[ppi] [ppiindia] Tak Mampu Bayar Bayi Meninggal
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 17 Jul 2005 23:39:31 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.indomedia.com/bpost/072005/17/depan/nas3.htm
Tak Mampu Bayar Bayi Meninggal
Makassar, BPost
Inilah gambaran semakin tipisnya rasa kemanusiaan bangsa ini. Gara-gara tidak
punya uang untuk membiayai persalinan, seorang warga Makasar, Rahmatia harus
kehilangan bayi yang dikandungnya.
Pasalnya, Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar tidak mau menangani persalinannya
karena Rahmatia tidak mampu membayar biaya persalinan.
"Air ketubannya pecah, Kamis (14/7) malam (14/7), tapi hingga Jumat pagi dan
siang tadi bayinya belum dikeluarkan. Bahkan pihak RS baru bilang pada saya
setelah bayinya meninggal dalam kandungan," ujar suami Rahmatia, Daeng Rangka,
kemarin.
Tragisnya, hingga Sabtu pagi kemarin, bayi itu belum dikeluarkan dari kandungan
Rahmatia. "Bisa saja ibunya ketularan meninggal kalau penanganannya lambat,"
keluh Daeng.
Daeng pun menyesalkan tindakan dokter yang dinilai tidak menangani persalinan
ini dengan cepat. Pada saat ketuban Rahmatia pecah, dokter sempat bilang kepaad
dirinya agar segera mengurus Jaring Pengaman Sosial (JPS) dulu agar ditangani
oleh rumah sakit. Karena sudah malam, suaminya itu menjadi kalang kabut karena
tidak ada kantor kelurahan yang buka. Walhasil, bayi dalam kandungan Rahmatia
pun meninggal.
"Dokter tak menangani dengan baik karena saya miskin. Padahal saya sudah
menunggunya selama 13 tahun. Andai saya banyak uang, tidak mungkin istri saya
begini," ucap Daeng dengan isak tangis yang dalam. Sehari-harinya, Daeng
berprofesi sebagai tukang becak.
Hingga kemarin, pihak RS Labuang Baji, hingga saat ini belum mau memberikan
komentar. Setiap dokter yang ditemui, enggan memberi penjelasan. Bahkan,
sejumlah dokter muda mengunci ruang persalinan ketika hendak dikonfirmasi. dtc
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Tak Mampu Bayar Bayi Meninggal