[milis-salafy] Re: Fwd: [ukhuwah.or.id] HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!! (payah!!!)

Assalamu'alaikum
 
menanggapi permintan tanggapan dari zaky. Kebetulan ana di Bandung mengetahui 
kedatangan Abu Qotadah bersama Ustadz Abu Hamzah dari Yaman, dan beliau berdua 
sempat mengisi ta'lim (sebelum Abu Qotadah bergabung dengan sururi), Ustadz Abu 
Hamzah pergi Ke Yaman hampir bersamaan dgn Abu Qotadah, dan di Yaman mereka 
berdua adalah sahabat kental, sehingga wajar saja jika Ustadz Abu Hamzah adalah 
orang yang paling tahu tentang bagaimana Abu Qotadah dibanding ustadz-ustadz 
lain yang bersama di Yaman juga. Akhirnya terjadi apa yang terjadi Abu Qotadah 
bergabung dengan sururi yang dulu justru dia sendiri yang mencelanya. 
 
Lalu sebagai salah satu nasehat agama untuk Abu Qotadah dan untuk salafiyin 
dari ustadz Abu Hamzah maka beliau menulis Man Huwa Abu Qotadah. dan serta 
merta banyak email ke webmaster salafy.or.id yang menampakkan "kepanasan" 
ustadznya di tahdzir (/dinasehati).
 lalu ustadz Abu Hamzah pun menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya adalah 
Syar'i dan merupakan manhaj Salaf. 
Kemudian pada saat kajian beliaupun sempat menyinggung masalah ini.
berikut adalah transkrip ta'lim hari ahad setelah dimuatnya ManHuwa Abu 
Qotadah, :
 
Transkrip rekaman kaset ta'lim

Pembicara        : Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Tempat             : Masjid LIPI, Dago, Bandung

Waktu               : Ahad tanggal 12 Oktober 2003 pukul 14.00-16.00

Kitab                 : Annaqdu manhajussyar'I (Kritikan adalah manhaj yang 
syar'i)

Karya                : Syaih Rabi' bin Hadi Al Madkholi

 

Alhamdulillahi washolatu wassalamu 'ala rosulillah, segala puji bagi Allah, 
sholawat dan salam atas Rosulullah, amma ba'du

Qola Syaikh Robi' bn Hadi Al Madkholi Hafidzohullah : Al Amru bil Ma'ruf wa 
nahyi anil munkar , memerintah kepada yang baik mencegah dari perkara yang 
munkar adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh ummat ini, dan juga 
merupakan kewajiban-kewajiban yang paling besar dimana agama tidak akan tegak 
kecuali dengan keduanya, yang pertama adalah amar ma'ruf dan yang kedua adalah 
nahyi munkar.

 

Al Bayan, keterangan :

Menerangkan perkara yang haq kehadapan manusia dan tidak menyembunyikannya 
adalah perkara yang besar yang di dalamnya terdapat janji yang besar yaitu 
berupa pahala bagi orang-orang yang menjelaskan dan menyampaikannya ke hadapan 
manusia, menyampaikan al-'ilmu dan agama Allah subhanahu wa ta'ala. Sebaliknya 
ancaman yang keras atas orang-orang yang menyembunyikannya. Allah berfirman 
dalam al Baqoroh : 159:" Sesngguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang 
telah Allah turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk seteah kami 
terangkan di dalam al kitab maka sesunguhnya mereka itu dilaknat oleh Allah dan 
mendapatkan la'nat dari orang-orang yang melaknat" 

 

Hal ini yaitu menerangkan perkara yang haq kepada manusia dan mengajak orang 
untuk loyal kepada ahlinya serta menjauhkan manusia dari perkara yang batil dan 
memerintahkan untuk meninggalkan para ahli batil, itu ditolak dan dikaitkan 
oleh ahli bid'ah dan ahlul dolal dan sufiyah dengan perkara al Ghibah. Nah 
seperti inilah ya ikhwan ahlul bid'ah ketika dikritik mereka akan mencari 
seribu alasan untuk menghindar dari kritikan itu. Dan Allahul musta'an ketika 
kita berbicara tentang sii fulan, atau jamaah fulan maka akan datang serta 
merta bersama itu tuduhan-tuduhan ghibah. Ummat sekarang ini sudah banyak tidak 
tahu tentang masalah gibah. Adapun ahlul bid'ah, makanya ya ikhwan, tentunya 
tidak mau jika aurot kesesatan mereka  itu terbongkar sehingga mereka 
bersembunyi dengan alasan ghibah. Miskin.. memang mereka ini ahli bid'ah, 
miskin.. ahlul dolal dan orang-orang sufiyah ini  yang biasa senyum disana 
senyum disini yang damai disana dan damai disini, semua dianggapnya sebagai 
kawan 
 bahkan orang-orang kafir pun dianggap kawan uhffilakum dari mereka-mereka ini 
ya ikhwaan, hindarkan diri diri kita dari mereka yang mengatakan demikinan. 
Na'am , jadi kita jelaskan sekali lagi jadi ahlil bid'ah bersembunyi dari 
kritikan-kritikan itu dibalik alasan ghibah. 

 

Wa Allahul musta'an ketika ana menulis tentang Abu Qotadah, maka dengan serta 
merta datang tanggapan-tanggapan yang hampir semua  mengatakan, ?ini ghibah ya 
akhi, dia seorang da'i tahuid ya akhi? dia seorang da'i yang menyerukan untuk 
meninggalkan bid'ah ya akhi.. . Maka saya katakan pada mereka aku tidak peduli 
walaupun 500 orang atau 2000 orang mengenal sunnah melalui tangannya abu 
Qotadah, mengenal bid'ah melalui tangannya Abu Qotadah , tetapi kalau orang itu 
tidak lurus dan malah bermuamalah dengan ahlul bid'ah Ya opo? ? Apa artinya? 
Hal ini semua tidaklah menjadikan saya untuk diam berbicara tentangnya. 
Orang-orang munafiq mereka mempunyai kebaikan, tetapi tidak sedikitpun Allah 
menyatakan pujiannya di dalam Al Qur'an. Orang- orang khawarij, Masya Allah, 
bacaan quran mereka , jidat-jidat meraka hitam, tetapi Roulullah tetap mencerca 
mereka, bahkan A'isyah Radhiallahu 'anha mengatakan mereka kilabu ahlinnar, 
anjing neraka. Na'am. Kalau seandainya perkara menerangkan kepada ummat
 tentang yang haq dan menjauhkan dari perkara yang batil itu merupakan ghibah, 
tentu Rosulullah telah bergibah, para shahabat telah berghibah, ibnu Umar telah 
menggibah Qodariyah, Ibnu Abbas telah menggibah khawarij, maka tentu juga para 
tabiin telah telah bergibah dan semua ulama Islam telah berghibah, dan ini 
perkara yang mustahil bagi mereka, karena mereka bukan orang-orang yang tidak 
tahu tentang ghibah. Dan kita nasehatkan juga kepada orang-orang kecil itu 
untuk  pelajari gibah, membahas secara khusus tentang ghibah agar mereka 
mengetahui seperti apa yang dinamakan ghibah dan seperti apa yang dinamakan 
mengkritik secara syar'i. na'am.

 

