[ppi] [ppiindia] rehat: Blangko Kosong Politik - Kamis, 30 September 2004

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

Bagaimana bila parpol mbonceng hasil pilihan langsung ?

Apa SBY cukup PeDe ?

Kasak-kusuk tiket parpol sudah berbunyi...

Oh Indonesia

Salam


A.bawah {       COLOR: #ffffff; FONT-FAMILY: Arial, Helvetica, sans-serif; 
FONT-SIZE: 10pt}A.bawah:link {       COLOR: #ffffff; TEXT-DECORATION: 
none}A.bawah:visited { COLOR: #bbbeec; TEXT-DECORATION: none}A.bawah:hover {   
COLOR: #ffff00; TEXT-DECORATION: none}A.english {       COLOR: #ffffff; 
FONT-FAMILY: Arial, Helvetica, sans-serif; FONT-SIZE: 10pt}A.english:link {     
COLOR: #ffffff; TEXT-DECORATION: none}A.english:visited {       COLOR: #ffffff; 
TEXT-DECORATION: none}A.english:hover { COLOR: #ffff00; TEXT-DECORATION: 
none}A.samping {       COLOR: #000000; FONT-FAMILY: Verdana, Arial, Helvetica, 
sans-serif; FONT-SIZE: 8pt}A.samping:link {     COLOR: #716fd0; 
TEXT-DECORATION: none}A.samping:visited {       COLOR: #000000; 
TEXT-DECORATION: none}A.samping:hover { COLOR: #716fd0; TEXT-DECORATION: none} 

 
 --->
 

 
Kamis, 30 September 2004 

Blangko Kosong Politik? 

Oleh Rocky Gerung

HARI-hari ini, para pemain politik dikepung kecemasan menanti susunan kabinet. 
Mereka-reka jalan pikiran Susilo Bambang Yudhoyono adalah kegiatan utama para 
analis koran tiap pagi. Kasak-kusuk info, menjadi kesibukan para penguping di 
kampung Cikeas sepanjang hari.

Siapa mendapat apa, adalah kalkulasi yang menjadi perbincangan di ruang 
redaksi, rapat partai, talk show, dealing room, sampai kafe dan kantin kampus. 
Sementara itu, gunting-menggunting di antara elite menjadi aktivitas politik 
paling penting sekarang. Dibanding pemilu, sebetulnya suasana politisasi itu 
berlangsung sempurna: terlibat atau terlipat!

Keterangannya sederhana, jalan pikiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah 
satu-satunya penentu konstelasi politik negeri ini lima tahun kedepan. Karena 
itu, berkerumun di sekitar jalan pikirannya menjadi lebih penting daripada 
mengikuti jalannya sidang MPR. Inilah konsekuensi dari memilih sistem 
presidensial dan menjalankannya melalui pemilu langsung: Politik negara adalah 
politik sang presiden! Memilih seorang presiden secara langsung, berarti 
memberi blangko kosong politik. Titik.

Posisi tawar partai-partai

Bila itu tumpuan pikirannya, maka dalam menduga-duga susunan kabinet nanti, 
hitungan akhirnya hanyalah soal seberapa kuat variabel-variabel lain 
memengaruhi kehendak sang presiden. Variabel pertama adalah posisi tawar 
partai-partai pendukungnya. Soalnya adalah, apakah kemenangan SBY adalah hasil 
kerja partai-partai pendukungnya atau justru lebih oleh popularitas pribadinya?

Dengan kata lain, seandainya tidak ada dukungan formal dari forum 
partai-partai, akankah SBY memenangkan pemilu kemarin? Sebenarnya, bila kita 
perhatikan komposisi suara yang diperoleh SBY berdasar faktor distribusi 
kepartaian, maka yang lebih signifikan justru limpahan suara yang diperoleh 
dari konstituen Partai Golkar dan PDI-P, ketimbang dari partai-partai 
pendukungnya. Singkatnya, kemenangan SBY diperoleh lebih karena kalkulasi 
keliru Koalisi Kebangsaan, ketimbang kerja politik partai-partai pendukungnya.

Karena itu, variabel posisi tawar partai-partai menjadi tidak relevan terhadap 
kehendak subyektif sang presiden. Matematikanya begitu. Bahwa di sana-sini 
berbagai klaim partai bermunculan, itu sebetulnya cuma retorika politik yang 
amat biasa. Dahulu-mendahului, bukti-membuktikan, adalah watak dasar politik, 
tetapi pada akhirnya persepsi sang presidenlah yang akan menentukan 
bernilai-tidaknya klaim-klaim itu di depan fakta popularitas pribadinya.

Berhadapan dengan situasi itu, seorang presiden yang memperoleh dukungan luas 
rakyat, sebetulnya tidak lagi memerlukan hitungan-hitungan taktis-ideologis 
dalam membentuk pemerintahannya. Bukti bahwa ia memenangkan mutlak pemilu 
langsung, sudah menyelesaikan keragu-raguannya terhadap potensi hambatan 
variabel ideologi dalam masa pemerintahannya nanti. Karena itu, memerintah 
menjadi semata-mata urusan metodologi, bukan lagi ideologi.

Dengan begini sang presiden dibebaskan dari beban transaksi politik dengan 
partai-partai, yang justru dapat menghambat efektivitas pemerintahannya kelak. 
Konsekuensinya, suatu kabinet ahli menjadi pilihan paling rasional. Presiden 
tidak perlu lagi mencari legitimasi politik dari partai-partai, karena 
asal-usul kekuasaannya sudah tertanam kuat, langsung pada suara rakyat. Yang 
diperlukan cuma sebuah mesin kabinet yang benar-benar profesional dan paham 
akan problem rakyat.

Norma sistem presidensial

Masih ada kecemasan lain, yaitu seolah-olah konstelasi politik di legislatif 
akan menghalangi efektivitas pemerintahan melalui pembuatan legislasi, 
penetapan anggaran, dan pengawasan terhadap eksekutif. Terhadap teori keliru 
ini, harus diluruskan bahwa kedudukan anggota legislatif bukan representasi 
mandat mutlak kehendak rakyat, tetapi sekadar menjalankan peran delegasi.

Mengapa demikian? Karena legitimasi seorang anggota legislatif tidak sepenuhnya 
diperoleh dari rakyat melalui pemilu, tetapi juga ditentukan oleh berbagai 
aturan KPU (pembagian sisa suara, misalnya) dan aturan internal kepartaian 
(mekanisme recall, misalnya). Tetapi pada seorang presiden yang dipilih 
langsung, rakyat memberi mandat mutlak, yaitu sebagai trust, di mana nasib 
sepenuhnya dipercayakan pada diri sang presiden.

Antara rakyat dan presiden terjadi kontrak langsung dan murni. Sementara dalam 
kontrak antara rakyat dan anggota legislatif, masih ikut digantungkan aturan 
internal kepartaian dan aturan-aturan teknis KPU, sehingga sifat kontraknya 
tidak langsung dan tidak murni. Lagi-lagi inilah filosofi sistem presidensial. 
Memakai sistem ini berarti memahami hakikatnya dan menerima konsekuensinya.

Tentu saja hambatan legislatif itu dapat juga diatasi melalui keterampilan 
politik presiden dalam mengolah dinamika perpolitikan nyata. Ia dapat saja 
bermanuver di medan politik parlemen untuk menjaga keseimbangan politik 
pemerintahannya. Ini adalah masalah seni berpolitik. Tetapi sebelum itu, 
dalil-dalil bernegara harus dipraktikkan secara benar, supaya ada justifikasi 
normatif terhadap sistem ketatanegaraan yang kita pilih. Ini mencegah 
mengalirnya kultur politik transisional ke muara demagogi dan praktik dagang 
sapi. Apalagi kita baru mulai meletakkan dasar-dasar etika parlementarian dalam 
sistem politik yang sedang dibangun. Kejelasan-kejelasan etika dan aturan 
politik harus disiapkan sejak awal agar dinamika politik dapat dikelola secara 
sehat.

Jadi, terang duduk soalnya bahwa bila para anggota legislatif mengerti 
sungguh-sungguh dasar etik dari sistem politik presidensil, maka kultur oposisi 
yang mungkin berkembang di legislatif harus hanya dalam rangka menjaga arah 
kekuasaan agar tidak keluar dari jalur demokrasi, bukan justru merusak sistem 
ketatanegaraan yang baru mulai dipraktikkan itu demi kepentingan sempit politik 
dagang sapi di antara partai-partai.

Blangko kosong politik?

Lalu apakah semua itu berarti suatu blangko kosong politik selayaknya diberikan 
pada sang presiden? Seharusnya begitu. Namun, dalam kondisi transisional menuju 
demokrasi, adalah sah dan perlu mengembangkan kecurigaan terhadap peluang 
kembalinya sistem otoriter. Naluri politik inilah yang kini sedang diolah 
kalangan civil society guna mengingatkan terus sifat falibilisme kekuasaan 
politik.

Yang perlu ditekankan adalah agar pekerjaan mulia semacam ini benar-benar cuma 
dimaksudkan untuk menjaga momentum transisional, tetap dalam arah menuju 
demokrasi. Dengan kata lain, janganlah motif political vendetta partai-partai 
menumpang secara tidak senonoh dalam misi baik civil society itu. Rasio politik 
civil society bekerja untuk merawat kualitas demokrasi, sementara rasio politik 
partai adalah untuk mencapai kuantitas kekuasaan.

Kematangan politik rakyat lewat pemilu yang lalu, menjadi sumber optimisme kita 
tentang arah dan masa depan sistem demokrasi. Ini adalah modal sosial awal yang 
amat penting untuk investasi kultur politik sehat selanjutnya. Rangkaian proses 
pergantian kepemimpinan politik yang akan dilakukan nanti hingga tingkat daerah 
akan memperkuat elemen rasionalitas dalam sistem politik ini.

Karena itu, sambil terus mengingat sifat-sifat konservatif kekuasaan, kita 
perlu terus menjaga modal sosial awal agar tidak hangus hanya karena ekspektasi 
politik rakyat gagal diwujudkan presiden terpilih dalam waktu dekat.

Rocky Gerung Dosen Filsafat UI


   



 

 
     

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: