[ppi] [ppiindia] Telaah : Qaball, Illuminati & Freemasonry

Qaball, Illuminati dan Freemasonry


Baphomet  adalah  satu  dari  pujan-pujan kaum Qabalis yang mewakili Setan.
Makhluk  ini  berkepala  kambing  bertanduk  atau  dikenal  dengan  kambing
“Mendes”,    lambang   kuno   untuk   setan.   Penampilannya   melambangkan
kekuatan-kekuatan  hitam  disatukan  dengan kemampuan beranak-pinak seperti
halnya  kambing.  Di dahi, diantara dua tanduk dibawah suluh, adalah lamang
pentagram.  Bagian  bawah  badannya  diselubungi  kain  hitam  melambangkan
kerahasiaan.  Baphomet  digambarkan  sebagai  makhluk  hermaphrodit  dengan
mempunyai  buah  dada lambang kewanitaan dan phallus lambang kelaki-lakian.
Dua ular melingkar di phallus yang berdiri. Ular juga merupakan simbol dari
Setan. Sayap melambangkan kemampuan Lucifer untuk Terbang


"Bila  kita  telah  menjadi  penguasa kita harus memandang sebagai hal yang
sama  sekali tidak dikehendaki keberadaan agama-agama lainnya kecuali agama
kita;  menyatakan  hanya  ada  satu  Tuhan  yang oleh takdir-Nya kita telah
ditentukan  sebagai 'Ummat Pilihan', dan yang melalui takdir-Nya pula nasib
kita  menyatu  dengan  masa  depan  dunia.  Karena alasan inilah kita harus
menghancurkan  semua  agama lainnya. Kalau ada muncul atheisme kontemporer,
sebagai  langkah  transisi  paham  ini tidak akan menghalangi tujuan kita."
('Protokol Zionisme yang Keempat-belas)


Kepercayaan Qabala


Akibat  mengalami  penindasan  yang panjang selama beribu tahun kaum Yahudi
memelihara  kepercayaan  nenek-moyang  mereka yang pada dasarnya menyimpang
bahkan  bertentangan  dengan  aqidah  yang  diajarkan  oleh  Nabi Musa a.s.
Kepercayaan  kuno  itu  dipelihara  dengan  keyakinan  untuk mempertahankan
eksistensi  mereka.  Di antara kepercayaan yang tertua dan paling dihormati
adalah kepercayaan 'Qabala', atau kadangkala ditulis 'Kabbala'. Nama Qabala
diambil  dari  kata  Ibrani 'qibil', yang maknanya "menerima". Qabala dalam
hal ini berarti "menerima doktrin okultisme (ilmu sihir) rahasia".


Sejak  masa  Nabi  Ibrahim  a.s.  meninggalkan  Sumeria (Iraq sekarang ini)
sampai  dengan  penjajahan  Romawi  atas  Palestina, Qabala tetap merupakan
kepercayaan Yahudi yang sangat rahasia, yang ajarannya hanya diketahui oleh
anggotanya,  yang disampaikan dengan cara dari mulut-ke-kuping, disampaikan
oleh  para  pendeta  tinggi  kepada  para  novice.  Selama periode ini para
pendeta tinggi itu tinggal di Sumeria, kemudian menyebar ke Mesir Kuno, dan
Palestina Kuno. Salah seorang pendeta tinggi Qabala ialah Samir, tokoh yang
mengajak  Bani  Israeli  yang  baru  saja  keluar  dari  tanah  Mesir untuk
menyembah  sebuah  patung  anak sapi yang terbuat dari emas, tatkala mereka
dilinggalkan  oleh  Nabi  Musa  a.s.  berkhalwat di gunung Tursina di Sinai
untuk menerima wahyu 'Firman yang Sepuluh' dari Allah.


Beberapa  waktu  sesudah  berakhirya  penjajahan  Romawi di Palestina, para
pendeta  tinggi  Qabala memutuskan tradisi okultisme kuno itu untuk direkam
secara  tertulis  ke  atas papyrus berupa gulungan ('scroll') sebagai usaha
agar  ajaran itu dapat diwariskan kepada generasi Yahudi berikutnya. Selama
masa  pendudukan  Romawi  itu  ajaran Qabala dihimpun dari berbagai tradisi
lisan ke dalam beberapa gulungan, dan akhimya dijilid ke dalam sebuah kitab
yang utuh.


Tugas  menghimpun  ajaran yang masih berupa lisan itu dibebankan kepada dua
orang,  yaitu  'Rabbi'  (Guru)  Akiva ben Josef, yang menjadi ketua Majelis
Tinggi  Pendeta  Sanhedrin  pada waktu itu, dan pembantunya Rabbi Simon ben
Joachai.  Pada  waktu  itulah  Qabala  tersistematikkan menjadi dua jilid :
'Sefer  Yetzerah'  (Kitab  Genesis,  tentang  Penciptaan Alam Semesta), dan
'Sefer Zohar' (Kitab Keagungan).


Salah  satu  simbol  dari  Setan adalah kepala kambing “Mendes”. Imej hitam
seram  ini  melambangkan  kekuatan  hitam. Simbol kambing digunakan sebagai
kekuatan regeneratif Lucifer. Untuk menegaskannya, sebuah phallus laki-laki
diletakkan  di  atas kepala kambing, sekali lagi untuk menekankan kemampuan
regeneratif Lucifer. Pentagram diatas kepal kambing adalah satu lagi simbol
dari  kepala  kambing,  yaitu  setiap  ujung bintang mewakili kedua tanduk,
kedua  kuping  dan  dagu  kambing.  Maka  dengan  itu  dilambangkan  dengan
pentagram terbalik, yaiut dua ujung bintang keatas, satu ujung kebawah. Api
diatas phallus juga simbol dari Lucifer, yaitu sifat keapiannya


Kitab  Zohar  penuh  dengan  ayat-ayat yang bersifat rahasia dan amsal, dan
ayat-ayat  itu  hanya  dapat dipahami melalui Kitab Yetzerah, semacam kitab
tarjamah. Beberapa abad sesudah Masehi, di Eropa muncul kitab ajaran Qabala
yang  baru  bemama 'Sefer Bahir'- 'Kitab Cahaya'. Ketiga kitab itu semuanya
tertulis  dalam  bahasa Ibrani, yang kemudian atas pertimbangan pragmatisme
diterjemahkan  ke  dalam  berbagai  bahasa  Eropa.  Ketiga kitab Qabala itu
memuat  ajaran sangat suci bagi kultus sesat, penyembahan kepada Iblis, dan
menjadi buku pegangan Gereja-gereja Iblis di seluruh dunia (termasuk Gereja
Penyembah Iblis yang pernah ada di Jakarta).


Kaum  Yahudi  Qabalis,  sebagaimana  ajaran  Samir,  secara terang-terangan
menyatakan permusuhan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta Alam
Semesta.  Menurut  iman  mereka  Iblis,  atau  Lucifer,  sebagaimana mereka
menyebutnya dengan penuh hormat, telah "diperlakukan dengan tidak adil" dan
ia  adalah  satu-satunya  tuhan  yang  patut  disembah.  Iblis adalah tuhan
mereka.


Iblis,  atau  khususnya 'Setan', dalam bahasa-bahasa Semit (termasuk bahasa
Arab)  berarti  "pemberontak", yakni "memberontak kepada Allah", karena itu
kaum Qabalis tidak menyebutnya dengan nama Iblis. Mereka menyebutnya dengan
nama  Lucifer,  yang  berati  "pembawa sinar cahaya". Penggunaan kata Iblis
dianggap  sebagai  penghujatan  kepada  tuhan  mereka. Kata Lucifer berarti
cahaya, terang, pencerahan dan sebagainya.


Salah  satu  thema  penting  yang berkaitan dengan kepercayaan Qabala ialah
kekuasaan  yang  datang  dari  cahaya,  api,  dan  matahari. Ketiga hal itu
menjadi  perlambang  dari  ajaran penyembahan kepada Iblis, Yang dipercayai
diciptakan  dari api. Segala sesuatu yang berkaitan dengan cahaya, api atau
matahari, merupakan perlambang dari Iblis.


Ajaran  Qabala  menjelaskan  adanya  hirarki  kekuasaan  yang  mereka sebut
"sefrotim",  yang  dalam  bahasa  Ibrani  berarti "penyinaran". Ada sepuluh
'sefrotim',  yang  dalam  bahasa  Ibrani disebut 'sitra ahra', yang artinya
"sisi  lain". Penyinaran 'sefrotim' direpresentasikan oleh sejumlah makhluk
supra-natural  yang  dalam bahasa Ibrani disebut 'shedim'. 'Shedim' terdiri
dari  sejumlah  roh. Roh tertinggi adalah Lucifer sebagai "pembawa cahaya".
Semua roh yang disebut 'shedim' itu tercipta dari asal api. Oleh karena itu
api  menjadi  sesembahan terpcnting dalam ajaran Qabala. Beberapa di antara
'shedim'  itu  ada  yang kawin-mawin dengan manusia, dan mereka ini disebut
'mazzikim',  atau  "shedim yang tidak berbahaya", dan anak hasil perkawinan
itu bila lahir disebut 'banim shovavim' yang artinya "anak haram-jadah".


Menurut ajaran Qabala manusia tidak butuh akan Allah, bahkan menurut mereka
manusia bisa menjadi manusia suci yang setara dengan tuhan. Mereka menyebut
paham yang deseptik ini dengan Istilah 'humanisme', bahwa manusia berdaulat
untuk  mengatur  hidupnya  sendiri di dunia. Kaum Qabalis menyebarkan paham
ini  kepada  kaum  non-Qabalis  untuk menghancurkan keimanan manusia kepada
Allah.


Kaum    Qabalis    acapkali    menggunakan    simbol-simbol    seks   untuk
merepresentasikan  'humanisme'.  Organ  lelaki disimbolkan dengan 'phallus'
('lingga').  sebagai perlambang kekuasaan regeneratif, atau kekuasaan untuk
berkembang  biak.  Sedangkan  organ wanita dilambangkan oleh pelataran yang
disebut 'yoni' yang memperlambangkan kawasan kesuburan. 'Yoni' disebut juga
dengan nama lain, "Ibu Pertiwi" ('Mother Earth ').


Monumen  Obelisk  George  Washington  melambangkan  phallus  Lucifer, yaitu
kekuatan  generatif.  Ia menghadap ke Kantor Oval Gedung Putih, simbol dari
kekuatan  reporduktif  organ  wanita.  Simbol-simbol kaum Qabalis ini bukan
hanya  terdapat di Mesir Kuno berupa obelisk, yaitu tugu batu tegak, tetapi
oleh kaum Qabalis dibawa bersama mereka dan kemudian berkembang ke berbagai
ibukota dunia seperti di Washington, DC. dan ibukota-ibukota Eropa. Obelisk
yang  didirikan  umumnya  menghadap  ke  bangunan  pusat  kekuasaan sebagai
perlambang   kekuasaan   (kejantanan),   dan   obelisk   semacam  itu  juga
direpresentasikan  pada Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, dengan lambang
'phallus'  ('lingga') yang bertumpu di atas 'yoni', perlambang organ wanita
(aliran  Hinduisme  yang  dikenal  dengan  nama  Tantri-isme, adalah cabang
ajaran  Qabala yang menyebar ke India; peninggalan Tantri-isme di Indonesia
ditemukan  di  candi  Sukuh,  Tawangmangu).  Monumen  Nasional  di  Jakarta
menghadap  langsung  ke  Istana  Merdeka., bahkan obelisk semacam didirikan
juga di plaza St. Petrus, Vatikan.


Kaum  Oabalis  juga  menggunakan  imej segitiga dan bangunan piramida untuk
merepresentasikan  struktur  hirarki  mereka.  Para elit Qabalis duduk pada
puncak   piramida  menguasai  massa  yang  berkewajiban  menopang  piramida
tersebut.  Lambang  kaum  Qabalis, piramida dengan sebiji mata Lucifer yang
"selalu  mengawasi  dan  menguasai",  terdapat pada sisi belakang mata-uang
kertas  dolar  Amerika  sekarang ini. Kaum Qabalis juga menggunakan lambang
dua  buah  segitiga  yang dipasang menjadi satu dengan posisi masing-masing
terbalik,   menjadi   bintang   segi-enam   yang  kini  oleh  orang  Yahudi
ditransformasikan  seolah-olah  sebagai  'bintang  Nabi  Daud as”. Dua buah
bintang  segitiga  masing-masing  dengan  posisi  terbalik  sebagai lambang
Lucifer  itu  didisinformasikan  oleh  kaum Qabalis sebagai lambang bintang
dari  "Nabi Daud" pada tahun 1948 di PBB. Penciptanya adalah Ioseph Stalin,
diktator  Uni  Sovyet,  sebagai  negara pertama yang mengakui negara Yahudi
Israel.


Selain  itu  kaum  Qabalis  juga  menggunakan lambang bintang segilima yang
terbalik,  dua  ujung menghadap ke atas, dua ujung menghadap ke samping dan
satu  ujung  menghadap  ke  bawah, yang melambangkan dewa berkepala kambing
'Mendes'.  'Mendes'  adalah  nama lain dari Lucifer. Dua ujung bintang yang
menghadap  ke  atas  merupakan  tanduk,  dua  ujung  yang ke samping adalah
kupingnya, dan ujung yang menghadap ke bawah adalah dagunya.


Kepercayaan  Qabala  selanjutnya  tumbuh  dan  berkembang baik dalam jumlah
maupun  dalam kekuasaan ke seluruh dunia dalam berbagai bentuk dan aspeknya
di  dalam masyarakat. Media massa Indonesia pemah melaporkan hadimya sebuah
gereja  Iblis,  sebuah  night-club,  dan  sebuah  hotel,  di  Jakarta, yang
didedikasikan   kepada   Lucifer.  Para  penyembah  Iblis  ini  menggunakan
kebohongan,  pemerasan,  suap,  seks  bebas,  dan  bahkan  kekerasan, untuk
mencapai tujuannya membangun penguasaan kehidupan di dunia.


Ajarannya  bertujuanuntuk  menghancurkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa,  Pencipta  Alam  Semesta,  dan siapa saja yang menghalangi pensembahan
Lucifer.


Ini  adalah  segel  kenegaraan Amerika Serikat yang terdapat pada mata uang
Satu   Dólar  Amerika.  Sebiji  mata  Lucifer  yang  selalu  "melihat  dan
menguasai, menyinar bagai matahari”, terletak di puncak piramida. Kata-kata
atin  “Anuit  Coeptis  –  Novus  Ordo  Seclorum” berarti – Konspirasi Kia –
sebuah Tata Dunia Baru”


Hexagram  atau bintang berujung enam dibentuk dari dua segitiga yang saling
mengunci.  Segitiga  adalh  lambang  Qabalis  paling  umum.  Segitiga  yang
ujungnya menghadap kebawah adalh lambang wanita yang sesuai dengan Yoni dan
juga  disebut  segitiga air. Segitiga yang ujungnya menghadap keatas adalah
lambang  laki-laki,  lingga atau phallus, mewakili tuhan mereka Lucifer dan
disebut   juga   Segitiga  Piramida  atau  Piramida  Air.  Kesatuan  mereka
menghasilkan  kekuatan  yaitu prinsip generatif. Selain itu, kedua segitiga
tersebut  mempunya  arti  esoterik. Segitiga yang menghadap kebawah disebut
juga  Segitiga  Ketuhanan,  segitiga yang menghadap keatas disebut Segitiga
Piramida,  yang  juga  simbol  manusia sempurna. Kemudian mereka menunjukan
bagaimana  manusia  bisa menjadi tuhan, gagasan utama dai Humanisme. Setiap
sisi  ari  segitiga  membentuk  ‘66  karena  itu hexagram mengandung ‘666’.
Hexagram digunakan pada riual-ritual sihir dan juga dianggap sebagai simbol
dar  kekuatan  utama  Setan. Hexagram digunakan untuk memanggil setan untuk
mengguna-guna  atau  mengutuk  sang  korban. Isitilah “to hex” dalam bahasa
Inggris yang artinya menguna-guna atau mengutuk datang dari praktek ini.


Kepercayaan Qabala - Aliran Zoroaster di Persia


Zoroasterisme  adalah  salah  satu  cabang  dari  kepercayaan  Qabala  yang
menyebar  ke Persia dengan praktek keagamaannya lebih menekankan pada sihir
bersamaan  dengan  penyembahan  kepada Iblis. Para pcmimpin agama Zoroaster
disebut  dengan nama 'magi', ritual agamanya disebut 'magus', dan dari kata
inilah  kemudian menjadi kata 'magis', dan al-Hadith menyebut Zoroasterisme
dengan nama Majusi.


Ritual  para  'magi' bertujuan untuk menyempumakan seni sihir okultisme dan
ilmu  tenung,  teluh,  dan  'santet' dengan melalui bantuan jin dan roh-roh
halus.  Cabang  kepercayaan  Qabala  juga  berkembang ke Mesir Kuno di masa
Fir'aun.  Ilmu  astrologi  (peramalan  nasib  yang  dikaitkan dengan posisi
bintang-bintang  tertentu  -  zodiak),  numerologi  (peramalan  berdasarkan
angka-angka yang dikaitkan dengan alfabet), berkembang di Sumeria, kemudian
ke  Mesir, ke Babilonia, dan ke Persia, yang dihubungkan dengan penyembahan
roh-roh halus.


Ajaran  Qabala di Persia tertulis di dalam kitab suci mereka yang dinamakan
'Avesta' . Di dalam 'Avesta' Lucifer disebut dalam bahasa Parsi Kuno dengan
nama  'Ahuramazda'  atau  'Ormuzd',  yaitu  sang  "pembawa  cahaya".  Untuk
menghormati  'Ormuzd',  atau  Lucifer, kaum Qabalis Zoroaster menyembah api
dan  matahari  sebagai  perlambang  Lucifer.  Kepercayaan  Qabala Zoroaster
bertahan  hidup  selama  lebih  dari seribu tahun sampai Persia ditaklukkan
oleh  Islam pada tahun 651 Masehi. Meskipun demikian agama ini masih dianut
secara  sembunyi-sembunyi  oleh  sebagian  kecil  pemeluknya di Iran sampai
dengan sekarang ini.


Qabala di Jerusalem


Di  Palestina kelompok Qabalis dipimpin. oleh Herodus II, gubemur Romawi di
Jerusalem,  dengan  dua  orang  pembantunya,  Ahiram  Abiyud dan Moav Levi.
Herodus  II memimpin kaum Qabalis melawan penyebaran ajaran Jesus. Kelompok
ini  berupaya membangun kembal i Haikal Sulaiman di Jerusalem sebagai basis
gerakan mereka.


Majelis  Kuasa  Rahasia  Qabala  yang  beranggotakan sembilan orang pendeta
Qabala  bersidang  pada  tanggal 10 Agustus 43Masehi dipimpin langsung oleh
Herodus  II,  Abiyud,  dan  Levi.  Sidang  pada  hari  itu memutuskan untuk
mengakhiri  kegiatan  Jesus  serta  para  muridnya.  Adalah Herodus II yang
memerintahkan  untuk  menyembelih  Nabi  Zakaria  a.s.  dengan  menggunakan
gergaji  pemotong  kayu. Ia kemudian memerintahkan juga membunuh Nabi Yahya
a.s.  dan  memerintahkan  mempersembahkan kepala Nabi Yahya a.s. yang telah
dipenggal itu di atas sebuah nampan ke hadapannya.


Dengan  kekuasaannya  yang  luar  biasa  ia  berhasil memerintahkan Majelis
Tinggi  Pendeta Sanhedrin, badan tertinggi pada hirarki kependetaan Yahudi,
agar mengeluarkan dekrit hukuman mati berdasarkan hukum Romawi di atas kayu
salib  terhadap Jesus dengan tuduhan telah menghujat Tuhan. Herodus II juga
memerintahkan  membunuh  Petrus, murid Jesus melalui kaki -tangannya bemama
Nero.


Dalam  waktu  singkat  paling tidak berdiri 40 gereja yang dipcngaruhi oleh
dan  mengikuti  ajaran Injil versi Qabala di seluruh tanah Palestina. Dalam
tempo  yang  tidak  terlalu  lama  ajaran  Injil versi Qabala berkembang ke
seluruh wilayah kekaisaran Romawi dan membangun akarya di Eropa.


Perang Salib


"The Knight Templars ('Ksatria Haikal')" yang terkenal di dunia Barat, yang
menjadi  pelopor dan inti dari tentara Salib, dibangun oleh anggota-anggota
Majelis Kuasa Rahasia Qabala di Eropa yang umumnya terdiri dari orang orang
Yahudi.  Tujuan  mereka  ialah  untuk membangun kembali Haikal Sulaiman dan
menghidupkan  kembali  kcpercayaan  Qabala  di  Palestina. Untuk tujuan itu
mereka  memprovokasi  Paus Urbanus untuk "membebaskan Tanah Suci Jerusalem"
dari tangan 'kaum kafir muslim penyembah berhala'.


Beribu-ribu   kaum  Nasrani  yang  tertipu  berangkat  ke  Jerusalem  untuk
menjalankan "perang suci" itu, yang lebih dikenal dalam sejarah dengan nama
Perang  Salib.  Karena  kaum  muslimin mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, dan
memuliakan juga Nabi Isa a.s., maka mereka menganggap kaum muslimin sebagai
penghalang utama ajaran syirik mereka yang menyembah Lucifer.


Para  prajurit  Salib  yang didukung oleh sejumlah raja-raja Eropa berhasil
merebut  Jerusalem  dari  tangan  kaum  muslimin  pada  tahun 1099. Tatkala
Jerusalem  jatuh  terjadilah pembantaian dan perkosaan, bukan saja terhadap
kaum  muslimin,  tetapi  juga terhadap ummat Kristen Timur. Menurut catatan
Encyclopaedia  Britanica selama pembantaian itu, masjid Umar digenangi oleh
darah  kaum muslimin setinggi mata-kaki. Pemimpin pertama 'Knight Templars'
bemama  Codei  Froi  de  Bouillar,  yang  menjadi raja Kristen Qabalis yang
pertama  di  Jerusalem  pada  tahun  1099.  Dua dasawarsa kemudian 'ksatria
haikal' Qabalis menjadi kekuatan yang paling ditakuti dan disegani di Eropa
dengan  harta kekayaan yang mereka rampok dari Palestina. Selama abad ke-l2
dan  ke-13,  'ksatria  haikal'  menyebarkan  kepercayaan  Qabala  mereka ke
seluruh    Eropa    melalui    jalan   infiltrasi   politik,   sosial   dan
kelompok-kelompok gereja.


Barulah  pada  awal abad ke-13 bangsa-bangsa Eropa menyadari kejahatan para
'ksatria  haikal'  Yahudi  tersebut,  dan akhirnya memutuskan untuk menyapu
bersih  mereka.  Pada 1307 Kaisar Perancis Phillipe IV dengan dukungan Paus
Clementus   V,  menangkap  dan  memenjarakan  Jacques  de  Molay,  pemimpin
tertinggi  'ksatria haikal' dan sebagian besar anggotanya. Paus Clementus V
mengeluarkan   sebuah  dekrit  yang  menyatakan  'ksatria  haikal'  sebagai
kelompok   Anti-Kristus.   Atas   dasar  dekrit  tersebut  Molay  dan  para
pengikutnya dijatuhi hukuman dibakar di kayu sula pada 1307.


Beberapa  tokoh  'ksatria  haikal'  yang  berhasil  lolos  bersumpah  untuk
menghancurkan gereja, para raja, dan rahib. Beberapa orang di antara mereka
berhasil  menyelamatkan  diri  ke  Skotlandia  dan  disana  mendirikan 'the
Scottish   Rites"   (Freemasons   sekte   Skot),   dan   beberapa  lagi  ke
kerajaan-kerajaan  Jerman,  dan  bergabung ke dalam organisasi 'Illuminati'
Bavaria  yang  dipimpin  oleh Adam Weishaupt, suatu cabang Qabala di Eropa.
Setelah  'Illuminati'  dinyatakan terlarang di Bavaria, mereka menyusup dan
berhasil  menguasai  organisasi  rahasia  kaum Protestan 'Freemasonry' yang
dipimpin Friederich yang Agung, raja Prussia1.



Organisasi Rahasia Kaum Qabalis : "Illuminati"


Adalah   tidak   mungkin   memahami   gerakan  Zionisme  tanpa  mempclajari
sepak-terjang   organisasi   rahasia   Yahudi   yang  dikenal  dengan  nama
"Illuminati".  "Illuminati"  adalah organisasi rahasia Yahudi yang bergerak
di  bawah  tanah,  menjalankan segenap agenda Zionisme yang didasarkan pada
ajaran  Qabala,  baik  secara terbuka, maupun klandestin. Tidak banyak yang
diketahui  tentang  asal-mula  organisasi  rahasia yang bemama "Illuminati"
ini.  Beberapa  peneliti menycbut asal-usulnya pada organisasi "Illuminati"
yang  didirikan  di  Bavaria  pada  abad  ke-18 oleh Adam Weishaupt, tetapi
fakta-fakta  menunjukkan bahwa organisasi rahasia Yahudi ini sudah ada jauh
sebelum itu.


Organisasi  rahasia  Yahudi  tertua  yang  sekarang  dikenal adalah gerakan
kepercayaan  Qabala,  sebagaimana  dituturkan  di  atas tadi, Yang tcrnyata
setelah  ditelusuri telah berusia paling tidak 4000 tahun. Ordo Qabala yang
pertama terbentuk kira-kira selama era pembuangan suku-suku Bani Israeli ke
Babilonia  di  bawah  nama  "Ordo  Persaudaraan"  pada era dinasti Ur ke-3,
antara 2112 - 2004 SM. Kaum Qabalis itu menyusup dan merebut kekuasaan, dan
berhasil.  Praktek  "Ordo  Persaudaraan" yang didasarkan pada ajaran Qabala
itu tetap hidup dan dijalankan sampai dengan hari ini.


Selama  perjalanan  sejarah tercatat ada tiga ordo Qabala, Ordo Hijau, Ordo
Kuning,  dan Ordo Putih. Yang paling menarik dari ordo yang tiga itu adalah
Ordo Putih, yang nampaknya nyaris tidak teridentifikasi oleh para peneliti.
Kelangsungan  Ordo Putih itu dicapai karena gerakannya yang sangat rahasia.
Kalau  ordo  lainnya lebih menekankan pada ajaran penyembahan Lucifer, maka
Ordo  Putih ini patut diduga sebagai suatu organisasi yang menekankan missi
politik,  di  samping  mengembangkan ajaran Qabala. Mereka merumuskan bahwa
missi  Qabala  adalah  untuk  menentukan  jalannya  peradaban ummat manusia
dengan  tujuan  membentuk  "Pemerintahan  Satu Dunia" ( E Pluribus Unum) di
bawah kepemimpinan kaum Yahudi.


Merekalah  yang  diduga  menciptakan  aksara  Yunani,  politik (sebagaimana
pengertiannya  sampai kini), theosufi, filosufi (termasuk menghasilkan para
filosuf besar seperti Plato, Socrates, dsb.), sistem pemerintahan, militer,
pendidikan,  (menyelewengkan)  agama,  segregasi, hierarchie, dan ilusi ten
tang adanya ras unggul Aria yang di kemudian hari digunakan oleh Hitler dan
ras  kulit  putih  tertentu  di  dunia.  Dengan kata lain, mereka merupakan
peletak  dasar  peradaban  Barat  sekarang ini. Adalah kenyataan, peradaban
Barat  masa kini didasarkan pada prinsip-prinsip yang berdasarkan peradaban
Judeo-Greko.


Sejak  permulaannya  Ordo  Putih  Qabala  memandang  sangat  penting  untuk
memelihara garis-darah Yahudi yang "tidak-tercemar". Untuk dapat masuk Ordo
Persaudaraan Putih seorang Yahudi harus memiliki darjah magister pada semua
disiplin  ilmu  yang  dipandang  berkaitan dengan ajaran Qabala, dan banyak
dari  disiplin  ilmu  itu berada di luar kemampuan orang-biasa. Hanya orang
Yahudi  dari  garis  keturunan  yang  lurus  yang  diizinkan  masuk menjadi
anggota.


Dalam  praktek  berarti  seseorang  harus  melalui  pendidikan selama tidak
kurang  dari  40  tahun.  Prinsip  itu  tetap  diberlakukan oleh organisasi
penerus  Qabala, "Illuminati". Oleh karena itu bagi keluarga Yahudi penting
untuk  mempunyai  anak  banyak  -  kalau  seorang  anak  gagal  - yang lain
diharapkan  akan dapat lolos dari seleksi yang ketat itu. Ordo Putih adalah
peletak dasar konsep yang kini dikenal dengan nama "Tata Dunia Baru" (Novus
Ordo  Seclorum)  dan  "Pemerintahan  Satu  Dunia"  (E Pluribus Unum). Kedua
seloka  itu  dinukilkan  pada  lembaran  uang-kertas  denominasi satu dolar
Amerika dewasa ini di bawah lambang Qabala "piramida dengan mata Lucifer di
puncaknya  yang  senantiasa  mengawasi dan menguasai". Lambang kaum Qabalis
ini  pada  mata-uang  Amerika Serikat membuktikan keberhasilan kaum Qabalis
menginfiltrasi  lembaga keuangan Amerika Serikat melalui manipulasi politik
para   bankir   Yahudi.   "Karya  Zaman"  mereka  terus  berlanjut  melalui
"kekuasaan" uang dolar ke seluruh dunia.


Ordo Putih Qabala Menginfiltrasi "Illuminati"


Nama  "Illuminati"  berasal dari nama yang diberikan oleh para rahib Gereja
Nicene  Awal  kepada  mereka  yang  berserah  diri  untuk  dibaptis menjadi
Kristen.  Mereka  disebut  "illuminati", yang artinya "mereka yang menerima
cahaya"  atau  "pencerahan",  dengan  asumsi mereka telah menerima petunjuk
tatkala  dibaptis  ke  dalam  iman  Katolik;  mereka telah menerima karunia
"cahaya" dalam artian "pencerahan nurani".


Sebuah  sekte mistik gereja Katolik dengan nama "Illuminati" pada awal abad
ke-16  berhasil  disusupi oleh anasir Qabala yang tengah dikejar-kejar oleh
Gereja di masa Inkuisisi Spanyol. Sekte Katolik yang tersusupi ini kemudian
muncul di Perancis dengan nama 'Guerinets' antara periode 1623 sampai 1635.
Di  Spanyol  dan  Italia pada abad ke-15 dan ke-16, sekte ini muncul dengan
nama   lain,  "Alumbrado",  yang  diartikan  bahwa  seseorang  telah  mampu
melakukan  komuni  langsung  dengan Roh Kudus, sehingga mereka (orang-orang
Qabalis  itu)  tidak  lagi  perlu  melakukan  ritus  gereja  Katolik. Namun
kepercayaan  ini  oleh  Gereja  Katolik dianggap sebagai bid’ah, dan mereka
tetap  menjadi  sasaran  perburuan  Inkuisisi.  Selama  kurang lebih seabad
lamanya  gerak-gerik  kaum  'Illuminati'  Yahudi  tidak  terdengar.  Mereka
bergerak  di  bawah  tanah. Tetapi pada tahun 117I nama "Illuminati" muncul
kembali,   pada   sebuah   organisasi  yang  didirikan  Adam  Weishaupt  di
Ingolstadt, Bavaria. Siapa sebenamya Adam Weishaupt?


Adam Weishaupt


Tokoh  ini  dikenal  dengan  banyak  nama  panggilan.  Pendeta Abbe Barruel
menyebutnya,  "iblis  yang  menjelma  dalam diri manusia". Thomas Jefferson
(dia  sendiri  seorang  'Freemason')  menyebutnya "seorang filantropis yang
tidak  membahayakan".  Prof.  John Robinson, guru-besar filsafat murni dari
University   of   Edinburgh,  peneliti  gerakan  "Illuminati",  menyebutnya
"konspirator  yang paling cerdas yang pernah ada". Siapa sesungguhnya orang
yang   menyebut  dirinya  dengan  nama  samaran  yang  sederhana,  "Broeder
Spartacus" itu ?


Adam  Weishaupt  lahir pada tanggal 6 Februari 1748 di Ingolstadt, kerajaan
Bavaria,  Jerman.  Ketika  ia  masih bayi orang-tuanya yang tadinya memeluk
agama  Yahudi Orthodoks beralih memeluk agama Katolik Roma. Yang semestinya
ia  bersekolah di 'yeshiva' (madrasah Yahudi), Adam kecil disekolahkan oleh
orang-tuanya  ke sekolah-dasar Katolik, dan kemudian ke hochschule (sekolah
menengah umum) yang dikelola oleh ordo Jesuit.


Sebagai  warga  Bavaria,  Adam  mempelajari  bahasa Czech dan Itali, dan di
sekolah  dengan  cepat  ia  menguasai  bahasa  Latin dan Yunani, dan dengan
bantuan  ayahnya,  menguasai bahasa Ibrani. Dengan kecerdasannya yang tajam
dan  penguasaannya  pada  berbagai  bahasa, para pendeta Jesuit pengasuhnya
berharap  ia  akan  menjadi  seorang  missionaris  yang  sangat cocok untuk
bekerja di seberang lautan, terutama di Amerika Latin, atau di Asia. Tetapi
Adam  Weishaupt  memberontak  terhadap  disiplin yang berlaku di lingkungan
Ordo  Jesuit.  Ia  melawan  tekanan  mereka  dan  merasa lebih baik menjadi
profesor di bidang hukum gereja di Universitaet Ingolstadt.


Kira-kira   pada   tahun   1768  Adam  Weishaupt  mulai  "membangun  sebuah
perpustakaan  yang  besar  dengan maksud untuk membentuk suatu akademi ilmu
pengetahuan   dan   sebagai   tempat  berhimpunnya  para  cendekiawan".  Ia
mempelajari  hampir  setiap manuskrip kuno Qabala dan buku-pegangan apa pun
yang  ada  kaitannya dengan ajaran tersebut. Adam Weishaupt sejak itu mulai
tertarik  pada  okultisme,  dan terobsesi bukan hanya oleh ajarannya tetapi
sampai  kepada  lambang  Qabala,  yaitu sebuah piramida besar dengan sebiji
mata yang menyala.


Pada  1771  Adam  Weishaupt  memutuskan  untuk  membentuk sebuah masyarakat
rahasia,  sesuai  missi  'Ordo  Qabala  Putih'  kuno,  yang bertujuan untuk
"mengubah"  arah  peradaban  ummat manusia. Untuk merancang rencananya Adam
Weishaupt  memerlukan  waktu  5  tahun,  sambil  menghimpun keterangan dari
berbagai  sumber  okultisme  yang  ditemukannya.  Untuk  ordo  rahasia yang
didirikannya  diberinya  nama, "Perfectibilisen", yang diambilnya dari kaum
Cathar,  cabang  agama  Qabala  yang  berkembang di Eropa selama 400 tahun.
Gerakan  kaum  Cathar,  yang  disebut  juga  sebagai  "kaum yang sempurna",
dihancurkan  oleh Paus Innocentius III di medan pertempuran Lambang Gerakan
Illuminati  Albigensia  pada  awal  abad  ke-13.  Adam  Weishaupt membangun
ordonya  dalam  bentuk  struktur sebuah Piramida, sesuai hirarki organisasi
Qabala.


"Para  anggotanya  harus  bersumpah taat kepada para atasan, yang dibagi ke
dalam  tiga  klas  utama  :  pertama,  adalah  para  novis,  minerval,  dan
illuminati  junior".  Pada  klas kedua, terdiri dari "para ksatria", sedang
klas yang ketiga, atau kIas rahasia, "terdiri dari dua tingkat, pendeta dan
regent,  serta  'magus' dan raja, atau 'Illuminatus Rex". Kaum "Illuminati"
diharuskan  senantiasa  tutup-mulut. "Setiap anggota diwajibkan menyerahkan
janji  tertulis tidak akan mengungkapkan apa pun tentang organisasi rahasia
ini  kepada siapa pun; bersumpah tidak kenaI siapa atasannya, dan asal-usul
dari  organisasinya,  tetapi ia yakin bahwa ordo ini telah ada jauh di masa
silam".  Anggotanya  lebih lanjut bersumpah, "untuk tutup-mulut, serta taat
dan  setia  selama-lamanya; setiap bulan ia wajib mengirimkan suatu laporan
kepada atasannya yang tidak dikenalnya ".


Adam  Weishaupt  merasa  masyarakat  hanya  akan bisa "diselamatkan" dengan
perombakan  total.  Dalam kata lain, ia adalah utopis pertama yang berpikir
dalam  skala  global, dan mengimpikan saat ketika kelompoknya akan berhasil
mewujudkan  'Novus Ordo Seclorum' (Tata Dunia Baru). Ordo "Illuminati" dari
Adam  Weishaupt  mempunyai  lima tujuan akhir mengikuti sumpah kaum Qabalis
kuno,


1.menumbangkan kerajaan-kerajaan


2.menghapuskan pemilikan pribadi dan warisan


3.menghilangkan kecintaan kepada tanah-air


4.meniadakan  kehidupan  keluarga  dan  lembaga perkawinan, dan pembentukan
pendidikan yang bersifat komunal bagi anak-anak


5.menghapuskan semua agama yang ada.


Dengan  menghimpun  orang-orang  "yang terbaik dan paling cerdas" se-Eropa,
sebagian  besarnya  adalah  para  cendekiawan  Yahudi, Adam Weishaupt yakin
sekali ordo yang didirikannya akan mampu mencapai tujuannya. Setiap anggota
diaspirasikan  untuk  menjadi  penguasa.  "Kami", katanya, "merasa memiliki
persyaratan  yang dibutuhkan untuk menjadi penguasa". Tentu saja pernyataan
itu  menjadi  godaan  yang  menarik  baik  bagi orang yang baik maupun yang
mursal.


Ordo  itu berkembang dengan cepat. Ia juga mendorong para pengikutnya tidak
mundur  dalam  menjalankan  kekerasan atau tindakan kriminal dalam mencapai
tujuan-tujuan  "Illuminati",  dengan  menulis,  “Dosa hanyalah bila hal itu
menimbulkan  penderitaan, tetapi bila keuntungan yang diperoleh lebih besar
daripada  mudaratnya,  maka  hal  itu  menjadi  suatu kebajikan". Rekrutmen
berlangsung dalam tempo cepat. Adam Weishaupt menghimpun banyak pembantunya
yng  cakap  untuk  perjuangannya.  Antara lain Baron Xavier von Zwack, yang
melakukan lobbi untuk memperluas jaringan Ordo itu ,di Jerman dan 1nggeris,
juga dengan bantuan William Petty, Earl dari Shelburne yang ke-2, dan Baron
Adolf  von  Knigge,  yang  berhasil  menghubungkan  organisasi "Illuminati"
dengan gerakan “Freemasonry" pada Kongres di Whilhelmsbad pada tahun 1782.


Sejak  1782  gerakan "Illuminati" menyebar dari Denmark sampai ke Portugal,
bahkan  lebih jauh lagi. Orang-orang 1nggeris yang ter-illuminasi bergabung
dengan  orang-orang  Amerika  membangun Loji Columbia di kota New York pada
tahun  yang  sarna.  Seorang  bangsawan  muda  Rusia,  Alexander Radischev,
bergabung  di Leipzieg, dan menyebarkan doktrinnya ke kampung halamannya di
St.  Petersburg. Di Lisabon seorang penyair bernama Claudio Manuel da Costa
menjadi  anggota,  dan  ketika hijrah ke Brazil ia mendirikan sebuah cabang
dengan  dibantu  dua orang dokter dari Ouro Preto, Domingos Vidal Barbarosa
dan Jose Alvares Maciel. Pada tahun 1788 trio ini melancarkan pemberontakan
"Illuminati"  yang  pertama,  "Inconfidencia Mineira", tetapi pemberontakan
itu ditumpas ketika baru saja berputik oleh raja muda Marquis de Barbacena.


Sementara  itu  di  Jerman,  Adam  Weishaupt  menyadari  kehidupan  sebagai
Illuminatus  Rex  tidaklah  seindah  seperti yang dibayangkannya. Gundiknya
yang  kemudian  bunting,  menuntut  atau  membayar  kompensasi  dengan uang
pesangon  yang  cukup besar, atau mengawininya. Adam Weishaupt menolak, dan
wanita itu mengancam akan membuka skandal itu ke hadapan publik.


Baron von Knigge yang merasa berjasa meningkatkan cira "Illuminati" melalui
persekutuan  dengan  "Freemasonry"  menuntut  bahwa seharusnya ia diberikan
penghargaan   yang   sepatutnya,  yaitu  menjadi  ketua-bersama  pada  ordo
tersebut.  Adam  Weishaupt  menolak  dan sikapnya ini menyebabkan timbulnya
permusuhan  antara  kedua tokohada  tahun 1784. Untuk menambah keadaan yang 
telah makin buruk,
para penulis "Illuminati", Johann Herder dan Johann G.Fichte, mulai memukul
genderang  untuk  persatuan  Jerman.  Seruan mereka untuk "Ein Yolk und ein
Reich"  benar-benar  bertolak-belakang  dengan  rencana Adam Weishaupt yang
bercita-cita   menghapuskan  nasionalisme.  Meski  Adam  Weishaupt  seorang
cendekiawan yang cemerlang, ia sarna sekali tidak memiliki kepemimpinan. Ia
keras kepala dan angkuh, tidak suka mendengarkan nasihat para bawahannya.


Watak  itu  membuat banyak anggota "Illuminati" rendahan yang tidak senang,
seperti  Joseph Utschneider, dan mereka yang tidak senang itu menunggu saat
yang  tepat  untuk  memuaskan dendam mereka. Saatnya tidaklah terlalu lama.
Seorang  kurir  "Illuminati"  di  tengah perjalanannya mati disambar petir.
Ketika  polisi  Bavaria memeriksa mayatnya, mereka menemukan pesan bersandi
dari  Adam  Weishaupt  yang  dijahit  di  antara  lipatan  bajunya.  Mereka
menemukan  di  dalam  lipatan  yang  dijahit  itu apa yang kemudian dikenal
sebagai  'The  Protocols  of  the  Elders  of  Zion  ' ('Protokol dari para
Pinisepuh Zion') yang menghebohkan.


