[ppi] [ppiindia] Wapres: Hentikan Penutupan Gereja
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 31 Aug 2005 00:23:29 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=119761
Agama
Wapres: Hentikan Penutupan Gereja
Selasa, 30 Agustus 2005
JAKARTA (Suara Karya): Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerukan agar penutupan
maupun perusakan terhadap sejumlah gereja di beberapa tempat oleh sekelompok
kecil umat segera dihentikan.
"Ini harus kita internalisir, katakanlah mengendalikan dan menahan jangan
sampai terjadi seperti ini lagi. Kekerasan seperti ini menjadi tanggung jawab
kita semua untuk menghentikannya," katanya saat bersilaturahmi dengan puluhan
tokoh dan pimpinan ormas Islam di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Senin.
Wapres mengatakan, perbedaan pandangan tidak harus diselesaikan dengan cara
merusak tetapi bisa diselesaikan bersama supaya tidak menjadi bagian dari upaya
merusak persatuan bangsa. "Ini kesempatan baik bagi pemimpin umat untuk menjaga
dan memberi penjelasan kepada umat. Ini saya serukan agar kita bisa sama-sama
dapat melaksanakan itu," katanya.
Dia mencontohkan pengalaman yang pernah terjadi pada tahun 1990-an.
Dikatakannya, peristiwa perusakan gereja selalu terjadi di daerah mayoritas
Islam dan pada tahun 1999 setelah Peristiwa Ketapang, lalu terjadi perusakan
masjid yang diikuti perusakan gereja.
Kemudian terjadi "pembalasan" di Kupang, masjid dibakar, lalu di Makassar
gereja balas dibakar dan juga di beberapa tempat lainnya. "Lalu terjadi
balas-membalas di Ambon, kemudian terjadi lagi kerusuhan di Papua, dibalas lagi
di Jawa, ini kalau tidak dihentikan bisa merembet panjang. Saya kira tidak ada
satu pun di antara kita semua yang suka dengan kejadian ini," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Wapres, pemerintah mengharapkan para pemimpin umat dan
tokoh ormas Islam mampu mengendalikan umatnya. "Tadi malam kita sudah bicara,
polisi harus tegas sekarang," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kasus
penutupan rumah yang digunakan sebagai tempat peribadatan harus betul-betul
dicarikan solusi yang terbaik.
"Petunjuk Presiden, kita harus betul-betul memberi solusi yang terbaik," kata
Menteri Agama Maftuh Basyuni, usai bertemu Presiden di kantor Presiden,
Jakarta, Senin, untuk menjelaskan hasil pertemuannya bersama Kapolri dengan
perwakilan PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) dan KWI (Konferensi Wali Gereja).
Selain dihadiri oleh Maftuh Basyuni dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto,
pertemuan itu juga diikuti oleh Menkopolhukam Widodo AS dan Seskab Sudi
Silalahi.
Sementara itu, Menkopolhukam Widodo AS menjelaskan bahwa pertemuan menyimpulkan
agar dalam menyelesaikan kasus itu harus dikembalikan kepada aturan yang ada,
mengembangkan toleransi kehidupan antar umat beragama, serta mencegah hal-hal
yang bersifat anarkis.
Sedangkan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto meminta agar masyarakat tidak
terpancing oleh isu-isu yang tidak benar. Ia mengatakan, beberapa waktu lalu
berkembang isu penutupan serentak gereja di Bandung dan Tangerang.
"Kenyataannya tidak demikian," kata Sutanto.
Sementara itu aparat keamanan mengamankan agar tidak terjadi bentrok fisik.
"Sehingga tidak ada masalah apapun seperti yang diisukan bahwa telah terjadi
kerusakan. Jangan terpancing isu tidak benar," kata Sutanto.
Sutanto juga meminta agar kedua belah pihak mentaati aturan yang ada. Ia
mengatakan bahwa saat ini ada SKB dua menteri tersebut. Selain itu juga ada
peraturan lainnya yang mengatur tindakan seseorang.
Sementara itu, Ketua DPP Bidang Agama Partai Golkar, Yahya Zaini menegaskan,
apapun cara-cara kekerasan kepada umat beragama dan tempat peribadatan tidak
bisa dibenarkan. "Sebaliknya, kita harus menghormati perbedaan agama dan
kemajemukan," katanya.
Yahya Zaini menegaskan, aparat kepolisian harus segera merespon dan mengambil
tindakan tegas, sehingga tidak justru meluas ke tempat atau daerah lain. "Kalau
tidak segera diantisipasi, fenomena perusakan dan penghentian beribadah
tersebut bisa merembet ke mana-mana. Jadi, harus ditindak dan tidak bisa
ditolerir," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Effendy Choirie
menegaskan, pihaknya mengutuk tindakan merusak rumah ibadah karena hal itu
tidak menghormati kebhinekaan dan keragaman.
Bahkan, Effendy menilai, sikap tersebut dapat mengancam keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Membuat orang lain takut untuk beribadah
itu jelas bertentangan dengan substansi beragama," katanya.
Menurut Effendy, jika SKB menteri dijadikan alasan perusakan dan penghentian
peribadatan, pihaknya mengusulkan untuk dicabut, apalagi SKB tersebut tidak
bisa dijadikan dasar hukum. Pemerintah, lanjut dia, harus memberikan fasilitas
untuk seluruh pelaksanaan ibadah dan kelompok mayoritas harus melindungi kaum
minoritas. "Dan tidak ada alasan kelompok mayoritas takut kepada kaum
minoritas," ujarnya. (Yons AR/Hanif Sobari/Joko Sriyono/Indra
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Wapres: Hentikan Penutupan Gereja