[ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- From: "Temie Iswanto" <tiswanto@xxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Tue, 31 Aug 2004 14:08:20 +0700
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Bismillahir rahmanir rahiem
=A0
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa dusta atau bohong itu bukan sifat oran=
g beriman. Akan tetapi sebuah hadits lain menyebutkan yang mahfumnya, =91Cu=
kuplah seseorang dikatakan pendusta apabila dia mengatakan semua apa yang d=
iketahuinya.=94 Maka dalam kontek pembicaraan ini barangkali akan lebih bij=
aksana kalau kita gunakan kata =91menyembunyikan=92 atau =91menutupi=92; Ya=
ng demikian adalah karena kita memang diperintahkan melakukannya pada hal2 =
tertentu. Perilaku ini adalah bagian dari syariat.=20
=A0
Bukan berbohong, tapi menyembunyikan sesuatu dengan kata2 yang benar demi m=
enyelamatkan sesuatu atau apa2 yang kita diperintahkan untuk itu. Dalam hal=
ini, sudah selayaknya kita tahu batasan2-nya. Maka beruntunglah orang2 yan=
g dapat membedakan batasan2 mana yang halal mana yang haram, mana yang makr=
uh mana yang mubah, mana yang patut diiklankan mana yang mesti dirahasiakan=
, atau hal2 lain yang seumpama dengan itu. Karena itu, tidak sama nilainya =
antara orang yang tahu dan orang yang tak tahu, orang yang paham dan orang =
yang tidak paham. Berikut ini beberapa ilustrasinya.
=A0
Seseorang yang kita kenal kebaikannya lari ketakutan di depan kita pada saa=
t kita sedang duduk2 di beranda rumah. Pengejarnya muncul beberapa saat kem=
udian di depan kita. Lalu kita berdiri menghampirinya. Ketika dia bertanya =
adakah kita melihat orang yang lari di depan kita, maka kita tidak berbohon=
g dengan mengatakan bahwa sejak kita berdiri (bukan sejak duduk) kita tidak=
melihat orang lain yang lewat selain dia. Dengan cara ini kita menyelamatk=
an seseorang dari kemungkinan dianiaya. Kita tidak berdusta dengan mensetin=
g keterangan waktunya. Perhatikan, kalau saja kita katakan =91sejak kita ad=
a disini=92, maka jatuhlah kita kedalam dusta.
=A0
Pada masa khalifah Umar bin Khatthab ra, seseorang telah menemukan =91orok=
=92 (bayi) yang masih merah yang terbungkus dengan kain di suatu jalan. Ket=
ika dibuka, bersamanya ada beberapa keping emas. Lalu dia memutuskan untuk =
memeliharanya dengan mendatangkan ibu susuan bagi bayi tersebut. Dalam peme=
liharaanya, sang ibu susuan memberitahu bahwa ada 4 orang wanita yang kerap=
datang mencium bayi tersebut. Ketika Umar mendesak mereka agar diketahui s=
iapa ibunya, maka salah seorang dari mereka mengingatkan kenapa Umar ingin =
membuka aib orang yang Allah sendiri telah menutupinya. Lalu Umar pun membe=
narkannya.
=A0
Barangsiapa menutupi (menyembunyikan) aib saudaranya, maka Allah akan menut=
upi aib dirinya. Barangsiapa suka membuka (menyampaikan) aib saudaranya, ma=
ka Allah akan membuka aibnya dan dia akan dipermalukan hatta di rumahnya se=
ndiri. (mahfum hadits)
=A0
Sebagaimana dalam hayatus sahabat, seorang sahabat Rasulullah saw telah men=
dapatkan uang yang cukup banyak. Setelah berunding dengan istrinya, mereka =
sepakat untuk menjadikannya modal agar diperoleh keuntungan yang lebih bany=
ak lagi. Ketika sang suami menawarkan untuk menggunakannya pada perniagaan =
yang tidak akan ada ruginya, maka sang istri menyetujuinya. Lalu sang suami=
keluar rumah dan tidak kembali kecuali setelah mem-bagi2-kan uang tersebut=
kepada fakir miskin dan untuk keperluan fi sabilillah. Sahabat tadi tidak =
berbohong kepada istrinya karena dia berbicara sesuai dengan ayat Allah yan=
g salah satunya adalah:=20
=A0
Sesungguhnya orang2 yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat da=
n menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka de=
ngan diam2 dan terang2-an, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak ak=
an merugi. (QS 35:29)
=A0
Sebaliknya, apa yang dipahami istrinya adalah perniagaan berupa jual beli b=
arang. Apabila istrinya mengetahui apa yang telah dilakukan suaminya, maka =
dia memjadi marah hingga berita ini sampai kepada Rasulullah saw. Baru sete=
lah dia mendapat penjelasan tentang keutamaan2 sebagaimana yang telah dilak=
ukan suaminya, maka diapun menjadi ridho.
=A0
Menutupi atau menyembunyikan rahasia2 terutama dalam masa perang juga banya=
k contoh yang dapat kita petik dari kehidupan Rasulullah saw dan sahabat2-n=
ya. Bagi kita yang awam, barangkali tipis sekali perbedaan antara menyembun=
yikan dan berbohong. Akan tetapi justru disitulah letak kepakaran seorang m=
umin dalam mewujudkan perintah Allah dan ajaran Rasul-Nya. Jangan dusta, ta=
pi pula jangan katakan semua apa yang kita tahu kepada orang2 yang tidak be=
rhak mengetahuinya. Subhanallah.
=A0
***
=A0
=A0
Message: 10=20=20=20=20=20=20=20=20
Date: Mon, 30 Aug 2004 18:30:12 +0200 (CEST)
From: dicky riyadi <dickyriyadi@xxxxxxxx>
Subject: Re: (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg me=
nipu
=20
syariat diketahui dg akal...., karena Tuhan memberikan akal kepada manusia =
untuk memahami syariat....
=20
himawan sutanto <himawan.sutanto@xxxxxxxxx> wrote:
=20
itulah jika akal mendahului syariat
=20
=20
----- Original Message -----
From: "dicky riyadi" <dickyriyadi@xxxxxxxx>
To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Sunday, August 29, 2004 3:08 PM
Subject: Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi,
beda dg menipu
=20
bohong boleh, menipu tidak boleh. bohong bisa karena kejepit, takut, dibawa=
h
ancaman, intimidasi, kekerasan, dan sejenisnya. Sedangkan menipu cenderung
ada unsur kriminalitas.
=20
Semua orang mengaku tidak pernah bohong, dan hanya sekali ia berbohong,
yakni ketika ia berkata bahwa ia tidak pernah berkata bohong.
=20
himawan sutanto <himawan.sutanto@xxxxxxxxx> wrote:
=20
kebohongan diperbolehkan dalam 3 hal:;dalam peperangan, dalam rangka ishlah
dan kehidupan suami isteri,
=20
=20
----- Original Message -----
From: "Sandy Dwiyono" <masboy04@xxxxxxxxx>
To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>; <nasional-list@xxxxxxxxxxxxxxx>;
<humancapital@xxxxxxxxxxxxxxx>; <lowongan@xxxxxxxxxxxxxxx>;
<jordi762001@xxxxxxxxx>; <februan@xxxxxxxxx>
Sent: Friday, August 27, 2004 3:51 PM
Subject: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi
=20
=20
> Berbohong sebagai strategi eksistensi
>
> Semua kitab suci melarang umatnya berbohong. Dalam
> semua agama maupun peradaban, kejujuran menempati
> posisi teratas dan diagungkan. Bukannya saya bermaksud
> menyuruh seseorang untuk berbohong, namun dari
> penelitian yang cukup lama oleh para ahli psikologi,
> sosiologi dan ahli biologi menunjukkan, kehidupan
> tidak akan berjalan jika tidak ada kebohongan. Setiap
> manusia, pasti melakukan kebohongan baik terhadap
> orang lain maupun terhadap dirinya sendiri. Disini
> muncul paradox. Manusia selalu berbohong, namun di
> lain sisi dituntut untuk menunjung tinggi nilai
> kejujuran. Bagaimana kedua hal ini bisa cocok ? Namun
> juga muncul pertanyaan, apakah definis dari kejujuran
> ? Apakah kejujuran dan kebenaran memiliki nilai
> mutlak?
>
> Jawaban dari pertanyaan itu amat rumit. Tetapi, paling
> tidak kejujuran memberikan orientasi dalam bersikap,
> demikian kata profesor Hans Rott, pakar filsafat dari
> Universitas Regensburg di Jerman. Rott menyebutkan,
> walaupun kejujuran atau kebenaran tidak selalu membuat
> orang bahagia namun dalam banyak hal tema itu amatlah
> penting. Misalnya dalam pengumpulan informasi. Dalam
> kondisi ekstrim, kadang-kadang hidup atau matinya
> manusia, amat tergantung dari kejujuran dan kebenaran
> ini.
>
> Akan tetapi, secara moral kejujuran ditempatkan dalam
> posisi terlalu tinggi, demikian pendapat pakar
> pendidikan dan ahli filsafat dari Amerika Serikat,
> David Nyberg. Disebutkannya, dalam ukuran tertentu,
> ternyata membohongi orang lain maupun diri sendiri
> tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas
> kemasyarakatan maupun kesehatan mental personal.
> Kadang-kadang dalam kondisi tertentu orang mutlak
> harus berbohong, karena jika secara lugas
> mengungkapkan kebenaran, situasi akan menjadi tidak
> sehat dan tidak moralis. Mengutuk semua kebohongan
> sebagai kejahatan, sama halnya seperti kita mengutuk
> semua bakteri sebagai jahat. Padahal, tanpa adanya
> bakteri tertentu, manusia tidak dapat menikmati keju
> yang enak, wine atau juga tape dan tempe.
>
> Dengan teorinya, Nyberg tidak bertujuan membenarkan
> kelakuan tukang menipu atau pembohong yang hanya
> bertujuan memetik keuntungan bagi dirinya sendiri.
> Yang dimaksudkannya, tentu saja berbohong untuk
> menutupi aib orang lain atau menjaga derajat diri
> sendiri atau masyarakat. Inilah yang disebut oleh
> Nyberg sebagai kebohongan yang merupakan kecerdasan
> sosial manusia. Dalam sejarah evolusi manusia,
> kebohongan semacam itu sudah menjadi bagian dari
> perkembangan kecerdasan sosial.
>
> Penelitian Nyberg menunjukkan, kepercayaan tidak
> terbentuk dari apakah kita selalu jujur tetapi dari
> pengetahuan bahwa seseorang atau masyarakat secara
> timbal balik saling berbuat baik. Kebohongan
> kadang-kadang diperlukan untuk menyelamatkan
> kehidupan, mencegah seseorang dipermalukan atau
> menunjukkan simpati. Agar dapat menunjukan kematangan
> sosial, bagaimana caranya mengelola kebenaran secara
> fleksibel dalam arti sekali-sekali melakukan
> kebohongan, namun perlu digarisbawahi kebohongan yang
> dilakukan harus dipelajari secara tepat. Dalam
> kebudayaan manapun, seseorang yang terlalu jujur dan
> lugas biasanya dijauhi lingkungannya.
>
> Namun harus diingat, mengelola kebohongan juga bukan
> hal yang mudah. Kita seringkali cepat terjebak pada
> zone kelabu. Contoh klasiknya, perselingkuhan. Suami
> atau istri yang selingkuh akan cenderung berbohong
> untuk kepentingan dirinya, terutama agar perkawinannya
> tidak pecah. Prof. Hans Rott mengatakan, setiap
> individu akan memutuskan sendiri, seberapa jauh ia
> dapat menerima kebenaran. Dalam kasus selingkuh
> misalnya, jika kebohongan terbongkar maka kepercayaan
> akan rusak dan pasangan akan menilai kejujuran tidak
> ada harganya lagi.
>
> Dalam semua kebudayaan memang terdapat kebiasaan
> berbohong. Nyberg memperkirakan, dengan cara menutupi
> kebenaran maka akan terbuka peluang untuk mengelak
> dari konfrontasi langsung yang merugikan. Juga dalam
> kehidupan modern, berbohong kadangkala merupakan cara
> terbaik untuk menjaga harmoni. Seorang dokter yang
> menangani pasien dengan penyakit berat misalnya,
> walaupun tahu bahwa pasiennya tidak dapat tertolong,
> namun ia selalu membesarkan hati pasiennya dimana
> tujuannya untuk memelihara semangat hidup pasiennya.
> Para dokter mengetahui, jika seorang pasien diberitahu
> bahwa ia tidak akan tertolong lagi sama artinya ia
> mendorong pasien untuk cepat mati.
>
> Nyberg menyatakan, menipu diri sendiri merupakan
> software paling mengesankan yang diciptakan manusia
> dalam evolusinya. Dengan melakukan kebohongan terhadap
> diri sendiri, seseorang dapat memainkan peranan yang
> berbeda-beda. Misalnya saja sebagai bapak, ibu, teman,
> kekasih atau juga musuh. Di balik semua peranan itu,
> tersembunyi keinginan psikologis untuk dapat diterima
> oleh lingkungan. Masing-masing selalu berkeinginan
> meyakinkan yang lainnya, bahwa mereka cukup cerdas,
> dapat dipercaya dan penuh cintakasih.
>
> Akan tetapi, tidak selalu kenyataannya seperti begitu.
> Karena itulah manusia memerlukan topeng untuk
> membengkokan kenyataan sebenarnya. Caranya dengan
> menciptakan gambaran lain dari diri kita sendiri yang
> akhirnya juga kita percayai sebagai gambaran yang
> sebenarnya. Manusia selalu berusaha menciptakan tokoh
> idaman yang sesuai dengan gambaran yang diinginkannya.
> Dengan begitu, manusia menciptakan kebohongan yang
> menjadi landasan bagi perasaan meningkatnya martabat
> dirinya. Nyberg menyebutkan, dalam kondisi semacam
> itu, kebohongan ibaratnya menjadi kekuatan bagi
> penyembuhan jiwa.
>
>
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
> http://promotions.yahoo.com/goldrush
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
- Follow-Ups:
- [ppi] [ppiindia] OMDO GRATIS
- From: antonhartomo
Other related posts:
- » [ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- » [ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- » [ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- » [ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- » [ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- » [ppi] Re: [ppiindia] (intermezzo) Berbohong sebagai strategi eksistensi, beda dg menipu
- [ppi] [ppiindia] OMDO GRATIS
- From: antonhartomo