Qola [Syaikh Rabi'] : wal ghibah Laa Syak annaha haroomun ?, dan tidak ragu 
lagi bahwa ghibah merupakan perkara yang diharamkan dan juga melanggar 
kehormatan muslimin serta darah-darahnya serta harta-hartanya juga perkara yang 
diharamkan. Demikianlah Rosullullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah 
berkhutbah pada hari idul adha seperti yang diriwayatkan dari Abu Bakroh 
rhadiallahu 'anhu beliau berkata: beliau [Rosul] bertanya hari apakah ini? Maka 
para sahabatnya menjawab Allah dan RosulNya  lebih mengetahui, lalu kami diam. 
Lalu Rosul bertanya lagi, bukankah ini hari Adha? Para sahabat menjawab  benar 
ya rosulullah, Lalu Rosulullah bertanya lagi , Bulan apakah ini? Para Sahabat 
menjawab: Allah dan Rosulnya lebih mengetahui, lalu kami diam sehngga kami 
mengira bahwasanya Rosul akan menyebutnya dengan nama lain. Rosul bertanya 
lagi, apakah ini bulan harom?, ..ya'ni para sahabat sebenarnya tahu bahwa ini 
bulan harom tetapi khawatir Rosullullah akan menyebut bulan harom dengan sebutan
 lain. ?Lalu kami jawab, benar ya rosullulah. Lalu Rosulullah bertanya lagi 
Negeri Apa ini? Lalu kami diam sampai-sampai kami mengira  rosul akan 
menyebutkan negeri itu dengan negri lain, lalu Rosul bertanya lagi : bukankah 
ini Negeri Harom yang telah ma'ruf ,diketahui dan masyhur ? maka para sahabat 
pun mengetahui bahwa negeri itu negeri harom, lalu sahabat mejawab: benar ya 
Rosulullah. Kemudian Rosulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah telah 
mengharamkan atas kalian darah-darah kalian dan harta-harta kalian serta 
kehormatan-kehormatan kalian seperti keharamannya pada hari ini, ya'ni yang 
memiliki kehormatan, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini" (Muttaqun 
'alaih). Jadi jelaslah bahwa dengan hadits yang disampaikan atau diriwayatkan 
dari Abu Bakroh ini merupakan suatu dalil bahwasannya ghibah itu adalah 
aperkara yang diharamkan, tetapi masalahnya jangan sampai perkara yang gibah 
dikatakan ghibah dan yang bukan ghibah juga dikatakan ghibah. Harus ada yang 
pembedaan antara
 yang ghibah dan yang bukan. 

 

Tidak setiap menceritakan kejelekan orang lain itu disebut ghibah tetapi harus 
melihat sisi-sisi ketentuan dari perkara itu, tidak mungkin ya ikhwan para 
ulama para ahli hadits ketika menceritakan tentang fulan do'if, fulan kadzab, 
fulan begini dan begini , itu dikatakan ghibah. Apakah ada yang mengatakan ini 
ghibah? Kalau ada orang ini telah majnun [gila], yaa. Ga mungkin, ya ikhwan, 
masalah yang seperti ini disebut ghibah. Ar Rosul shalallahu'alaihi wassalam 
pernah menceritakan tentang Abu Jahm, Rosul juga telah menceitakan tentang 
Muawiyah ketika mereka ingin meminang seorang shohabiyah lalu kemudian dua 
orang ini kembali, lalu rosul menceritakan tentang dua orang ini . Kedua orang 
ini ketika diceritakan oleh Rosulullah shalallahu 'alaihi wasallam mereka tidak 
ada di tempat. Apakah kita katakan bahwa Rosulullah telah berghibah, sementara 
rosulullah sendiri yang bersabda dalam hadits ini Allah mengharamkan 
darah-darah kalian, mengharamkan harta-harta kalian dan mengharamkan
 kehormatan-kehormatan kalian, na'am. 

 

Wallahu subhanahu wata'ala berfirman dalam AlQuran surat Al Hujurot :12 : " 
Wahai orang -orang yang beriman, jauhilah oleh kalian banyak prasangka, karena 
sebagian prasangka adalah dosa, dan janganlah kalian saling intai mengintai, 
dan janganlah kalian salng gibah menggibah, apakah kalian menyukai memakan 
daging saudaranya yang telah menjadi bangkai, tentu kalian membencinya" [Qola 
Syaikh Rabi ] Laa syak ?,  Maka tidak ragu lagi bahwasannya daging-daging kaum 
muslimin ini hukumnya harom, diharamkan bagi seseorang untuk membunuh kaum 
muslimin, dan orang yang mengghibah saudaranya seolah-olah ia sedang memakan 
bangkai, dan siapa orang yang sanggup untuk memakan bangkai yang sudah busuk, 
tentu tidak ada. Tentu saja setiap jiwa ini menolaknya. Akan tetapi demi 
tercapainya kemaslahatan dan demi tercapainya maksud-maksud Islam, demi 
terproteksi nya agama ini  serta terjaganya agama ini, maka Allah subhnahu wa 
ta'ala membolehkan perkara-perkara yang kadang-kadang bentuknya seperti ghibah
 tapi ia tidak termasuk di dalam ghibah. Maka seorang manusia yang salah yang 
terjatuh ke dalam kesalahan dan diperingatkan atas kesalahannya itu maka ini 
adalah perkara yang wajib dan harus dilakukan, dan ini disebut nasihat, disebut 
pula sebagai bayan sebagai penjelasan, maka ini adalah perkara ushul, mendasar 
dalam Islam yang harus di tegakkan. 

 

Karena kalau tidak ada yang menegakkan akan tercampur aduklah antara yang haq 
dan yang batil sementara Allah mengatakan " ditampakkannya yang haq itu dalam 
rangka menggempur yang batil " sementara kalau yang haq ini tidak digunakan 
untuk menggempur yang batil maka bisa jadi akan tercampur dengan yang batil 
atau bahkan kebalikkannya yang batil akan menggempur yang haq. Na'am, bila 
sunnah itu mati maka bid'ah yang akan hidup bila sunnah itu hidup maka bid'ah 
yang akan mati. Dan demikianlah ya ikhwan, jadi kita memperingati orang yang 
ada padanya mukholafah, yang ada padanya penyimpangan, kemudian kita ingatkan, 
ini adalah nasihat, dan juga bayan, bukan termasuk permasalahan ghibah.

 

Qola [syaikh] tujuannya agar agama ini tidak hancur, .karena juga kita harus 
ketahui bahwa betapa banyaknya  manusia yang telah bersalah dan betapa banyak 
nya yang telah terjerumus pada kesalahan dan sangat banyak sekali 
manusia?manusia yang terjerumus dalam kesesatan yang hawa nafsu telah 
menyetirnya, wal iyadubillah, bahkan sebagian orang-orang sholeh juga yang 
telah disetir oleh hawa nafsunya sehingga hawa nafsunya juga telah mengalahkan 
dirinya akhirnya orang sholeh itu terjerumus kedalam ke salahan dan berbicara 
tentang Allah tanpa ilmu.

 

Na'am, bila kita sudah melihat kenyataan seperti ini, tentu sangatlah harus 
adanya tanbih dan sangatlah harus adanya nasihat, bila kita ketahui bahwasannya 
mujtamaul muslimin, masyarakat muslimin itu banyak yang terjatuh pada kesalahan 
bahkan bukan masyarakat muslimin saja tetapi dai'-dainya juga yang dulunya 
sholeh kemudian menjadi tholeh, yang dulunya sholeh terjerumus ke dalam 
kesesatan maka ketika ini wajib hukumnya meberikan bayan, keterangan, 
memberikan nasihat memberikan tanbih kepada ummat  dari kesalahan yang 
dilakukannya agar ummat ini tidak mengikuti kesalahan yang diikutinya, na'am 
bila dibiarkan tentu mafsadah yang lebih besar. Kerusakan yang lebih menyebar 
luas, na'am. 

 

Qola [Syaikh]  dan inilah diantara kelebihan?kelabihan di ummat ini yang 
membedakan antara ummat ini dengan ummat lainnya, dan diantara kelebihan itu 
diantaranya bahwasannya Allah melebihkan din ini di atas agama-agama yang 
lainnya  dimana Allah menjanjikan untuk menjaga Agama ini, Allah berfiman: " 
Sesungguhnya Kami yang menurunkan ad Dzikro dan Kami pulalah yang menjaganya" 
maka Allah subhanahu wata'ala menjaga din ini melalui tangan tangan ummat ini 
yang Allah telah memujinya dalam firmanNya : "Kalian adalah sebaik-baik ummat 
yang dikeluarkan di tengah-tengah manusia dalam rangka memerintah kepada yang 
ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan kalian beriman pada Allah"

 

Karena itu ya ikhwan, jadilah para pembela-pembela agama Allah, jadilah 
pembela-pembela Sunnah Rosulullah shalallahu' alaihi wa sallam. Na'am, kita 
yakin bahwasannya Allah telah menjaga agama ini dengan penjagaan Allah ini 
melalui tangan-tangan kita, na'am, melalui kesungguhan kita untuk menjaganya 
dari perkara-perkara yang baru, dan perkara-perkara  yang batil sekalipun. 
Na'am, oleh karena itu maka jadilah kalian pembela-pembela sunnah, jadilah 
kalian pembela Allah dengan membela agamaNya. Lebih baik bagi kita ya ikhwan 
memiliki musuh seluruh isi dunia dari pada kita memiliki musuh Allah di akhirat 
nanti gara-gara kita tidak mau menjadi pembela agamaNya. Lebih baik kita  
mempunyai musuh sejuta atau dua juta atau berjuta-juta di dunia ini dari pada 
kita mempunyai musuh Rosulullah shalallahu 'alaihi wasallam karena kita tidak 
mau membela Sunnahnya. Ini ya ikhwan yang perlu kita tegaskan. Na'am, kita 
nyatakan yang haq itu adalah haq dan yang batil adalah  batil. 

 

Qola [syaikh] maka diantara yang termasuk ke dalam amar ma'ruf nahi munkar itu 
adalah mengkritik kesalahan-kesalahan dan menerangkannya serta menjelakannya ke 
hadapan manusia dan ini bagian dari amar ma'ruf nahi munkar dan mengokohkan 
ummat ini di atas dinullah, dan mengusir atau menghilangkan 
penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dan 
pelanggaran yang dilakukan ahli batil atas agama ini.

 

Kita cukupkan dulu sampai sini, karena sepertiya sudah sore.

Subhanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu alla lailaha ila anta astaghfiruka wa 
atubu ilaika

Walhamdulillahirobbil 'alamin.

 



"Muh. Zacky Fajar" <zacky@xxxxxxxxxxxxx> wrote:
Assalamu'alaykum.. Mohon tanggapan.. Jazakallah


------------- Forwarded message follows -------------


saya tidak belajar salaf seperti ini...

Demi Allah, ini bukan manhaj salaf, inget ya hadits dari 
shahihain "cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika dia menyampaikan 
semua yang dia dengar.."(correct me if I'm wrong)...

Udah brenti aja model tahdzir kayak gini, sama sekali gak bermutu..udah 
tabayyun belum sama orangnya...??? 
Coba deh buat zacky...antum banyak belajar lebih giat lagi tentang ilmu 
syar'i...setau ana manhaj salaf yang ana belajar gak kayak gini....belajar 
dimana antum..???
Udah pernah belum belajar etika mentahdzir orang...apa mesti disebar lewat 
milis, kalo beneran ilmiyah dateng aja kekajian beliau jidal langsung...
apa manfaatnya buat antum forward kayak gini...???

Sekali lagi ana peringatkan jangan forward kayak ginian...mendingan antum 
forward artikel yang lain...yang lebih mengedepankan dakwah tauhid dan 
sunnah..sehingga para netter dapat manfaat LEBIH....wallahu'a'lam

Untuk akh Dedi....masalah Umat yang pokok adalah bukan karena yahudi saja, 
penting tapi bukan yang terpenting...dakwah tauhid adalah yang terpenting 
malah semakin ditinggalkan, du'at nya banyak yang kecemplung di parlemen 
demokrasi (buatan plato)...lupa dakwah...lupa belajar sunnah..bahkan untuk 
menerapkan pada dirinya sendiri....gimana mau nerapin keorang lain...??? 
Terus..kalo ada yang ngaku ikhwan salaf atau mengatas namakan salafi nulis 
nulis semisal ini... percayalah manhaj salaf tidak seperti itu.....

akhukum fillah

(Berislam seperti islamnya Rasulullah, seperti islamnya abu bakar, seperti 
islamnya umar...seperti islamnya para shahabat...seperti islamnya 
tabiin...seperti islamnya tabiut tabiin...seperti islamnya para imam 
madzhab...)


Dedi Haryadi wrote:
Hmm...ngga ada kapoknya nulis yang buat Ariel Sharon ketawa terbahak-
bahak...
Ariel Sharon Say :: = 'Ha..ha...ha..ha...Berantem terus!, saling tuduh 
terus!, Paling benar terus....!!!!!!!!!!
----- Original Message ----- 
From: Muh. Zacky Fajar 
To: milis@xxxxxxxxxxxxx 
Sent: Tuesday, November 04, 2003 1:04 PM
Subject: [ukhuwah.or.id] Fwd: HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!!



------------- Forwarded message follows -------------


Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah 
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah 
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam 
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya 
(mengingatkan akan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, 
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu 
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah 
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh 
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man 
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya 
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh -yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang 
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah 
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus 
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan 
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang 
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang 
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi, 
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah, 
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli 
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin -rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, 
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun, 
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana 
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi 
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah - miskin. mereka - 
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy 
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini 
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah 
sururiyyah -inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah 
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam 
bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah -
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah 
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain 
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni 
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh 
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang 
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua 
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke 
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim 
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku 
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka 
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq 
dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa 
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah 
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas 
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), 
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu 
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang 
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di 
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu 
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu 
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin 
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang 
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin 
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah 
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng 
bangunan dari Bandung. yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah 
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh 
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal 
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga 
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat 
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had 
Ihya`us Sunnah -yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-, 
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh 
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan 
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri 
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang 
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal 
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah 
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, 
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai 
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan 
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang 
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat 
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu 
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah 
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan 
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya 
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal 
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan 
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai 
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá

Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu 
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga 
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di 
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas 
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan 
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang 
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani 
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana 
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga 
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain 
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang 
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ

Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa 
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu 
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, 
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar 
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan 
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan 
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu 
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di 
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan 
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia 
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ 
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?" 
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia 
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.

Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam 
hal ini ya. Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli 
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf 
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga 
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli 
lapang Dadaha (Tasikmalaya) -hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, 
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi 
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah 
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh 
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya. Qotaad, segeralah 
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin 
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu -bila 
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an. Wal 'Ilmu indallah wal 
hamdulillahi robbil 'alamin.

Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)



Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama 
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan 
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang 
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, 
At Turots cabang Indonesia. 

**) Lebih lanjut silakan lihat lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa 
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya, 
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan, 
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan 
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu 
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh 
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang 
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak 
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)

Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi 
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)



---------------------------------


Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah 
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah 
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam 
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya 
(mengingatkan akan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, 
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu 
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah 
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh 
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man 
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya 
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh ?yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang 
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah 
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus 
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan 
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang 
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang 
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi, 
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah, 
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli 
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin ?rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, 
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun, 
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana 
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi 
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah ? miskin? mereka - 
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy 
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini 
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah 
sururiyyah ?inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah 
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam 
bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah ?
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah 
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain 
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni 
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh 
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang 
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua 
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke 
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim 
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku 
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka 
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq 
dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa 
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah 
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas 
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), 
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu 
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang 
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di 
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu 
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu 
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin 
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang 
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin 
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah 
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng 
bangunan dari Bandung? yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah 
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh 
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal 
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga 
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat 
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had 
Ihya`us Sunnah ?yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-, 
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh 
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan 
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri 
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang 
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal 
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah 
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, 
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai 
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan 
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang 
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat 
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu 
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah 
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan 
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya 
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal 
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan 
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai 

=== message truncated ===



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://webmail.salafy.or.id/
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy @ freelists.org"
Free Webmail @ assalafi.ath.cx , @ assalafi.cjb.net , @ assalafi.mine.nu , @ 
assalafi.za.net , @ salafy.ath.cx, @ salafy.cjb.net , @ salafy.mine.nu , @ 
salafy.za.net , @ salafy.zzn.com , @ s.salafy.or.id , @ user.salafy.or.id 
----------------------------------------------------------------------------

Other related posts: