[ppi] [ppiindia] bali ke Pancasila, Membangun Indonesia Baru
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 27 Aug 2006 12:56:15 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Pancasila mempunyai kelemahan pada sila pertama yaitu : KeTuhanan yang Maha
Esa: [a] Tuhan Gurun Pasir tidak ada dalam agama Hinduisme [Bali] ,
Konfuchuisme maupun Buddhisme. [b] Tuhan gurun pasir bagi agama sepupuh
agaknya tidak sama dan malah menyebarkan rasisme, contohnya dalam Al Quran
5:51 dikatakan : "Believers take neitheir Jews nor Christians for your friends
and protectors....". Kalau sila pertama itu diganti dengan "agama adalah
hak tiap warganegara", akan lebih menguntungkan bagi semua pihak dan tidak ada
yang akan bakar-bakar atau membom gereja, melarang melakukan ibadah keluarga
disumah privat atu menghancurkan mesjid Ahmadiah karena dianggap kafir,
penyebar murtadisme etc atau mendiskrimisasi sesorang dalam menduduki jabatan
negara karena dianggap agamanya tidak benar.
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/08/26/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Kembali ke Pancasila, Membangun Indonesia Baru
[JAKARTA] Pancasila harus menjadi acuan dari seluruh sistem hukum dan politik
di Indonesia. Komitmen, kesetiaan serta keteguhan sikap para tokoh agama dan
pejabat pemerintah terhadap Pancasila harus dapat jadi panutan. Sekarang ini
masyarakat dan bangsa Indonesia membutuhkan keteladanan dari para tokoh publik
bahwa mereka memang menghayati kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai luhur
Pancasila.
Demikian benang merah pokok pikiran sejumlah tokoh agama dan masyarakat perihal
Kembali ke Pancasila Membangun Indonesia Baru di Jakarta, Jumat (25/8). "Kami
yakin jika sikap trust dibangun, silaturahmi makin dimantapkan dan komitmen
kembali kepada Pancasila diperteguh maka agama-agama di Indonesia akan dapat
memainkan peran yang sangat signifikan dalam sejarah kehidupan bangsa," ujar
Wakil Sekretaris Umum PGI, Weinata Sairin kepada Pembaruan secara terpisah.
Sekarang merupakan saat yang paling tepat bagi para tokoh agama untuk
menegaskan kembali komitmen mereka mengembangkan keberagaman secara dewasa,
sehingga mampu menjawab tantangan global. Komitmen bahwa Pancasila merupakan
etika bersama dalam menata kehidupan bernegara, bermasyarakat dan bernegara
harus diperteguh, katanya.
Hal senada diungkap cendekiawan muslim, Prof Drs Dawam Rahardjo. Para bapak
bangsa yang memberikan pondasi besar bagi arah perjalanan bangsa Indonesia
melawan pusaran arus zaman dengan cerdas, arif, bijaksana, akurat dan tepat
telah melahirkan sebuah produk bernama Pancasila yang merupakan sari pati dari
komitmen kebangsaan bangsa Indonesia.
Dikatakan, merupakan tanggung jawab besar seluruh anak-anak bangsa ini untuk
dapat menjadikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar untuk
menetapkan arah besar bangsa ini di masa depan dengan menjadikan persatuan dan
kesatuan bangsa dalam bingkai keberagaman serta perbedaan modal dasar terbesar
bagi bangsa ini guna menjadi bangsa yang besar.
Apa yang disampaikan oleh Weinata dan Dawam ini sesuai dengan temuan hasil
survei yang dikerjakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Seperti disampaikan
Direktur Eksekutif LSI, Denny JA bahwa mayoritas publik Indonesia (69,6 persen)
tetap kokoh mengidealkan Indonesia mengembangkan sistem kenegaraan berdasarkan
Pancasila. Hanya 3,5 persen yang menginginkan Indonesia seperti negara
demokrasi ala Barat dan 11,5 persen menginginkan seperti negara Islam di Timur
Tengah.
Idealisasi sistem kenegaraan Pancasila, bukan demokrasi ala Barat atau ala
Timur Tengah, ternyata menyebar rata dalam mayoritas rakyat Indonesia. Bahkan
67,4 persen publik yang beragama Islam berpandangan yang sama tentang sistem
kenegaraan berdasarkan Pancasila, walau tidak sebesar rakyat yang beragama
Kristen (81,7 persen) dan agama lainnya (90,9 persen), katanya. (Pembaruan,
25/8). [E-5]
Last modified: 26/8/06
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] bali ke Pancasila, Membangun Indonesia Baru