[ppi] [ppiindia] Tindak Tegas Pembalakan Liar

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/04/17/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY

Tindak Tegas Pembalakan Liar
JE Sahetapy

MEDIA massa akhir-akhir ini memberitakan secara mencolok bagaimana
pembalakan liar (illegal logging) begitu merajalela dan bagaimana aparat
penegak hukum, terutama kepolisian dan pemerintah daerah, seolah-olah tak
mampu menghadapi dan mengatasinya.Untuk menutupi permainan patgulipat dalam
pembalakan liar, dicari dan diciptakanlah kambing hitam.
Semua orang mengetahui bahwa pembalakan liar terdiri dari penebangan hutan
kayu secara liar dan melawan hukum dengan berbagai akal dan cara yang licik.
Pohon-pohon yang berdiameter besar dan panjang itu tidak bisa diangkut
begitu saja.
Selain dibutuhkan alat-alat besar dan modern, karena ketiadaan jalur
pengangkutan melalui jalan raya, satu-satunya cara yang mudah dan murah
adalah dengan menghanyutkan kayu-kayu besar itu melalui jalur-jalur sungai
dan kanal-kanal yang tersebar begitu banyak di pedalaman Kalimantan Tengah.
Jadi tidak masuk akal kalau aparat penegak hukum, terutama kepolisian
mengeluh seolah-olah tidak mampu memberantas atau mengatasi pembalakan liar
ini. Ketidakmampuan mengatasi serta mencegah dan memberantasnya, hanyalah
sekadar alasan pemaaf, sebab tampaknya semua sudah kecipratan KKN.
Dalam kunjungan kerja menjelang masa reses persidangan III tahun ini, Komisi
II DPR berkunjung ke Palangkaraya. Dalam pertemuan dengan Gubernur
Kalimantan Tengah (Kalteng) permasalahan pembalakan liar ini dipertanyakan.
Jawaban Gubernur Kalteng selain tidak jelas dan mengambang, selalu yang
dijadikan fokus persoalan adalah rakyat yang belum sejahtera.
Demikian pula ketika masalah ini dipersoalkan kembali di depan pertemuan di
Palangkaraya dengan Kapolda, Kajati dan aparat penegak hukum lainnya,
jawaban mereka setali tiga uang. Tidak diperlihatkan sikap yang tegas alias
mengambang dan sama sekali seolah-olah tidak ada jalan penyelesaian yang
tegas, yaitu bagaimana mengatasi pembalakan liar dengan jitu. Bahkan Kapolda
sendiri belum dapat memberikan solusi bagaimana mengatasi pembalakan liar.
Ada kesan saling melempar tanggung jawab, padahal setiap orang mengetahui
bahwa pembalakan liar disalurkan melalui jalur-jalur sungai dan kanal-kanal
gambut.
Jika Kepolisian tidak kecipratan atau tidak bermain mata, tentu dengan mudah
saja jalur-jalur sungai dan kanal-kanal gambut itu ditutup atau diawasi, dan
dengan demikian pembalakan liar itu tidak akan sampai di laut untuk kemudian
diangkut dengan kapal yang sudah siap berlabuh di mulut sungai, atau di laut
lepas untuk dikirim ke luar negeri.
Bayangkan kayu-kayu besar yang tidak mudah ditangani manusia itu, harus
ditunggu sampai di kapal baru disita. Dengan demikian muncul alasan pembenar
yang baru dalam permainan ini untuk menurunkan kayu-kayu itu dari kapal
sebagai alat bukti. Dan katanya, dibutuhkan sejumlah uang lagi untuk membawa
kayu- kayu besar itu sebagai bukti perkara di depan pengadil- an.
Alasan lain yang selalu dijadikan ''kambing hitam'' adalah rakyat yang perlu
makan dan yang belum sejahtera. Kedengarannya masuk akal, tetapi dengan
tetap meloloskan kayu-kayu besar itu dan tidak menindak cukong anak negeri
dan para cukong hitam lainnya, atau mereka yang berkuasa melalui power by
remote control di Jakarta, dapat dibayangkan bahwa Kalimantan Tengah seluas
1? Pulau Jawa, akan menjadi gurun dan tandus dalam waktu yang dekat ini.
Padahal semua orang tahu, hutan tropis yang subur di Kalteng bukan saja
merupakan "paru-paru" bagi Kalteng, Indonesia, tapi juga "paru-paru" bagi
iklim dunia. Tidak bisa dibayangkan kalau Kalteng berubah jadi gurun dan
tandus. Hutan tersier yang tampak rusak dalam perjalanan dari Palangkaraya
sepanjang kurang lebih 85 km ke Kabupaten Katingan adalah suatu bukti nyata.
Mendisiplinkan
Kapolri segera perlu mendisiplinkan anak buahnya dan menindak atau mengganti
Kapolda Kalteng ini yang tampaknya tidak becus mengatasi illegal logging
ini. Prestasinya di samping seba- gai pelindung masyarakat bertalian dengan
berbagai persoalan HAM juga tidak baik.
Ada anak buahnya yang menyiksa sampai mati seseorang yang belum tentu
bersalah seperti yang dipersoalkan Komisi II, "notabene" meskipun sudah
dijelaskan oleh Komisi II bahwa yang bersangkutan adalah rakyat kecil lagi
miskin, dijawab dengan sekenanya tanpa hati nurani bahwa katanya, yang
bersangkutan bunuh diri melalui dubur. Padahal seluruh tubuh yang
bersangkutan memperlihatkan bekas-bekas tanda penganiayaan serba kejam.
Suatu penjelasan dari Kapolda yang selain tidak lucu dan tidak masuk akal,
tampaknya ditutupi untuk melindungi anak buahnya dan dirinya sendiri.
Sudah waktunya DPR RI Komisi II membentuk tim investigasi akan pembalakan
liar dan berbagai pelanggaran HAM oleh aparat kepolisian Kalteng. Janji
Kapolri sebelum diangkat menjadi Kapolri bahwa ia akan bertindak tanpa
pandang bulu, masih ditunggu. Polri tidak boleh membiarkan ini karena nila
setitik, rusak susu sebelanga.
Komisi II menunggu, dan semoga bukan karena kegiatan pemilu jadi alasan
pemaaf untuk Kapolri belum bertindak. Selamatkan Kalimantan Tengah dari
menjadi gurun dan tandus. Hasrat dan martabat manusia kecil lagi miskin
jangan diinjak-injak oleh pelanggaran HAM oleh oknum aparat kepolisian agar
segera diselesaikan. Rakyat menunggu tindak lanjut Kapolri.
Penulis adalah Guru Besar Emeritus.Ditulis saat mengikuti pertemuan
masalah-masalah HAM Sedunia di Geneva.


Last modified: 17/4/04



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: