[ppi] [ppiindia] Ujian Nasional Tidak Perbaiki Mutu Pendidikan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 19 Oct 2005 12:20:23 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/19/Kesra/kes01.htm
SUARA PEMBARUAN DAILY
Ujian Nasional Tidak Perbaiki Mutu Pendidikan
JAKARTA - Keputusan pemerintah melaksanakan ujian nasional (UN) pada tahun 2006
membuat guru dan kalangan pendidikan kehilangan hak untuk mengevaluasi peserta
didik. Kewenangan guru yang sudah dilindungi UU Sistem Pendidikan Nasional
(Sisdiknas) untuk melakukan evaluasi kepada peserta didik ternyata selalu
diabaikan pemerintah. Selain itu, UN pun tidak akan memperbaiki mutu pendidikan
nasional.
"Keputusan pemerintah yang kembali menyelenggarakan UN pada 2006, mau tidak mau
kita mengikuti ketentuan yang sudah ada, meskipun kita tahu dampaknya tidak
baik bagi dunia pendidikan. Masyarakat pun kembali tak berdaya dengan keputusan
itu. Membawa persoalan ini ke jalur hukum juga sudah tidak dimungkinkan," kata
Ketua LSM Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia Eko Purwono ketika dihubungi
di Jakarta, Rabu (19/10).
Dia dimintai pendapatnya seputar keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional mengenai Pelaksanaan UN tahun 2006. Dalam keputusan tersebut
dijelaskan UN tahun 2006 dilaksanakan hanya satu kali.
"Pemerintah semakin percaya diri mengadakan UN satu kali karena gejolak sosial
yang ada ternyata kecil sekali. Ketika UN kemarin banyak siswa yang tidak
lulus, ternyata tidak ada kerusuhan seperti yang diramalkan," katanya.
Dikatakan, UN yang ada sekarang ini tidak menghasilkan perbaikan mutu di dunia
pendidikan. Hal itu disebabkan pemerintah tidak menggunakan ukuran yang sama
dalam UN, sehingga peta pendidikan setiap daerah tidak diperoleh.
"Soal UN di berbagai wilayah berbeda, nilai 10 di Jawa dengan nilai 10 di Papua
berbeda, sehingga hasil UN tidak dapat memetakan pendidikan secara pasti.
Padahal kalau mau memetakan pendidikan, buat soal yang sama dan jangan jadikan
UN sebagai penentu kelulusan siswa," katanya.
Perubahan Jadwal Ujian
Sebelumnya, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suhendro
kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/10), menyatakan UN untuk tahun 2006
hanya dilaksanakan sekali dalam setahun. Hal itu disebabkan dalam pemantauan
langsung di lapangan, banyak pihak yang meminta UN cukup dilaksanakan sekali.
"Pendapat yang berkembang di masyarakat adalah bila ujian dua kali, maka yang
pertama kurang begitu serius. Selain itu, timbul kesan bahwa ujian kedua pasti
lulus," kata Bambang.
Selain itu, perbaikan yang akan dilaksanakan adalah menyangkut perubahan jadwal
ujian. Selama ini siswa sangat kesulitan dengan materi bahasa Inggris dan itu
cukup menurunkan kinerja ujian di hari berikutnya. Dengan pertimbangan
tersebut, maka materi bahasa Inggris diletakkan di hari terakhir.
Ketentuan baru yang dijalankan adalah peningkatan nilai rata-rata UN menjadi
4,50, dengan nilai minimal pada masing-masing mata pelajaran 4,25. Sedangkan
kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 1994 dan 2004.
Dijelaskan, dalam pelaksanaan UN ini, BSNP akan melibatkan tenaga pengawas
independen untuk meningkatkan kredibilitas dan objektivitas ujian, baik di
tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Perubahan yang juga dilakukan adalah
melibatkan guru-guru dalam pembuatan soal UN. Dengan demikian, soal-soal ujian
lebih bervariasi dan tidak hanya disusun oleh guru-guru yang berada di pusat
saja, tetapi diperkaya soal-soal dari daerah.
Direncanakan UN 2006 dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Mei 2006 untuk ujian
utama dan minggu keempat untuk ujian susulan. Ketentuan siswa yang mengikuti
ujian susulan adalah mereka yang memiliki alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan, misalnya sakit dengan surat keterangan resmi dari
dokter, terkena musibah, dan sebagainya.
Untuk menghindari kecurangan dalam pengawasan ujian, maka pengawas tidak lagi
berasal dari kalangan guru. "Pengawas nantinya dari masyarakat, komite sekolah
dan perguruan tinggi," jelasnya.
Mengenai pendanaan UN, Kepala Balitbang Depdiknas Mansyur Ramly menjamin tidak
akan ada pungutan. Pemerintah sudah menghitung bahwa dana yang disediakan
cukup, sehingga sekolah yang menarik biaya UN dari siswa akan dikenakan sanksi.
"Kita menganggarkan Rp 280 miliar dan ini seharusnya cukup. Tetapi kalau
pemerintah daerah mau membantu, misalnya menambah honor pengawas, akan bagus
sekali. Karena dalam perhitungan pembiayaan yang diberikan pemerintah pusat,
honor pengawas hanya Rp 10.000," katanya. (A-22)
Last modified: 19/10/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Ujian Nasional Tidak Perbaiki Mutu Pendidikan