[ppi] [ppiindia] kerusuhan Ambon akibat bentrokan aparat dgn simpatism RMS.

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

  Sebaiknya perlu mempertanyakan pada simpatisan RMS untuk tujuan 
apa, dan mengajak dialog pada mereka agar mengutamakan kesatuan 
negara NKRI. Karena masyarakat Ambon anti RMS sudah sejajar dengan 
kemakmuran dgn masyarakat bersama. 

Semoga mereka masyarakat lebih menghormati ketentraman dan kemajuan 
bersama.

wassalam, 

--------------------
Kerusuhan Ambon Berlanjut
 
AMBON (Media): Kerusuhan di Ambon terus berlanjut hingga kemarin 
sehingga korban terus berjatuhan. Total korban tewas mencapai 23 
orang dan 148 luka-luka. Ratusan aparat keamanan dari Jakarta dikirim 
untuk membantu pengamanan.

 
REUTERS
TURUN KE JALAN: Sejumlah warga Kota Ambon turun ke jalan sambil 
membawa senjata tajam setelah terjadi bentrokan antarwarga di Ambon, 
Maluku, kemarin. Kerusuhan yang terjadi sejak Minggu (25/4) 
menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai 148 orang lainnya.
 
Pertikaian antara simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) dengan 
pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kota Ambon, 
Maluku, kemarin, terkonsentrasi di kawasan Talake dan Waringin, 
Kecamatan Nusaniwe. Sejumlah bangunan dan tempat-tempat vital juga 
dibakar, termasuk Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).

Situasi kota terlihat mencekam, jalan-jalan sepi dan warga hanya 
terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu. Asap tebal membumbung di 
dua kawasan tersebut dan terdengar dentuman bom serta rentetan 
tembakan.

Untuk menghalau massa, aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan 
sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. ''Jalanan sepi, Ambon 
seperti kota hantu,'' kata Direktur RSU Al Fatah Ambon, Rivai Ambon.

Rivai mengatakan di rumah sakitnya, korban meninggal mencapai 16 
orang sejak Minggu (25/4). Sedangkan dua rumah sakit lainnya, RSU 
Bhakti Rahayu dan RSUD Dr Haulussy melaporkan tujuh orang meninggal, 
termasuk satu orang yang meninggal akibat serangan jantung.

Beberapa korban yang tewas kemarin sudah teridentifikasi. Antara 
lain, Ruslan Lestaluhu, Nyong Rumalubis, Ali Husen Karepesina, Arman 
Onso, Sajali Silela, Feri Laitupa, Akbar Rifai, Ramli Faloco, Haris 
Uma Sangadji, dan Abdolah Daeng Matta. Korban kebanyakan terkena 
tembakan peluru tajam.

Kota Ambon juga sudah terpecah menjadi dua sektor, yang setiap sektor 
dikuasai masing-masing pihak bertikai. Warga terlihat berjaga-jaga di 
masing-masing batas sektor itu sambil membawa tongkat, parang, dan 
benda-benda untuk menjaga diri lainnya. ''Situasi mundur lagi persis 
seperti yang terjadi pada kerusuhan pertama pada 1999,'' kata Olin 
Tutamahu, salah seorang petugas PBB.

Kerusuhan ini merupakan kelanjutan dari peristiwa sehari sebelumnya 
yang dipicu oleh peringatan hari ulang tahun RMS. Warga pendukung 
NKRI tidak bisa menerima adanya peringatan itu dan meminta polisi 
membubarkannya. Namun, warga menyaksikan polisi mengawal mereka 
sehingga warga marah dan menyerang massa simpatisan RMS.

Gubernur Maluku Karel Alber Ralahalu menyatakan tidak akan mengubah 
status pengamanan dari tertib sipil ke situasi darurat 
sipil. ''Situasi keamanan masih dikendalikan polisi.''

Kalangan di luar negeri juga bereaksi atas kerusuhan ini. Amerika 
Serikat (AS) mengeluarkan travel notice (peringatan bepergian) dan 
menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke wilayah itu.

Bukan konflik agama

Menko Polkam ad interim Hari Sabarno menegaskan konflik yang terjadi 
bukan konflik agama, melainkan bentrokan antara simpatisan RMS dengan 
massa pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, 
pihak intelijen tetap harus menganalisis dan mencari latar 
belakangnya.

''Pusat akan membantu menganalisis dan mencari masalah dan latar 
belakangnya,'' kata Hari usai telewicara dengan pejabat, tokoh agama, 
dan tokoh masyarakat Maluku di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan Mabes Polri mengirimkan 
empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob.

Markas Besar (Mabes) TNI juga mengirimkan sejumlah pasukan dari 
Batalyon Infanteri 413 Kostrad. Pasukan tersebut diangkut dengan 
empat pesawat herkules dari Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Mabes TNI Kolonel Ahmad 
Yani Basuki, pasukan pendukung ini akan memperkuat pengamanan di 
Ambon, yang terdiri dari gabungan dua SSK Yonif-733, satu Kompi Yonif-
731, dua satuan setingkat peleton (SST) Denpur Zipur, dan Kompi 
Pengawalan Kodam Pattimura, serta satuan bawah kendali operasi (BKO) 
yang terdiri dari Yon Arhanud-11, empat SST Yon Armed-3, dan Kompi 
Kavaleri Serbu-31.

Sementara itu, sejumlah kalangan mendesak agar aparat keamanan 
bertindak tegas dalam menangani kerusuhan ini. Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS) meminta aparat menindak massa RMS. ''RMS jelas sudah 
bertindak separatis,'' kata Presiden PKS Hidayat Nur Wahid di 
Yogyakarta, kemarin.

Menurutnya, aparat keamanan di Ambon lengah dalam mengantisipasi 
terjadinya kerusuhan. Sebab, beberapa hari sebelumnya, mereka sudah 
mengetahui bahwa RMS akan memperingati hari ulang tahunnya. Namun, 
aparat tidak mencegahnya dan justru memunculkan kemarahan dari 
kelompok yang kontra-RMS.

Hidayat juga mengungkapkan akibat kerusuhan di Ambon, Abdolah Daeng 
Matta, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Nusaniwe, 
tewas terkena tembakan penembak gelap, kemarin.

Imbauan senada juga disampaikan Solidaritas Rakyat Indonesia Timur 
(SRIT). Mereka meminta pemerintah dan aparat mencegah meluasnya 
kerusuhan dan menangkap aktor intelektual di balik peristiwa ini. 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: