[ppi] [ppiindia] Warga Pendatang Jangan Jadi Beban Jawa Barat

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
refleksi: Transmigrasi adalah pemindahan bencana pemiskinan dari satu daerah ke 
daerah lain. Benarkah? Bila benar, apa soulsi memadanya?


http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/29/1101.htm


Bandung Daerah Migrasi Kedua Terbesar 
Warga Pendatang Jangan Jadi Beban Jawa Barat  


HASIL survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Bandung 
Raya menjadi daerah migrasi kedua terbesar di Jawa Barat setelah Bogor, Depok, 
Bekasi (Bodebek). Data terakhir, jumlah migran (pendatang) ke Bandung mencapai 
516.825 jiwa atau sebesar 8, 21 % dari jumlah penduduk hasil sensus penduduk 
tahun 2000 yakni 5. 777.518 jiwa.

     
      SIGIT (32) membaca koran saat beristirahat usai mengumpulkan barang bekas 
di Jln. Jenderal Sudirman Bandung, Jumat (25/8). Bujangan asal Solo ini mengadu 
nasib di Bandung sejak tahun 1998 dengan menjual semua harta miliknya di 
kampung halaman.*HARRY SURJANA/"PR" 
Kenapa Bandung menjadi "incaran" para migran? Seperti dijelaskan Kepala BPS 
Jawa Barat, Lukman Ismail, hal itu dikarenakan Kota Bandung merupakan salah 
satu pusat pendidikan dan sedang berupaya membentuk citra sebagai kota jasa dan 
perdagangan. 

Sementara, Kab. Bandung dan sekitarnya berkembang pusat sarana dan prasarana 
perumahan, banyak industri yang tumbuh, sehingga tidak mengherankan jika banyak 
pendatang dari daerah lain yang masuk ke Bandung Raya.

Secara umum, hasil survei yang dilakukan BPS, volume migrasi ke Jawa Barat 
mengalami peningkatan. Pada tahun 1980 jumlah migrasi seumur hidup di Jawa 
Barat tercatat sebanyak 963.372 orang. Pada tahun 1990-an mengalami peningkatan 
mencapai sebanyak 2.408.626 orang. Kemudian, pada tahun 2000 mengalami lonjakan 
mencapai sebanyak 3.271.882 orang.

Kata Lukman, kondisi tersebut sesuai dengan perspektif neo-klasik yang 
memandang perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain sebagai respon 
dari ketidakseimbangan distribusi modal dan sumber daya manusia.

Dari jumlah migrasi ke Jawa Barat itu, ternyata laki-laki menempati urutan 
pertama yakni sebanyak 1.709.254 orang, sedangkan perempuan 1.562.628 orang. 
Hal ini mengambarkan bahwa laki-laki lebih migratori -- cenderung untuk 
bermigrasi dibandingkan dengan perempuan.

Tingginya volume migrasi ke Jawa Barat, termasuk ke Bandung Raya apakah tidak 
menimbulkan persoalan? Bagaimana potret kaum pendatang dengan penduduk asli 
baik dari segi pekerjaan maupun pendidikan?

Dari survei itu diketahui bahwa migrasi ke perkotaan lebih besar dari ke 
pedesaan. Hal ini terjadi karena adanya faktor penarik yang dimiliki daerah 
perkotaan seperti fasilitas yang lebih lengkap dan akses yang lebih mudah 
dibandingkan dengan pedesaan. 

Migran laki-laki maupun perempuan yang masuk ke Jawa Barat cenderung memilih 
tinggal di perkotaan. Migran seumur hidup ke Jawa Barat sebesar 9,16% dari 
jumlah penduduk Jawa Barat, sebagian besar tinggal diperkotaan.

Untuk wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi), merupakan daerah utama migrasi di 
Jawa Barat. Jumlah migran yang masuk ke daerah tersebut mencapai 2.196.173 jiwa 
dengan rincian, 391.092 orang ke Kab. Bogor, 316,404 orang ke Kab. Bekasi, 
114.126 ke Kota Bogor, 837.516 ke Kota Bekasi dan 537.035 ke Kota Depok.

Tingginya angka migran ke Bodebek bisa dipahami, mengingat wilyah tersebut pada 
dekade 2000-an banyak investasi yang masuk serta akibat imbas pesatnya 
pembangunan ekonomi di Jakarta, kemudian terkait pula pesatnya pembangunan 
sarana dan prasarana perumahan, pendidikan dan transportasi.

**

SEPERTI telah diberitakan "PR", dari tingkat lapangan pekerjaan, ternyata hasil 
survei BPS menunjukkan bahwa sektor industri, perdagangan dan jasa didominasi 
para migran dibandingkan non-migran. Sebaliknya, penduduk non-migran lebih 
dominan di pertanian, angkutan dan lainnya.

Dominasi pekerjaan di tiga sektor utama itu juga bisa dimengerti. Sebagaimana 
disampaikan pengamat ekonomi Prof. Sidik Priadana, bahwa ketiga sektor itu 
membutuhkan kemampuan dan tingkat persaingan yang cukup ketat. Kemampuan tidak 
terlepas dari kualitas sumber daya manusia. Di tambah lagi, penduduk migran di 
"perantauan" harus bisa bertahan hidup.

Tingkat pendidikan ternyata turut mempengaruhi lapangan pekerjaan. Dari hasil 
survei, dari 1.003.035 orang jumlah migran, mereka yang berpendidikan SD 
sebesar 23,62%, pendidikan SLTP 17,29%, pendidikan SLTA 37,59%, perguruan 
tinggi rata-rata di atas 2,5%.

Sementara, penduduk non-migran dari jumlah 27.245.017 jiwa, mereka yang tidak 
memiliki ijazah mencapai 24,41%, lulusan SD sampai 45,23%. Sedangkan yang 
lulusan SLTP hanya 13,30%, SLTA 13,79%, sementara lulusan perguruan tinggi 
rata-rata di bawah 1%. 

Data yang disajikan BPS merupakan gambaran tentang karakteristik penduduk di 
Jawa Barat termasuk di wilayah Bandung Raya. Pertanyaannya, bagaimana memandang 
dan mencermati data tersebut? Kacamata yang dipergunakan bisa plus dan minus. 
Bagi perpandangan minus, jelas melihat ada perbedaan yang mencolok antara 
migran dengan non-migran, baik itu aspek pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. 
Pandangan ini bisa mengarah kepada emosional yang tak bermanfaat dan dapat 
menimbulkan gesekan. 

Namun, pandangan plus semestinya di kedepankan. Yakni, melihat migrasi sebagai 
sebuah kekuatan dan modal untuk mengembangkan pembangunan di Jawa Barat. 
Kelebihan yang ada pada pendatang semestinya dijadikan asset untuk menopang 
percepatan pembangunan. 

Tentu, ini harus diikuti dengan kebijakan seperti bagaimana mendorong penduduk 
non-migran ke arah kompetisi yang sehat dengan berbagai dukungan, sehingga 
nantinya pada posisi yang sama. Harapan utama, yakni bagaimana penduduk migran 
dengan non-migran menjadi sebuah kesatuan dan modal utama untuk mewujudkan Jawa 
Barat sebagai provinsi termaju dan mitra terdepan Ibu Kota Jakarta sebagaimana 
telah menjadi visi dan misi. Bukan sebaliknya, dipertentangkan. Hal ini jelas 
tidak menguntungkan bagi Jawa Barat.

Untuk itu, warga pendatang janganlah menjadi beban bagi Jawa Barat. Beban dalam 
persoalan ekonomi, sosial, maupun politik. Jangan seperti istilah memancing 
ikan di Jabar, hasilnya dibawa ke lembur sorangan (ke daerah asal-pen.). 
Sebaliknya, menjadi asset bersama-sama penduduk setempat untuk memperkuat 
pembangunan Jawa Barat. (Irwan Natsir/"PR")*


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: