[ppi] [ppiindia] rehat: Blangko Kosong Politik - Kamis, 30 September 2004
- From: anton john hartomo <antonhartomo@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 29 Sep 2004 23:01:38 -0700 (PDT)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Bagaimana bila parpol mbonceng hasil pilihan langsung ?
Apa SBY cukup PeDe ?
Kasak-kusuk tiket parpol sudah berbunyi...
Oh Indonesia
Salam
A.bawah { COLOR: #ffffff; FONT-FAMILY: Arial, Helvetica, sans-serif;
FONT-SIZE: 10pt}A.bawah:link { COLOR: #ffffff; TEXT-DECORATION:
none}A.bawah:visited { COLOR: #bbbeec; TEXT-DECORATION: none}A.bawah:hover {
COLOR: #ffff00; TEXT-DECORATION: none}A.english { COLOR: #ffffff;
FONT-FAMILY: Arial, Helvetica, sans-serif; FONT-SIZE: 10pt}A.english:link {
COLOR: #ffffff; TEXT-DECORATION: none}A.english:visited { COLOR: #ffffff;
TEXT-DECORATION: none}A.english:hover { COLOR: #ffff00; TEXT-DECORATION:
none}A.samping { COLOR: #000000; FONT-FAMILY: Verdana, Arial, Helvetica,
sans-serif; FONT-SIZE: 8pt}A.samping:link { COLOR: #716fd0;
TEXT-DECORATION: none}A.samping:visited { COLOR: #000000;
TEXT-DECORATION: none}A.samping:hover { COLOR: #716fd0; TEXT-DECORATION: none}
--->
Kamis, 30 September 2004
Blangko Kosong Politik?
Oleh Rocky Gerung
HARI-hari ini, para pemain politik dikepung kecemasan menanti susunan kabinet.
Mereka-reka jalan pikiran Susilo Bambang Yudhoyono adalah kegiatan utama para
analis koran tiap pagi. Kasak-kusuk info, menjadi kesibukan para penguping di
kampung Cikeas sepanjang hari.
Siapa mendapat apa, adalah kalkulasi yang menjadi perbincangan di ruang
redaksi, rapat partai, talk show, dealing room, sampai kafe dan kantin kampus.
Sementara itu, gunting-menggunting di antara elite menjadi aktivitas politik
paling penting sekarang. Dibanding pemilu, sebetulnya suasana politisasi itu
berlangsung sempurna: terlibat atau terlipat!
Keterangannya sederhana, jalan pikiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah
satu-satunya penentu konstelasi politik negeri ini lima tahun kedepan. Karena
itu, berkerumun di sekitar jalan pikirannya menjadi lebih penting daripada
mengikuti jalannya sidang MPR. Inilah konsekuensi dari memilih sistem
presidensial dan menjalankannya melalui pemilu langsung: Politik negara adalah
politik sang presiden! Memilih seorang presiden secara langsung, berarti
memberi blangko kosong politik. Titik.
Posisi tawar partai-partai
Bila itu tumpuan pikirannya, maka dalam menduga-duga susunan kabinet nanti,
hitungan akhirnya hanyalah soal seberapa kuat variabel-variabel lain
memengaruhi kehendak sang presiden. Variabel pertama adalah posisi tawar
partai-partai pendukungnya. Soalnya adalah, apakah kemenangan SBY adalah hasil
kerja partai-partai pendukungnya atau justru lebih oleh popularitas pribadinya?
Dengan kata lain, seandainya tidak ada dukungan formal dari forum
partai-partai, akankah SBY memenangkan pemilu kemarin? Sebenarnya, bila kita
perhatikan komposisi suara yang diperoleh SBY berdasar faktor distribusi
kepartaian, maka yang lebih signifikan justru limpahan suara yang diperoleh
dari konstituen Partai Golkar dan PDI-P, ketimbang dari partai-partai
pendukungnya. Singkatnya, kemenangan SBY diperoleh lebih karena kalkulasi
keliru Koalisi Kebangsaan, ketimbang kerja politik partai-partai pendukungnya.
Karena itu, variabel posisi tawar partai-partai menjadi tidak relevan terhadap
kehendak subyektif sang presiden. Matematikanya begitu. Bahwa di sana-sini
berbagai klaim partai bermunculan, itu sebetulnya cuma retorika politik yang
amat biasa. Dahulu-mendahului, bukti-membuktikan, adalah watak dasar politik,
tetapi pada akhirnya persepsi sang presidenlah yang akan menentukan
bernilai-tidaknya klaim-klaim itu di depan fakta popularitas pribadinya.
Berhadapan dengan situasi itu, seorang presiden yang memperoleh dukungan luas
rakyat, sebetulnya tidak lagi memerlukan hitungan-hitungan taktis-ideologis
dalam membentuk pemerintahannya. Bukti bahwa ia memenangkan mutlak pemilu
langsung, sudah menyelesaikan keragu-raguannya terhadap potensi hambatan
variabel ideologi dalam masa pemerintahannya nanti. Karena itu, memerintah
menjadi semata-mata urusan metodologi, bukan lagi ideologi.
Dengan begini sang presiden dibebaskan dari beban transaksi politik dengan
partai-partai, yang justru dapat menghambat efektivitas pemerintahannya kelak.
Konsekuensinya, suatu kabinet ahli menjadi pilihan paling rasional. Presiden
tidak perlu lagi mencari legitimasi politik dari partai-partai, karena
asal-usul kekuasaannya sudah tertanam kuat, langsung pada suara rakyat. Yang
diperlukan cuma sebuah mesin kabinet yang benar-benar profesional dan paham
akan problem rakyat.
Norma sistem presidensial
Masih ada kecemasan lain, yaitu seolah-olah konstelasi politik di legislatif
akan menghalangi efektivitas pemerintahan melalui pembuatan legislasi,
penetapan anggaran, dan pengawasan terhadap eksekutif. Terhadap teori keliru
ini, harus diluruskan bahwa kedudukan anggota legislatif bukan representasi
mandat mutlak kehendak rakyat, tetapi sekadar menjalankan peran delegasi.
Mengapa demikian? Karena legitimasi seorang anggota legislatif tidak sepenuhnya
diperoleh dari rakyat melalui pemilu, tetapi juga ditentukan oleh berbagai
aturan KPU (pembagian sisa suara, misalnya) dan aturan internal kepartaian
(mekanisme recall, misalnya). Tetapi pada seorang presiden yang dipilih
langsung, rakyat memberi mandat mutlak, yaitu sebagai trust, di mana nasib
sepenuhnya dipercayakan pada diri sang presiden.
Antara rakyat dan presiden terjadi kontrak langsung dan murni. Sementara dalam
kontrak antara rakyat dan anggota legislatif, masih ikut digantungkan aturan
internal kepartaian dan aturan-aturan teknis KPU, sehingga sifat kontraknya
tidak langsung dan tidak murni. Lagi-lagi inilah filosofi sistem presidensial.
Memakai sistem ini berarti memahami hakikatnya dan menerima konsekuensinya.
Tentu saja hambatan legislatif itu dapat juga diatasi melalui keterampilan
politik presiden dalam mengolah dinamika perpolitikan nyata. Ia dapat saja
bermanuver di medan politik parlemen untuk menjaga keseimbangan politik
pemerintahannya. Ini adalah masalah seni berpolitik. Tetapi sebelum itu,
dalil-dalil bernegara harus dipraktikkan secara benar, supaya ada justifikasi
normatif terhadap sistem ketatanegaraan yang kita pilih. Ini mencegah
mengalirnya kultur politik transisional ke muara demagogi dan praktik dagang
sapi. Apalagi kita baru mulai meletakkan dasar-dasar etika parlementarian dalam
sistem politik yang sedang dibangun. Kejelasan-kejelasan etika dan aturan
politik harus disiapkan sejak awal agar dinamika politik dapat dikelola secara
sehat.
Jadi, terang duduk soalnya bahwa bila para anggota legislatif mengerti
sungguh-sungguh dasar etik dari sistem politik presidensil, maka kultur oposisi
yang mungkin berkembang di legislatif harus hanya dalam rangka menjaga arah
kekuasaan agar tidak keluar dari jalur demokrasi, bukan justru merusak sistem
ketatanegaraan yang baru mulai dipraktikkan itu demi kepentingan sempit politik
dagang sapi di antara partai-partai.
Blangko kosong politik?
Lalu apakah semua itu berarti suatu blangko kosong politik selayaknya diberikan
pada sang presiden? Seharusnya begitu. Namun, dalam kondisi transisional menuju
demokrasi, adalah sah dan perlu mengembangkan kecurigaan terhadap peluang
kembalinya sistem otoriter. Naluri politik inilah yang kini sedang diolah
kalangan civil society guna mengingatkan terus sifat falibilisme kekuasaan
politik.
Yang perlu ditekankan adalah agar pekerjaan mulia semacam ini benar-benar cuma
dimaksudkan untuk menjaga momentum transisional, tetap dalam arah menuju
demokrasi. Dengan kata lain, janganlah motif political vendetta partai-partai
menumpang secara tidak senonoh dalam misi baik civil society itu. Rasio politik
civil society bekerja untuk merawat kualitas demokrasi, sementara rasio politik
partai adalah untuk mencapai kuantitas kekuasaan.
Kematangan politik rakyat lewat pemilu yang lalu, menjadi sumber optimisme kita
tentang arah dan masa depan sistem demokrasi. Ini adalah modal sosial awal yang
amat penting untuk investasi kultur politik sehat selanjutnya. Rangkaian proses
pergantian kepemimpinan politik yang akan dilakukan nanti hingga tingkat daerah
akan memperkuat elemen rasionalitas dalam sistem politik ini.
Karena itu, sambil terus mengingat sifat-sifat konservatif kekuasaan, kita
perlu terus menjaga modal sosial awal agar tidak hangus hanya karena ekspektasi
politik rakyat gagal diwujudkan presiden terpilih dalam waktu dekat.
Rocky Gerung Dosen Filsafat UI
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] rehat: Blangko Kosong Politik - Kamis, 30 September 2004