[ppi] [ppiindia] Universitas

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
REPUBLIKA

Kamis, 29 Desember 2005

Universitas 

Oleh : Azyumardi Azra 


Membaca majalah Newsweek edisi Desember 2005-Februari 2006, saya menemukan 
laporan menarik tentang pendidikan, tegasnya tentang pendidikan tinggi (PT) 
atau universitas. Di bawah judul 'The Campus Craze', laporan sepanjang tiga 
halaman itu mengungkapkan tentang perkembangan universitas yang fenomenal di 
Cina. Sekarang ini sekitar 'kota universitas' sedang dibangun atau dalam 
perencanaan akhir di seluruh Cina; dan universitas-universitas swasta yang 
mulai berkecambah sejak 1990-an kini berjumlah tidak kurang dari 1.300.

Pada akhir 1990-an, lebih separuh calon mahasiswa yang lulus tes masuk 
universitas tidak tertampung di PT Cina. Kini jumlah mahasiswa baru universitas 
meningkat tiga kali lipat --dari satu juta orang pada 1999 menjadi 3,38 juta 
pada 2005. Kini lebih dari 55 persen warga negara Cina usia mahasiswa telah 
menerima semacam bentuk pendidikan tinggi. Persentase ini jauh lebih tinggi 
dibanding Inggris yang hanya menargetkan sekitar 40 persen menjelang 2010. 

Tak kurang fenomenalnya, Cina sejak 2003 mengizinkan universitas asing membuka 
'cabang' di negeri ini. Syaratnya sama dengan di Indonesia universitas asing 
tersebut harus bermitra dengan universitas lokal Cina dan rektornya juga harus 
orang Cina. Ini merespons perkembangan cepat, karena sejak 2001 Nottingham 
University, Inggris, telah membuka cabangnya di Cina. Dan perkuliahan 
sepenuhnya diberikan dalam bahasa Inggris. Dengan luas kampus 590 hektare di 
Ningbo, Universitas Nottingham dengan rangking 60 di antara 
universitas-universitas top di dunia, siap menyediakan pendidikan tinggi state 
of the art.

Pemerintah Cina memang memberikan perhatian khusus pada pendidikan tinggi. 
Sejak 4 Mei 1998 Presiden Jian Zemin meresmikan 'Proyek 985' yang bertujuan 
mempercepat pengembangan knowledge-based economy dengan membangun PT. Antara 
1997-2002 Pemerintah Cina meningkatkan anggaran pendidikan tinggi sampai tujuh 
kali lipat. Fasilitas-fasilitas state of the art dalam sains dan teknologi juga 
semakin banyak disediakan pemerintah. Institut Mikroelektronik, Universitas 
Beijing, misalnya, kini memiliki bengkel semikonduktor, yang tingkat 
kecanggihannya tidak bisa disaingi universitas lain manapun di muka bumi ini. 
Hasilnya, Cina berhasil menggandakan jumlah keluaran (output) PhD dalam bidang 
sains dan teknologi, lebih dari 8.000 dalam periode antara 1996-2001. 

Kalangan PT, bahkan masyarakat umumnya, di Indonesia boleh dan wajar iri 
terhadap besarnya perhatian Pemerintah Cina kepada pendidikan tinggi. Berbeda 
dengan apa yang terjadi di Cina, pendidikan tinggi di Tanah Air berjalan dengan 
anggaran pas-pasan, jika tidak dapat dikatakan jauh dari memadai. Karena itu, 
bukan rahasia lagi, fasilitas-fasilitas universitas umumnya --termasuk 
perguruan tinggi negeri (PTN) sekalipun-- jauh dari kategori state of the art. 
Keadaan lebih memprihatinkan dapat ditemui di PT swasta. Terdapat hanya sedikit 
PT Swasta yang benar-benar memiliki fasilitas kependidikan yang memadai. 

PT di Indonesia, khususnya milik pemerintah, sebaliknya semakin dituntut untuk 
mampu menggalang dana sendiri, misalnya, melalui kerja sama dengan dunia 
industri dan sumbangan dari masyarakat, yang diberikan melalui mahasiswa dalam 
bentuk berbagai fees. Karena dana dari anggaran negara sangat tidak memadai dan 
pendapatan dari hasil kerja sama dengan dunia industri boleh dikatakan sangat 
minimal, maka bisa dipastikan tanpa kontribusi masyarakat, PTN-PTN Indonesia 
hampir tidak mungkin menjadi 'pusat keunggulan' (center of excellence). Paling 
banter hanya bisa bertahan seadanya; dalam ungkapan bahasa Arab, wujuduhu 
ka'adamihi, adanya seperti ketiadaannya sama sekali. 

Dalam situasi seperti itu, ekspansi PT asing ke Indonesia tampaknya tidak 
terhindarkan lagi. Menko Kesra, Aburizal Bakrie, belum lama ini menyatakan 
kebolehan beroperasinya PT asing di Indonesia. Belum begitu jelas skema yang 
akan dikembangkan Menko Kesra tentang kebolehan itu; apakah dengan skema 
kemitraan dengan PT dalam negeri, atau memang boleh membuka semacam cabang 
sepenuhnya di Indonesia.

Forum Rektor Indonesia telah menyatakan ketidaksetujuan mereka atas rencana 
Menko Kesra tersebut. Masalahnya, PT di Indonesia --baik negeri maupun swasta 
umumnya-- berada dalam posisi tawar yang lemah. Dan karena itu hampir bisa 
dipastikan, sulit bersaing dengan PT asing yang bergerak dengan modal dan SDM 
yang jauh lebih kuat. Karena itulah, gagasan atau rencana tersebut perlu 
dipertimbangkan kembali secara lebih komprehensif dan matang.

Memang, untuk menjadi PT yang diakui pada tingkat internasional, PT Indonesia 
mesti bekerja sama dengan universitas mancanegara. Tetapi, kerja sama itu 
semestinya pula merupakan kemitraan yang adil dan berdasarkan equal 
partnership. Jika tidak begitu, maka PT Indonesia hanya akan menjadi 'pelengkap 
penderita' belaka. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: