[milis-salafy] Fwd: [ukhuwah.or.id] HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!! (payah!!!)

Assalamu'alaykum.. Mohon tanggapan.. Jazakallah
------------- Forwarded message follows -------------


saya tidak belajar salaf seperti ini...
 
Demi Allah, ini bukan manhaj salaf, inget ya hadits dari 
shahihain "cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika dia menyampaikan 
semua yang dia dengar.."(correct me if I'm wrong)...
 
Udah brenti aja model tahdzir kayak gini, sama sekali gak bermutu..udah 
tabayyun belum sama orangnya...??? 
Coba deh buat zacky...antum banyak belajar lebih giat lagi tentang ilmu 
syar'i...setau ana manhaj salaf yang ana belajar gak kayak gini....belajar 
dimana antum..???
Udah pernah belum belajar etika mentahdzir orang...apa mesti disebar lewat 
milis, kalo beneran ilmiyah dateng aja kekajian beliau jidal langsung...
apa manfaatnya buat antum forward kayak gini...???
 
Sekali lagi ana peringatkan jangan forward kayak ginian...mendingan antum 
forward artikel yang lain...yang lebih mengedepankan dakwah tauhid dan 
sunnah..sehingga para netter dapat manfaat LEBIH....wallahu'a'lam
 
Untuk akh Dedi....masalah Umat yang pokok adalah bukan karena yahudi saja, 
penting tapi bukan yang terpenting...dakwah tauhid adalah yang terpenting 
malah semakin ditinggalkan, du'at nya banyak yang kecemplung di parlemen 
demokrasi (buatan plato)...lupa dakwah...lupa belajar sunnah..bahkan untuk 
menerapkan pada dirinya sendiri....gimana mau nerapin keorang lain...??? 
Terus..kalo ada yang ngaku ikhwan salaf atau mengatas namakan salafi nulis 
nulis semisal ini... percayalah manhaj salaf tidak seperti itu.....
 
akhukum fillah
 
(Berislam seperti islamnya Rasulullah, seperti islamnya abu bakar, seperti 
islamnya umar...seperti islamnya para shahabat...seperti islamnya 
tabiin...seperti islamnya tabiut tabiin...seperti islamnya para imam 
madzhab...)


Dedi Haryadi <dedy@xxxxxxxxx> wrote:
Hmm...ngga ada kapoknya nulis yang buat Ariel Sharon ketawa terbahak-
bahak...
Ariel Sharon Say :: = 'Ha..ha...ha..ha...Berantem terus!, saling tuduh 
terus!, Paling benar terus....!!!!!!!!!!
----- Original Message ----- 
From: Muh. Zacky Fajar 
To: milis@xxxxxxxxxxxxx 
Sent: Tuesday, November 04, 2003 1:04 PM
Subject: [ukhuwah.or.id] Fwd: HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!!



------------- Forwarded message follows -------------


Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah 
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah 
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam 
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya 
(mengingatkan akan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, 
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu 
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah 
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh 
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man 
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya 
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh -yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang 
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah 
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus 
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan 
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang 
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang 
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi, 
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah, 
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli 
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin -rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, 
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun, 
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana 
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi 
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah - miskin. mereka - 
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy 
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini 
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah 
sururiyyah -inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah 
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam 
bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah -
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah 
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain 
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni 
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh 
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang 
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua 
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke 
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim 
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku 
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka 
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq 
dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa 
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah 
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas 
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), 
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu 
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang 
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di 
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu 
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu 
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin 
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang 
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin 
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah 
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
 seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng 
bangunan dari Bandung. yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah 
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh 
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal 
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga 
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat 
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had 
Ihya`us Sunnah -yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-, 
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh 
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan 
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri 
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang 
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal 
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah 
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, 
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai 
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan 
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang 
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat 
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu 
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah 
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan 
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya 
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal 
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan 
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai 
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá

Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu 
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga 
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di 
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas 
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan 
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang 
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani 
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana 
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga 
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain 
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang 
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ

Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa 
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu 
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, 
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar 
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan 
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan 
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu 
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di 
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan 
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia 
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ 
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?" 
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia 
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.

Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam 
hal ini ya. Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli 
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf 
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga 
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli 
lapang Dadaha (Tasikmalaya) -hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, 
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi 
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah 
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh 
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya. Qotaad, segeralah 
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin 
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu -bila 
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an. Wal 'Ilmu indallah wal 
hamdulillahi robbil 'alamin.

Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)



Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama 
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan 
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang 
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, 
At Turots cabang Indonesia. 

**) Lebih lanjut silakan lihat lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa 
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya, 
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan, 
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan 
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu 
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh 
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang 
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak 
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)

Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi 
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)



---------------------------------


Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah 
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah 
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam 
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya 
(mengingatkan akan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, 
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu 
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah 
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh 
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man 
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya 
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh ?yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang 
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah 
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus 
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan 
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang 
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang 
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi, 
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah, 
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli 
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin ?rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, 
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun, 
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana 
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi 
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah ? miskin? mereka - 
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy 
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini 
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah 
sururiyyah ?inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah 
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam 
bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah ?
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah 
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain 
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni 
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh 
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang 
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua 
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke 
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim 
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku 
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka 
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq 
dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa 
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah 
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas 
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), 
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu 
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang 
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di 
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu 
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu 
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin 
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang 
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin 
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah 
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
 seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng 
bangunan dari Bandung? yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah 
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh 
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal 
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga 
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat 
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had 
Ihya`us Sunnah ?yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-, 
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh 
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan 
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri 
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang 
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal 
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah 
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, 
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai 
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan 
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang 
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat 
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu 
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah 
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan 
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya 
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal 
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan 
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai 
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá

Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu 
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga 
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di 
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas 
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan 
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang 
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani 
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana 
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga 
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain 
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang 
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ

Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa 
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu 
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, 
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar 
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan 
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan 
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu 
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di 
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan 
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia 
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ 
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?" 
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia 
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.

Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam 
hal ini ya? Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli 
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf 
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga 
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli 
lapang Dadaha (Tasikmalaya) ?hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, 
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi 
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah 
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh 
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya? Qotaad, segeralah 
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin 
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu ?bila 
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an? Wal 'Ilmu indallah wal 
hamdulillahi robbil 'alamin.

Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)



Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama 
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan 
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang 
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, 
At Turots cabang Indonesia. 

**) Lebih lanjut silakan lihat lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa 
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya, 
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan, 
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan 
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard 

---------------------------------


==============================[SPONSOR]==============================
http://www.ukhuwah.or.id :
Pusat Informasi Remaja Masjid se-Jakarta.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: milis-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxx
For additional commands, e-mail: milis-help@xxxxxxxxxxxxx
=====================================================================

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu 
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh 
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang 
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak 
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)

Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi 
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)



-- HTML Attachment decoded to text by Ecartis --

saya tidak belajar salaf seperti ini...   Demi Allah, ini bukan manhaj
salaf,inget ya hadits dari shahihain "cukuplah seseorang dikatakan pendusta
jika dia menyampaikan semua yang dia dengar.."(correct me if I'm wrong)...  
Udah brenti aja model tahdzir kayak gini, sama sekali gak bermutu..udah
tabayyun belum sama orangnya...??? Coba deh buat zacky...antum banyak
belajarlebih giat lagi tentang ilmu syar'i...setau ana manhaj salaf yang ana
belajar gak kayak gini....belajar dimana antum..??? Udah pernah belum
belajaretika mentahdzir orang...apa mesti disebar lewat milis, kalo beneran
ilmiyah dateng aja kekajian beliau jidal langsung... apa manfaatnya buat
antum forward kayak gini...???   Sekali lagi ana peringatkan jangan forward
kayak ginian...mendingan antum forward artikel yang lain...yang lebih
mengedepankan dakwah tauhid dan sunnah..sehingga para netter dapat manfaat
LEBIH....wallahu'a'lam   Untuk akh Dedi....masalah Umat yang pokok adalah
bukan karena yahudi saja, penting tapi bukan yang terpenting...dakwah tauhid
adalah yang terpenting malah semakin ditinggalkan, du'at nya banyak yang
kecemplung di parlemen demokrasi (buatan plato)...lupa dakwah...lupa belajar
sunnah..bahkan untuk menerapkan pada dirinya sendiri....gimana mau nerapin
keorang lain...??? Terus..kalo ada yang ngaku ikhwan salaf atau mengatas
namakan salafi nulis nulis semisal ini... percayalah manhaj salaf tidak
seperti itu.....   akhukum fillah   (Berislam seperti islamnya Rasulullah,
seperti islamnya abu bakar, seperti islamnya umar...seperti islamnya para
shahabat...seperti islamnya tabiin...seperti islamnya tabiut
tabiin...sepertiislamnya para imam madzhab...) 

Dedi Haryadi <dedy@xxxxxxxxx> wrote: Hmm...ngga ada kapoknya nulis yang buat
Ariel Sharon ketawa terbahak-bahak... Ariel Sharon Say :: =
'Ha..ha...ha..ha...Berantem terus!, saling tuduh terus!, Paling benar
terus....!!!!!!!!!! ----- Original Message ----- From: Muh. Zacky Fajar[1]
To: milis@xxxxxxxxxxxxx[2] Sent: Tuesday, November 04, 2003 1:04 PM Subject:
[ukhuwah.or.id] Fwd: HATI-HATI thd ABU QATADAH (Bandung) !!! 

------------- Forwarded message follows -------------


Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah 
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah 
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam 
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya 
(mengingatkan akan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, 
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu 
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah 
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh 
dan prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man 
huwa Abu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya 
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah rada-
rada tumbuh -yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar. Rentang 
waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat berubah 
dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat, Salafus 
Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah" dengan 
pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa yang 
akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang 
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi, 
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah, 
sedangkan syaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli 
bid'ah," teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin -rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, 
yang kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun, 
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana 
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi 
bahwa mereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah - miskin. mereka - 
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy 
Syaikh Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini 
rojul itu telah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah 
sururiyyah -inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah 
mengatakan, "Saya hanya menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam 
bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah -
sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah 
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain 
dia mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni 
dimaksud di pihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh 
sikapnya ini menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang 
munafiq di tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua 
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke 
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim 
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku 
akan duduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka 
al Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq 
dengan yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa 
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah 
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas 
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *), 
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu 
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang 
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di 
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu 
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu 
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin 
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang 
yang pernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin 
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah 
diapun keluar dari majlis tanpa pamit,
 seperti diberitakan ikhwanuna salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng 
bangunan dari Bandung. yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah 
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh 
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal 
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga 
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat 
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had 
Ihya`us Sunnah -yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-, 
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh 
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan 
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri 
dari salafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang 
yang tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal 
ilaqoh / hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah 
diundangnya seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, 
inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai 
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan 
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang 
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat 
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu 
semakin memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah 
tercium bau-bau pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan 
lewat ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya 
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal 
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan 
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai 
membuat manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá

Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu 
kalau para ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga 
hizbiyyah, bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di 
Yaman sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-
kata, "Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas 
dengan keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan 
penting pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang 
dinyatakan mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani 
rahimahumallah dan masyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana 
Syaikh Muqbil mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga 
hizbiyyah, lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain 
bila sudah urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang 
sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ

Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa 
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu 
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, 
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar 
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan 
bagimu." (QS Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan 
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu 
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di 
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan 
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia 
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ 
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?" 
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia 
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.

Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam 
hal ini ya. Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli 
bid'ah? Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf 
menjadi "ridu" karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga 
hizbiyyah, pantaslah bila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli 
lapang Dadaha (Tasikmalaya) -hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, 
dirimu hanya akan menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi 
ahlissunnah jika tidak mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah 
akan menjadi tazkiyah bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh 
label "murid Syaikh Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya. Qotaad, segeralah 
tinggalkan olehmu para adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin 
tergolong seperti mereka- tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu -bila 
kamu menginginkan kebaikan. Wallahul Musta'an. Wal 'Ilmu indallah wal 
hamdulillahi robbil 'alamin.

Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)



Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots mengenai keterlibatan nama-nama 
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan 
barisan Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang 
Indonesia dan Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, 
At Turots cabang Indonesia. 

**) Lebih lanjut silakan lihat lihat 
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip. Berupa 
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya, 
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan, 
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan 
pengelola dan ustadz penasehat website itu sendiri.


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

Dari Abu Hurairoh ra. Katanya : Kudengar Rasulullah saw berkata : sesuatu 
yang aku larang memperbuatnya maka jauhilah dan sesuatu yang aku suruh 
memperbuatnya maka kerjakanlah sekedar kuasamu. Hanya saja yang 
membinasakan ummat sebelum kamu karena banyak pertanyaan mereka dan tidak 
mengikuti perintah Nabi-nabi mereka. (HR. Muslim No. 1309)

Rasulullah saw bersabda : "Akan ditimpakan kehinaan dan kerendahan bagi 
orang-orang yang menyalahi perintahku". (HR Ahmad dengan sanad hasan)




----------------------------------------------------------------------------


Man huwa (Siapakah dia) Abu Qotadah?
Telah menjadi jalannya para Salafush Shalih dan termasuk da'wah ilallah
(menyeru ke jalan ALLAH, red) bahkan jihad fi sabilillah menerangkan aqidah
Ahlussunnah dan membelanya, membongkar aurat ahlil bid'ah (pembaharu dalam
Dien, red), mulhidin (orang yang menyimpang), dan mentahdzirnya
(mengingatkanakan bahayanya). 

Allah berfirman, "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil,
lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu
lenyap." (QS Al Anbiyaa`: 18). Semoga Allah merahmati para salaf yang telah
menjadikan tahdzir terhadap ahli bid'ah sebagai metodologi yang ditempuh dan
prinsip yang dijunjung luhur sepanjang sejarah kehidupan mereka.

Akhir-akhir ini telah banyak permintaan mengenai penjelasan seputar "Man
huwaAbu Qotadah?" Pasalnya, kehadiran rojul (orang) ini bukan hanya
membingungkan umat tetapi juga membikin jenggot-jenggot para hizbiyyah
rada-rada tumbuh ?yang dulunya kebakaran- serasa mendapat angin segar.
Rentang waktu yang cukup lama sebenarnya penulis berharap rojul itu dapat
berubah dan kembali ilaa manhajissaliim (kembali menuju jalan yang selamat,
Salafus Sholih, red), tetapi seperti dikatakan, "Qod zaadat thiinu ballah"
dengan pengetahuannya dia semakin jauh dari yang diharapkan. Wal hasil apa
yang akan ditulis di sini sebagai nasehat bagi ummat umumnya dan yang
bersangkutan secara khusus. Wabillahit taufiq.
"Orang-orang sururi itu perlu pedangnya Abu Qotadah!" tandasnya. (Sururi,
pengikut pemahaman Muhammad Surrur, red) 

"Mengapa kuniyah saya Abu Qotadah?! Karena Qotadah artinya syaukah,
sedangkansyaukah artinya duri, ya, itulah Abu Qotadah duri bagi ahli
bid'ah,"teriaknya dengan penuh kepahlawanan.

Kaum muslimin ?rahimakumullah- saat ini kita sedang mengenal tamu baru, yang
kini tengah menjadi kebanggaan kaum hizbiyyun (sempalan) sururiyyun,
kehadirannya dijadikan alat oleh para sururiyyun untuk memperkeruh suasana
menghembuskan angin baru sebagai sebuah "kado syubhat" tuk melegitimasi
bahwamereka adalah salafiyyun ahlissunnah wal jama'ah ? miskin? mereka -
tentu saja dengan sejuta kepolosan sang tamu tersebut.
Yah itulah Abu Qotadah, rojul yang pernah duduk di majlis fadhilatusy Syaikh
Abu Abdirrahman Muqbil bin Haadi al Wadi'i rahimahulloh, namun kini rojul
itutelah bertengger di deretan sejumlah adznab-adznab hizbiyyah sururiyyah
?inna lillahi wa inna ilaihi raji'un-. Dia pernah mengatakan, "Saya hanya
menjalankan fatwa Syaikh Muqbil (Al Ihtimam bil 'Ilmi)." 

Makna yang dimaukan dia, adalah dia tidak mau mengurusi masalah salafiyyah
?sururiyyah- yang padahal dengan fitnahnya sururiyyun telah memecah-belah
salafiyyun- perkaranya sangat mengherankan lagi, saat di kesempatan lain dia
mengatakan "Saya siap disuruh mengajar di pihak mana saja" (yakni dimaksud
dipihak adznab sururi ataupun di pihak salafiyyin). Sungguh sikapnya ini
menunjukkan bahwa dia tak ubahnya bagaikan seekor domba buta!

Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam bersabda, "Perumpamaan seorang
munafiqdi tengah-tengah umatku ibarat seekor domba buta di antara dua
kambing, sesekali berjalan ke yang satunya, pada kali lainnya berjalan ke
yang lainnya, tidak tahu mana yang patut diikuti." (Hadits riwayat Muslim
dari Ibnu 'Umar).

Ditanyakan kepada al Imam al Auza'i tentang seseorang yang berkata, "Aku
akanduduk bersama ahlus sunnah dan duduk pula bersama ahli bid'ah", maka al
Imam al Auza'i menjawab, "Orang ini ingin menyamakan antara yang haq dengan
yang batil!"

Jangan coba-coba kau mengambil fatwa syaikh dalam rangka mencocoki hawa
nafsumu, sedangkan kamu tinggalkan fatwa-fatwanya yang lain, ini adalah
metodologi ahli zaigh wadh dholal! Dulu dia punya sikap yang cukup tegas
terhadap adznab sururiyyun amtsal: Abu Nida`, Aunur Rofiq, Yazid Jawas *),
dan yang lainnya dengan pernyataannya yang masyhur, "Orang-orang sururi itu
perlu pedangnya Abu Qotadah." Ternyata pedangnya itu tak lebih dari pedang
yang haus akan fulus (harta, red) ! Pedangnya tak bisa berbuat banyak di
hadapan Abu Nida` saat dengan sengaja dia menemuinya, malah giginya Abu
Qotadah yang digosok dan dirinya yang diuntal miring (dikuasai) oleh Abu
Nida` yang memang kepandaiannya hanya bersilat lidah. Pedangnya itu semakin
tak berguna ketika sengaja dia bertemu dengan Kholid Syamhudi *) seorang
yangpernah kepanasan telinganya waktu duduk di hadapan Syaikh Muhammad bin
Hadi al Madkhali hafizhahullah ketika beliau menjelaskan bahaya hizbiyyah
diapun keluar dari majlis tanpa pamit, seperti diberitakan ikhwanuna
salafiyyin di Madinah. 

Tidak ketinggalan pula Abu Haidar didatanginya, Abu Haidar sang centeng
bangunan dari Bandung? yang berlagak kesyaikh-syaikhan itu, ia pernah
diberitahu tentang seorang rojul yuqoolu lahu Muhammad Kholaf, dengan penuh
gaya dia mengatakan, "Muhammad Kholaf sudah tobat di hadapan saya." Padahal
Muhammad Kholaf ini salah seorang yang dihujani tahdziran para ulama hingga
kini (bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rojul ini silahkan melihat
tulisan akhuna Ustadz Muhammad Umar as-Sewed hafizhahullah). 

Mereka para adznab sururiyyun itu kemudian diundangnya di majlisnya Ma'had
Ihya`us Sunnah ?yang lebih cocok disebut dengan Imaatatis Sunnah-,
hubungannya semakin dekat dengan mereka, menyebabkan dirinya semakin jauh
dari salafiyyin [sempat terlontar dari mulutnya bahwa dia ditinggalkan
teman-temannya salafiyyin, justru sebenarnya dialah yang memisahkan diri
darisalafiyyin dan bergabung dengan adznab sururiyyah, dia bukan orang yang
tidak mengerti masalah ini]. Dia semakin mustafidh di dalam hal ilaqoh /
hubungannya dengan lembaga-lembaga hizbiyyah, bahkan pernah diundangnya
seseorang (yang menurutnya Syaikh) dari Ihya`ut Turots Kuwait, inna lillahi
wa inna ilaihi roji'un.

Dalam satu kesempatan dia pernah ditanya oleh seorang mustami'nya mengenai
lembaga Ihya`ut Turots, apa jawabnya, "Kita belum jelas dengan keberadaan
lembaga itu, kalau memang hizbi, maka kita tinggalkan." Jawaban inilah yang
disinyalir olehnya akan dapat meloloskan dirinya dari kenyataan hakikat
lembaga itu, tanpa dia sadari bahwa sebenarnya dengan jawabannya itu semakin
memperjelas posisinya, dimana dengan pernyataannya itu sudah tercium bau-bau
pembelaan terhadap Ihya`ut Turots yang kemudian dikuatkan lewat
ilaqoh-ilaqohnya bersama lembaga tersebut, ya hadza! Kalau sekiranya
menurutmu bahwa lembaga itu belum jelas keberadaannya, maka minimal
seharusnya kamu diam tidak berhubungan dengannya! 

Bukan malah sebaliknya bermuamalah bersama lembaga itu bahkan mendatangkan
orang-orangnya, faham macam apa ini?!! Rupanya saat ini sudah pandai membuat
manhaj jadidah! Benarlah apa yang dikatakan sya'ir
ÃæÑÏåÇ ÓÚÏ æ ÓÚÏ ãÔÊãá # ãÇ åßÐÇ ÊæÑÏ íÇ ÓÚÏ ÅÈá

Dia berpura-pura bodoh -kalau tidak sebenarnya demikian- dia cukup tahu
kalaupara ulama memberikan pernyataan lembaga itu adalah lembaga hizbiyyah,
bahkan selalu terdengar saat penulis dan dia masih sama-sama di Yaman
sentilan-sentilan pedas dari Syaikh Yahya al Hajury dengan kata-kata,
"Turotsi!... Turotsi!!!" Apakah kemudian dikatakan "Kita belum jelas dengan
keberadaan lembaga itu"??? Salah seorang pendiri dan yang berperan penting
pada lembaga itu adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, orang yang dinyatakan
mubtadi' oleh Syaikhan, Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani rahimahumallah
danmasyayikh (ulama-ulama) lainnya. Dia tahu bagaimana Syaikh Muqbil
mewanti-wanti dari bermuamalah dengan lembaga-lembaga hizbiyyah,
lembaga-lembaga yang tidak jelas. Tetapi memang ceritanya lain bila sudah
urusannya hawa (nafsu, red) dan tawar-menawar harga. Seorang sya'ir berkata,
ÚÌÈÊ áãÈÊÇÚ ÇáÖáÇáÉ ÈÇáåÏì # æãä íÔÊÑí ÏäíÇå ÈÇáÏíä ÃÚÌÈ

Kaum muslimin rahimakumullah, hati itu lemah sedangkan syubhat senantiasa
menyambar-nyambar hati yang lemah itu. Makanya Allah Jalla Jalaaluhu
mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu
(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhorotan bagimu." (QS
Ali Imron: 18).
Kita dilarang untuk bergaul bersama ahli bid'ah, sebab seseorang itu akan
dihukumi sesuai dengan keadaan temannya yang di sampingnya. Abdullah ibnu
Mas'ud mengatakan, "Perhatikanlah manusia itu siapa-siapa saja yang ada di
sampingnya, sesungguhnya seseorang tidak akan berdampingan kecuali dengan
yang disenanginya." Sufyan ats Tsauri ketika datang ke kota Bashroh, ia
bertanya tentang madzhabnya Rabi' ibnu Subaih, orang-orang yang ada di situ
menjawab, "Ia tidak bermadzhab melainkan sunnah!" "Siapa teman-temannya?"
tanya Sufyan. Mereka menjawab, "Ahli qodar!" Kemudian Sufyan berkata, "Dia
seorang Qodari!!!" Betapa banyak atsar-atsar salaf yang seperti ini.

Bila saja para salaf sedemikian hati-hatinya, mana kehati-hatianmu dalam hal
ini ya? Qotaad?! Mana pula pengakuanmu bahwa dirimu duri bagi ahli bid'ah?
Jika keadaanmu demikian, maka "duri" itu akan berbalik huruf menjadi "ridu"
karena aliran dana yang cukup deras dari lembaga-lembaga hizbiyyah,
pantaslahbila kemudian kamu memimpi-mimpikan untuk membeli lapang Dadaha
(Tasikmalaya) ?hebatnya mimpi orang yang kelebihan duit-, dirimu hanya akan
menjadi bahan tertawaan ahli bid'ah dan sampah bagi ahlissunnah jika tidak
mau berubah. Keberadaanmu di pihak adznab sururiyyah akan menjadi tazkiyah
bagi mereka, mereka tidak butuh kamu tetapi butuh label "murid Syaikh
Muqbil". Di akhir tulisan ini, ya? Qotaad, segeralah tinggalkan olehmu para
adznab sururiyyah itu -bila kamu tidak ingin tergolong seperti mereka-
tinggalkan lembaga-lembaga hizbiyyah itu ?bila kamu menginginkan kebaikan.
Wallahul Musta'an? Wal 'Ilmu indallah wal hamdulillahi robbil 'alamin.

Yang faqir di hadapan Robbnya,

Abu Hamzah al Atsari.
17 Rajab 1424 (14/09/2003)



Catatan : (tambahan dari Webmaster) *) Silakan lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots [3]mengenai keterlibatan nama-nama
tsb dengan Ihya Ut Turots, organisasi yang berbahaya dan mengacaukan barisan
Islam Salafy dunia. Nampak jelas keterkaitan antara cabang Indonesia dan
Kuwait secara nyata. Diambil dari situs www.atturots.or.id, At Turots cabang
Indonesia. 

**) Lebih lanjut silakan lihat lihat
http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip[4]. Berupa
bukti adanya benang merah antara nama-nama ustadz At Turots dan lainnya,
kajian-kajiannya, kaset/cd ceramahnya, rekomendasi link yang ditampilkan,
screen shot dst. Menunjukkan adanya persetujuan atas At Turots dan pengelola
dan ustadz penasehat website itu sendiri. 


----------------------------------------------------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard[5] 


----------------------------------------------------------------------------


==============================[SPONSOR]==============================
http://www.ukhuwah.or.id :
Pusat Informasi Remaja Masjid se-Jakarta.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: milis-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxx
For additional commands, e-mail: milis-help@xxxxxxxxxxxxx
=====================================================================


----------------------------------------------------------------------------
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard[6] 

--- Links ---
   1 mailto:zacky@xxxxxxxxxxxxx
   2 mailto:milis@xxxxxxxxxxxxx
   3 http://www.salafy.or.id/download/atturots
   4 http://www.salafy.or.id/download/atturots/atturots.network.zip
   5 http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree
   6 http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree

============================================================================
Web Based Mailing List Salafy di http://webmail.salafy.or.id/
Alamat Email kirim ke Mailing List : "salafy @ freelists.org"
Free Webmail @ assalafi.ath.cx , @ assalafi.cjb.net , @ assalafi.mine.nu , @ 
assalafi.za.net , @ salafy.ath.cx, @ salafy.cjb.net , @ salafy.mine.nu , @ 
salafy.za.net , @ salafy.zzn.com , @ s.salafy.or.id , @ user.salafy.or.id 
----------------------------------------------------------------------------

Other related posts: