[ppi] [ppiindia] The End of KNPI
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 23:41:36 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=191032
Rabu, 28 Sept 2005,
The End of KNPI
Oleh Agus Surono *
Sejarah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) adalah sejarah teaterikal yang
diproduksi rezim Orde Baru dan disutradarai Presiden Soeharto sebagai upaya
melakukan depolitisasi peran pemuda dan mahasiswa dalam frame korporatisme
negara dengan developmetalism sebagai mainstream ideologi politiknya.
Bagaimana tidak? Dalam banyak hal KNPI bukanlah representasi organisasi
kepemudaan yang kritis yang hadir untuk memberikan counter atas desparitas
ekonomi, budaya, sosial, dan politik pada saat itu, melainkan malah menjadi
garda depan yang ikut serta melanggengkan rezim Orba yang kemudian terbukti
menyesatkan cita-cita kerakyatan dan kebangsaan.
Fakta ini bisa dilacak dan diuraikan dalam penjelasan berikut ini: Pertama,
kelahiran KNPI merupakan by design yang diinisiasi kekuasaan (rezim Soeharto)
dan bukan genuin yang digagas dan dipelopori para pemuda Indonesia.
Dalam konteks seperti ini otentitas/kemurnian semangat KNPI yang akan
memperjuangkan peran pemuda menjadi nihil. Karena sifatnya yang by design, yang
terjadi adalah KNPI menjadi pelayan dan kepanjangan tangan si pembuat desain,
dalam hal ini rezim Orba.
Kedua, dalam perjalanannya KNPI tidak lebih dari sekadar alat dan distribusi
kekuasaan. Tidak dipungkiri bahwa KNPI telah menjadi elanvital dan resources
politik yang strategis bagi pemerintahan Soeharto dengan menjadikan Golkar
dalam proses pengaderan sekaligus bumper politiknya. Realitas ini dapat
dicandra dari para tokoh KNPI yang kemudian menjadi anggota legislatif dan
menteri dalam pemerintahan Soeharto.
Ketiga, KNPI menjadi medan magnet bagi "perkelahian" untuk memperebutkan
struktur organisasinya sebagai jalan untuk meretas karir di bidang politik bagi
elemen-elemen Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terlibat di dalamnya.
Karena itu, KNPI lebih memperlihatkan watak sebagai organisasi kepemudaan yang
pragmatis, miskin gagasan, dan kering nilai. Kondisi ini dimungkinkan karena
memang struktur kekuasaan an-sich mengakui KNPI sebagai satu-satunya organisasi
kepemudaan yang sah dan diakui. Dapat dimaknai pula, inilah bentuk lokalisasi
pluralisme organisasi kepemudaan.
Kepemimpinan KNPI sudah selayaknya mengandalkan intelektualitas sebagai basis
moral untuk menjalankan organisasi. Sebab, selama ini yang tampak adalah
aspek-aspek yang kental dengan warna politik.
Padahal, kalau mau jujur, kebanyakan pengurus KNPI merupakan alumni organisasi
kemahasiswaan. Sehingga, menjadi aneh manakala sisi intelektual justru
dianaktirikan sebagai prasyarat kepemimpinan di KNPI.
Kekinian
Bagaimana KNPI dalam konteks kekinian, tepatnya pascareformasi 1998? Masih
relevankah dan peran seperti apa yang harus dimainkan KNPI dalam masa transisi
demokrasi di Republik ini?.
Bagaimanapun, diakui atau tidak, KNPI ikut andil terhadap dosa sejarah yang
telah ditorehkan Orba. Kalau KNPI tidak mau distereotipkan sebagai anak kandung
Orba dengan pelbagai dedahannya, sudah selayaknya melakukan revitalisasi dan
reposisi kelembagaan sekaligus meningkatkan kualifikasi para pengurusnya..
Ini menjadi penting kalau KNPI tidak mau kehilangan nadi perjuangannya serta
masih berkeinginan diapresiasi kiprahnya oleh masyarakat. Apa gunanya ada KNPI
kalau keberadaannya mengalami alienasi peran dan fungsinya dalam struktur
kemasyarakatan.
Selain itu, KNPI sudah sewajarnya membumikan diri dalam persoalan-persoalan
sosial kemasyarakatan. Jangan asyik dengan elitisme yang selama ini
mendominasi. Agar tak jadi menara gading di kemudian hari.
Mungkin perlu juga memikirkan KNPI menjadi organisasi organik yang meminjam
kosep Antonio Gramsci sebagai model mutakhir dalam mempertajam artikulasi peran
dan fungsinya. Ini sekaligus untuk memupus elitisme dan pragmatisme KNPI selama
ini.
Tentu saja ini mensyaratkan mobilitas dan aktivitas yang memadai karena dengan
sendirinya ada perluasan praksis wilayah kerja. Tidak lagi sekadar forum to
forum, melainkan sudak konkret pada wilayah aksi sosial yang berbentuk
pemihakan.
Sedangkan kerelevanan KNPI dalam konstelasi dinamika kebangsaan ini terkait
erat dengan seberapa jauh KNPI mampu melakukan perubahan-perubahan signifikan
terhadap paradigma organisatorisnya, terutama relasi dengan kekuasaan. KNPI
harus berani bersikap terhadap bujuk rayu syahwat kekuasaan.
Sayang, sampai sewindu usia reformasi, sepertinya KNPI belum mau beringsut dari
sumber kekuasaan. Bahkan, dalam pemilihan presiden dan pasca pemilihan
presiden, KNPI justru berkecenderungan untuk dekat dengan kekuasaan.
Kalau ini tidak dikontrol, tinggal menunggu waktu saja kalau kemudian KNPI
hanya menjadi organisasi yang dimonopoli kelompok tertentu. Dan, pada
gilirannya manakala terjadi pergeseran politik, KNPI ikut pudar dan bubar.
Jadi, apakah serial KNPI masih akan to be continue atau menjadi the end of KNPI
sepenuhnya bergantung pada kemauan melakukan perubahan yang congruen dengan
perubahan zaman. Sejarah terus berubah Bung!
" Agus Surono, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dan
Koordinator Public Sphere Community White Campus.
"
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] The End of KNPI