mendapatkannya pada bab bab tertentu dalam buku buku hadits serta
karangan karangan para ahli ilmu dan iman.
Akhirnya, sudah cukup jelas bagi kita bahwa kebohongan pendusta itu
tidak diragukan lagi, karena ia telah mengkaburkan dan mencampur adukan
antara yang haq dan yang batil, cukup Allah lah sebagai penolong kita, Dia
sebaik baik pelindung, tak ada kekuasaan dan kekuatan apapun kecuali
ditanganAllah.
الحمدللهربا&#
وصلىاللهعلى
عبدهورسولها&#
الأمين،وعلى
آلهوأصحابهو&#
بإحسانإلىيو&#
الدين.
Dinukil dariالحذر منال
Waspada Terhadap Bid'ah Oleh Syaikh Abdullah Bin Abdul Aziz Bin Baz,Mufti
Saudi Arabia
============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://www.salafy.or.id/layanan.php
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy@xxxxxxxxxxxxx"
Free Webmail @salafy.cjb.net, @assalafi.cjb.net, @s.salafy.or.id,
@user.salafy.or.id, @salafy.za.net, @assalafi.za.net, @salafy.zzn.com.
----------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [milis-salafy] Waspada dari Wasiat Bohong