[ppi] Re: [ppiindia] kerusuhan Ambon akibat bentrokan aparat dgn simpatism RMS.
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Tue, 27 Apr 2004 00:41:12 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Bung Peace,
Sebetulnya RMS itu sudah ninabobo, tidur ngorok keras, lagi tunggu tidur
kekal abadi. Tetapi, sebagai "hewan" pirarahan umum, siapa saja bisa pakai
untuk kebutuhannya. RMS dibangunkan dari tidur nyenyaknya dengan suntik
viagra dipupurkan bedak pada muka bopengnya dan diberikan baju baru dengan
nama FKM, yang katanya adalah Front Kedaulatan Maluku, tetapi pada
hakekatnya adalah Fraksi Kelompok Militer.
Bukankah kalau terjadi kegoncangan dibutuhkan stabilisator, dan untuk maju
diperlukan dinamisator, jadi kalau saya bilang dwi fungsi mungkin selajutnya
Anda mengerti situasi teater politik di Indonesia. Dulu dikatakan konflik
agama, sekarang istilahnya separatisme. Sialnya rakyat jelata tanpa
membedakan agama menjadi korban permainan yang sangat keji. Pada waktu lalu
kurang lebih dua puluh ribu korban jiwa, 500.000 atau 1/5 dari penduduk
menjadi pengungsi, harta pun hilang. Anak-anak terputus sekolah untuk waktu
3 tahun lebih.
Salam,
----- Original Message -----
From: "peace" <hutan007@xxxxxxxxx>
To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Monday, April 26, 2004 10:26 PM
Subject: [ppiindia] kerusuhan Ambon akibat bentrokan aparat dgn simpatism
RMS.
>
> Sebaiknya perlu mempertanyakan pada simpatisan RMS untuk tujuan
> apa, dan mengajak dialog pada mereka agar mengutamakan kesatuan
> negara NKRI. Karena masyarakat Ambon anti RMS sudah sejajar dengan
> kemakmuran dgn masyarakat bersama.
>
> Semoga mereka masyarakat lebih menghormati ketentraman dan kemajuan
> bersama.
>
> wassalam,
>
> --------------------
> Kerusuhan Ambon Berlanjut
>
> AMBON (Media): Kerusuhan di Ambon terus berlanjut hingga kemarin
> sehingga korban terus berjatuhan. Total korban tewas mencapai 23
> orang dan 148 luka-luka. Ratusan aparat keamanan dari Jakarta dikirim
> untuk membantu pengamanan.
>
>
> REUTERS
> TURUN KE JALAN: Sejumlah warga Kota Ambon turun ke jalan sambil
> membawa senjata tajam setelah terjadi bentrokan antarwarga di Ambon,
> Maluku, kemarin. Kerusuhan yang terjadi sejak Minggu (25/4)
> menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai 148 orang lainnya.
>
> Pertikaian antara simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) dengan
> pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kota Ambon,
> Maluku, kemarin, terkonsentrasi di kawasan Talake dan Waringin,
> Kecamatan Nusaniwe. Sejumlah bangunan dan tempat-tempat vital juga
> dibakar, termasuk Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).
>
> Situasi kota terlihat mencekam, jalan-jalan sepi dan warga hanya
> terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu. Asap tebal membumbung di
> dua kawasan tersebut dan terdengar dentuman bom serta rentetan
> tembakan.
>
> Untuk menghalau massa, aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan
> sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. ''Jalanan sepi, Ambon
> seperti kota hantu,'' kata Direktur RSU Al Fatah Ambon, Rivai Ambon.
>
> Rivai mengatakan di rumah sakitnya, korban meninggal mencapai 16
> orang sejak Minggu (25/4). Sedangkan dua rumah sakit lainnya, RSU
> Bhakti Rahayu dan RSUD Dr Haulussy melaporkan tujuh orang meninggal,
> termasuk satu orang yang meninggal akibat serangan jantung.
>
> Beberapa korban yang tewas kemarin sudah teridentifikasi. Antara
> lain, Ruslan Lestaluhu, Nyong Rumalubis, Ali Husen Karepesina, Arman
> Onso, Sajali Silela, Feri Laitupa, Akbar Rifai, Ramli Faloco, Haris
> Uma Sangadji, dan Abdolah Daeng Matta. Korban kebanyakan terkena
> tembakan peluru tajam.
>
> Kota Ambon juga sudah terpecah menjadi dua sektor, yang setiap sektor
> dikuasai masing-masing pihak bertikai. Warga terlihat berjaga-jaga di
> masing-masing batas sektor itu sambil membawa tongkat, parang, dan
> benda-benda untuk menjaga diri lainnya. ''Situasi mundur lagi persis
> seperti yang terjadi pada kerusuhan pertama pada 1999,'' kata Olin
> Tutamahu, salah seorang petugas PBB.
>
> Kerusuhan ini merupakan kelanjutan dari peristiwa sehari sebelumnya
> yang dipicu oleh peringatan hari ulang tahun RMS. Warga pendukung
> NKRI tidak bisa menerima adanya peringatan itu dan meminta polisi
> membubarkannya. Namun, warga menyaksikan polisi mengawal mereka
> sehingga warga marah dan menyerang massa simpatisan RMS.
>
> Gubernur Maluku Karel Alber Ralahalu menyatakan tidak akan mengubah
> status pengamanan dari tertib sipil ke situasi darurat
> sipil. ''Situasi keamanan masih dikendalikan polisi.''
>
> Kalangan di luar negeri juga bereaksi atas kerusuhan ini. Amerika
> Serikat (AS) mengeluarkan travel notice (peringatan bepergian) dan
> menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke wilayah itu.
>
> Bukan konflik agama
>
> Menko Polkam ad interim Hari Sabarno menegaskan konflik yang terjadi
> bukan konflik agama, melainkan bentrokan antara simpatisan RMS dengan
> massa pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun,
> pihak intelijen tetap harus menganalisis dan mencari latar
> belakangnya.
>
> ''Pusat akan membantu menganalisis dan mencari masalah dan latar
> belakangnya,'' kata Hari usai telewicara dengan pejabat, tokoh agama,
> dan tokoh masyarakat Maluku di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
>
> Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan Mabes Polri mengirimkan
> empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob.
>
> Markas Besar (Mabes) TNI juga mengirimkan sejumlah pasukan dari
> Batalyon Infanteri 413 Kostrad. Pasukan tersebut diangkut dengan
> empat pesawat herkules dari Solo, Jawa Tengah, kemarin.
>
> Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mabes TNI Kolonel Ahmad
> Yani Basuki, pasukan pendukung ini akan memperkuat pengamanan di
> Ambon, yang terdiri dari gabungan dua SSK Yonif-733, satu Kompi Yonif-
> 731, dua satuan setingkat peleton (SST) Denpur Zipur, dan Kompi
> Pengawalan Kodam Pattimura, serta satuan bawah kendali operasi (BKO)
> yang terdiri dari Yon Arhanud-11, empat SST Yon Armed-3, dan Kompi
> Kavaleri Serbu-31.
>
> Sementara itu, sejumlah kalangan mendesak agar aparat keamanan
> bertindak tegas dalam menangani kerusuhan ini. Partai Keadilan
> Sejahtera (PKS) meminta aparat menindak massa RMS. ''RMS jelas sudah
> bertindak separatis,'' kata Presiden PKS Hidayat Nur Wahid di
> Yogyakarta, kemarin.
>
> Menurutnya, aparat keamanan di Ambon lengah dalam mengantisipasi
> terjadinya kerusuhan. Sebab, beberapa hari sebelumnya, mereka sudah
> mengetahui bahwa RMS akan memperingati hari ulang tahunnya. Namun,
> aparat tidak mencegahnya dan justru memunculkan kemarahan dari
> kelompok yang kontra-RMS.
>
> Hidayat juga mengungkapkan akibat kerusuhan di Ambon, Abdolah Daeng
> Matta, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Nusaniwe,
> tewas terkena tembakan penembak gelap, kemarin.
>
> Imbauan senada juga disampaikan Solidaritas Rakyat Indonesia Timur
> (SRIT). Mereka meminta pemerintah dan aparat mencegah meluasnya
> kerusuhan dan menangkap aktor intelektual di balik peristiwa ini.
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: