[milis-salafy] Fwd: [ukhuwah.or.id] HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!! (payah!!!)
- From: "Muh. Zacky Fajar" <zacky@xxxxxxxxxxxxx>
- To: salafy@xxxxxxxxxxxxx
- Date: 10 Nov 2003 03:36:50 -0000
Assalamu'alaykum.. Mohon tanggapan.. Jazakallah
------------- Forwarded message follows -------------
saya tidak belajar salaf seperti ini...
Demi Allah, ini bukan manhaj salaf, inget ya hadits dari
shahihain "cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika dia menyampaikan
semua yang dia dengar.."(correct me if I'm wrong)...
Udah brenti aja model tahdzir kayak gini, sama sekali gak bermutu..udah
tabayyun belum sama orangnya...???
Coba deh buat zacky...antum banyak belajar lebih giat lagi tentang ilmu
syar'i...setau ana manhaj salaf yang ana belajar gak kayak gini....belajar
dimana antum..???
Udah pernah belum belajar etika mentahdzir orang...apa mesti disebar lewat
milis, kalo beneran ilmiyah dateng aja kekajian beliau jidal langsung...
apa manfaatnya buat antum forward kayak gini...???
Sekali lagi ana peringatkan jangan forward kayak ginian...mendingan antum
forward artikel yang lain...yang lebih mengedepankan dakwah tauhid dan
sunnah..sehingga para netter dapat manfaat LEBIH....wallahu'a'lam
Untuk akh Dedi....masalah Umat yang pokok adalah bukan karena yahudi saja,
penting tapi bukan yang terpenting...dakwah tauhid adalah yang terpenting
malah semakin ditinggalkan, du'at nya banyak yang kecemplung di parlemen
demokrasi (buatan plato)...lupa dakwah...lupa belajar sunnah..bahkan untuk
menerapkan pada dirinya sendiri....gimana mau nerapin keorang lain...???
Terus..kalo ada yang ngaku ikhwan salaf atau mengatas namakan salafi nulis
nulis semisal ini... percayalah manhaj salaf tidak seperti itu.....
akhukum fillah
(Berislam seperti islamnya Rasulullah, seperti islamnya abu bakar, seperti
islamnya umar...seperti islamnya para shahabat...seperti islamnya
tabiin...seperti islamnya tabiut tabiin...seperti islamnya para imam
madzhab...)
Dedi Haryadi <dedy@xxxxxxxxx> wrote:
Hmm...ngga ada kapoknya nulis yang buat Ariel Sharon ketawa terbahak-
bahak...
Ariel Sharon Say :: = 'Ha..ha...ha..ha...Berantem terus!, saling tuduh
terus!, Paling benar terus....!!!!!!!!!!
----- Original Message -----
From: Muh. Zacky Fajar
To: milis@xxxxxxxxxxxxx
Sent: Tuesday, November 04, 2003 1:04 PM
Subject: [ukhuwah.or.id] Fwd: HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!!
------------- Forwarded message follows -------------
Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya
(mengingatkan akan bahayanya).
Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil,
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.
Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh -yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi,
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red)
"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah,
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.
Kaum muslimin -rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru,
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun,
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah - miskin. mereka -
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah
sururiyyah -inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam
bil 'Ilmi)."
Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah -
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!
Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim
dari Ibnu 'Umar).
Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq
dengan yang batil!"
Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *),
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah.
Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng
bangunan dari Bandung. yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah).
Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had
Ihya`us Sunnah -yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-,
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait,
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya!
Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá
Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ
Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?"
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.
Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam
hal ini ya. Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli
lapang Dadaha (Tasikmalaya) -hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-,
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya. Qotaad, segeralah
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu -bila
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an. Wal 'Ilmu indallah wal
hamdulillahi robbil 'alamin.
Yang faqir di hadapan Robbnya,
Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)
Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id,
At Turots cabang Indonesia.
**) Lebih lanjut silakan lihat lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya,
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan,
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)
Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)
---------------------------------
Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya
(mengingatkan akan bahayanya).
Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil,
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.
Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh ?yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi,
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red)
"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah,
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.
Kaum muslimin ?rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru,
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun,
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah ? miskin? mereka -
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah
sururiyyah ?inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam
bil 'Ilmi)."
Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah ?
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!
Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim
dari Ibnu 'Umar).
Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq
dengan yang batil!"
Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *),
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah.
Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng
bangunan dari Bandung? yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah).
Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had
Ihya`us Sunnah ?yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-,
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait,
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya!
Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá
Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ
Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?"
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.
Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam
hal ini ya? Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli
lapang Dadaha (Tasikmalaya) ?hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-,
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya? Qotaad, segeralah
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu ?bila
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an? Wal 'Ilmu indallah wal
hamdulillahi robbil 'alamin.
Yang faqir di hadapan Robbnya,
Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)
Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id,
At Turots cabang Indonesia.
**) Lebih lanjut silakan lihat lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya,
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan,
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
---------------------------------
==============================[SPONSOR]==============================
http://www.ukhuwah.or.id :
Pusat Informasi Remaja Masjid se-Jakarta.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: milis-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxx
For additional commands, e-mail: milis-help@xxxxxxxxxxxxx
=====================================================================
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)
Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)
-- HTML Attachment decoded to text by Ecartis --
saya tidak belajar salaf seperti ini... Demi Allah, ini bukan manhaj
salaf,inget ya hadits dari shahihain "cukuplah seseorang dikatakan pendusta
jika dia menyampaikan semua yang dia dengar.."(correct me if I'm wrong)...
Udah brenti aja model tahdzir kayak gini, sama sekali gak bermutu..udah
tabayyun belum sama orangnya...??? Coba deh buat zacky...antum banyak
belajarlebih giat lagi tentang ilmu syar'i...setau ana manhaj salaf yang ana
belajar gak kayak gini....belajar dimana antum..??? Udah pernah belum
belajaretika mentahdzir orang...apa mesti disebar lewat milis, kalo beneran
ilmiyah dateng aja kekajian beliau jidal langsung... apa manfaatnya buat
antum forward kayak gini...??? Sekali lagi ana peringatkan jangan forward
kayak ginian...mendingan antum forward artikel yang lain...yang lebih
mengedepankan dakwah tauhid dan sunnah..sehingga para netter dapat manfaat
LEBIH....wallahu'a'lam Untuk akh Dedi....masalah Umat yang pokok adalah
bukan karena yahudi saja, penting tapi bukan yang terpenting...dakwah tauhid
adalah yang terpenting malah semakin ditinggalkan, du'at nya banyak yang
kecemplung di parlemen demokrasi (buatan plato)...lupa dakwah...lupa belajar
sunnah..bahkan untuk menerapkan pada dirinya sendiri....gimana mau nerapin
keorang lain...??? Terus..kalo ada yang ngaku ikhwan salaf atau mengatas
namakan salafi nulis nulis semisal ini... percayalah manhaj salaf tidak
seperti itu..... akhukum fillah (Berislam seperti islamnya Rasulullah,
seperti islamnya abu bakar, seperti islamnya umar...seperti islamnya para
shahabat...seperti islamnya tabiin...seperti islamnya tabiut
tabiin...sepertiislamnya para imam madzhab...)
Dedi Haryadi <dedy@xxxxxxxxx> wrote: Hmm...ngga ada kapoknya nulis yang buat
Ariel Sharon ketawa terbahak-bahak... Ariel Sharon Say :: =
'Ha..ha...ha..ha...Berantem terus!, saling tuduh terus!, Paling benar
terus....!!!!!!!!!! ----- Original Message ----- From: Muh. Zacky Fajar[1]
To: milis@xxxxxxxxxxxxx[2] Sent: Tuesday, November 04, 2003 1:04 PM Subject:
[ukhuwah.or.id] Fwd: HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!!
------------- Forwarded message follows -------------
Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya
(mengingatkan akan bahayanya).
Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil,
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.
Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh -yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi,
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red)
"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah,
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.
Kaum muslimin -rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru,
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun,
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah - miskin. mereka -
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah
sururiyyah -inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam
bil 'Ilmi)."
Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah -
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!
Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim
dari Ibnu 'Umar).
Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq
dengan yang batil!"
Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *),
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah.
Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng
bangunan dari Bandung. yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah).
Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had
Ihya`us Sunnah -yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-,
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait,
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya!
Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá
Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ
Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?"
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.
Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam
hal ini ya. Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli
lapang Dadaha (Tasikmalaya) -hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-,
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya. Qotaad, segeralah
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu -bila
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an. Wal 'Ilmu indallah wal
hamdulillahi robbil 'alamin.
Yang faqir di hadapan Robbnya,
Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)
Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id,
At Turots cabang Indonesia.
**) Lebih lanjut silakan lihat lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya,
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan,
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)
Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)
----------------------------------------------------------------------------
Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya
(mengingatkanakan bahayanya).
Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil,
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh dan
prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.
Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man
huwaAbu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah
rada-rada tumbuh ?yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar.
Rentang waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat
berubah dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat,
Salafus Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah"
dengan pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa
yang akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi,
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red)
"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah,
sedangkansyaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli
bid'ah,"teriaknya dengan penuh kepahlawanan.
Kaum muslimin ?rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, yang
kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun,
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi
bahwamereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah ? miskin? mereka -
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy Syaikh
Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini rojul
itutelah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah sururiyyah
?inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah mengatakan, "Saya hanya
menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam bil 'Ilmi)."
Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah
?sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain dia
mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni dimaksud
dipihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh sikapnya ini
menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!
Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang
munafiqdi tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim
dari Ibnu 'Umar).
Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku
akanduduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka al
Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq dengan
yang batil!"
Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *),
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang
yangpernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah
diapun keluar dari majlis tanpa pamit, seperti diberitakan ikhwanuna
salafiyyin di Madinah.
Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng
bangunan dari Bandung? yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah).
Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had
Ihya`us Sunnah ?yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-,
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri
darisalafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang yang
tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal ilaqoh /
hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah diundangnya
seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, inna lillahi
wa inna ilaihi roji'un.
Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu semakin
memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah tercium bau-bau
pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan lewat
ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya!
Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai membuat
manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá
Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu
kalaupara ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga hizbiyyah,
bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di Yaman
sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-kata,
"Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas dengan
keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan penting
pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang dinyatakan
mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani rahimahumallah
danmasyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana Syaikh Muqbil
mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga hizbiyyah,
lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain bila sudah
urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ
Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu
(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan bagimu." (QS
Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?"
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.
Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam hal
ini ya? Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli bid'ah?
Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf menjadi "ridu"
karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga hizbiyyah,
pantaslahbila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli lapang Dadaha
(Tasikmalaya) ?hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, dirimu hanya akan
menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi ahlissunnah jika tidak
mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah akan menjadi tazkiyah
bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh label "murid Syaikh
Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya? Qotaad, segeralah tinggalkan olehmu para
adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin tergolong seperti mereka-
tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu ?bila kamu menginginkan kebaikan.
Wallahul Musta'an? Wal 'Ilmu indallah wal hamdulillahi robbil 'alamin.
Yang faqir di hadapan Robbnya,
Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)
Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots [3]mengenai keterlibatan nama-nama
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan barisan
Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang Indonesia dan
Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, At Turots cabang
Indonesia.
**) Lebih lanjut silakan lihat lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip[4]. Berupa
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya,
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan,
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan pengelola
dan ustadz penasehat website itu sendiri.
----------------------------------------------------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard[5]
----------------------------------------------------------------------------
==============================[SPONSOR]==============================
http://www.ukhuwah.or.id :
Pusat Informasi Remaja Masjid se-Jakarta.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: milis-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxx
For additional commands, e-mail: milis-help@xxxxxxxxxxxxx
=====================================================================
----------------------------------------------------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard[6]
--- Links ---
1 mailto:zacky@xxxxxxxxxxxxx
2 mailto:milis@xxxxxxxxxxxxx
3 http://www.salafy.or.id/download/atturots
4 http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip
5 http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree
6 http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree
============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://webmail.salafy.or.id/
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy @ freelists.org"
Free Webmail @ assalafi.ath.cx , @ assalafi.cjb.net , @ assalafi.mine.nu , @
assalafi.za.net , @ salafy.ath.cx, @ salafy.cjb.net , @ salafy.mine.nu , @
salafy.za.net , @ salafy.zzn.com , @ s.salafy.or.id , @ user.salafy.or.id
----------------------------------------------------------------------------
Other related posts: