[milis-salafy] Petunjuk Berbuka seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam

 Senin, 03 November 2003 - 00:22:40,  Penulis : Syaikh Salim bin Ied
Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Kategori : Fiqh Petunjuk Berbuka
seperti Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam
1. Kapan orang yang puasa berbuka ?
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya) : ?Kemudian
sempurnakanlahpuasa hingga malam" [Al-Baqarah : 187].
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menafsirkan dengan datangnya malam
dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. Kami telah
membawakan(penjelasan ini pada pembasahan yang telah lalu,-ed) agar menjadi
tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda.

Wahai hamba Allah, inilah perkataan-perkataan Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam ada di hadapanmu dapatlah engkau membacanya, dan keadaannya yang
sudah jelas dan telah engkau ketahui, serta perbuatan para sahabatnya,
Radhiyallahu 'anhum telah kau lihat, mereka telah mengikuti apa yang dibawa
oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan sanad yang
dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan al-Haitsami dalam
Majma' Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al Audi : "Para sahabat Muhammad
Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam
berbuka dan paling akhir dalam sahur".

2. Menyegerakan berbuka
Wahai saudaraku seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari telah terbenam,
janganlah dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di ufuk, dengan ini
berarti engkau telah mengikuti sunnah Rasuullah Shallallahu 'alaihi wa
sallamdan menyelisihi Yahudi dan Nasrani, karena mereka mengakhirkan
berbuka.Pengakhiran mereka itu sampai pada waktu tertentu yakni hingga
terbitnya bintang. Maka dengan mengikuti jalan dan manhaj Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam berarti engkau menampakkan syiar-syiar agama,
memperkokoh petunjuk yang kita jalani, yang kita harapkan jin dan manusia
berkumpul diatasnya. Hal-hal tersebut dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam pada paragraf-paragraf yang akan datang.

a. Menyegerakan berbuka berarti menghasilkan kebaikan.
Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda (yang artinya) : ?Senantiasa manusia di dalam kebaikan
selamamenyegerakan berbuka" [Hadits Riwayat Bukhari 4/173 dan Muslim 1093].

b. Menyegerakan berbuka adalah sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam
Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka berarti mereka tetap di atas sunnah
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan manhaj Salafus Shalih, dengan
izin Allah mereka tidak akan tersesat selama "berpegang dengan Rasul mereka
(dan) menolak semua yang merubah sunnah".

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda (yang artinya) : ?Umatku akan senantiasa dalam sunnahku
selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa)" [Hadits Riwayat
Ibnu Hibban (891) dengan sanad Shahih, asalnya -telah lewat dalam shahihain-
Kami katakan : Syia'h Rafidhoh telah mencocoki Yahudi dan Nasrani dalam
mengakhirkan buka hingga terbitnya bintang. Mudah-mudahan Allah melindungi
kita semua dari kesesatan.]. 

c. Menyegerakan berbuka berarti menyelisihi Yahudi dan Nashrani
Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan dikarenakan mengikuti
manhaj Rasul mereka, memelihara sunnahnya, karena sesungguhnya Islam
(senantiasa) tetap tampak dan menang, tidak akan memudharatkan orang yang
menyelisihinya, ketika itu umat Islam akan menjadi singa pemberani di lautan
kegelapan, tauladan yang baik untuk diikuti, karena mereka tidak menjadi
pengekor orang Timur dan Barat, (yaitu) pengikut semua yang berteriak, dan
condong bersama angin kemana saja angin beriup.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda (yang artinya) : ?Agama ini akan senantiasa menang selama
manusia menyegerakan berbuka [1], karena orang-orang Yahudi dan Nasrani
mengakhirkannya" [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223, sanadnya
Hasan]

Kami katakan :
Hadits-hadits di atas mempunyai banyak faedah dan catatan-catatan penting,
sebagai berikut :
1. Kemenangan agama ini dan berkibarnya bendera akan tercapai dengan syarat
menyelisihi orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, ini sebagai
penjelasan bagi umat Islam, bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan yang
banyak, jika membedakan diri dan tidak condong ke Barat ataupun ke Timur,
menolak untuk mengekor Kremlin atau mencari makan di Gedung Putih (Istana
Kepresidenan Amerika, red) -mudah-mudahan Allah merobohkannya-, jika umat
iniberbuat demikian mereka akan menjadi perhiasan diantara umat manusia,
jadipusat perhatian, disenangi oleh semua hati. Hal ini tidak akan terwujud,
kecuali dengan kembali kepada Islam, berpegang dengan Al-Qur'an dan
As-Sunnahdalam masalah Aqidah dan Manhaj.

2. Berpegang dengan Islam baik secara global maupun rinci, berdasarkan
firmanAllah (yang artinya) : ?Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
dalam Islam secara kaffah" [Al-Baqarah : 208]. 

Atas dasar inilah, maka ada yang membagi Islam menjadi inti dan kulit, (ini
adalah pembagian) bid'ah jahiliyah modern yang bertujuan mengotori fikrah
kaum muslimin dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran kekhawatiran. (Hal
ini) tidak ada asalnya dalam agama Allah, bahkan akhirnya akan merembet
kepada perbuatan orang-orang yang dimurkai Allah, (yaitu) mereka yang
mengimani sebagian kitab dan mendustakan sebagian yang lainnya ; kita
diperintah untuk menyelisihi mereka secara global maupun terperinci, dan
sungguh ! kita mengetahui buah dari menyelisihi Yahudi dan Nasrani adalah
tetap (tegak)nya agama lahir dan batin.

Dakwah ke jalan Allah dan memberi peringatan kepada mukminin tidak akan
terputus, perkara-perkara baru yang menimpa umat Islam tidak menyebabkan
kitamemilah syiar-syiar Allah, jangan sampai kita mengatakan seperti
perkataan kebanyak mereka : "Ini perkara-perkara kecil, furu'. khilafiyah
danhawasyiyah, kita wajib meninggalkannya, kita pusatkan kesungguhan kita
untuk perkara besar yang memecah belah shaf kita dan mencerai-beraikan
barisan kita.

Perhatikanlah wahai kaum muslimin, da'i ke jalan Allah di atas basyirah,
engkau telah tahu dari hadits-hadits yang mulia bahwa jayanya agama ini
bergantung pada disegerakannya berbuka puasa yang dilakukan tatkala
lingkaranmatahari telah terbenam, 

Maka bertaqwalah kepada Allah (wahai) setiap orang yang menyangka berbuka
ketika terbenamnya matahari adalah fitnah, dan seruan untuk menghidupkan
sunnah ini adalah dakwah yang sesat dan bodoh, menjauhkan umat Islam dari
agamanya atau menyangka (hal tersebut) sebagai dakwah yang tidak ada
nilainya, (yang) tidak mungkin seluruh muslimin berdiri di atasnya, karena
hal itu adalah perkara furu', khilafiyah atau masalah kulit!! Walaa haula
walaa quwwata illa billah.

d. Berbuka sebelum shalat maghrib
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka sebelum shalat Maghrib
[Hadits Riwayat Ahmad (3/164), Abu Dawud (2356) dari Anas dengan sanad
Hasan]karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi. Dari Abu
Darda' Radhiyallahu 'anhu : "Tiga perkara yang merupakan akhlak para Nabi :
menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan (kanan, red)
di atas tangan kiri dalam shalat" [Hadits Riwayat Thabrani dalam Al-Kabir
sebagaimana dalam Al-Majma (2/105) dia berkata : "..... marfu' dan mauquf
shahih adapaun yang marfu' ada perawi yang tidak aku ketahui biografinya".
Aku katakan Mauquf -sebagaimana telah jelas- mempunyai hukum marfu'].

3. Berbuka dengan apa ?
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma, kalau tidak
ada korma dengan air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayang dan semangatnya
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (untuk kebaikan) umatnya dan dalam
menasehati mereka. Allah berfirman (yang artinya) : ?Sesungguhnya telah
datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya
penderitaan olehmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu,
amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin" [At-Taubah :
128].

Karena memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang manis, lebih
membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang sehat,
dia akan menjadi kuat dengannya (korma). Adapun air, karena badan ketika
dibawa puasa menjadi kering, jika didinginkan dengan air akan sempurna
manfaatnya dengan makanan.

Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung berkah dan
kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruhnya terhadap hati dan
mensucikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang berittiba'.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu (ia berkata) :(yang artinya) :
?AdalahRasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma basah
(ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr),
jikatidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air" [Hadits Riwayat Ahmad
(3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah (3/277,278), Tirmidzi 93/70)
dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih].

4. Yang diucapkan ketika berbuka
Ketahuilah wahai saudaraku yang berpuasa - mudah-mudahan Allah memberi
taufiqkepada kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa
sallam- sesungguhnya engkau punya do'a yang dikabulkan, maka manfaatkanlah,
berdo'alah kepada Allah dalam keadaan engkau yakin akan dikabulkan,
-ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai-.
Berdo'alah kepada-Nya dengan apa yang kamu mau dari berbagai macam do'a yang
baik, mudah-mudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan akhirat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda (yang artinya) : ?Tiga do'a yang dikabulkan : do'anya orang
yang berpuasa, do'anya orang yang terdhalimi dan do'anya musafir" [Hadits
Riwayat Uqaili dalam Ad-Dhu'afa' (1/72), Abu Muslim Al-Kajji dalam Juz-nya,
dan dari jalan Ibnu Masi dalam Juzul Anshari {..} sanadnya hasan kalau tidak
ada 'an-'annah Yahya bin Abi Katsir, hadits ini punya syahid yaitu hadits
selanjutnya.]

Do'a yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu engkau berbuka berdasarkan
hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : ?Tiga orang yang tidak akan
ditolak do'anya : orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan
do'anyaorang yang didhalimi" [Hadits Riwayat Tirmidzi (2528), Ibnu Majah
(1752), Ibnu Hibban (2407) ada jahalah Abu Mudillah.]

Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda.
(yang artinya) : ?Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa
yang tidak akan ditolak" [Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422),
Ibnu Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81)
ini sanad yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.].

Do'a yang paling afdhal adalah do'a ma'tsur dari Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan ?Dzahabad-dhoma'u
wabtalatil 'uruuqu watsabbatil ajru insya Allah? (yang artinya) : ?Telah
hilang dahaga dan telah basah uart-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya
Allah" [Hadits Riwayat Abu Dawud 92/306), Baihaqi (4/239), Al-Hakim (1/422)
Ibnu Sunni (128), Nasaai dalam 'Amalul Yaum (296), Daruquthni (2/185) dia
berkata : "sanadnya hasan". Aku katakan : memang seperti ucapannya.]

5. Memberi makan orang yang (berbuka, red) puasa
Bersemangatlah wahai saudaraku -mudah-mudahan Allah memberkatimu dan memberi
taufik kepadamu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa- untuk memberi makan
orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :
?Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala
seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun"
[Hadits Riwayat Ahmad (4/144,115,116,5/192) Tirmidzi (804), ibnu Majah
(1746), Ibnu Hibban (895), dishahihkan oleh Tirmidzi.]

Orang yang puasa harus memenuhi undangan (makan) saudaranya, karena
barangsiapa yang tidak menghadiri undangan berarti telah durhaka kepada Abul
Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam, dia harus berkeyakinan bahwa Allah
tidakakan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya, tidak akan dikurangi
pahalanya sedikitpun.

Orang yang diundang disunnahkan mendo'akan pengundangnya setelah selesai
makan dengan do'a-do'a dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang
artinya): ?Telah makan makanan kalian orang-orang bajik, dan para malaikat
bershalawat (mendo'akan kebaikan) atas kalian, orang-orang yang berpuasa
telah berbuka di sisi kalian" [Hadits Riwayat Abi Syaibah (3/100), Ahmad
(3/118), Nasa'i dalam 'Amalul Yaum" (268), Ibnu Sunni (129), Abdur Razak
(4/311) dari berbagai jalan darinya, sandnya shahih. Peringatan : Apa yang
ditambahkan oleh sebagian orang tentang hadits ini : "Allah menyebutkan di
majlis-Nya" adalah tidak ada asalnya. Perhatikan !!]

Doa? ?Allahumma ath ?im man ath ?amanii, wa as qi man saqoonii? (yang
artinya) : ?Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, berilah
minumorang yang memberiku minum" [Hadits Riwayat Muslim 2055 dari Miqdad]

Do?a ?Allahummagh fir lahum warhamhum wa baarak fiima rozaq tahum? (yang
artinya) : ?Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah barakah pada
seluruh rizki yang Engkau berikan" [Hadits Riwayat Muslim 2042 dari Abdullah
bin Busrin]

Footnote : 
[1]. Hal ini bukan berarti, jika manusia telah terlena dengan dunianya
hinggamereka mengakhirkan bbukan mengikuti Yahudi dan Nasrani, kemudian
agamaini menjadi kalah, tidak demikian keadaannya, Islam senantiasa akan
menang kapanpun juga, dan dimanapun tempatnya. Wallahu a'lam, -ed
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=313[1] 

--- Links ---
   1 http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=313
============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://www.salafy.or.id/layanan.php
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy@xxxxxxxxxxxxx"
Free Webmail @salafy.cjb.net, @assalafi.cjb.net, @s.salafy.or.id, 
@user.salafy.or.id, @salafy.za.net, @assalafi.za.net, @salafy.zzn.com. 
----------------------------------------------------------------------------

Other related posts: