[ppi] [ppiindia] asar Babi Dibom 8 Tewas
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 1 Jan 2006 02:25:00 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Refleksi: Pasar babi dibom? Bukan terorisme?
http://www.indomedia.com/bpost/012006/1/depan/utama1.htm
Pasar Babi Dibom 8 Tewas
Palu, BPost
Suasana duka menyelimuti kota Palu, Sulawesi Tengah, di penghujung tahun 2005.
Sebanyak delapan orang tewas dan 50-an orang luka-luka, menyusul ledakan keras
yang menghantam sebuah kios di pasar daging babi di Kawasan Maesa, Kota Palu,
Sabtu (31/12) pukul 07.05 Wita.
Dalam ledakan yang diduga kuat bersumber dari bom rakitan itu, tiga di
antaranya tewas di tempat kejadian, yakni Serka Tasman Lahansang (38), anggota
Intel Korem 132/Tadulako) dan istrinya, Poste Binamanis (38), serta Agustin
(38).
Lima lainnya tewas di rumah sakit, masing-masing Bambang Wiyono Saputra (50),
Yakulina Tana (45), Agustina Mande (37), serta Yoppie (42) beserta istrinya Ny
Meisye (39).
Korban tewas kebanyakan berprofesi sebagai penjual daging babi. Umumnya tubuh
mereka penuh luka robek serius dan sebagian hancur di bagian kaki. Saat ini,
para korban luka-luka dirawat di 4 rumah sakit di Kota Palu.
Kapolda Sulteng Brigjen Oegroseno kepada wartawan di lokasi kejadian, kemarin,
mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi seseorang yang dicurigai terkait
insiden ledakan tersebut. "Kita segera kejar dia untuk diperiksa, apa tujuannya
berada di sekitar tempat kejadian perkara," tuturnya.
Namun, Kapolda Oegroseno yang memimpin langsung proses evakuasi para korban
itu, tak menjelaskan cici-ciri orang dimaksud, kecuali mengatakan oknum yang
dicurigai itu mengendarai mobil Kijang dan melintas di Jalan Sulawesi saat
terjadi ledakan.
Aparat kepolisian dibantu TNI dan Satpol Pamongpraja setempat beberapa menit
setelah terjadi ledakan bom di Kawasan Maesa, Kelurahan Tatura Utara, yang
banyak dihuni warga keturunan Minahasa (Sulut), segera menutup semua pintu
keluar Kota Palu.
Penutupan jalan keluar kota disertai razia besar-besaran terhadap semua
pengendara dan penumpang kendaraan bermotor tersebut dilakukan, guna mengecah
pelaku peledakan bom melarikan diri ke luar Palu.
"Ini atas instruksi pimpinan," kata seorang polisi lalulintas saat ditemui di
Jalan Dewi Sartika, salah satu pintu keluar Kota Palu dari arah Selatan. Selain
jalur darat trans Sulawesi, polisi juga meningkatkan pengawasan di pelabuhan
dan bandara.
Sementara itu, dalam penyisiran yang dilakukan mulai pukul 07:30 Wita, tim
Jihandak Brimob Polda Sulteng juga berhasil menemukan sebuah bom yang belum
meledak di Jln Sulawesi Palu. Bom yang diduga rakitan ditemukan sekitar empat
meter dari lokasi ledakan bom pertama. Bom temuan itu langsung dimasukkan dalam
mobil Jihandak untuk pengamanan, kemudian diledakkan di suatu tempat.
Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Aries Budi Sampurno mengatakan, ledakan bom
di Palu dilakukan oleh kelompok yang sama dalam aksi teror yang terjadi di
Poso, beberapa waktu lalu.
Pangdam menilai, para pelaku aksi teror di Poso beberapa waktu lalu hingga kini
masih mencoba untuk melakukan aksinya dengan berbagai cara di beberapa tempat
di Sulawesi.
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS juga
yakin peledakan bom Palu tidak terlepas dari aksi-aksi teror dan kekerasan yang
terjadi sebelumnya. Kelompok yang bergerak diyakini adalah kelompok teroris.
"Ini tidak terlepas dari kelompok-kelompok yang selama ini bergerak di
Indonesia yaitu kelompok teroris," ujar Widodo kepada wartawan di sela-sela
rapat kerja evaluasi tim ekonomi di Istana Cipanas.
Mengingat seringnya aksi teror terjadi di Sulawesi Tengah, Widodo
mengungkapkan, pemerintah perlu memberi perlakuan khusus serta memelihara dan
menjaga keamanannya. Tindak pengamanan itu harus dilaksanakan secara
berkesinambungan, tidak hanya terbatas manakala terjadi aksi teror seperti bom
Palu kemarin.
Presiden Mengutuk
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam aksi pengeboman di
Palu tersebut. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden, Andi Alfian
Malarangeng kepada wartawan di Cipanas, Jawa Barat, kemarin.
Presiden, kata Malarangeng, menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga
korban. Presiden berada di Istana Cipanas saat menerima laporan secara rinci
dari Kapolri Jenderal Sutanto pada pukul 07.10 WIB.
"Presiden sangat mengutuk tindakan pengeboman semacam itu dan menyatakan
belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban baik yang tewas maupun
luka-luka," kata Andi.
Selanjutnya, kata Andi, presiden menginstruksikan kepada Kapolri dan Menko
Polhukam untuk mengambil langkah-langkah penyidikan sesegera mungkin dan
mengejar pelaku pengeboman tersebut.
Pihak Mabes Polri langsung menyikapi instruksi presiden tersebut dengan
mengirim tim khusus ke Palu. Lima jenderal dari Mabes Polri sudah tiba di Palu,
kemarin sore. Tim dipimpin dua jenderal polisi bintang tiga yakni Komisaris
Jenderal (Komjen) Makbul Padmanegara (kabareskrim) dan Komjen Esmerda Lebang
(kababinkam). Tiga jenderal bintang satu (brigjen) juga bergabung dalam tim ini.
Di Jakarta, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Bambang Kuncoko,
mengatakan, sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian telah diperiksa di
Mapolres Kota Palu maupun Polda Palu. Namun, sejauh ini belum bisa memberikan
petunjuk yang mengarah kepada tersangka.
"Kasus ini ditangani aparat kepolisian setempat baik dari polresta maupun polda
dan belum ada penambahan personel dari Mabes Polri untuk membantu pengungkapan
dan penyidikan peledakan," ujar Bambang.
Bukan Terorisme
Mabes Polri memastikan ledakan di Palu tidak ada kaitannya dengan kelompok
teroris Noordin M Top. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Paulus Purwoko
menerangkan, bom di Palu terjadi di area permukiman lokal. Ini bukan menjadi
ciri kelompok Noordin yang selama ini selalu menempatkan kepentingan atau orang
asing sebagai target.
Karena itu, sebut Paulus, dilihat dari sudut pandang lokasi ledakan, pihaknya
meyakini pelaku teror di Palu itu bukan dilakukan oleh kelompok Noordin.
Lebih jauh Paulus menerangkan kasus bom Palu itu ada kemiripan dengan bom
Tentena, Poso, beberapa waktu lalu. "Bahan peledaknya pun sama yakni berisi
besi dan paku," sebutnya.
Sejumlah petugas kepolisian dari kesatuan Reserse dan Jihandak, kemarin sibuk
melakukan olah TKP, dengan meminta keterangan sejumlah warga yang berada di
sekitarnya.
Mereka juga mengumpulkan sisa-sisa serpihan ledakan yang diduga berasal dari
sebuah bom rakitan, guna kepentingan penelitian secara laboratoris.
Beberapa benda yang sudah dikumpulkan petugas, antara lain potongan kaleng
serta paku yang beserakan di tanah dan menancap di pepohonan sekitar lokasi
kejadian. ant/dtc/JBP/roy/tt
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] asar Babi Dibom 8 Tewas