[ppi] [ppiindia] Tiga Jenderal Polisi Terlibat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Dec 2005 23:48:47 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Refleksi: Koq, umumnya hanya petinggi polisi yang terlibat, apakah artinya
petinggi AD adalah orang-orang jujur?
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6105
Kamis, 29 Des 2005,
Tiga Jenderal Polisi Terlibat
Adrian Buka-bukaan Kasus Komjen Suyitno
JAKARTA - Jenderal Mabes Polri yang terseret kasus penyidikan BNI sangat
mungkin bertambah. Adrian Waworuntu, terpidana seumur hidup kasus pembobolan
BNI Rp 1,7 triliun, menyebutkan adanya tiga perwira tinggi (jenderal) yang
terlibat. Padahal, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan baru dua
orang.
Adrian malah menyebutkan, selain ketiga jenderal itu, ada tiga perwira menengah
serta dua sipil. Pengakuan Adrian tersebut diungkapkan pengacaranya, Andika, di
Bareskrim Mabes Polri kemarin. "Tapi, kami dilarang menyebutkan nama mereka.
Yang jelas, dalam BAP ada nama-nama tersebut," ungkapnya.
Pengakuan Adrian itu disampaikan ketika diperiksa sebagai saksi atas tersangka
Komjen Suyitno Landung di Lapas Cipinang, Selasa lalu. Ketika itu, dia disodori
sembilan pertanyaan. Pengakuan tersebut dituangkan dalam BAP. Sayangnya, Andika
tidak mau menyebutkan isi BAP (berita acara pemeriksaan) tersebut dengan alasan
kode etik profesi.
Andika mengunci rapat saat ditanya peran masing-masing orang yang disebut dalam
BAP itu. Dia juga tak mau menyebutkan apakah para petinggi polisi tersebut
masih aktif atau sudah pensiun. Dia juga tidak mau memperjelas apakah salah
seorang di antara tiga perwira tinggi (pati) yang disebut itu adalah Suyitno
Landung atau bukan. "Yang jelas, (pati itu) seperti bintang di langit yang
sinarnya sudah redup," ujarnya menggambarkan.
Suyitno harus meringkuk di tahanan sejak 22 Desember lalu karena diduga
menyalahgunakan wewenang dalam penyidikan kasus BNI. Dia menyusul bawahannya,
Brigjen Samuel Ismoko dan Kombes Irman Santoso. Jenderal berbintang tiga itu
disangka menerima mobil Nissan X-Trail saat penyidikan kasus BNI.
Suyitno mengaku, mobil itu merupakan pemberian Ishak, teman baiknya semasa di
Surabaya. Pengakuan tersebut sudah dibantah Adrian. Sebab, dialah yang
mentransfer uang Rp 240 juta ke showroom yang menjual mobil tersebut. Dia
terpaksa melakukan hal itu karena sedang dalam posisi sulit, disidik dalam
kasus BNI.
Perintah untuk mentransfer uang itu datang dari seseorang yang disebut
berpengaruh. "Saya tak mau menyebutkan apakah seseorang yang berpengaruh itu
adalah salah seorang di antara ketiga pati yang disebut klien saya dalam BAP
tersebut atau bukan. Yang jelas, seseorang itu punya peran penting saat
pemeriksaan kasus tersebut," tegas Andika.
Adrian juga mengaku, saat mentransfer uang, dirinya belum tahu untuk siapa
mobil tersebut. Dia baru mengetahui belakangan setelah kasus tersebut meledak.
Yang jelas, transfer uang untuk membeli mobil tersebut dilakukan Adrian pada
Desember 2003. "Saat itu, kalau tidak salah, Suyitno masih menjadi
Wakabareskrim," ujar Andika.
Yang membuat Adrian jengkel dan merasa diperas, dirinya tidak pernah
mendapatkan fasilitas lebih, kemudahan, atau keringanan. Justru, Adrian merasa
semakin dipojokkan.
Atas pengakuan tersebut, Kapolri Jenderal Pol Sutanto menegaskan tidak akan
pandang bulu dalam menuntaskan kasus itu. Siapa pun yang melanggar akan
ditindak. "Kan sudah kami buktikan. Kami sudah melihat semua bahwa siapa pun
akan kami tindak. Yang aktif saja kami tindak," tegas Sutanto saat ditemui
wartawan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri kemarin.
Ketika didesak soal kemungkinan pemeriksaan terhadap atasan Suyitno, Sutanto
menegaskan bahwa semua sudah ada dalam mekanisme. "Siapa pun yang terlibat, ya
kami proses. Termasuk, mereka yang masih aktif. Sebab, dalam KUHP tidak dikenal
perwira aktif atau pensiun," ujarnya.
Sementara itu, hingga kemarin, Suyitno belum diperiksa lebih lanjut.
Hari-harinya di tahanan dilalui seperti saat awal masuk. Dia dibesuk istri dan
anaknya. "Dia masih bisa tertawa kok," kata seorang sumber koran ini.
Suyitno dikurung di ruangan berukuran sekitar 3 x 3 meter. Dia harus tidur di
atas kasur lipat tipis yang dialasi tripleks. Tak ada televisi atau hiburan
lain. "Udaranya juga hanya dari AC (air conditioner). Berbeda dari tahanan di
Bareskrim yang ada udara bebasnya," jelas sumber tersebut.
Beberapa hari di tahanan, kesehatan Suyitno juga tidak bermasalah. Hal itu
dibuktikan dari pemeriksaan tim dokter Pusdokkes Mabes Polri. Apalagi, Suyitno
tidak punya penyakit bawaan. "Sampai sekarang kayaknya tidak ada keluhan
penyakit tuh," katanya. (yes/naz)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Tiga Jenderal Polisi Terlibat