[ppi] [ppiindia] Telaah : Qaball, Illuminati & Freemasonry
- From: samsul@xxxxxxxxxx
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 23 Jun 2008 12:05:58 +0700
Qaball, Illuminati dan Freemasonry
Baphomet adalah satu dari pujan-pujan kaum Qabalis yang mewakili Setan.
Makhluk ini berkepala kambing bertanduk atau dikenal dengan kambing
“Mendes”, lambang kuno untuk setan. Penampilannya melambangkan
kekuatan-kekuatan hitam disatukan dengan kemampuan beranak-pinak seperti
halnya kambing. Di dahi, diantara dua tanduk dibawah suluh, adalah lamang
pentagram. Bagian bawah badannya diselubungi kain hitam melambangkan
kerahasiaan. Baphomet digambarkan sebagai makhluk hermaphrodit dengan
mempunyai buah dada lambang kewanitaan dan phallus lambang kelaki-lakian.
Dua ular melingkar di phallus yang berdiri. Ular juga merupakan simbol dari
Setan. Sayap melambangkan kemampuan Lucifer untuk Terbang
"Bila kita telah menjadi penguasa kita harus memandang sebagai hal yang
sama sekali tidak dikehendaki keberadaan agama-agama lainnya kecuali agama
kita; menyatakan hanya ada satu Tuhan yang oleh takdir-Nya kita telah
ditentukan sebagai 'Ummat Pilihan', dan yang melalui takdir-Nya pula nasib
kita menyatu dengan masa depan dunia. Karena alasan inilah kita harus
menghancurkan semua agama lainnya. Kalau ada muncul atheisme kontemporer,
sebagai langkah transisi paham ini tidak akan menghalangi tujuan kita."
('Protokol Zionisme yang Keempat-belas)
Kepercayaan Qabala
Akibat mengalami penindasan yang panjang selama beribu tahun kaum Yahudi
memelihara kepercayaan nenek-moyang mereka yang pada dasarnya menyimpang
bahkan bertentangan dengan aqidah yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s.
Kepercayaan kuno itu dipelihara dengan keyakinan untuk mempertahankan
eksistensi mereka. Di antara kepercayaan yang tertua dan paling dihormati
adalah kepercayaan 'Qabala', atau kadangkala ditulis 'Kabbala'. Nama Qabala
diambil dari kata Ibrani 'qibil', yang maknanya "menerima". Qabala dalam
hal ini berarti "menerima doktrin okultisme (ilmu sihir) rahasia".
Sejak masa Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan Sumeria (Iraq sekarang ini)
sampai dengan penjajahan Romawi atas Palestina, Qabala tetap merupakan
kepercayaan Yahudi yang sangat rahasia, yang ajarannya hanya diketahui oleh
anggotanya, yang disampaikan dengan cara dari mulut-ke-kuping, disampaikan
oleh para pendeta tinggi kepada para novice. Selama periode ini para
pendeta tinggi itu tinggal di Sumeria, kemudian menyebar ke Mesir Kuno, dan
Palestina Kuno. Salah seorang pendeta tinggi Qabala ialah Samir, tokoh yang
mengajak Bani Israeli yang baru saja keluar dari tanah Mesir untuk
menyembah sebuah patung anak sapi yang terbuat dari emas, tatkala mereka
dilinggalkan oleh Nabi Musa a.s. berkhalwat di gunung Tursina di Sinai
untuk menerima wahyu 'Firman yang Sepuluh' dari Allah.
Beberapa waktu sesudah berakhirya penjajahan Romawi di Palestina, para
pendeta tinggi Qabala memutuskan tradisi okultisme kuno itu untuk direkam
secara tertulis ke atas papyrus berupa gulungan ('scroll') sebagai usaha
agar ajaran itu dapat diwariskan kepada generasi Yahudi berikutnya. Selama
masa pendudukan Romawi itu ajaran Qabala dihimpun dari berbagai tradisi
lisan ke dalam beberapa gulungan, dan akhimya dijilid ke dalam sebuah kitab
yang utuh.
Tugas menghimpun ajaran yang masih berupa lisan itu dibebankan kepada dua
orang, yaitu 'Rabbi' (Guru) Akiva ben Josef, yang menjadi ketua Majelis
Tinggi Pendeta Sanhedrin pada waktu itu, dan pembantunya Rabbi Simon ben
Joachai. Pada waktu itulah Qabala tersistematikkan menjadi dua jilid :
'Sefer Yetzerah' (Kitab Genesis, tentang Penciptaan Alam Semesta), dan
'Sefer Zohar' (Kitab Keagungan).
Salah satu simbol dari Setan adalah kepala kambing “Mendes”. Imej hitam
seram ini melambangkan kekuatan hitam. Simbol kambing digunakan sebagai
kekuatan regeneratif Lucifer. Untuk menegaskannya, sebuah phallus laki-laki
diletakkan di atas kepala kambing, sekali lagi untuk menekankan kemampuan
regeneratif Lucifer. Pentagram diatas kepal kambing adalah satu lagi simbol
dari kepala kambing, yaitu setiap ujung bintang mewakili kedua tanduk,
kedua kuping dan dagu kambing. Maka dengan itu dilambangkan dengan
pentagram terbalik, yaiut dua ujung bintang keatas, satu ujung kebawah. Api
diatas phallus juga simbol dari Lucifer, yaitu sifat keapiannya
Kitab Zohar penuh dengan ayat-ayat yang bersifat rahasia dan amsal, dan
ayat-ayat itu hanya dapat dipahami melalui Kitab Yetzerah, semacam kitab
tarjamah. Beberapa abad sesudah Masehi, di Eropa muncul kitab ajaran Qabala
yang baru bemama 'Sefer Bahir'- 'Kitab Cahaya'. Ketiga kitab itu semuanya
tertulis dalam bahasa Ibrani, yang kemudian atas pertimbangan pragmatisme
diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Eropa. Ketiga kitab Qabala itu
memuat ajaran sangat suci bagi kultus sesat, penyembahan kepada Iblis, dan
menjadi buku pegangan Gereja-gereja Iblis di seluruh dunia (termasuk Gereja
Penyembah Iblis yang pernah ada di Jakarta).
Kaum Yahudi Qabalis, sebagaimana ajaran Samir, secara terang-terangan
menyatakan permusuhan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta Alam
Semesta. Menurut iman mereka Iblis, atau Lucifer, sebagaimana mereka
menyebutnya dengan penuh hormat, telah "diperlakukan dengan tidak adil" dan
ia adalah satu-satunya tuhan yang patut disembah. Iblis adalah tuhan
mereka.
Iblis, atau khususnya 'Setan', dalam bahasa-bahasa Semit (termasuk bahasa
Arab) berarti "pemberontak", yakni "memberontak kepada Allah", karena itu
kaum Qabalis tidak menyebutnya dengan nama Iblis. Mereka menyebutnya dengan
nama Lucifer, yang berati "pembawa sinar cahaya". Penggunaan kata Iblis
dianggap sebagai penghujatan kepada tuhan mereka. Kata Lucifer berarti
cahaya, terang, pencerahan dan sebagainya.
Salah satu thema penting yang berkaitan dengan kepercayaan Qabala ialah
kekuasaan yang datang dari cahaya, api, dan matahari. Ketiga hal itu
menjadi perlambang dari ajaran penyembahan kepada Iblis, Yang dipercayai
diciptakan dari api. Segala sesuatu yang berkaitan dengan cahaya, api atau
matahari, merupakan perlambang dari Iblis.
Ajaran Qabala menjelaskan adanya hirarki kekuasaan yang mereka sebut
"sefrotim", yang dalam bahasa Ibrani berarti "penyinaran". Ada sepuluh
'sefrotim', yang dalam bahasa Ibrani disebut 'sitra ahra', yang artinya
"sisi lain". Penyinaran 'sefrotim' direpresentasikan oleh sejumlah makhluk
supra-natural yang dalam bahasa Ibrani disebut 'shedim'. 'Shedim' terdiri
dari sejumlah roh. Roh tertinggi adalah Lucifer sebagai "pembawa cahaya".
Semua roh yang disebut 'shedim' itu tercipta dari asal api. Oleh karena itu
api menjadi sesembahan terpcnting dalam ajaran Qabala. Beberapa di antara
'shedim' itu ada yang kawin-mawin dengan manusia, dan mereka ini disebut
'mazzikim', atau "shedim yang tidak berbahaya", dan anak hasil perkawinan
itu bila lahir disebut 'banim shovavim' yang artinya "anak haram-jadah".
Menurut ajaran Qabala manusia tidak butuh akan Allah, bahkan menurut mereka
manusia bisa menjadi manusia suci yang setara dengan tuhan. Mereka menyebut
paham yang deseptik ini dengan Istilah 'humanisme', bahwa manusia berdaulat
untuk mengatur hidupnya sendiri di dunia. Kaum Qabalis menyebarkan paham
ini kepada kaum non-Qabalis untuk menghancurkan keimanan manusia kepada
Allah.
Kaum Qabalis acapkali menggunakan simbol-simbol seks untuk
merepresentasikan 'humanisme'. Organ lelaki disimbolkan dengan 'phallus'
('lingga'). sebagai perlambang kekuasaan regeneratif, atau kekuasaan untuk
berkembang biak. Sedangkan organ wanita dilambangkan oleh pelataran yang
disebut 'yoni' yang memperlambangkan kawasan kesuburan. 'Yoni' disebut juga
dengan nama lain, "Ibu Pertiwi" ('Mother Earth ').
Monumen Obelisk George Washington melambangkan phallus Lucifer, yaitu
kekuatan generatif. Ia menghadap ke Kantor Oval Gedung Putih, simbol dari
kekuatan reporduktif organ wanita. Simbol-simbol kaum Qabalis ini bukan
hanya terdapat di Mesir Kuno berupa obelisk, yaitu tugu batu tegak, tetapi
oleh kaum Qabalis dibawa bersama mereka dan kemudian berkembang ke berbagai
ibukota dunia seperti di Washington, DC. dan ibukota-ibukota Eropa. Obelisk
yang didirikan umumnya menghadap ke bangunan pusat kekuasaan sebagai
perlambang kekuasaan (kejantanan), dan obelisk semacam itu juga
direpresentasikan pada Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, dengan lambang
'phallus' ('lingga') yang bertumpu di atas 'yoni', perlambang organ wanita
(aliran Hinduisme yang dikenal dengan nama Tantri-isme, adalah cabang
ajaran Qabala yang menyebar ke India; peninggalan Tantri-isme di Indonesia
ditemukan di candi Sukuh, Tawangmangu). Monumen Nasional di Jakarta
menghadap langsung ke Istana Merdeka., bahkan obelisk semacam didirikan
juga di plaza St. Petrus, Vatikan.
Kaum Oabalis juga menggunakan imej segitiga dan bangunan piramida untuk
merepresentasikan struktur hirarki mereka. Para elit Qabalis duduk pada
puncak piramida menguasai massa yang berkewajiban menopang piramida
tersebut. Lambang kaum Qabalis, piramida dengan sebiji mata Lucifer yang
"selalu mengawasi dan menguasai", terdapat pada sisi belakang mata-uang
kertas dolar Amerika sekarang ini. Kaum Qabalis juga menggunakan lambang
dua buah segitiga yang dipasang menjadi satu dengan posisi masing-masing
terbalik, menjadi bintang segi-enam yang kini oleh orang Yahudi
ditransformasikan seolah-olah sebagai 'bintang Nabi Daud as”. Dua buah
bintang segitiga masing-masing dengan posisi terbalik sebagai lambang
Lucifer itu didisinformasikan oleh kaum Qabalis sebagai lambang bintang
dari "Nabi Daud" pada tahun 1948 di PBB. Penciptanya adalah Ioseph Stalin,
diktator Uni Sovyet, sebagai negara pertama yang mengakui negara Yahudi
Israel.
Selain itu kaum Qabalis juga menggunakan lambang bintang segilima yang
terbalik, dua ujung menghadap ke atas, dua ujung menghadap ke samping dan
satu ujung menghadap ke bawah, yang melambangkan dewa berkepala kambing
'Mendes'. 'Mendes' adalah nama lain dari Lucifer. Dua ujung bintang yang
menghadap ke atas merupakan tanduk, dua ujung yang ke samping adalah
kupingnya, dan ujung yang menghadap ke bawah adalah dagunya.
Kepercayaan Qabala selanjutnya tumbuh dan berkembang baik dalam jumlah
maupun dalam kekuasaan ke seluruh dunia dalam berbagai bentuk dan aspeknya
di dalam masyarakat. Media massa Indonesia pemah melaporkan hadimya sebuah
gereja Iblis, sebuah night-club, dan sebuah hotel, di Jakarta, yang
didedikasikan kepada Lucifer. Para penyembah Iblis ini menggunakan
kebohongan, pemerasan, suap, seks bebas, dan bahkan kekerasan, untuk
mencapai tujuannya membangun penguasaan kehidupan di dunia.
Ajarannya bertujuanuntuk menghancurkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, Pencipta Alam Semesta, dan siapa saja yang menghalangi pensembahan
Lucifer.
Ini adalah segel kenegaraan Amerika Serikat yang terdapat pada mata uang
Satu Dólar Amerika. Sebiji mata Lucifer yang selalu "melihat dan
menguasai, menyinar bagai matahari”, terletak di puncak piramida. Kata-kata
atin “Anuit Coeptis – Novus Ordo Seclorum” berarti – Konspirasi Kia –
sebuah Tata Dunia Baru”
Hexagram atau bintang berujung enam dibentuk dari dua segitiga yang saling
mengunci. Segitiga adalh lambang Qabalis paling umum. Segitiga yang
ujungnya menghadap kebawah adalh lambang wanita yang sesuai dengan Yoni dan
juga disebut segitiga air. Segitiga yang ujungnya menghadap keatas adalah
lambang laki-laki, lingga atau phallus, mewakili tuhan mereka Lucifer dan
disebut juga Segitiga Piramida atau Piramida Air. Kesatuan mereka
menghasilkan kekuatan yaitu prinsip generatif. Selain itu, kedua segitiga
tersebut mempunya arti esoterik. Segitiga yang menghadap kebawah disebut
juga Segitiga Ketuhanan, segitiga yang menghadap keatas disebut Segitiga
Piramida, yang juga simbol manusia sempurna. Kemudian mereka menunjukan
bagaimana manusia bisa menjadi tuhan, gagasan utama dai Humanisme. Setiap
sisi ari segitiga membentuk ‘66 karena itu hexagram mengandung ‘666’.
Hexagram digunakan pada riual-ritual sihir dan juga dianggap sebagai simbol
dar kekuatan utama Setan. Hexagram digunakan untuk memanggil setan untuk
mengguna-guna atau mengutuk sang korban. Isitilah “to hex” dalam bahasa
Inggris yang artinya menguna-guna atau mengutuk datang dari praktek ini.
Kepercayaan Qabala - Aliran Zoroaster di Persia
Zoroasterisme adalah salah satu cabang dari kepercayaan Qabala yang
menyebar ke Persia dengan praktek keagamaannya lebih menekankan pada sihir
bersamaan dengan penyembahan kepada Iblis. Para pcmimpin agama Zoroaster
disebut dengan nama 'magi', ritual agamanya disebut 'magus', dan dari kata
inilah kemudian menjadi kata 'magis', dan al-Hadith menyebut Zoroasterisme
dengan nama Majusi.
Ritual para 'magi' bertujuan untuk menyempumakan seni sihir okultisme dan
ilmu tenung, teluh, dan 'santet' dengan melalui bantuan jin dan roh-roh
halus. Cabang kepercayaan Qabala juga berkembang ke Mesir Kuno di masa
Fir'aun. Ilmu astrologi (peramalan nasib yang dikaitkan dengan posisi
bintang-bintang tertentu - zodiak), numerologi (peramalan berdasarkan
angka-angka yang dikaitkan dengan alfabet), berkembang di Sumeria, kemudian
ke Mesir, ke Babilonia, dan ke Persia, yang dihubungkan dengan penyembahan
roh-roh halus.
Ajaran Qabala di Persia tertulis di dalam kitab suci mereka yang dinamakan
'Avesta' . Di dalam 'Avesta' Lucifer disebut dalam bahasa Parsi Kuno dengan
nama 'Ahuramazda' atau 'Ormuzd', yaitu sang "pembawa cahaya". Untuk
menghormati 'Ormuzd', atau Lucifer, kaum Qabalis Zoroaster menyembah api
dan matahari sebagai perlambang Lucifer. Kepercayaan Qabala Zoroaster
bertahan hidup selama lebih dari seribu tahun sampai Persia ditaklukkan
oleh Islam pada tahun 651 Masehi. Meskipun demikian agama ini masih dianut
secara sembunyi-sembunyi oleh sebagian kecil pemeluknya di Iran sampai
dengan sekarang ini.
Qabala di Jerusalem
Di Palestina kelompok Qabalis dipimpin. oleh Herodus II, gubemur Romawi di
Jerusalem, dengan dua orang pembantunya, Ahiram Abiyud dan Moav Levi.
Herodus II memimpin kaum Qabalis melawan penyebaran ajaran Jesus. Kelompok
ini berupaya membangun kembal i Haikal Sulaiman di Jerusalem sebagai basis
gerakan mereka.
Majelis Kuasa Rahasia Qabala yang beranggotakan sembilan orang pendeta
Qabala bersidang pada tanggal 10 Agustus 43Masehi dipimpin langsung oleh
Herodus II, Abiyud, dan Levi. Sidang pada hari itu memutuskan untuk
mengakhiri kegiatan Jesus serta para muridnya. Adalah Herodus II yang
memerintahkan untuk menyembelih Nabi Zakaria a.s. dengan menggunakan
gergaji pemotong kayu. Ia kemudian memerintahkan juga membunuh Nabi Yahya
a.s. dan memerintahkan mempersembahkan kepala Nabi Yahya a.s. yang telah
dipenggal itu di atas sebuah nampan ke hadapannya.
Dengan kekuasaannya yang luar biasa ia berhasil memerintahkan Majelis
Tinggi Pendeta Sanhedrin, badan tertinggi pada hirarki kependetaan Yahudi,
agar mengeluarkan dekrit hukuman mati berdasarkan hukum Romawi di atas kayu
salib terhadap Jesus dengan tuduhan telah menghujat Tuhan. Herodus II juga
memerintahkan membunuh Petrus, murid Jesus melalui kaki -tangannya bemama
Nero.
Dalam waktu singkat paling tidak berdiri 40 gereja yang dipcngaruhi oleh
dan mengikuti ajaran Injil versi Qabala di seluruh tanah Palestina. Dalam
tempo yang tidak terlalu lama ajaran Injil versi Qabala berkembang ke
seluruh wilayah kekaisaran Romawi dan membangun akarya di Eropa.
Perang Salib
"The Knight Templars ('Ksatria Haikal')" yang terkenal di dunia Barat, yang
menjadi pelopor dan inti dari tentara Salib, dibangun oleh anggota-anggota
Majelis Kuasa Rahasia Qabala di Eropa yang umumnya terdiri dari orang orang
Yahudi. Tujuan mereka ialah untuk membangun kembali Haikal Sulaiman dan
menghidupkan kembali kcpercayaan Qabala di Palestina. Untuk tujuan itu
mereka memprovokasi Paus Urbanus untuk "membebaskan Tanah Suci Jerusalem"
dari tangan 'kaum kafir muslim penyembah berhala'.
Beribu-ribu kaum Nasrani yang tertipu berangkat ke Jerusalem untuk
menjalankan "perang suci" itu, yang lebih dikenal dalam sejarah dengan nama
Perang Salib. Karena kaum muslimin mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, dan
memuliakan juga Nabi Isa a.s., maka mereka menganggap kaum muslimin sebagai
penghalang utama ajaran syirik mereka yang menyembah Lucifer.
Para prajurit Salib yang didukung oleh sejumlah raja-raja Eropa berhasil
merebut Jerusalem dari tangan kaum muslimin pada tahun 1099. Tatkala
Jerusalem jatuh terjadilah pembantaian dan perkosaan, bukan saja terhadap
kaum muslimin, tetapi juga terhadap ummat Kristen Timur. Menurut catatan
Encyclopaedia Britanica selama pembantaian itu, masjid Umar digenangi oleh
darah kaum muslimin setinggi mata-kaki. Pemimpin pertama 'Knight Templars'
bemama Codei Froi de Bouillar, yang menjadi raja Kristen Qabalis yang
pertama di Jerusalem pada tahun 1099. Dua dasawarsa kemudian 'ksatria
haikal' Qabalis menjadi kekuatan yang paling ditakuti dan disegani di Eropa
dengan harta kekayaan yang mereka rampok dari Palestina. Selama abad ke-l2
dan ke-13, 'ksatria haikal' menyebarkan kepercayaan Qabala mereka ke
seluruh Eropa melalui jalan infiltrasi politik, sosial dan
kelompok-kelompok gereja.
Barulah pada awal abad ke-13 bangsa-bangsa Eropa menyadari kejahatan para
'ksatria haikal' Yahudi tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk menyapu
bersih mereka. Pada 1307 Kaisar Perancis Phillipe IV dengan dukungan Paus
Clementus V, menangkap dan memenjarakan Jacques de Molay, pemimpin
tertinggi 'ksatria haikal' dan sebagian besar anggotanya. Paus Clementus V
mengeluarkan sebuah dekrit yang menyatakan 'ksatria haikal' sebagai
kelompok Anti-Kristus. Atas dasar dekrit tersebut Molay dan para
pengikutnya dijatuhi hukuman dibakar di kayu sula pada 1307.
Beberapa tokoh 'ksatria haikal' yang berhasil lolos bersumpah untuk
menghancurkan gereja, para raja, dan rahib. Beberapa orang di antara mereka
berhasil menyelamatkan diri ke Skotlandia dan disana mendirikan 'the
Scottish Rites" (Freemasons sekte Skot), dan beberapa lagi ke
kerajaan-kerajaan Jerman, dan bergabung ke dalam organisasi 'Illuminati'
Bavaria yang dipimpin oleh Adam Weishaupt, suatu cabang Qabala di Eropa.
Setelah 'Illuminati' dinyatakan terlarang di Bavaria, mereka menyusup dan
berhasil menguasai organisasi rahasia kaum Protestan 'Freemasonry' yang
dipimpin Friederich yang Agung, raja Prussia1.
Organisasi Rahasia Kaum Qabalis : "Illuminati"
Adalah tidak mungkin memahami gerakan Zionisme tanpa mempclajari
sepak-terjang organisasi rahasia Yahudi yang dikenal dengan nama
"Illuminati". "Illuminati" adalah organisasi rahasia Yahudi yang bergerak
di bawah tanah, menjalankan segenap agenda Zionisme yang didasarkan pada
ajaran Qabala, baik secara terbuka, maupun klandestin. Tidak banyak yang
diketahui tentang asal-mula organisasi rahasia yang bemama "Illuminati"
ini. Beberapa peneliti menycbut asal-usulnya pada organisasi "Illuminati"
yang didirikan di Bavaria pada abad ke-18 oleh Adam Weishaupt, tetapi
fakta-fakta menunjukkan bahwa organisasi rahasia Yahudi ini sudah ada jauh
sebelum itu.
Organisasi rahasia Yahudi tertua yang sekarang dikenal adalah gerakan
kepercayaan Qabala, sebagaimana dituturkan di atas tadi, Yang tcrnyata
setelah ditelusuri telah berusia paling tidak 4000 tahun. Ordo Qabala yang
pertama terbentuk kira-kira selama era pembuangan suku-suku Bani Israeli ke
Babilonia di bawah nama "Ordo Persaudaraan" pada era dinasti Ur ke-3,
antara 2112 - 2004 SM. Kaum Qabalis itu menyusup dan merebut kekuasaan, dan
berhasil. Praktek "Ordo Persaudaraan" yang didasarkan pada ajaran Qabala
itu tetap hidup dan dijalankan sampai dengan hari ini.
Selama perjalanan sejarah tercatat ada tiga ordo Qabala, Ordo Hijau, Ordo
Kuning, dan Ordo Putih. Yang paling menarik dari ordo yang tiga itu adalah
Ordo Putih, yang nampaknya nyaris tidak teridentifikasi oleh para peneliti.
Kelangsungan Ordo Putih itu dicapai karena gerakannya yang sangat rahasia.
Kalau ordo lainnya lebih menekankan pada ajaran penyembahan Lucifer, maka
Ordo Putih ini patut diduga sebagai suatu organisasi yang menekankan missi
politik, di samping mengembangkan ajaran Qabala. Mereka merumuskan bahwa
missi Qabala adalah untuk menentukan jalannya peradaban ummat manusia
dengan tujuan membentuk "Pemerintahan Satu Dunia" ( E Pluribus Unum) di
bawah kepemimpinan kaum Yahudi.
Merekalah yang diduga menciptakan aksara Yunani, politik (sebagaimana
pengertiannya sampai kini), theosufi, filosufi (termasuk menghasilkan para
filosuf besar seperti Plato, Socrates, dsb.), sistem pemerintahan, militer,
pendidikan, (menyelewengkan) agama, segregasi, hierarchie, dan ilusi ten
tang adanya ras unggul Aria yang di kemudian hari digunakan oleh Hitler dan
ras kulit putih tertentu di dunia. Dengan kata lain, mereka merupakan
peletak dasar peradaban Barat sekarang ini. Adalah kenyataan, peradaban
Barat masa kini didasarkan pada prinsip-prinsip yang berdasarkan peradaban
Judeo-Greko.
Sejak permulaannya Ordo Putih Qabala memandang sangat penting untuk
memelihara garis-darah Yahudi yang "tidak-tercemar". Untuk dapat masuk Ordo
Persaudaraan Putih seorang Yahudi harus memiliki darjah magister pada semua
disiplin ilmu yang dipandang berkaitan dengan ajaran Qabala, dan banyak
dari disiplin ilmu itu berada di luar kemampuan orang-biasa. Hanya orang
Yahudi dari garis keturunan yang lurus yang diizinkan masuk menjadi
anggota.
Dalam praktek berarti seseorang harus melalui pendidikan selama tidak
kurang dari 40 tahun. Prinsip itu tetap diberlakukan oleh organisasi
penerus Qabala, "Illuminati". Oleh karena itu bagi keluarga Yahudi penting
untuk mempunyai anak banyak - kalau seorang anak gagal - yang lain
diharapkan akan dapat lolos dari seleksi yang ketat itu. Ordo Putih adalah
peletak dasar konsep yang kini dikenal dengan nama "Tata Dunia Baru" (Novus
Ordo Seclorum) dan "Pemerintahan Satu Dunia" (E Pluribus Unum). Kedua
seloka itu dinukilkan pada lembaran uang-kertas denominasi satu dolar
Amerika dewasa ini di bawah lambang Qabala "piramida dengan mata Lucifer di
puncaknya yang senantiasa mengawasi dan menguasai". Lambang kaum Qabalis
ini pada mata-uang Amerika Serikat membuktikan keberhasilan kaum Qabalis
menginfiltrasi lembaga keuangan Amerika Serikat melalui manipulasi politik
para bankir Yahudi. "Karya Zaman" mereka terus berlanjut melalui
"kekuasaan" uang dolar ke seluruh dunia.
Ordo Putih Qabala Menginfiltrasi "Illuminati"
Nama "Illuminati" berasal dari nama yang diberikan oleh para rahib Gereja
Nicene Awal kepada mereka yang berserah diri untuk dibaptis menjadi
Kristen. Mereka disebut "illuminati", yang artinya "mereka yang menerima
cahaya" atau "pencerahan", dengan asumsi mereka telah menerima petunjuk
tatkala dibaptis ke dalam iman Katolik; mereka telah menerima karunia
"cahaya" dalam artian "pencerahan nurani".
Sebuah sekte mistik gereja Katolik dengan nama "Illuminati" pada awal abad
ke-16 berhasil disusupi oleh anasir Qabala yang tengah dikejar-kejar oleh
Gereja di masa Inkuisisi Spanyol. Sekte Katolik yang tersusupi ini kemudian
muncul di Perancis dengan nama 'Guerinets' antara periode 1623 sampai 1635.
Di Spanyol dan Italia pada abad ke-15 dan ke-16, sekte ini muncul dengan
nama lain, "Alumbrado", yang diartikan bahwa seseorang telah mampu
melakukan komuni langsung dengan Roh Kudus, sehingga mereka (orang-orang
Qabalis itu) tidak lagi perlu melakukan ritus gereja Katolik. Namun
kepercayaan ini oleh Gereja Katolik dianggap sebagai bid’ah, dan mereka
tetap menjadi sasaran perburuan Inkuisisi. Selama kurang lebih seabad
lamanya gerak-gerik kaum 'Illuminati' Yahudi tidak terdengar. Mereka
bergerak di bawah tanah. Tetapi pada tahun 117I nama "Illuminati" muncul
kembali, pada sebuah organisasi yang didirikan Adam Weishaupt di
Ingolstadt, Bavaria. Siapa sebenamya Adam Weishaupt?
Adam Weishaupt
Tokoh ini dikenal dengan banyak nama panggilan. Pendeta Abbe Barruel
menyebutnya, "iblis yang menjelma dalam diri manusia". Thomas Jefferson
(dia sendiri seorang 'Freemason') menyebutnya "seorang filantropis yang
tidak membahayakan". Prof. John Robinson, guru-besar filsafat murni dari
University of Edinburgh, peneliti gerakan "Illuminati", menyebutnya
"konspirator yang paling cerdas yang pernah ada". Siapa sesungguhnya orang
yang menyebut dirinya dengan nama samaran yang sederhana, "Broeder
Spartacus" itu ?
Adam Weishaupt lahir pada tanggal 6 Februari 1748 di Ingolstadt, kerajaan
Bavaria, Jerman. Ketika ia masih bayi orang-tuanya yang tadinya memeluk
agama Yahudi Orthodoks beralih memeluk agama Katolik Roma. Yang semestinya
ia bersekolah di 'yeshiva' (madrasah Yahudi), Adam kecil disekolahkan oleh
orang-tuanya ke sekolah-dasar Katolik, dan kemudian ke hochschule (sekolah
menengah umum) yang dikelola oleh ordo Jesuit.
Sebagai warga Bavaria, Adam mempelajari bahasa Czech dan Itali, dan di
sekolah dengan cepat ia menguasai bahasa Latin dan Yunani, dan dengan
bantuan ayahnya, menguasai bahasa Ibrani. Dengan kecerdasannya yang tajam
dan penguasaannya pada berbagai bahasa, para pendeta Jesuit pengasuhnya
berharap ia akan menjadi seorang missionaris yang sangat cocok untuk
bekerja di seberang lautan, terutama di Amerika Latin, atau di Asia. Tetapi
Adam Weishaupt memberontak terhadap disiplin yang berlaku di lingkungan
Ordo Jesuit. Ia melawan tekanan mereka dan merasa lebih baik menjadi
profesor di bidang hukum gereja di Universitaet Ingolstadt.
Kira-kira pada tahun 1768 Adam Weishaupt mulai "membangun sebuah
perpustakaan yang besar dengan maksud untuk membentuk suatu akademi ilmu
pengetahuan dan sebagai tempat berhimpunnya para cendekiawan". Ia
mempelajari hampir setiap manuskrip kuno Qabala dan buku-pegangan apa pun
yang ada kaitannya dengan ajaran tersebut. Adam Weishaupt sejak itu mulai
tertarik pada okultisme, dan terobsesi bukan hanya oleh ajarannya tetapi
sampai kepada lambang Qabala, yaitu sebuah piramida besar dengan sebiji
mata yang menyala.
Pada 1771 Adam Weishaupt memutuskan untuk membentuk sebuah masyarakat
rahasia, sesuai missi 'Ordo Qabala Putih' kuno, yang bertujuan untuk
"mengubah" arah peradaban ummat manusia. Untuk merancang rencananya Adam
Weishaupt memerlukan waktu 5 tahun, sambil menghimpun keterangan dari
berbagai sumber okultisme yang ditemukannya. Untuk ordo rahasia yang
didirikannya diberinya nama, "Perfectibilisen", yang diambilnya dari kaum
Cathar, cabang agama Qabala yang berkembang di Eropa selama 400 tahun.
Gerakan kaum Cathar, yang disebut juga sebagai "kaum yang sempurna",
dihancurkan oleh Paus Innocentius III di medan pertempuran Lambang Gerakan
Illuminati Albigensia pada awal abad ke-13. Adam Weishaupt membangun
ordonya dalam bentuk struktur sebuah Piramida, sesuai hirarki organisasi
Qabala.
"Para anggotanya harus bersumpah taat kepada para atasan, yang dibagi ke
dalam tiga klas utama : pertama, adalah para novis, minerval, dan
illuminati junior". Pada klas kedua, terdiri dari "para ksatria", sedang
klas yang ketiga, atau kIas rahasia, "terdiri dari dua tingkat, pendeta dan
regent, serta 'magus' dan raja, atau 'Illuminatus Rex". Kaum "Illuminati"
diharuskan senantiasa tutup-mulut. "Setiap anggota diwajibkan menyerahkan
janji tertulis tidak akan mengungkapkan apa pun tentang organisasi rahasia
ini kepada siapa pun; bersumpah tidak kenaI siapa atasannya, dan asal-usul
dari organisasinya, tetapi ia yakin bahwa ordo ini telah ada jauh di masa
silam". Anggotanya lebih lanjut bersumpah, "untuk tutup-mulut, serta taat
dan setia selama-lamanya; setiap bulan ia wajib mengirimkan suatu laporan
kepada atasannya yang tidak dikenalnya ".
Adam Weishaupt merasa masyarakat hanya akan bisa "diselamatkan" dengan
perombakan total. Dalam kata lain, ia adalah utopis pertama yang berpikir
dalam skala global, dan mengimpikan saat ketika kelompoknya akan berhasil
mewujudkan 'Novus Ordo Seclorum' (Tata Dunia Baru). Ordo "Illuminati" dari
Adam Weishaupt mempunyai lima tujuan akhir mengikuti sumpah kaum Qabalis
kuno,
1.menumbangkan kerajaan-kerajaan
2.menghapuskan pemilikan pribadi dan warisan
3.menghilangkan kecintaan kepada tanah-air
4.meniadakan kehidupan keluarga dan lembaga perkawinan, dan pembentukan
pendidikan yang bersifat komunal bagi anak-anak
5.menghapuskan semua agama yang ada.
Dengan menghimpun orang-orang "yang terbaik dan paling cerdas" se-Eropa,
sebagian besarnya adalah para cendekiawan Yahudi, Adam Weishaupt yakin
sekali ordo yang didirikannya akan mampu mencapai tujuannya. Setiap anggota
diaspirasikan untuk menjadi penguasa. "Kami", katanya, "merasa memiliki
persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi penguasa". Tentu saja pernyataan
itu menjadi godaan yang menarik baik bagi orang yang baik maupun yang
mursal.
Ordo itu berkembang dengan cepat. Ia juga mendorong para pengikutnya tidak
mundur dalam menjalankan kekerasan atau tindakan kriminal dalam mencapai
tujuan-tujuan "Illuminati", dengan menulis, “Dosa hanyalah bila hal itu
menimbulkan penderitaan, tetapi bila keuntungan yang diperoleh lebih besar
daripada mudaratnya, maka hal itu menjadi suatu kebajikan". Rekrutmen
berlangsung dalam tempo cepat. Adam Weishaupt menghimpun banyak pembantunya
yng cakap untuk perjuangannya. Antara lain Baron Xavier von Zwack, yang
melakukan lobbi untuk memperluas jaringan Ordo itu ,di Jerman dan 1nggeris,
juga dengan bantuan William Petty, Earl dari Shelburne yang ke-2, dan Baron
Adolf von Knigge, yang berhasil menghubungkan organisasi "Illuminati"
dengan gerakan “Freemasonry" pada Kongres di Whilhelmsbad pada tahun 1782.
Sejak 1782 gerakan "Illuminati" menyebar dari Denmark sampai ke Portugal,
bahkan lebih jauh lagi. Orang-orang 1nggeris yang ter-illuminasi bergabung
dengan orang-orang Amerika membangun Loji Columbia di kota New York pada
tahun yang sarna. Seorang bangsawan muda Rusia, Alexander Radischev,
bergabung di Leipzieg, dan menyebarkan doktrinnya ke kampung halamannya di
St. Petersburg. Di Lisabon seorang penyair bernama Claudio Manuel da Costa
menjadi anggota, dan ketika hijrah ke Brazil ia mendirikan sebuah cabang
dengan dibantu dua orang dokter dari Ouro Preto, Domingos Vidal Barbarosa
dan Jose Alvares Maciel. Pada tahun 1788 trio ini melancarkan pemberontakan
"Illuminati" yang pertama, "Inconfidencia Mineira", tetapi pemberontakan
itu ditumpas ketika baru saja berputik oleh raja muda Marquis de Barbacena.
Sementara itu di Jerman, Adam Weishaupt menyadari kehidupan sebagai
Illuminatus Rex tidaklah seindah seperti yang dibayangkannya. Gundiknya
yang kemudian bunting, menuntut atau membayar kompensasi dengan uang
pesangon yang cukup besar, atau mengawininya. Adam Weishaupt menolak, dan
wanita itu mengancam akan membuka skandal itu ke hadapan publik.
Baron von Knigge yang merasa berjasa meningkatkan cira "Illuminati" melalui
persekutuan dengan "Freemasonry" menuntut bahwa seharusnya ia diberikan
penghargaan yang sepatutnya, yaitu menjadi ketua-bersama pada ordo
tersebut. Adam Weishaupt menolak dan sikapnya ini menyebabkan timbulnya
permusuhan antara kedua tokohada tahun 1784. Untuk menambah keadaan yang
telah makin buruk,
para penulis "Illuminati", Johann Herder dan Johann G.Fichte, mulai memukul
genderang untuk persatuan Jerman. Seruan mereka untuk "Ein Yolk und ein
Reich" benar-benar bertolak-belakang dengan rencana Adam Weishaupt yang
bercita-cita menghapuskan nasionalisme. Meski Adam Weishaupt seorang
cendekiawan yang cemerlang, ia sarna sekali tidak memiliki kepemimpinan. Ia
keras kepala dan angkuh, tidak suka mendengarkan nasihat para bawahannya.
Watak itu membuat banyak anggota "Illuminati" rendahan yang tidak senang,
seperti Joseph Utschneider, dan mereka yang tidak senang itu menunggu saat
yang tepat untuk memuaskan dendam mereka. Saatnya tidaklah terlalu lama.
Seorang kurir "Illuminati" di tengah perjalanannya mati disambar petir.
Ketika polisi Bavaria memeriksa mayatnya, mereka menemukan pesan bersandi
dari Adam Weishaupt yang dijahit di antara lipatan bajunya. Mereka
menemukan di dalam lipatan yang dijahit itu apa yang kemudian dikenal
sebagai 'The Protocols of the Elders of Zion ' ('Protokol dari para
Pinisepuh Zion') yang menghebohkan.
Apa yang dinamakan 'Protokol' itu merupakan sebuah dokumen yang memuat
sebuah agenda besar dengan tujuan utama untuk penguasaan dunia oleh kaum
Zionis. Pada saat yang kritik inilah Utschneider dan ketiga orang
sahabatnya tampil dan melaporkan kepada penguasa Bavaria segala hal tentang
"Illumninati". Akibatnya raja Bavaria memberangus ordo itu pada bulan
Agustus 1784.
Adam Weishaupt akhirnya memang dipecat dari jabatannya sebagai profesor di
Universitaet Ingolstadt dan dikenakan tuduhan mulai dari pengkhianatan
sampai dengan homoseksual. Ia melarikan diri ke Regensburg. Ketika ia
menghadapi masyarakat yang bersikap sama bermusuhannya seperti di tempat
asalnya, ia meneruskan ke Gotha, dimana ia diberi perlindungan oleh Duke
Ernst II, Seorang kawannya, Dr. Schwartz, mengangkut koleksi buku-buku
Cathar, Qabala, dan berbagai ragam buku tentang okultisme milik Adam
Weishaupt ke atas sebuah gerobak sapi dan menggiringnya ke Moskow.
“Konspirator yang paling cerdas yang pernah hidup" itu menjalani sisa masa
hidupnya di Gotha. Ia terlibat dalam kejahatan lain, yaitu Revolusi
Perancis bersama dengan rekan korespondennya Jean-Baptiste Willermoz,
seorang Illuminatus dari Lyons. Dan dalam sisa umurnya ia masih sempat
memberikan ilham kepada generasi baru “Illuminati" yang berlindung di bawah
mantel "Freemasonry", seperti ,antara lain tokoh anarchies Cloots, Francois
Babeuf, dan Filippo Buonarotti.
Adam Weishaupt meninggal pada tanggal 18 Nopember 1830 di Gotha. Bahkan
dalam matinya ia tetap menjadi seorang tokoh yang penuh kontroversi.
Encyclopaedia Catholica Roma tahun 1910 menyatakan Adam Weishaupt telah
bertaubat ketika saat sakarat dan melakukan rekonsiliasi dengan Gereja.
Tetapi penulis riwayat hidupnya, Gary Allen mengklaim, bahwa Adam Weishaupt
sebelum meninggalnya tengah menulis sebuah esei tentang seni sihir berjudul
'Two Fragments on a Ritual' (Ritual Dua Fragmen), ketika tiba-tiba ia
lunglai dan meninggal.
Lebih dari seabad kemudian dalam Kongres Zionis Intemasional ke-1 yang
berlangsung pada tanggal 29-31 Agustus 1897 di Bazel, Switzerland, dokumen
rahasia 'the Protocols', disyahkan oleh kongres sebagai acuan utama gerakan
Zionis. Tentang hal itu John Robinson pada tahun 1789 menulis sebuah buku
berjudul 'Proof of a Conspiracy to Destroy All Governments and Religions'
('Bukti Adanya Persekongkolan untuk Menghancurkan Semua Pemerintahan dan
Agama'), telah memperingatkan masyarakat dunia mengenai agenda kaum Zionis
terhadap bangsa-bangsa dan agama-agama di dunia.
Para peneliti "Illuminati" meyakini bahwa salah satu konspirasi
"Illuminati" untuk menghancurkan Gereja Katolik Roma ialah upaya kaum
Qabalis membina paham rasionalisme, yang kemudian melahirkan gerakan
"Reformasi Gereja" di Jerman di bawah pendeta Martin Luther, yang berujung
dengan berdirinya gereja Protestan. Para "cendekiawan terpilih", atau kaum
"Illuminati", menurut keyakinan Adam Weishaupt, kelak akan mampu
mengambil-alih kepemimpinan dunia dan dengan itu akan mampu melaksanakan
program-program mereka2.
"Freemasonry"
Di atas telah dibicarakan persekutuan "Illuminati" dengan "Freemasonry"
berkat jasa Baron von Knigge. Organisasi apa sebenamya "Freemasonry" itu ?
"Freemansonry", muncul sebagai produk kebangkitan kembali ilmu pengetahuan
pada era ‘Rennaissance' pada abad ke-16 di Eropa. Gerakan ini muncul
sebagai reaksi atas kesewenang-wenangan Gereja Katolik yang melakukan
kontrol total atas kehidupan manusia. Tujuan "Freemasonry" pada awalnya
ialah untuk menentang Gereja Katolik dengan cara mengaburkan makna
kehidupan beragama dengan menafikan kebenaran mutlak ajaran Gereja (di
kemudian hari ajaran agama pada umumnya), dengan semboyan "semua agama itu
benar, karena semuanya menyeru kepada Kebenaran dan Kebaikan", Untuk
keperluan itu mereka menerbitkan buku-buku untuk menopang dalil-dalil
pemikiran kaum "Freemasonry"
Pengikut Adam Weishaupt yang kebanyakan adalah kaum Qabalis, kemudian
secara teratur melakukan infiltrasi ke dalam "Freemasonry" yang pada waktu
itu dipimpin Friederich yang Agung dari Prusia, termasuk Duc d'Orleans.
Untuk kepentingan tersebut Adam Weishaupt membutuhkan dukungan dari
orang-orang kaya Yahudi. Sejak terjadinya infiltrasi itu sulit sekali
membedakan antara “Illuminati" dengan "Freemasonry". Bahkan logo
"Illuminati" (piramida dengan mata Lucifer di puncaknya), kemudian
digunakan sebagai logo "Freemasonry" di samping logo berbentuk "siku-siku
dengan sebuah jangka".
Ketika 'Illuminati' dibubarkan pada bulan Agustus 1784, mereka dipindahkan
markasnya dari Ingolstadt ke Frankfurt, yang berada dl hawah kontrol
keluarga Rothschilds, Tidak lama sesudah itu "uang mengalir dengan deras ke
'loji' Frankfurt, dimana dari sana dirumuskan sebuah rencana yang didukung
dengan pendanaan yang kuat untuk mewujudkan revolusi dunia." Sejak itu pula
gerakan “Freemasonry'' didominasi oleh kelompok Qabala.
Infiltrasi ini berhasil mencetuskan Revolusi Perancis dengan dukungan
"illuminatus" Perancis. Kemudian dari Jerman dan Perancis gerakan
"Freemasonry" yang sudah dikuasai oleh kaum Qabalis menugasi beberapa orang
revolusioner muda Yahudi untuk menulis ‘Manifesto Komunis'. "Freemasonry"
yang baru ini kemudian membentuk Liga Tokoh-tokoh Keadilan, yang di
kemudian hari diganti namanya oleh Karl Marx, yang juga seorang Yahudi,
dengan nama Liga Komunis. Kelompok ini merupakan kekuatan yang berdiri di
belakang Revolusi Bolshevik, yang tidak lain sekedar tirai untuK menutupi
rancangan mereka. Dengan kenyataan ini, "Illuminati" setelah ditinggalkan
Adam Weishaupt, telah menjelma penuh menjadi "Freemasonry"
Robertson, seorang peneliti sejarah 'Illuminati' lainnya menjelaskan
tentang "rencana besar", yang menurut pendapatnya berhasil menyatukan elit
Barat dan anggota "Freemasonry" dari Uni Sovyet. Konspirasi ini pula
menurul Robertson sebagai latar-belakang terjadinya kup di Moskow pada
tahun 1991 oleh ketua KGB Gorbachev, seorang anggota dan tokoh Freemason
Rusia.
Lambang utama dari Freemasonry berbentuk sebuah jangka diletakkan
sedemikian rupa di atas persegi hingga menciptakan enam ujung atau bintang
berujung enam. Lambang ni hanyalah bentuk lain dari Hexagram-nya Setan.
Huruf G mewakili prinsip generatif seperti obelisk
Di permukaan "Freemasonry" membangun citra sebagai gerakan moral dengan
membentuk antara lain gerakan 'theosofi' yang berkembang menjadi
quasi-agama, serta gerakan kontradiksinya 'the Freethinkers' ("Pemikir
Bebas"), yang secara jelas menyatakan diri sebagai gerakan atheisme (di
Hindia Belanda theosofie masuk pada tahun 1901, demikianjuga gerakan de
vrijdenkers, bersamaan dengan masuknya Sneevliet yang membawa paham
komunis). Pendirian berbagai organisasi pro-bono tersebut bertujuan untuk
mengobok obok landasan moral masyarakat, melakukan penyebaran pemikiran
yang bertujuan untuk mengacaukan aqidlah, dan dengan itu menimbulkan
konflik-konflik di dalam masyarakat. Untuk menutupi tujuan itu,
"Freemasonry" di kemudian hari mendirikan perkumpulan yang berselubungkan
sebagai klub charitas eksklusif seperti the Rotary Club, the Lions, serta
LSM-LSM yang bergerak di bidang politik, hukum, serta lingkungan hiclup,
dan sebagainya.
The Rotary Club, misalnya, merupakan perkumpulan eksklusif para pebisnis
terkemuka lokal, regional, dan mondial. Organisasi Rotary didesain
sedemikian rupa sehingga perolehan keanggotaannya itu sendiri merupakan
suatu prestise tersendiri bagi seorang eksekutif. Disebut eksklusif, karena
charter Rotary Club secara eksplisit membatasi jumlah anggotanya sesuai
dengan jumlah bidang bisnis dan profesi yang ada pada masyarakat setempat.
Rotary Club mengadakan konvensi tahunan yang laporan anualnya menjadi bahan
masukan untuk bahan pengembangan strategi bagi gerakan “Freemasonry“
internasional.
Anggotta Inti "Freemasons"
Sebagai sebuah organisasi rahasia jarang diketahui siapa saja yang II 1\'11
jadi anggota "Freemasonry". Anggota "inti", atau "calon anggota inti”,
makin lebih sulit lagi untuk diketahui oleh publik. Namun biasanya mereka
berasal dari keluarga super-kaya, super-kuasa di dunia, mereka umumnya
tidak tersentuh oleh hukum, dan selalu menghindari penampilan ke depan
publik. Sebagian besar dari mereka tidak pernah masuk daftar orang paling
kaya di dunia versi majalah Forbes, dan sebagainya. Namun meski dijaga
kerahasiaan yang demikian ketat,jumlah anggota inti dan kebangsaannya masih
dapat diketahui.
Struktur Organisasi "Freemasonry"
Jangan kaget siapa saja yang menjadi anggota inti "Freemasonry" dewasa ini,
yang bertujuan melanjutkan cita-cita para Qabalis, yaitu membangun suatu
"Tata Dunia Baru" (Novus Ordo Seclorum), cita-cita yang telah berusia 4000
tahun, sebagaimana dikumandangkan oleh presiden Bill Clinton tatkala
memasuki Millenium Ketiga. Untuk tahun 2000 mereka ialah:
Allaire, Paul Arthur - (Xerox Corp)
Allison, Graham Tillery, Jr. - (Center for National Policy)
Andreas, Dwayne Orville - (Archer Denis Midland Co)
Bartley, Robert Leroy - (Wall Street Journal)
Bergsen, C. Fred - (US Institute for International Development)
Bowie, Robert R. - (Overseas Development Council, Brookings Institute)
Brademas, John - (Texaco)
Brzezinski, Zbigniew - (Center for Strategic and Int'l Studies)
Clinton, Bill - (mantan Presiden A.S.)
Cooper, Richard N. - (Professor di Harvard University)
Corrigan, E. Gerald ) - (Eksekutif Goldman Sachs)
Davis, Lynn E. - (menteri muda luar-negeri A.S.)
Friedman, Stephen James - (Co-chairman Goldman Sachs)
Friedman, Thomas L. - (Kolumnis Sk. The New York Times)
Hesburgh, Theodore Martin - (Rektor University of Notre Dame)
Foley, Thomas Stephen - (anggota US House of Representative)
Gregen, David R. - (asisten khusus presiden Clinton)
Graham, Katharine - (Pimpinan Sk. Washington Post)
Greenberg, Maurice R. - (Wakil Ketua the US Federal Reserve)
Hewitt, William Alexander - (Duta-besar AS di Jamaika)
Holbroke, Richard C. - (Duta-besar keliling A.S.)
Jordan, Vernon Eulion - (Brookings Institute)
Kissinger, Henry Alfred - (mantan Menteri Luar-negeri A.S.)
Lord, Winston - (Asisten Menteri Luar-negeri A.S.)
McCracken, Paul Winston - (Professor di University of Michigan)
McNamara, Robert Strange - (Presiden Bank Dunia)
Mondale, Walter Fritz - (Duta-besar A.S.)
Nye, Joseph S. - (ketua National Intelligence Council)
Ridgway, Rozanne L. - (co-chairman Atlantic Council)
Robinson, Charles W. - (Overseas Development Council, Brookings Institute)
Rockefeller, David - (Chase Manhattan, Exxon Oil)
Scowcroft, Brent - (mantan asisten presiden di National Security Council)
Sonnenfeldt, Helmut - (Brookings Institute, Carnegie Endowment)
Whitehead, John C. - (ketua Brookings Institute)
ZoelIick, Robert B. - (Federal National Morgan Associates)
Sebagai anggota inti "Freemasonry", dimana orang-orang itu 90% mengetahui
dan terlibat dalam gerakan membangun "Tata Dunia Baru", mereka juga menjadi
anggota dari Grup Bilderberg, Council Oil Foreign Relations (CFR),
'American-Israel Research for Administrative Policies' (AIRAP), dan
Trilateral Comission3.
Konspirasi "Freemasonry"
Konspirasi yang dijalankan oleh para tokoh "Freemasonry" sepanjang
sejarahnya bertujuan untuk menguasai dunia, dengan cara :
1. Menggunakan jurus suap dengan uang (money politics, termasuk dalam
pengertian ini bea-siswa), dengan wanita, dan prospek karier, dalam rangka
menggaet tokoh-tokoh yang (potensial) menduduki posisi tinggi di bidang
akademik, politik, ekonomi, sosial, militer, dan lain-lain. Sasarannya
adalah mereka yang, berambisi, yang terpinggirkan, dan atau, yang tengah
terbenam dalam pusaran masalah pribadi, dan sebagainya.
2. "Freemasonry" bekerja dengan memusatkan pada penguasaan media-massa
cetak, buku-buku, dengan tekanan terutama pada media elektronika. Jaringan
kerja ini berada di bawah pengawasan dan kendali jaringan media-massa
internasional yang dikuasai pemodal Yahudi, seperti Viacom, Turner,
Murdoch, dan lain-lain.Media-massa yang dikendalikan oleh "Freemasonry"
bekerja dengan pola penyajian berita yang secara sengaja "memelintir"
berita, memanipulasi fakta, berita bohong, dan menggunakan metoda publikasi
repetitif secara terus-menerus untuk membangun opini yang dikehendaki
tentang sesuatu topic
Rancangan Penaklukan Dunia
Judul ini sedemikian fantastis, sehingga nyaris sulit dipercaya sebagai
kebenaran. Namun itulah yang telah terjadi dan tengah berlangsung. Setelah
mengkonsolidasikan cengkeraman atas keuangan sebagian besar dari negara -
negara Eropa pada pertengahan kedua abad-19, para bankir Yahudi mulai
bekerja memperluas lingkungan pengaruhnya ke ujung-ujung dunia dalam rangka
persiapan mereka melakukan serangan terhadap Amerika Serikat. Pada
dasawarsa pertama abad ke-20 agenda mereka kian nyata dalam rangka mencapai
tujuan untuk mendominasi dunia. Mereka merekayasa serangkaian perang dunia
dengan tujuan untuk mengikis dunia lama untuk membangun suatu “Tata Dunia
Baru”
Rencana ini digariskan oleh Albert Pike dengan sangat rinci. Ia sendiri
tidak lain adalah 'The Souvereign Grand Commander of the Ancient and
Accepted Scottish Rite of Freemasonry', tokoh puncak “Freemasonry" di
Amerika Serikat. Dalam salah satu suratnya kepada Giuiseppe Mazzini pada
tanggal 15 Agustus 1871, Albert Pike menguraikan rancangan kelompok
"Freemasonry" yang kedengarannya nyaris tidak masuk akal.
Dalam surat yang ditulis pada penghujung abad ke-19 itu, Pike menyatakan PD
I yang "di agendakan" pada awal abad ke-20 dirancang untuk menghancurkan
Czaris Rusia - dan menempatkan negeri yang luas itu ke bawah kekuasaan para
agen “Freemasonry", Rusia yang baru itu akan dijadikan "momok" untuk
mencapai tujuan-tujuan "Freemasonry" ke seluruh penjuru dunia.
PD II, dirancang untuk dapat terjadi pada pertengahan abad ke-20 melalui
manipulasi terhadap perbedaan yang ada antara kaum nasionalis Jerman dan
politisi Zionis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan perluasan pengaruh
Rusia non-Czaris dan berdirinya Negara Israel di Palestina.
PD III, direncanakan akan dilaksanakan pada awal abad ke-21 yang bersumber
dari berbagai bentuk perbedaan yang menghasilkan kekacauan dan konflik oleh
agen-agen "Freemasonry", antara kaum Zionis dengan bangsa-bangsa Arab,
Konflik itu dircncanakan akan meluas ke seluruh dunia.
Masih menurut surat Albert Pike yang bertanggal 15 Agustus 1871 itu,
"Freemasonry" merancang melepaskan "kaum Nihilis dan Atheis untuk
memprovokasi suatu pergolakan sosial yang dahsyat, dimana dengan segala
kengeriannya akan diperlihatkan dengan sangat jelas kepada seluruh dunia
pengaruh dari atheisme mutlak, kebuasan, yang akan menghasilkan pergolakan
yang bergelimang darah".
"Kemudian dimana-mana, rakyat akan berhadapan dengan kelompok yang berniat
untuk menghancurkan peradaban, dan mereka dipaksa untuk, mempertahankan
diri menghadapi kelompok minoritas revolusioner. Sementara itu banyak orang
yang merasa tertipu dengan agama Kristen. Sejak itu ummat manusia
kehilangan arah, dan dengan semangat kehendak untuk berketuhanan, mereka
mengidamkan sebuah idealisme, tetapi tidak tahu kemana memberikan
kepasrahan mereka; akhirnya mereka akan menerima cahaya sejati melalui
manifestasi universal doktrin Lucifer yang sejati, yang akhirnya
dimunculkan secara terbuka, suatu manifestasi yang akan menghasilkan
gerakan reaksioner, yang akan disusul oleh kehancuran agama Kristen dan
atheisme, keduanya dikalahkan dan dimusnahkan pada masa yang bersamaan".
Pada saat Albert Pike menuliskan suratnya di akhir abad ke-19 itu ada lima
ideologi yang berbeda satu dengan lainnya di panggung dunia yang saling
bertentangan dan tengah berjuang untuk memperebutkan "Liebensraum"
masing-masing. Kelima ideologi itu adalah :
1. Ideologi para bankir Yahudi yang berhimpun di dalam organisasi rahasia
"Freemasonry", mereka terdiri dari penguasa keuangan dunia.
2. Ideologi "Pan Slavik" Rusia yang aselinya digagas oleh raja William yang
Agung. Ideologi 'Pan-Slavik' menuntut dihapuskannya Austria dan Jerman,
kemudian harus disusul dengan penaklukan Persia dan India, yang melahirkan
perang antara lnggris dengan Rusia dalam 'the Great Game' pada tahun 1848
3. Ideologi "Asia Timur Raya" digagaskan oleh Jepang. Ideologi ini
menyerukan adanya konfederasi bangsa-bangsa Asia Timur ('Dai Toa no
Senso'), yang dipimpin oleh Jepang, sebagai "Saudara Tua Asia".
4. Ideologi "Pan Jermania" yang mencita-citakan penguasaan politik Jerman
atas benua Eropa, bebas dari supremasi Inggeris di lautan, dan mengadopsi
kebijakan pasar-bebas bagi seluruh dunia.
5. Ideologi "Pan Amerika", atau "Amerika untuk bangsa-bangsa Amerika".
Ideologi ini menyerukan "perdagangan dan persahabatan dengan semua, tanpa
persekutuan". Ideologi ini menegaskan ulang Doktrin Monroe pada tahun
18234.
Yang terlewatkan oleh Albert Pike adalah ideologi "Pan Islamisme" yang ada
pada masa yang sama, yang bertujuan untuk menghimpun negara-negara Islam di
dunia, yang dikumandangkan oleh Sheikh Jalaludin aI-Afghani.
Jika rencana para bankir Yahudi, atau "Freemasonry" itu berhasil, maka
Rusia, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat, pada akhirnya akan berada di
bawah kekuasaan "Freemasonry", yang sudah lama merencanakan untuk
menaklukkan dunia. Sebagai Qabalis sejati Albert Pike menyebutnya rencana
itu merupakan suatu karya besar Lucifer yang tidak perlu peduli untuk
mengorbankan nyawa beratus juta ummat manusia dan menimbulkan kerugian
bermilyar-milyar dolar dalam pelaksanaannya. Beberapa di antara agenda
"Freemasonry" itu, seperti PD I dan PD II telah terjadi. Kalau rancangan
itu benar, maka Perang Dunia ke-3, menurut Albert Pike akan terjadi pada
awal abad ke21, dan akan berawal karena masalah Israel dengan Palestina.
Rencana yang dirancang oleh "Freemasonry" untuk mencapai tujuan penalukan
dunia oleh kaum Qabalis bukan sekedar khayalan. Sejarah membuktikan agenda
kaum Yahudi itu ternyata telah berhasil terwujud. Sepanjang garis rencana
pencapaian tujuan akhir mereka, agenda itu diteruskan oleh para bankir
Yahudi dan kawan-kawan mereka di seluruh dunia dengan cara menghimpun
kekayaan di bidang usaha perbankan dan investasi, real estate, dan
industri. Sebagaimana akan terlihat pada implementasinya, rencana itu telah
dilaksanakan sedemikian mulusnya sampai-sampai hal itu mendapatkan
tepuk-tangan justeru dari kalangan yang akan mereka hancurkan. Kaum Qabalis
mengatakan, ada tiga jenis manusia di dunia, yaitu :
1. Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi
2. Mereka yang mengamati hal itu terjadi, dan
3. Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi.
Mayoritas ummat manusia pada umumnya termasuk ke dalam dua kategori
terakhir. Sebagian memiliki "mata untuk melihat" tetapi "tidak mampu
melihat" apa yang tengah berlangsung. Sebagian besar memiliki "telinga
untuk mendengar", tetapi "tidak memahami" apa yang tengah berlangsung. Lalu
dimana kedudukan Indonesia dalam ketiga kategori kaum Qabalis itu ?
Sasaran “Freemasonry" dan Komite 300
Sasaran pertama "Freemasonry" ialah membangun "Satu Pemerintahan Dunia" ("E
Pluribus Unum"), dan "Tata Dunia Baru" (“Novus Ordo Seclorum"), dengan cara
menyusupi dan menguasai Amerika Serikat dan dengan itu membangun peradaban
Barat-Zionis yang mereka yakini akan mampu mempersatukan ummat manusia, di
bawah satu sistem moneter yang berada di dalam kendali mereka. Thesis
Samuel Huntington tentang 'the Clash of Civilization' - perbenturan
peradaban Barat dengan peradaban Islam dan Cina -, yang akan menghasilkan
keluarnya Barat sebagai pemenang, sangat besar kemungkinannya diilhami oleh
gagasan kaum Qabalis membangun 'Novus Ordo Seclorum' di atas.
Untuk itu kaum 'Freemasons' dunia mengupayakan untuk menghancurkan secara
tuntas segenap identitas nasional dan kebanggan nasional, yang merupakan
persyaratan yang sangat menentukan, jika konsep "Satu Pemerintahan Dunia"
harus diwujudkan. Perkembangan pada era globalisasi dewasa ini diarahkan
kepada fragmentasi bangsa-bangsa (the end of nation states) melalui
perekayasaan berbagai konflik berdasarkan identitas etnik, agama, budaya,
dan kedaerahan, yang akan memecah-belah negara-negara nasional yang ada.
Agenda itu telah berhasil diimplementasikan di Uni Sovyet, dan Yugoslavia,
tidak tertutup kemungkinan akan menimpa kawasan Asia Tenggara.
Persaingan-bebas diagendakan dipicu mereka untuk merangsang konflik yang
akan memudahkan bagi kaum Yahudi untuk menguasai sempalan-sempalan negara
menjadi "teritori" mereka.
Sasaran berikutnya adalah membangun kemampuan untuk mengontrol setiap orang
dengan cara "kontrol pemikiran" dengan cara yang disebut oleh Zbignew
Brzezinski "technotronics", penguasaan publik opini dan pemikiran melalui
media-massa, serta suatu gerakan terorisme internasional, yang bila
dibandingkan dengan 'Teror Merah' -nya Felix Dzerzinhski, membuatnya tidak
lebih dari mainan anak -anak semata.
"Freemasonry" harus mampu mengakhiri seluruh industri dan produksi yang
didasarkan pada tenaga-nuklir yang digerakkan oleh listrik, yang mereka
sebut dengan istilah "masyarakat 'zero growth' pasca industri", terkecuali
industri komputer dan pelayanan yang terkait dengannya. Industri Amerika
Serikat yang "kotor" akan diekspor ke negara-negara seperti Meksiko dimana
buruh-murah banyak tersedia. Sebagaimana dapat disaksikan pada tahun 1993
agenda ini telah mewujud menjadi kenyataan melalui jalur the North American
Free Trade Agreement atau NAFTA. Mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan
yang layak di Amerika Serikat, dalam rangka kehancuran industri itu, akan
menjadi pencandu madat opium-heroin, atau sekedar tercatat dalam statistik
dalam rangka eliminasi "kelebihan penduduk" seperti yang kini dibocorkan
dengan istilah 'Global 2000 , Tidaklah mengherankan bila George W.Bush, Sr.
tatkala menjadl kepala CIA dikenal dengan nama julukan George 'Poppy" Bush
("poppy" artinya candu), sehubungan konon dengan perannya dalam perdagangan
gelap heroin melalui jaringan CIA di Amerika Tengah ke seluruh dunia.
Serangan ke Afghanistan oleh anaknya George W.Bush, Jr. bukan saja untuk
menguasai simpanan minyak dan gas ketiga terbesar di dunia yang ada di
Cekungan Kaspia, tetapi juga dicurigai untuk menguasai ladang candu
terbesar di dunia yang ada di Afghanistan, yang kini dihidupkan kembali
oleh kelompok Aliansi Utara setelah ladang-ladang itu dihancurkan oleh
Taliban pada tahun 1990-an.
Penghancuran masyarakat dilakukan oleh 'Freemasonry' dengan mendorong, dan
pada akhirnya, melegalisasikan pemakaian madat dan menjadikan pornografi
sebagai suatu "bentuk seni", yang lambat laun akan diterima, dan pada
akhirnya menjadi hal yang jamak di dalam masyarakat. Dari penelitian yang
dilakukan ternyata majalah-majalah pornografi yang diterbitkan dan tumbuh
menjamur di Indonesia didukung oleh dana dari kelompok bisnis Yahudi.
Untuk mencapai depopulasi di kota-kota besar dilakukan “eksperimen” seperti
yang dijalankan oleh rejim Pol Pot di Kamboja. Menarik untuk dicatat bahwa
rencana Pol Pot yang mengerikan itu justru dirancang di Amerika Serikat
oleh salah seorang periset Club of Rome (salah satu kelompok terkenal dan
berwibawa terhadap pemikiran-pemikiran ekonomi yang diciptakan dan
disponsori oleh orang-orang Yahudi sedunia), dan eksperimen itu diawasi
oleh Thomas Enders, seorang Yahudi pejabat tinggi di departemen luar-negeri
Amerika Serikat. Juga menarik untuk diamati, bahwa salah satu komite di
Club of Rome tengah berusaha menempatkan kembali tokoh-tokoh pengikut Pol
Pot ke panggung kekuasaan di Kamboja.
Sasaran depopulasi tidak terkecuali juga untuk lndonesia. Pemerintah
Australia pada tahun 1946 berencana untuk mengurangi populasi Indonesia.
Pada Januari 1947, F.G. Shedden, Menteri Pertahanan Australia saat itu,
mengundang Sir Macfarlane Burnet (peraih Nobel Prize pada tahun 1960 dalam
bidang ilmu kedokteran) untuk membicarakan mengenai masalah ini. Di tahun
itu pula dibentuk panitia kecil untuk Komite Pengembangan Persenjataan dan
Peralatan Mutakhir dimana Sir Mcfarlane ada didalamnya. Pengamat
Freemasonry, Jeff Rense, memuat rencana ini dalam kolom “Population
Control" di situs internetnya. Sangat boleh jadi oknum-oknum Freemason di
Departemen Pertahanan Australia merencanakannya. Bisa juga Sir Mcfarlane
sendiri adalah seorang, Freemasonry, karena orang waras tidak mungkin
mempunyai rencana sejahat ini.
Dalam laporan rahasia di tahun 1947 Sir Macfarlane merekomendasikan untuk
mengembangkan senjata biologi dan kimia dengan sasaran tanaman-tanaman
pertanian dan penyebaran penyakit menular di Indonesia. Dalam memo Sir
Macfarlane kepada Departemen Pertahanan Australia disebutkan bahwa
Australia sebaiknya mengembangkan senjata biologi yang hanya bekerja
efektif di iklim tropis tanpa bisa menyebar ke Australia yang mempunyai
iklim sedang.
Disebutkan pula dalam memo tersebut bahwa "Di negara dengan sanitasi yang
rendah pengenalan penyakit asing lewat pencernaan, contohnya lewat
kontaminasi air, akan memulai penyebaran yang meluas". Ia pula menambahkan
bahwa "Memperkenalkan penyakit kuning dengan perantara nyamuk akan
mengakibatkan wabah besar-besaran sebelum penangkalnya ditemukan". Panitia
kecil ini merekomendasikan bahwa "kemungkinan penyerangan penyediaan
makanan Indonesia menggunakan bahan senjata kimia akan dipelajari oleh
kelompok kerja kecil". Tidak lupa disebutkan bahwa "penggunaannya
memberikan keuntungan yang luar biasa dikarenakan tidak menghancurkan
potensi industri yang ada dan dapat diambil alih dalam keadaan utuh"5.
Segala penelitian dan perkembangan ilmiah harus ditekan, terkecuali yang
dianggap akan memberikan manfaat kepada kepentingan gerakan "Freemasonry".
Sasaran khusus ialah mendorong eksperimen tenaga nuklir untuk maksud-maksud
damai. Secara khusus yang dibenci adalah eksperimen fusi yang akhir-akhir
ini dicemooh dan dilecehkan oleh "Freemasonry" dan kaki-tangannya di
media-massa. Pengembangan obor-fusi akan menghancurkan konsepsi
Freemasonry" mengenai "sumber-suber daya alam terbatas" secara telak. Suatu
obor-fusi bila dilaksanakan secara benar, akan menciptakan sumber-sumber
daya alam yang bukan saja tak-terbatas, tapi juga belum tersentuh, bahkan
dari bahan-bahan yang sangat biasa. Manfaat penggunaan obor-fusi tidak
terhingga, dan akan memberikan manfaat kepada kemanusiaan sedemikian rupa,
hanya saja pemahaman tentang hal itu masih sayup-sayup.
Sasaran "Freemasonry" juga mencakup agenda untuk mendorong terjadinya
kelaparan dan bencana penyakit di Dunia Ketiga dengan target matinya tiga
milyar manusia di negara-negara berkembang pada tahun 2050, yang menimpa
mereka yang oleh kaum Yahudi disebut sebagai "manusia tak berguna", dan hal
ini akan berdampak dengan “perang terbatas" di negara-negara maju. 'Komite
300' yang diketuai Cyrus Vance, mantan menteri luar-negeri Amerika Serikat,
ditugasi menulis makalah dengan inti persoalan bagaimana merealisasikan
genosida tersebut. Makalah itu dikeluarkan dengan judul “Global 2000
Report" serta diterima dan disetujui untuk dilaksanakan oleh bekas presiden
Jim Carter, dan Edwin Muskie, pada waktu itu menteri luar - negeri Amerika
Serikat. Berdasarkan ketentuan “Global 2000 Report populasi Amerika Serikat
akan diturunkan sebesar 100 juta pada tahun 2050.
Untuk mendemoralisasikan kaum buruh, di negara-negara industri harus
diciptakan pengangguran melalui politik keuangan yang akan menghasilkan
resesi spiralik. Bila lapangan-kerja merosot, sesuai kebijakan "zero growth
pasca-industri" yang diperkenalkan oleh the Club of Rome, buruh yang
mengalami demoralisasi dan kehilangan semangat kerja akan terperangkap
kepada alkohol dan obat-bius. Pemuda diberi semangat dengan musik rock
disertai dengan madat agar memberontak terhadap status quo yang ada,
sekaligus menghancurkan ikatan satuan keluarga. Dalam hal ini 'Komite 300'
menugasi Tavistock Institute untuk menyiapkan cetak-birunya dengan
pengarahan dari Stanford Research, lembaga riset bergengsi dari Stanford
University. Kerja besar itu diserahkan kepada Prof. Willis Harmon. Karya
yang mereka hasilkan ini terkenal dengan nama "Aquarium Conspirasy".
Untuk mencegah jangan sampai masyarakat dimana-mana mampu menentukan nasib
mereka sendiri, maka perlu diciptakan krisis demi krisis, kemudian
"membina" krisis-krisis tersebut. Keadaan ini akan menimbulkan kebingungan
dan mendemoralisasikan masyarakat sedemikian rupa, dan akhirnya akan
tercipta sikap masa-bodoh dalam ukuran yang luas. Untuk Amerika Serikat
sebuah badan yang diberi nama "Manajemen Krisis" telah dibentuk. Badan itu
diberi nama the Federal Emergency Management Agency (FEMA) yang dibenluk
pada tahun 1980.
Di bidang budaya "Freemasonry" membentuk pusat-pusat kultus baru bagi kaum
muda, seperti grup musik gangster the Rolling Stones (sebuah kelompok
gangster yang banyak disukai oleh kaum bangsawan "hitam" Eropa), dan semua
kelompok rock yang diciptakan oleh Tavistock yang semula dimulai dengan the
Beatles.
"Freemasonry" harus meneruskan membangun paham fundamentalisme Kristen yang
telah dimulai oleh seorang pelayan British East India Company bernama Darby
pada abad ke-18, yang di kemudian hari disalah-gunakan untuk memperkuat
negara Zionis Israel. Caranya ialah membuat mereka mengidentifikasikan
dirinya sebagai bagian dari budaya Yahudi dengan cara berpikir Yahudi,
melalui penekanan ajaran mereka pada Kitab Perjanjian Lama. Usaha itu harus
diikuti dengan memberikan sumbangan uang dalam jumlalh yang substansial
untuk membuat mereka itu menyangka tindakan mereka itu sebagai ibadah untuk
memperluas agama Kristen.
"Freemasonry" juga harus menekan penyebaran agama Islam, Sikhs, dan
lain-lain. Untuk itu harus dapat diciptakan iklim yang akan
mendorongperang terhadap negara-negara Islam yang mendukung gerakan
fundamentalisme
Islam, seraya melakukan sekularisasi Islam melalui kaum intelektual mereka
yang dididik di Barat.
Sasaran selanjutnya adalah mengekspor gagasan "theologi pembebasan" ke
seluruh muka bumi dengan tujuan merusak agama yang ada, terutama agama
Kristen. Sasaran ini dimulai dengan "Teologi Pembebasan" melalui Ordo
Jesuit Katolik. Ordo Jesuit dipilih karena peran mereka yang kuat di bidang
pemikiran dan kegiatan politik. Sebagai contoh, salah satu organisasi yang
.dikendalikan oleh "Freemasonry" yang terlibat dalam kegiatan yang disebut
sebagai "theologi pembebasan" itu adalah organisasi Missionary Mary Knoll
yang berorientasi komunis. Gerakan ini mulai mendapat perhatian sebagai
akibat terbunuhnya konon empat orang “sisters” dari Missionary Mary Knoll
yang mendapatkan liputan yang luas dari media-massa. Keempat orang
"sisters" itu sebenarnya adalah agen-agen subversif komunis yang telah lama
diikuti oleh pemerintah El Salvador. Pers dan media-massa Amerika yang
dikuasai oleh pemodal Yahudi menolak memberi ruang atau liputan kepada
berkas-berkas dokumen yang dimiliki pemerintah El Salvador, yang
membuktikan pekerjaan apa sesungguhnya yang dilakukan oleh keempat
"sisters" tersebut. Missionary Mary Knoll menjalankan tugas di banyak
negara, dan menduduki peran penting dalam penyebaran paham komunis ke
Rhodesia, Mozambique, Angola, dan Afrika Selatan. Gerakan "theologi
pembebasan" Ordo Jesuit di berbagai negara harus diacu untuk menyebarkan
paham "demokrasi sosial", suatu versi komunis baru.
Sasaran berikutnya adalah untuk menimbulkan kekacauan ekonomi dunia secara
total, dan dengan itu menyertakan kekacauan politik dunia secara total
pula. Untuk itu "Freemasonry" perlu mengambil alih kontrol atas kebijakan
luar-negeri Amerika Serikat.
"Freemasonry" memberikan dukungan penuh kepada lembaga supra-nasional
seperti PBB, IMF, World Bank, the Bank of International Settlements,
Mahkamah Dunia, dan sejauh mungkin membuat lembaga lokal tidak lagi
berfungsi efektif, dengan cara berangsur-angsur melangkahi mereka, atau
membawa persoalan mereka ke bawah mantel PBB.
"Freemasonry" merasa perlu menginfiltrasi semua pemerintahan yang ada di
dunia, dan dari dalam bekerja untuk menghancurkan integritas kedaulatan
negara yang bersangkutan. "Freemasonry" harus mampu menghancurkan sistem
pendidikan nasional dimana pun secara tuntas.
Daftar Pustaka
1. M. Alomari : 'The Secrecy of Evil', 1999.
2. Joseph Trainor, 'Adam Weishaupt - The New World Order and Utopian
Globalism', UFO Roundup, Vol. 5, No: 6; 2001.
3. Robert Gaylon Ross, Sr., 'Who is Who of the Elite’.
4. A.H. Granger, 'England the World Empire', 1916, h.173.
5. Brendan Nicholson, 'Our Secret Plan for Biological Weapons’, Sunday
Herald Australia, 10 Maret 2002.
(insya Allah bersambung)
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Telaah : Qaball, Illuminati & Freemasonry