[ppi] [ppiindia] Utang Kita Luar Biasa

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**Refleksi: Penulis artikel ini berpendapat bahwa kalau mata uang Indonesia 
menjadi Rial, Dirham atau Dinar maka valuta Indonesia tidak terombang-ambing? 
Bagaimana komentar ahli keuangan amatir mau pun profesional mailists terhadap 
pernyataan tsb?


http://www.indomedia.com/bpost/092005/30/opini/opini4.htm


Utang Kita Luar Biasa


Tanpa sadar saya terpe-rangah tatkala mengetahui utang negara kita mencapai 
Rp1.282 triliun (BPost, Selasa 20/09/05). Itu perhitungan sampai Maret 2005, 
entah sekarang berapa tri-liun lagi kalau dihitung hingga September 2005. Lebih 
tragis lagi kalau jumlah sebanyak itu dibagi rata ke masing-masing jiwa 
pen-duduk Indonesia, yakni punya beban utang Rp5,5 juta lebih. Wow, jumlah yang 
luar biasa! Berarti, kalau seorang penduduk Indonesia yang kemarin dulu ataupun 
hari ini meninggal dunia, ia akan meninggalkan utang sebesar Rp5,5 juta lebih 
tanpa disadarinya. Belum ditambah utang pribadinya sendiri. Lebih gila lagi, 
bayi yang baru nongol otomatis punya utang sebesar Rp5,5 juta lebih tanpa tahu 
asal muasalnya.

Berkaitan hal itu, semestinya Depkeu lebih transparan dan rinci dengan tidak 
hanya meng-ungkapkannya kepada Komisi IX DPR RI saja tetapi juga kepada rakyat 
Indonesia. Transparan dalam arti menyampaikan de-tailnya seperti: dari negara 
mana saja utang itu berasal; sejak kapan diterima; berapa besar-nya; 
dipergunakan untuk sektor apa saja; berapa kali dan ba-nyaknya utang yang 
dikembali-kan ke tempat asalnya. Jangan seperti selama ini, kita rakyat jelata 
tidak pernah tahu tentang utang negara kita yang rasanya tidak mungkin lagi 
terbayar ke-cuali dengan menjual negara ini sekaligus rakyatnya. Alangkah 
zalimnya kita apalagi bagi me-reka yang berkesempatan me-ngerogoti sebagian 
dana talangan itu. Apabila hal itu benar-benar terjadi, negara dan rakyat 
Indonesia tergadai dan terjual!

Izinkan saya menyampaikan saran yang mungkin saja dapat sedikit mengurangi 
beban utang negara yang sama-sama kita cintai. 

1. Duit koruptor yang terhambur di dalam dan luar negeri ha-rus terus diburu, 
dilacak ke-beradaannya. Kalau sudah jelas langsung diblokir reke-ningnya, yang 
di luar negeri agar dilakukan kerja sama dengan penguasa negeri ter-sebut untuk 
pengembalian-nya ke dalam negeri. Kalau sudah dapat semua, uangnya dipergunakan 
untuk memba-yar utang, jangan dikorupsi.

2. Petinggi negara, pengusaha kaya raya agar mau menyum-bangkan sedikit 
kekayaan-nya untuk digunakan sebagai penutup utang. Yang bertugas mengumpulkan 
uang itu ja-ngan ambil kesempatan un-tuk korupsi, seperti menge-rogoti pajak 
yang dikumpul-kan selama ini.

3. Negara kita jangan berutang lagi, kecuali untuk tujuan yang jelas yaitu bagi 
kema-shalatan umat dan kemak-muran rakyat seperti sektor pendidikan, kesehatan, 
trans-portasi, pabrik. Bukan untuk tujuan tidak jelas dan tidak manfaatnya 
seperti proyek mercu-suar! Setiap tahun harus ada penurunan per-sentase 
berhutang, bukan sebaliknya.

4. Saya sangat mendukung wa-cana yang dilontarkan Meneg BUMN Sugiharto, 
mengu-bah rupiah menjadi dinar, dirham atau riyal. Uang ini terbukti dan teruji 
mampu ti-dak goyang menghadapi an-caman inflasi dan serangan spekulan jahanam. 
Menurut informasi, harga sebuah se-rabi/talapak onta/kueh lem-peng di Makkah 
pada 1953, 1998 dan sekarang tetap sta-bil yaitu cuma satu riyal. Bandingkan 
dengan wadai untuk-untuk kita yang pada 1970-an harganya cuma Rp25 sebuah, 
terus merang-kak naik sampai sekarang menjadi Rp300 atau lebih.

Bagi rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam adalah wajar kalau 
uangnya bukan rupiah, tetapi dirham, dinar atau riyal. Kalau tetap saja seperti 
ini dengan rupiah yang selalu lemah diombang-ambingkan spekulan dolar, kapan 
negara kita merdeka bukan saja de jure tetapi juga secara de facto. Sela-ma 60 
tahun kita merdeka secara de jure, tetapi kenyataannya te-tap saja terbelenggu 
utang yang selalu digali setiap hari dan lebih dalam lagi. Alangkah sangat 
berdosanya kita, apabila kita mati hanya meninggalkan utang yang luar biasa 
banyaknya kepa-da anak dan cucu kita yang masih belum berdosa dan tidak tahu 
apa-apa.

Drs Iwan Handoko Dermawan
Jl Airlangga No 31 RT 18
Komp Beruntung Jaya Banjarmasin 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: