[ppi] [ppiindia] Terpidana Dipukuli Oknum Polisi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Aug 2006 15:16:35 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0608/29/nus03.html
Kasus Bentrok Abepura
Terpidana Dipukuli Oknum Polisi
Jayapura - Sebanyak 200 pendeta dari denominasi gereja di Papua serta para
pimpinan gereja di Papua dan keluarga korban sekitar pukul 10.00 WIT, Selasa
(29/8), mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua di Jayapura.
Tujuan mereka untuk mengajukan laporan resmi dan membawa hasil visum dari RSU
Abepura, sehubungan dengan pemukulan terhadap terpidana kasus bentrok Abepura
16 Maret lalu (di depan kampus Universitas Cenderawasih Abepura), Nelson
Rumbiak, oleh oknum anggota Dalmas Polresta Jayapura.
Kepada SH, Senin (28/8) malam, penasihat hukum para terdakwa, Aloysius
Renwarin, mengatakan kasus pemukulan itu terjadi ketika tujuh terdakwa diantar
pulang petugas kejaksaan dengan mobil bus tahanan Kejaksaan Negeri Jayapura
menuju LP Abepura tadi malam pukul 18.30 WIT. Itu usai mereka mengikuti sidang
di PN Kelas IA Jayapura. Mobil tersebut dikawal satu truk anggota Dalmas
Polresta Jayapura.
Nelson Rumbiak sebenarnya telah divonis enam tahun penjara, dan kedatangannya
ke PN Jayapura untuk menjadi saksi mahkota terhadap terdakwa Eko Beratoboy.
Aloysius juga menjelaskan bahwa ketika Nelson turun dari mobil langsung
dipukuli oknum anggota Dalmas Polresta Jayapura dengan pentungan di bagian
kepala dan ditendang dengan sepatu laras.
Akibatnya, Nelson menderita luka memar di kepalanya. Melihat rekannya dipukul,
terdakwa lain yang hendak turun menjadi ketakutan dan kembali masuk ke dalam
bus tahanan. Belum diketahui berapa jumlah oknum anggota Dalmas yang melakukan
pemukulan.
"Kemungkinan oknum Dalmas ini memukul Nelson karena marah dan kesal. Sebab saat
sidang para terdakwa mengatakan jalannya sidang tidak fair buat mereka," kata
Aloysius.
Sebelumnya, dalam jumpa pers di PN Jayapura, pengacara tujuh terdakwa di
antaranya David Sitorus, Ecoline Situmorang dari PBHI Jakarta serta Aloysius
Renwarin dan S Iwanggin dari Elsham Papua, mengatakan majelis hakim yang
diketuai Moris Ginting yang memimpin sidang, tidak fair dalam proses
persidangan.
Hakim dengan gampang menggunakan pasal 174 KUHAP, dengan berusaha menutup
kebenaran yang ada. Ketiga saksi mahkota yang diajukan jaksa malah dikatakan
melakukan kesaksian palsu dan sebagai pelaku tindak pidana kebohongan. "Berarti
sudah menyalahi asas praduga tak bersalah," kata David.
Sementara itu, majelis hakim Moris Ginting dan La Kone menilai pengacara para
terdakwa seperti memancing suasana persidangan agar menjadi ricuh, meskipun
majelis hakim tidak mau terpancing.
Soal keberpihakan hakim yang dianggap tidak fair, hal itu terserah pada
penasihat hukum terdakwa. "Ini mengingat masa penahanan. Jadi kita tidak mau
dikatakan tidak bijak dalam memimpin persidangan ini," lanjut Moris.
Dari pantauran SH saat sidang yang dimulai pukul 10.00 dan berakhir sekitar
pukul 18.15, dengan terdakwa Aris Mandowen berlangsung panas dan nyaris ricuh.
Berkali-kali hakim ketua Moris Ginting mengetuk palu sidang.
Hal ini disebabkan penasihat hukum terdakwa merasa kurang puas terhadap
keterangan saksi dari kepolisian dan menilai hakim tidak fair dalam memimpin
jalannya sidang.
(odeodata h julia
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Terpidana Dipukuli Oknum Polisi