Apa  yang  dinamakan  'Protokol'  itu  merupakan sebuah dokumen yang memuat
sebuah  agenda  besar  dengan tujuan utama untuk penguasaan dunia oleh kaum
Zionis.   Pada  saat  yang  kritik  inilah  Utschneider  dan  ketiga  orang
sahabatnya tampil dan melaporkan kepada penguasa Bavaria segala hal tentang
"Illumninati".  Akibatnya  raja  Bavaria  memberangus  ordo  itu pada bulan
Agustus 1784.


Adam  Weishaupt akhirnya memang dipecat dari jabatannya sebagai profesor di
Universitaet  Ingolstadt  dan  dikenakan  tuduhan  mulai dari pengkhianatan
sampai  dengan  homoseksual.  Ia  melarikan  diri  ke Regensburg. Ketika ia
menghadapi  masyarakat  yang  bersikap sama bermusuhannya seperti di tempat
asalnya,  ia  meneruskan  ke Gotha, dimana ia diberi perlindungan oleh Duke
Ernst  II,  Seorang  kawannya,  Dr.  Schwartz, mengangkut koleksi buku-buku
Cathar,  Qabala,  dan  berbagai  ragam  buku  tentang  okultisme milik Adam
Weishaupt ke atas sebuah gerobak sapi dan menggiringnya ke Moskow.


“Konspirator  yang paling cerdas yang pernah hidup" itu menjalani sisa masa
hidupnya  di  Gotha.  Ia  terlibat  dalam  kejahatan  lain,  yaitu Revolusi
Perancis  bersama  dengan  rekan  korespondennya  Jean-Baptiste  Willermoz,
seorang  Illuminatus  dari  Lyons.  Dan  dalam sisa umurnya ia masih sempat
memberikan ilham kepada generasi baru “Illuminati" yang berlindung di bawah
mantel "Freemasonry", seperti ,antara lain tokoh anarchies Cloots, Francois
Babeuf, dan Filippo Buonarotti.


Adam  Weishaupt  meninggal  pada  tanggal 18 Nopember 1830 di Gotha. Bahkan
dalam  matinya  ia  tetap  menjadi  seorang  tokoh  yang penuh kontroversi.
Encyclopaedia  Catholica  Roma  tahun  1910 menyatakan Adam Weishaupt telah
bertaubat  ketika  saat  sakarat  dan melakukan rekonsiliasi dengan Gereja.
Tetapi penulis riwayat hidupnya, Gary Allen mengklaim, bahwa Adam Weishaupt
sebelum meninggalnya tengah menulis sebuah esei tentang seni sihir berjudul
'Two  Fragments  on  a  Ritual'  (Ritual  Dua Fragmen), ketika tiba-tiba ia
lunglai dan meninggal.


Lebih  dari  seabad  kemudian  dalam  Kongres Zionis Intemasional ke-1 yang
berlangsung  pada tanggal 29-31 Agustus 1897 di Bazel, Switzerland, dokumen
rahasia 'the Protocols', disyahkan oleh kongres sebagai acuan utama gerakan
Zionis.  Tentang  hal itu John Robinson pada tahun 1789 menulis sebuah buku
berjudul  'Proof  of a Conspiracy to Destroy All Governments and Religions'
('Bukti  Adanya  Persekongkolan  untuk Menghancurkan Semua Pemerintahan dan
Agama'),  telah memperingatkan masyarakat dunia mengenai agenda kaum Zionis
terhadap bangsa-bangsa dan agama-agama di dunia.


Para   peneliti   "Illuminati"   meyakini   bahwa   salah  satu  konspirasi
"Illuminati"  untuk  menghancurkan  Gereja  Katolik  Roma  ialah upaya kaum
Qabalis  membina  paham  rasionalisme,  yang  kemudian  melahirkan  gerakan
"Reformasi  Gereja" di Jerman di bawah pendeta Martin Luther, yang berujung
dengan  berdirinya gereja Protestan. Para "cendekiawan terpilih", atau kaum
"Illuminati",   menurut   keyakinan   Adam   Weishaupt,  kelak  akan  mampu
mengambil-alih  kepemimpinan  dunia  dan dengan itu akan mampu melaksanakan
program-program mereka2.


"Freemasonry"


Di  atas  telah  dibicarakan  persekutuan "Illuminati" dengan "Freemasonry"
berkat  jasa Baron von Knigge. Organisasi apa sebenamya "Freemasonry" itu ?
"Freemansonry",  muncul sebagai produk kebangkitan kembali ilmu pengetahuan
pada  era  ‘Rennaissance'  pada  abad  ke-16  di  Eropa. Gerakan ini muncul
sebagai  reaksi  atas  kesewenang-wenangan  Gereja  Katolik  yang melakukan
kontrol  total  atas  kehidupan  manusia. Tujuan "Freemasonry" pada awalnya
ialah   untuk  menentang  Gereja  Katolik  dengan  cara  mengaburkan  makna
kehidupan  beragama  dengan  menafikan  kebenaran  mutlak ajaran Gereja (di
kemudian  hari ajaran agama pada umumnya), dengan semboyan "semua agama itu
benar,  karena  semuanya  menyeru  kepada  Kebenaran  dan  Kebaikan", Untuk
keperluan  itu  mereka  menerbitkan  buku-buku  untuk  menopang dalil-dalil
pemikiran kaum "Freemasonry"


Pengikut  Adam  Weishaupt  yang  kebanyakan  adalah  kaum Qabalis, kemudian
secara  teratur melakukan infiltrasi ke dalam "Freemasonry" yang pada waktu
itu  dipimpin  Friederich  yang  Agung dari Prusia, termasuk Duc d'Orleans.
Untuk   kepentingan  tersebut  Adam  Weishaupt  membutuhkan  dukungan  dari
orang-orang  kaya  Yahudi.  Sejak  terjadinya  infiltrasi  itu sulit sekali
membedakan   antara   “Illuminati"   dengan   "Freemasonry".   Bahkan  logo
"Illuminati"   (piramida   dengan  mata  Lucifer  di  puncaknya),  kemudian
digunakan  sebagai  logo "Freemasonry" di samping logo berbentuk "siku-siku
dengan sebuah jangka".


Ketika  'Illuminati' dibubarkan pada bulan Agustus 1784, mereka dipindahkan
markasnya  dari  Ingolstadt  ke  Frankfurt,  yang  berada  dl hawah kontrol
keluarga Rothschilds, Tidak lama sesudah itu "uang mengalir dengan deras ke
'loji'  Frankfurt, dimana dari sana dirumuskan sebuah rencana yang didukung
dengan pendanaan yang kuat untuk mewujudkan revolusi dunia." Sejak itu pula
gerakan “Freemasonry'' didominasi oleh kelompok Qabala.


Infiltrasi  ini  berhasil  mencetuskan  Revolusi  Perancis  dengan dukungan
"illuminatus"   Perancis.   Kemudian   dari  Jerman  dan  Perancis  gerakan
"Freemasonry" yang sudah dikuasai oleh kaum Qabalis menugasi beberapa orang
revolusioner  muda  Yahudi untuk menulis ‘Manifesto Komunis'. "Freemasonry"
yang  baru  ini  kemudian  membentuk  Liga  Tokoh-tokoh  Keadilan,  yang di
kemudian  hari  diganti  namanya  oleh Karl Marx, yang juga seorang Yahudi,
dengan  nama  Liga Komunis. Kelompok ini merupakan kekuatan yang berdiri di
belakang  Revolusi  Bolshevik, yang tidak lain sekedar tirai untuK menutupi
rancangan  mereka.  Dengan kenyataan ini, "Illuminati" setelah ditinggalkan
Adam Weishaupt, telah menjelma penuh menjadi "Freemasonry"


Robertson,   seorang  peneliti  sejarah  'Illuminati'  lainnya  menjelaskan
tentang  "rencana besar", yang menurut pendapatnya berhasil menyatukan elit
Barat  dan  anggota  "Freemasonry"  dari  Uni  Sovyet.  Konspirasi ini pula
menurul  Robertson  sebagai  latar-belakang  terjadinya  kup di Moskow pada
tahun  1991  oleh  ketua KGB Gorbachev, seorang anggota dan tokoh Freemason
Rusia.


Lambang   utama   dari   Freemasonry  berbentuk  sebuah  jangka  diletakkan
sedemikian  rupa di atas persegi hingga menciptakan enam ujung atau bintang
berujung  enam.  Lambang  ni  hanyalah bentuk lain dari Hexagram-nya Setan.
Huruf G mewakili prinsip generatif seperti obelisk


Di  permukaan  "Freemasonry"  membangun  citra sebagai gerakan moral dengan
membentuk   antara   lain   gerakan   'theosofi'  yang  berkembang  menjadi
quasi-agama,  serta  gerakan  kontradiksinya  'the  Freethinkers' ("Pemikir
Bebas"),  yang  secara  jelas  menyatakan diri sebagai gerakan atheisme (di
Hindia  Belanda  theosofie  masuk  pada tahun 1901, demikianjuga gerakan de
vrijdenkers,   bersamaan  dengan  masuknya  Sneevliet  yang  membawa  paham
komunis).  Pendirian  berbagai organisasi pro-bono tersebut bertujuan untuk
mengobok  obok  landasan  moral  masyarakat, melakukan penyebaran pemikiran
yang  bertujuan  untuk  mengacaukan  aqidlah,  dan  dengan  itu menimbulkan
konflik-konflik   di   dalam   masyarakat.   Untuk   menutupi  tujuan  itu,
"Freemasonry"  di  kemudian hari mendirikan perkumpulan yang berselubungkan
sebagai  klub  charitas eksklusif seperti the Rotary Club, the Lions, serta
LSM-LSM  yang  bergerak  di bidang politik, hukum, serta lingkungan hiclup,
dan sebagainya.


The  Rotary  Club,  misalnya, merupakan perkumpulan eksklusif para pebisnis
terkemuka   lokal,   regional,  dan  mondial.  Organisasi  Rotary  didesain
sedemikian  rupa  sehingga  perolehan  keanggotaannya itu sendiri merupakan
suatu prestise tersendiri bagi seorang eksekutif. Disebut eksklusif, karena
charter  Rotary  Club  secara  eksplisit membatasi jumlah anggotanya sesuai
dengan  jumlah bidang bisnis dan profesi yang ada pada masyarakat setempat.
Rotary Club mengadakan konvensi tahunan yang laporan anualnya menjadi bahan
masukan  untuk  bahan  pengembangan  strategi  bagi  gerakan  “Freemasonry“
internasional.


Anggotta Inti "Freemasons"


Sebagai sebuah organisasi rahasia jarang diketahui siapa saja yang II 1\'11
jadi  anggota  "Freemasonry".  Anggota  "inti",  atau "calon anggota inti”,
makin  lebih  sulit lagi untuk diketahui oleh publik. Namun biasanya mereka
berasal  dari  keluarga  super-kaya,  super-kuasa  di dunia, mereka umumnya
tidak  tersentuh  oleh  hukum,  dan  selalu menghindari penampilan ke depan
publik.  Sebagian  besar dari mereka tidak pernah masuk daftar orang paling
kaya  di  dunia  versi  majalah  Forbes, dan sebagainya. Namun meski dijaga
kerahasiaan yang demikian ketat,jumlah anggota inti dan kebangsaannya masih
dapat diketahui.


Struktur Organisasi "Freemasonry"


Jangan kaget siapa saja yang menjadi anggota inti "Freemasonry" dewasa ini,
yang  bertujuan  melanjutkan  cita-cita para Qabalis, yaitu membangun suatu
"Tata  Dunia Baru" (Novus Ordo Seclorum), cita-cita yang telah berusia 4000
tahun,  sebagaimana  dikumandangkan  oleh  presiden  Bill  Clinton  tatkala
memasuki Millenium Ketiga. Untuk tahun 2000 mereka ialah:


Allaire, Paul Arthur - (Xerox Corp)


Allison, Graham Tillery, Jr. - (Center for National Policy)


Andreas, Dwayne Orville - (Archer Denis Midland Co)


Bartley, Robert Leroy - (Wall Street Journal)


Bergsen, C. Fred - (US Institute for International Development)


Bowie, Robert R. - (Overseas Development Council, Brookings Institute)


Brademas, John - (Texaco)


Brzezinski, Zbigniew - (Center for Strategic and Int'l Studies)


Clinton, Bill - (mantan Presiden A.S.)


Cooper, Richard N. - (Professor di Harvard University)


Corrigan, E. Gerald ) - (Eksekutif Goldman Sachs)


Davis, Lynn E. - (menteri muda luar-negeri A.S.)


Friedman, Stephen James - (Co-chairman Goldman Sachs)


Friedman, Thomas L. - (Kolumnis Sk. The New York Times)


Hesburgh, Theodore Martin - (Rektor University of Notre Dame)


Foley, Thomas Stephen - (anggota US House of Representative)


Gregen, David R. - (asisten khusus presiden Clinton)


Graham, Katharine - (Pimpinan Sk. Washington Post)


Greenberg, Maurice R. - (Wakil Ketua the US Federal Reserve)


Hewitt, William Alexander - (Duta-besar AS di Jamaika)


Holbroke, Richard C. - (Duta-besar keliling A.S.)


Jordan, Vernon Eulion - (Brookings Institute)


Kissinger, Henry Alfred - (mantan Menteri Luar-negeri A.S.)


Lord, Winston - (Asisten Menteri Luar-negeri A.S.)


McCracken, Paul Winston - (Professor di University of Michigan)


McNamara, Robert Strange - (Presiden Bank Dunia)


Mondale, Walter Fritz - (Duta-besar A.S.)


Nye, Joseph S. - (ketua National Intelligence Council)


Ridgway, Rozanne L. - (co-chairman Atlantic Council)


Robinson, Charles W. - (Overseas Development Council, Brookings Institute)


Rockefeller, David - (Chase Manhattan, Exxon Oil)


Scowcroft, Brent - (mantan asisten presiden di National Security Council)


Sonnenfeldt, Helmut - (Brookings Institute, Carnegie Endowment)


Whitehead, John C. - (ketua Brookings Institute)


ZoelIick, Robert B. - (Federal National Morgan Associates)


Sebagai  anggota  inti "Freemasonry", dimana orang-orang itu 90% mengetahui
dan terlibat dalam gerakan membangun "Tata Dunia Baru", mereka juga menjadi
anggota   dari  Grup  Bilderberg,  Council  Oil  Foreign  Relations  (CFR),
'American-Israel   Research   for  Administrative  Policies'  (AIRAP),  dan
Trilateral Comission3.


Konspirasi "Freemasonry"


Konspirasi   yang   dijalankan  oleh  para  tokoh  "Freemasonry"  sepanjang
sejarahnya bertujuan untuk menguasai dunia, dengan cara :


1.  Menggunakan  jurus  suap  dengan  uang  (money politics, termasuk dalam
pengertian  ini bea-siswa), dengan wanita, dan prospek karier, dalam rangka
menggaet  tokoh-tokoh  yang  (potensial)  menduduki posisi tinggi di bidang
akademik,  politik,  ekonomi,  sosial,  militer,  dan lain-lain. Sasarannya
adalah  mereka  yang,  berambisi, yang terpinggirkan, dan atau, yang tengah
terbenam dalam pusaran masalah pribadi, dan sebagainya.


2.  "Freemasonry"  bekerja  dengan  memusatkan  pada penguasaan media-massa
cetak,  buku-buku, dengan tekanan terutama pada media elektronika. Jaringan
kerja  ini  berada  di  bawah  pengawasan  dan kendali jaringan media-massa
internasional   yang  dikuasai  pemodal  Yahudi,  seperti  Viacom,  Turner,
Murdoch,  dan  lain-lain.Media-massa  yang  dikendalikan oleh "Freemasonry"
bekerja  dengan  pola  penyajian  berita  yang  secara sengaja "memelintir"
berita, memanipulasi fakta, berita bohong, dan menggunakan metoda publikasi
repetitif  secara  terus-menerus  untuk  membangun  opini  yang dikehendaki
tentang sesuatu topic


Rancangan Penaklukan Dunia





Judul  ini  sedemikian  fantastis,  sehingga nyaris sulit dipercaya sebagai
kebenaran.  Namun itulah yang telah terjadi dan tengah berlangsung. Setelah
mengkonsolidasikan  cengkeraman  atas keuangan sebagian besar dari negara -
negara  Eropa  pada  pertengahan  kedua  abad-19,  para bankir Yahudi mulai
bekerja memperluas lingkungan pengaruhnya ke ujung-ujung dunia dalam rangka
persiapan   mereka   melakukan  serangan  terhadap  Amerika  Serikat.  Pada
dasawarsa pertama abad ke-20 agenda mereka kian nyata dalam rangka mencapai
tujuan  untuk mendominasi dunia. Mereka merekayasa serangkaian perang dunia
dengan  tujuan  untuk mengikis dunia lama untuk membangun suatu “Tata Dunia
Baru”


Rencana  ini  digariskan  oleh  Albert Pike dengan sangat rinci. Ia sendiri
tidak  lain  adalah  'The  Souvereign  Grand  Commander  of the Ancient and
Accepted  Scottish  Rite  of  Freemasonry',  tokoh  puncak “Freemasonry" di
Amerika  Serikat.  Dalam  salah satu suratnya kepada Giuiseppe Mazzini pada
tanggal  15  Agustus  1871,  Albert  Pike  menguraikan  rancangan  kelompok
"Freemasonry" yang kedengarannya nyaris tidak masuk akal.


Dalam surat yang ditulis pada penghujung abad ke-19 itu, Pike menyatakan PD
I  yang  "di  agendakan" pada awal abad ke-20 dirancang untuk menghancurkan
Czaris Rusia - dan menempatkan negeri yang luas itu ke bawah kekuasaan para
agen  “Freemasonry",  Rusia  yang  baru  itu  akan  dijadikan "momok" untuk
mencapai tujuan-tujuan "Freemasonry" ke seluruh penjuru dunia.


PD  II,  dirancang  untuk dapat terjadi pada pertengahan abad ke-20 melalui
manipulasi  terhadap  perbedaan  yang ada antara kaum nasionalis Jerman dan
politisi  Zionis.  Hal  ini diharapkan akan menghasilkan perluasan pengaruh
Rusia non-Czaris dan berdirinya Negara Israel di Palestina.


PD  III, direncanakan akan dilaksanakan pada awal abad ke-21 yang bersumber
dari berbagai bentuk perbedaan yang menghasilkan kekacauan dan konflik oleh
agen-agen  "Freemasonry",  antara  kaum  Zionis  dengan bangsa-bangsa Arab,
Konflik itu dircncanakan akan meluas ke seluruh dunia.


Masih  menurut  surat  Albert  Pike  yang  bertanggal  15 Agustus 1871 itu,
"Freemasonry"   merancang   melepaskan   "kaum  Nihilis  dan  Atheis  untuk
memprovokasi  suatu  pergolakan  sosial  yang dahsyat, dimana dengan segala
kengeriannya  akan  diperlihatkan  dengan sangat jelas kepada seluruh dunia
pengaruh  dari atheisme mutlak, kebuasan, yang akan menghasilkan pergolakan
yang bergelimang darah".


"Kemudian  dimana-mana, rakyat akan berhadapan dengan kelompok yang berniat
untuk  menghancurkan  peradaban,  dan  mereka dipaksa untuk, mempertahankan
diri menghadapi kelompok minoritas revolusioner. Sementara itu banyak orang
yang   merasa  tertipu  dengan  agama  Kristen.  Sejak  itu  ummat  manusia
kehilangan  arah,  dan  dengan semangat kehendak untuk berketuhanan, mereka
mengidamkan   sebuah   idealisme,   tetapi  tidak  tahu  kemana  memberikan
kepasrahan  mereka;  akhirnya  mereka  akan  menerima cahaya sejati melalui
manifestasi   universal   doktrin   Lucifer   yang  sejati,  yang  akhirnya
dimunculkan  secara  terbuka,  suatu  manifestasi  yang  akan  menghasilkan
gerakan  reaksioner,  yang  akan  disusul oleh kehancuran agama Kristen dan
atheisme, keduanya dikalahkan dan dimusnahkan pada masa yang bersamaan".


Pada  saat Albert Pike menuliskan suratnya di akhir abad ke-19 itu ada lima
ideologi  yang  berbeda  satu  dengan lainnya di panggung dunia yang saling
bertentangan   dan   tengah   berjuang  untuk  memperebutkan  "Liebensraum"
masing-masing. Kelima ideologi itu adalah :


1.  Ideologi  para bankir Yahudi yang berhimpun di dalam organisasi rahasia
"Freemasonry", mereka terdiri dari penguasa keuangan dunia.


2. Ideologi "Pan Slavik" Rusia yang aselinya digagas oleh raja William yang
Agung.  Ideologi  'Pan-Slavik'  menuntut  dihapuskannya Austria dan Jerman,
kemudian  harus disusul dengan penaklukan Persia dan India, yang melahirkan
perang antara lnggris dengan Rusia dalam 'the Great Game' pada tahun 1848


3.  Ideologi  "Asia  Timur  Raya"  digagaskan  oleh  Jepang.  Ideologi  ini
menyerukan  adanya  konfederasi  bangsa-bangsa  Asia  Timur  ('Dai  Toa  no
Senso'), yang dipimpin oleh Jepang, sebagai "Saudara Tua Asia".


4.  Ideologi  "Pan Jermania" yang mencita-citakan penguasaan politik Jerman
atas  benua  Eropa, bebas dari supremasi Inggeris di lautan, dan mengadopsi
kebijakan pasar-bebas bagi seluruh dunia.


5.  Ideologi  "Pan  Amerika",  atau  "Amerika untuk bangsa-bangsa Amerika".
Ideologi  ini  menyerukan "perdagangan dan persahabatan dengan semua, tanpa
persekutuan".  Ideologi  ini  menegaskan  ulang  Doktrin  Monroe pada tahun
18234.


Yang  terlewatkan oleh Albert Pike adalah ideologi "Pan Islamisme" yang ada
pada masa yang sama, yang bertujuan untuk menghimpun negara-negara Islam di
dunia, yang dikumandangkan oleh Sheikh Jalaludin aI-Afghani.


Jika  rencana  para  bankir  Yahudi,  atau "Freemasonry" itu berhasil, maka
Rusia,  Jerman,  Jepang,  dan Amerika Serikat, pada akhirnya akan berada di
bawah   kekuasaan   "Freemasonry",   yang  sudah  lama  merencanakan  untuk
menaklukkan  dunia.  Sebagai Qabalis sejati Albert Pike menyebutnya rencana
itu  merupakan  suatu  karya  besar  Lucifer  yang tidak perlu peduli untuk
mengorbankan  nyawa  beratus  juta  ummat  manusia dan menimbulkan kerugian
bermilyar-milyar  dolar  dalam  pelaksanaannya.  Beberapa  di antara agenda
"Freemasonry"  itu,  seperti  PD I dan PD II telah terjadi. Kalau rancangan
itu  benar,  maka  Perang Dunia ke-3, menurut Albert Pike akan terjadi pada
awal abad ke21, dan akan berawal karena masalah Israel dengan Palestina.


Rencana  yang  dirancang oleh "Freemasonry" untuk mencapai tujuan penalukan
dunia  oleh kaum Qabalis bukan sekedar khayalan. Sejarah membuktikan agenda
kaum  Yahudi  itu ternyata telah berhasil terwujud. Sepanjang garis rencana
pencapaian  tujuan  akhir  mereka,  agenda  itu diteruskan oleh para bankir
Yahudi  dan  kawan-kawan  mereka  di  seluruh  dunia dengan cara menghimpun
kekayaan  di  bidang  usaha  perbankan  dan  investasi,  real  estate,  dan
industri. Sebagaimana akan terlihat pada implementasinya, rencana itu telah
dilaksanakan   sedemikian   mulusnya   sampai-sampai  hal  itu  mendapatkan
tepuk-tangan justeru dari kalangan yang akan mereka hancurkan. Kaum Qabalis
mengatakan, ada tiga jenis manusia di dunia, yaitu :


1. Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi


2. Mereka yang mengamati hal itu terjadi, dan


3. Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi.


Mayoritas  ummat  manusia  pada  umumnya  termasuk  ke  dalam  dua kategori
terakhir.  Sebagian  memiliki  "mata  untuk  melihat"  tetapi  "tidak mampu
melihat"  apa  yang  tengah  berlangsung.  Sebagian besar memiliki "telinga
untuk mendengar", tetapi "tidak memahami" apa yang tengah berlangsung. Lalu
dimana kedudukan Indonesia dalam ketiga kategori kaum Qabalis itu ?


Sasaran “Freemasonry" dan Komite 300


Sasaran pertama "Freemasonry" ialah membangun "Satu Pemerintahan Dunia" ("E
Pluribus Unum"), dan "Tata Dunia Baru" (“Novus Ordo Seclorum"), dengan cara
menyusupi  dan menguasai Amerika Serikat dan dengan itu membangun peradaban
Barat-Zionis  yang mereka yakini akan mampu mempersatukan ummat manusia, di
bawah  satu  sistem  moneter  yang  berada  di dalam kendali mereka. Thesis
Samuel  Huntington  tentang  'the  Clash  of  Civilization'  -  perbenturan
peradaban  Barat  dengan peradaban Islam dan Cina -, yang akan menghasilkan
keluarnya Barat sebagai pemenang, sangat besar kemungkinannya diilhami oleh
gagasan kaum Qabalis membangun 'Novus Ordo Seclorum' di atas.


Untuk  itu  kaum 'Freemasons' dunia mengupayakan untuk menghancurkan secara
tuntas  segenap  identitas  nasional dan kebanggan nasional, yang merupakan
persyaratan  yang  sangat menentukan, jika konsep "Satu Pemerintahan Dunia"
harus  diwujudkan.  Perkembangan  pada era globalisasi dewasa ini diarahkan
kepada  fragmentasi  bangsa-bangsa  (the  end  of  nation  states)  melalui
perekayasaan  berbagai  konflik berdasarkan identitas etnik, agama, budaya,
dan  kedaerahan,  yang  akan memecah-belah negara-negara nasional yang ada.
Agenda  itu telah berhasil diimplementasikan di Uni Sovyet, dan Yugoslavia,
tidak   tertutup   kemungkinan   akan   menimpa   kawasan   Asia  Tenggara.
Persaingan-bebas  diagendakan  dipicu  mereka untuk merangsang konflik yang
akan  memudahkan  bagi kaum Yahudi untuk menguasai sempalan-sempalan negara
menjadi "teritori" mereka.


Sasaran berikutnya adalah membangun kemampuan untuk mengontrol setiap orang
dengan  cara  "kontrol  pemikiran"  dengan  cara  yang disebut oleh Zbignew
Brzezinski  "technotronics",  penguasaan publik opini dan pemikiran melalui
media-massa,   serta  suatu  gerakan  terorisme  internasional,  yang  bila
dibandingkan  dengan 'Teror Merah' -nya Felix Dzerzinhski, membuatnya tidak
lebih dari mainan anak -anak semata.


"Freemasonry"  harus  mampu  mengakhiri  seluruh industri dan produksi yang
didasarkan  pada  tenaga-nuklir  yang  digerakkan oleh listrik, yang mereka
sebut  dengan istilah "masyarakat 'zero growth' pasca industri", terkecuali
industri  komputer  dan  pelayanan yang terkait dengannya. Industri Amerika
Serikat  yang "kotor" akan diekspor ke negara-negara seperti Meksiko dimana
buruh-murah  banyak  tersedia. Sebagaimana dapat disaksikan pada tahun 1993
agenda ini telah mewujud menjadi kenyataan melalui jalur the North American
Free  Trade  Agreement  atau NAFTA. Mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan
yang  layak  di Amerika Serikat, dalam rangka kehancuran industri itu, akan
menjadi  pencandu madat opium-heroin, atau sekedar tercatat dalam statistik
dalam  rangka  eliminasi  "kelebihan penduduk" seperti yang kini dibocorkan
dengan istilah 'Global 2000 , Tidaklah mengherankan bila George W.Bush, Sr.
tatkala  menjadl kepala CIA dikenal dengan nama julukan George 'Poppy" Bush
("poppy" artinya candu), sehubungan konon dengan perannya dalam perdagangan
gelap  heroin  melalui  jaringan  CIA  di  Amerika Tengah ke seluruh dunia.
Serangan  ke  Afghanistan  oleh anaknya George W.Bush, Jr. bukan saja untuk
menguasai  simpanan  minyak  dan  gas  ketiga terbesar di dunia yang ada di
Cekungan  Kaspia,  tetapi  juga  dicurigai  untuk  menguasai  ladang  candu
terbesar  di  dunia  yang  ada di Afghanistan, yang kini dihidupkan kembali
oleh  kelompok  Aliansi  Utara  setelah  ladang-ladang itu dihancurkan oleh
Taliban pada tahun 1990-an.


Penghancuran  masyarakat dilakukan oleh 'Freemasonry' dengan mendorong, dan
pada  akhirnya,  melegalisasikan  pemakaian madat dan menjadikan pornografi
sebagai  suatu  "bentuk  seni",  yang  lambat  laun akan diterima, dan pada
akhirnya  menjadi  hal yang jamak di dalam masyarakat. Dari penelitian yang
dilakukan  ternyata  majalah-majalah pornografi yang diterbitkan dan tumbuh
menjamur di Indonesia didukung oleh dana dari kelompok bisnis Yahudi.


Untuk mencapai depopulasi di kota-kota besar dilakukan “eksperimen” seperti
yang  dijalankan oleh rejim Pol Pot di Kamboja. Menarik untuk dicatat bahwa
rencana  Pol  Pot  yang  mengerikan itu justru dirancang di Amerika Serikat
oleh  salah  seorang periset Club of Rome (salah satu kelompok terkenal dan
berwibawa   terhadap   pemikiran-pemikiran   ekonomi  yang  diciptakan  dan
disponsori  oleh  orang-orang  Yahudi  sedunia), dan eksperimen itu diawasi
oleh Thomas Enders, seorang Yahudi pejabat tinggi di departemen luar-negeri
Amerika  Serikat.  Juga  menarik  untuk diamati, bahwa salah satu komite di
Club  of  Rome tengah berusaha menempatkan kembali tokoh-tokoh pengikut Pol
Pot ke panggung kekuasaan di Kamboja.


Sasaran  depopulasi  tidak  terkecuali  juga  untuk  lndonesia.  Pemerintah
Australia  pada  tahun  1946 berencana untuk mengurangi populasi Indonesia.
Pada  Januari  1947,  F.G.  Shedden, Menteri Pertahanan Australia saat itu,
mengundang  Sir Macfarlane Burnet (peraih Nobel Prize pada tahun 1960 dalam
bidang  ilmu  kedokteran) untuk membicarakan mengenai masalah ini. Di tahun
itu  pula dibentuk panitia kecil untuk Komite Pengembangan Persenjataan dan
Peralatan   Mutakhir   dimana   Sir   Mcfarlane  ada  didalamnya.  Pengamat
Freemasonry,  Jeff  Rense,  memuat  rencana  ini  dalam  kolom  “Population
Control"  di  situs internetnya. Sangat boleh jadi oknum-oknum Freemason di
Departemen  Pertahanan  Australia  merencanakannya. Bisa juga Sir Mcfarlane
sendiri  adalah  seorang,  Freemasonry,  karena  orang  waras tidak mungkin
mempunyai rencana sejahat ini.


Dalam  laporan  rahasia di tahun 1947 Sir Macfarlane merekomendasikan untuk
mengembangkan  senjata  biologi  dan  kimia  dengan sasaran tanaman-tanaman
pertanian  dan  penyebaran  penyakit  menular  di Indonesia. Dalam memo Sir
Macfarlane   kepada   Departemen   Pertahanan  Australia  disebutkan  bahwa
Australia  sebaiknya  mengembangkan  senjata  biologi  yang  hanya  bekerja
efektif  di  iklim  tropis  tanpa bisa menyebar ke Australia yang mempunyai
iklim sedang.


Disebutkan  pula  dalam memo tersebut bahwa "Di negara dengan sanitasi yang
rendah   pengenalan   penyakit  asing  lewat  pencernaan,  contohnya  lewat
kontaminasi  air, akan memulai penyebaran yang meluas". Ia pula menambahkan
bahwa   "Memperkenalkan   penyakit  kuning  dengan  perantara  nyamuk  akan
mengakibatkan  wabah besar-besaran sebelum penangkalnya ditemukan". Panitia
kecil   ini  merekomendasikan  bahwa  "kemungkinan  penyerangan  penyediaan
makanan  Indonesia  menggunakan  bahan  senjata  kimia akan dipelajari oleh
kelompok   kerja   kecil".   Tidak  lupa  disebutkan  bahwa  "penggunaannya
memberikan  keuntungan  yang  luar  biasa  dikarenakan  tidak menghancurkan
potensi industri yang ada dan dapat diambil alih dalam keadaan utuh"5.


Segala  penelitian  dan  perkembangan ilmiah harus ditekan, terkecuali yang
dianggap  akan memberikan manfaat kepada kepentingan gerakan "Freemasonry".
Sasaran khusus ialah mendorong eksperimen tenaga nuklir untuk maksud-maksud
damai.  Secara  khusus yang dibenci adalah eksperimen fusi yang akhir-akhir
ini  dicemooh  dan  dilecehkan  oleh  "Freemasonry"  dan  kaki-tangannya di
media-massa.    Pengembangan    obor-fusi   akan   menghancurkan   konsepsi
Freemasonry" mengenai "sumber-suber daya alam terbatas" secara telak. Suatu
obor-fusi  bila  dilaksanakan  secara benar, akan menciptakan sumber-sumber
daya  alam  yang bukan saja tak-terbatas, tapi juga belum tersentuh, bahkan
dari  bahan-bahan  yang  sangat  biasa.  Manfaat penggunaan obor-fusi tidak
terhingga,  dan akan memberikan manfaat kepada kemanusiaan sedemikian rupa,
hanya saja pemahaman tentang hal itu masih sayup-sayup.


Sasaran  "Freemasonry"  juga  mencakup  agenda  untuk  mendorong terjadinya
kelaparan  dan  bencana penyakit di Dunia Ketiga dengan target matinya tiga
milyar  manusia  di  negara-negara berkembang pada tahun 2050, yang menimpa
mereka yang oleh kaum Yahudi disebut sebagai "manusia tak berguna", dan hal
ini  akan berdampak dengan “perang terbatas" di negara-negara maju. 'Komite
300' yang diketuai Cyrus Vance, mantan menteri luar-negeri Amerika Serikat,
ditugasi  menulis  makalah  dengan  inti persoalan bagaimana merealisasikan
genosida  tersebut.  Makalah  itu  dikeluarkan  dengan  judul  “Global 2000
Report" serta diterima dan disetujui untuk dilaksanakan oleh bekas presiden
Jim  Carter, dan Edwin Muskie, pada waktu itu menteri luar - negeri Amerika
Serikat. Berdasarkan ketentuan “Global 2000 Report populasi Amerika Serikat
akan diturunkan sebesar 100 juta pada tahun 2050.


Untuk  mendemoralisasikan  kaum  buruh,  di  negara-negara  industri  harus
diciptakan  pengangguran  melalui  politik  keuangan yang akan menghasilkan
resesi spiralik. Bila lapangan-kerja merosot, sesuai kebijakan "zero growth
pasca-industri"  yang  diperkenalkan  oleh  the  Club  of  Rome, buruh yang
mengalami  demoralisasi  dan  kehilangan  semangat  kerja akan terperangkap
kepada  alkohol  dan  obat-bius.  Pemuda  diberi semangat dengan musik rock
disertai  dengan  madat  agar  memberontak  terhadap  status  quo yang ada,
sekaligus  menghancurkan ikatan satuan keluarga. Dalam hal ini 'Komite 300'
menugasi   Tavistock   Institute   untuk  menyiapkan  cetak-birunya  dengan
pengarahan  dari  Stanford  Research, lembaga riset bergengsi dari Stanford
University.  Kerja  besar  itu diserahkan kepada Prof. Willis Harmon. Karya
yang mereka hasilkan ini terkenal dengan nama "Aquarium Conspirasy".


Untuk  mencegah jangan sampai masyarakat dimana-mana mampu menentukan nasib
mereka   sendiri,  maka  perlu  diciptakan  krisis  demi  krisis,  kemudian
"membina"  krisis-krisis tersebut. Keadaan ini akan menimbulkan kebingungan
dan  mendemoralisasikan  masyarakat  sedemikian  rupa,  dan  akhirnya  akan
tercipta  sikap  masa-bodoh  dalam  ukuran yang luas. Untuk Amerika Serikat
sebuah  badan yang diberi nama "Manajemen Krisis" telah dibentuk. Badan itu
diberi  nama  the  Federal Emergency Management Agency (FEMA) yang dibenluk
pada tahun 1980.


Di  bidang budaya "Freemasonry" membentuk pusat-pusat kultus baru bagi kaum
muda,  seperti  grup  musik  gangster  the  Rolling Stones (sebuah kelompok
gangster  yang banyak disukai oleh kaum bangsawan "hitam" Eropa), dan semua
kelompok rock yang diciptakan oleh Tavistock yang semula dimulai dengan the
Beatles.


"Freemasonry" harus meneruskan membangun paham fundamentalisme Kristen yang
telah dimulai oleh seorang pelayan British East India Company bernama Darby
pada  abad  ke-18,  yang  di kemudian hari disalah-gunakan untuk memperkuat
negara  Zionis  Israel.  Caranya  ialah  membuat mereka mengidentifikasikan
dirinya  sebagai  bagian  dari  budaya  Yahudi dengan cara berpikir Yahudi,
melalui penekanan ajaran mereka pada Kitab Perjanjian Lama. Usaha itu harus
diikuti  dengan  memberikan  sumbangan  uang dalam jumlalh yang substansial
untuk membuat mereka itu menyangka tindakan mereka itu sebagai ibadah untuk
memperluas agama Kristen.


"Freemasonry"  juga  harus  menekan  penyebaran  agama  Islam,  Sikhs,  dan
lain-lain.  Untuk  itu  harus  dapat  diciptakan  iklim yang akan 
mendorongperang  terhadap negara-negara Islam yang mendukung gerakan 
fundamentalisme
Islam,  seraya melakukan sekularisasi Islam melalui kaum intelektual mereka
yang dididik di Barat.


Sasaran  selanjutnya  adalah  mengekspor  gagasan  "theologi pembebasan" ke
seluruh  muka  bumi  dengan  tujuan  merusak agama yang ada, terutama agama
Kristen.  Sasaran  ini  dimulai  dengan  "Teologi  Pembebasan" melalui Ordo
Jesuit Katolik. Ordo Jesuit dipilih karena peran mereka yang kuat di bidang
pemikiran  dan kegiatan politik. Sebagai contoh, salah satu organisasi yang
.dikendalikan  oleh "Freemasonry" yang terlibat dalam kegiatan yang disebut
sebagai  "theologi  pembebasan" itu adalah organisasi Missionary Mary Knoll
yang  berorientasi  komunis.  Gerakan  ini mulai mendapat perhatian sebagai
akibat  terbunuhnya  konon empat orang “sisters” dari Missionary Mary Knoll
yang   mendapatkan  liputan  yang  luas  dari  media-massa.  Keempat  orang
"sisters" itu sebenarnya adalah agen-agen subversif komunis yang telah lama
diikuti  oleh  pemerintah  El  Salvador.  Pers dan media-massa Amerika yang
dikuasai  oleh  pemodal  Yahudi  menolak  memberi ruang atau liputan kepada
berkas-berkas   dokumen   yang   dimiliki   pemerintah  El  Salvador,  yang
membuktikan   pekerjaan   apa  sesungguhnya  yang  dilakukan  oleh  keempat
"sisters"  tersebut.  Missionary  Mary  Knoll  menjalankan  tugas di banyak
negara,  dan  menduduki  peran  penting  dalam  penyebaran paham komunis ke
Rhodesia,   Mozambique,  Angola,  dan  Afrika  Selatan.  Gerakan  "theologi
pembebasan"  Ordo  Jesuit  di berbagai negara harus diacu untuk menyebarkan
paham "demokrasi sosial", suatu versi komunis baru.


Sasaran  berikutnya adalah untuk menimbulkan kekacauan ekonomi dunia secara
total,  dan  dengan  itu  menyertakan  kekacauan politik dunia secara total
pula.  Untuk  itu "Freemasonry" perlu mengambil alih kontrol atas kebijakan
luar-negeri Amerika Serikat.


"Freemasonry"  memberikan  dukungan  penuh  kepada  lembaga  supra-nasional
seperti  PBB,  IMF,  World  Bank,  the  Bank  of International Settlements,
Mahkamah  Dunia,  dan  sejauh  mungkin  membuat  lembaga  lokal  tidak lagi
berfungsi  efektif,  dengan  cara  berangsur-angsur melangkahi mereka, atau
membawa persoalan mereka ke bawah mantel PBB.


"Freemasonry"  merasa  perlu  menginfiltrasi semua pemerintahan yang ada di
dunia,  dan  dari  dalam  bekerja untuk menghancurkan integritas kedaulatan
negara  yang  bersangkutan.  "Freemasonry" harus mampu menghancurkan sistem
pendidikan nasional dimana pun secara tuntas.


Daftar Pustaka


1. M. Alomari : 'The Secrecy of Evil', 1999.


2.  Joseph  Trainor,  'Adam  Weishaupt  -  The  New World Order and Utopian
Globalism', UFO Roundup, Vol. 5, No: 6; 2001.


3. Robert Gaylon Ross, Sr., 'Who is Who of the Elite’.


4. A.H. Granger, 'England the World Empire', 1916, h.173.


5. Brendan Nicholson, 'Our Secret Plan for Biological Weapons’, Sunday
Herald Australia, 10 Maret 2002.


(insya Allah bersambung)

Other related posts:

  • » [ppi] [ppiindia] Telaah : Qaball, Illuminati & Freemasonry