[ppi] [ppiindia] Tabrani Rab: Pemilu Tahun 1955

** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Pemilu Tahun 1955 (Dari Pemilu ke Pemilu)=20
(Bagian terakhir dari dua tulisan)
=20
Oleh: Prof dr Tabrani Rab
=20
Riau Pos - Rabu, 31 Maret 2004

Dalam sejarah republik ini baik dalam zaman era penjajahan yakni dengan dil=
akukannya Pemilihan Umum tahun 1927 untuk memilih wakil rakyat di Volkstraa=
d maupun pemilu yang dilaksanakan pada tahun 1955 yang dirancang oleh Wilop=
o dan Ali Sastroamijoyo dari Partai Nasional Indonesia dan dilaksanakan ole=
h Burhanuddin Harahap dari Partai Masyumi, kedua sistem pemilihan ini adala=
h sistem distrik sehingga lebih terwakilinya daerah.=20

Bagaimana Pemilu 1955 tersebut dilaksanakan di Riau? Ketika itu Riau berada=
 di bawah Provinsi Sumatera Tengah, oleh karena itu baik pemilu di Jambi, d=
i Sumatera Barat maupun di Riau yaaa sama saja. Kontestan yang mengikuti pe=
milu ketika itu adalah PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama dan PKI. Harus diingat =
bahwa Masyumi dan Nahdatul Ulama pecah gara-gara Hamka ditunjuk menjadi Men=
teri Agama. Suara yang didapatkan ketika itu mayoritas dimenangkan oleh PNI=
. Sesungguhnya bila Masyumi dan Nahdatul Ulama bersatu maka Partai Islamlah=
 mayoritas memenangkan Pemilu 1955. PKI yang dibubarkan oleh Hatta karena p=
emberontakan Madiun tahun 1946, pada tahun 1955 telah meraup suara nomor 4 =
dari pemilu. Saya tidaklah berkisah-kisah mengenai pemilu secara nasional p=
ada Pemilu 1955 ini di mana Hatta dan Soekarno dengan suaranya akan tetapi =
fenomena khusus di Riau dan khususnya lagi di Bengkalis karena saya telah a=
ktif membantu ayah saya berkampanye untuk Partai Masyumi.=20

Di Sungai Pakning diadakan pawai akbar untuk Masyumi dengan pembicara adik =
ayah saya Rohana, Rasuna dari Sumatera Barat dan Yusnani pentolan Masyumi d=
ari Sumatera Barat. Dari Bengkalis ke Sungai Pakning kami memakai sampan de=
ngan berkayuh dari pagi sampailah di Pakning siang harinya. Ketika itu Sung=
ai Pakning menjadi basis PKI sehingga tak ada panitia dari Partai Masyumi. =
Akibatnya kami pun seperti ayam kehilangan induk dan karena tak ada warung =
jual makanan terpaksalah menumpang makan di rumah Alang Alih, adik Mak saya=
 di Sungai Pakning. Kebetulan Alang Alih yang nama sebenarnya Saleh Syukri =
jebolan Universitas Moscow dan Kepala PKI serta Kepala Persatuan Buruh Miny=
ak (Perbum) di Sungai Pakning.=20

Sementara Sungai Pakning sebagai daerah ekspor minyak bolak balik antara Pe=
rawang dan Sungai Pakning sehingga relatif massa buruh menjadi mayoritas di=
 Pakning. Karena massa Masyumi tak nampak juga maka tokoh-tokoh Masyumi ini=
pun diminta untuk pidato oleh Alang Alih di muka massa yang berbaur antara =
masyarakat dengan massa PKI. Tentu saja pada waktu itu tak ada Panwaslu dan=
 KPU segala. Abah saya Abdurrab menjadi Ketua Pemilihan Umum di Bengkalis b=
ersama bawahannya Muhammad Zein. Jaranglah Abah balik siang-siang dan baru =
pulang pada pukul 11 malam dan BA Muchtar yang dulunya Wedana Bagan pindah =
ke Bengkalis sehingga hubungan Abah dan BA Muchtar yaaa baik-baiklah sebata=
s dinas. Kampanye di Sungai Pakning ini masih ingat didalam benak saya. Ras=
una berpidato di depan massa dengan logat Minangnya yang kental. "Janganlah=
 dipilih partai yang tak ber-Tuhan sebab kalau kita memilih Masyumi kita ak=
an dibimbing Tuhan" --waktu itu belum ada Renstra, Otonomi dan sebagainya. =
Ketika adik Abah Rohana
 pidato di depan massa PKI dan Perbum ini diapun menekankan Hari Akhirat le=
bih bagus dari dunia yang fana ini. Maklumlah Mak Cik Rohana ini tamatan Se=
kolah Cik Rahmah di Padangpanjang. Ketika Alang Alih maju berpidato dalam m=
assa yang itu ke itu juga ia menyatakan," kepada tuan-tuan bahwa PKI-lah sa=
tu-satunya partai yang membela petani dan rakyat. Tengoklah oleh saudara-sa=
udara simbol partai kita palu dan arit yang menunjukkan bahwa partai ini me=
wakili buruh dan petani. Hai petani-petani Sungai Pakning, hai buruh-buruh =
Perbum pilihan satu-satunya adalah PKI".

Saya mendengar pidato Alang Alih lebih menonjol oratornya daripada wakil-wa=
kil Masyumi. Alang Alih ini kelak ditangkap oleh PRRI dan saya sempat menje=
nguknya di tahanan tentara di Bengkalis, kabar meninggalnya saya dengar di =
Pekanbaru dan sayapun dengan istri Alang Alih, Sunarti pergi ke Sijunjung. =
Sayangnya yang ditemukan bukannya jenazahnya tapi celana dan sepatu Alang A=
lih yang masih tertinggal di kawat berduri yang memagari rumah tahanan yang=
 telah kosong melompong ini.=20

Balik lagi ke Pemilu 1955 ini tak ada kotak suara dan surat suara dicetak s=
endiri oleh masyarakat. Lalu hanya disahkan oleh camat. Sehingga pemilu ini=
 dirancang oleh Wilopo dari PNI dan gagal dilaksanakan oleh Ali Sastroamijo=
yo dari PNI juga dengan sukses dilaksanakan oleh Burhanudin Harahap dari Ma=
syumi dan mendapat dukungan kuat dari Sumitro dari Partai Sosialis Indonesi=
a.=20

Bagaimana pula di Bagansiapi-api? Saya dan Abah menginap di rumah Penghulu =
Bahusin. Pengulu Bahusin pun mencalonkan diri tak tanggung-tanggung menjadi=
 anggota DPR RI. Tentu boleh-boleh saja. Saya lihatlah surat suara yang aka=
n ditusuk di Bagan dan dicetak di Bagan juga. Tampaklah saya ada 21 gambar,=
 macam-macam yang akan ditusuk. Yang menarik bagi saya tentulah gambar yang=
 akan ditusuk oleh Pengulu Bahusin. Saya pun ikut kampanye dengan Pengulu B=
ahusin di pasar dekat kedai Keki. Juru kampanyenya tak kalah, namanya Lung =
Daham. =91=92Udah habih kita dah menderita, marilah kita pilih Pengulu Bahu=
sin untuk calon kita di parlemen=92=92. Tepuk tangan pun riuh rendah walaup=
un yang hadir belasan orang. Tak pula ketinggalan pantun keluar; Pat guli p=
at, cuci beras dalam bakul, lihat kita lihat, Penghulu Bahusin harus gol. S=
ebetulnya pantun ini bunyinya; Pat guli pat, cuci beras dalam bakul, lihat =
anak lihat, kepala Bahusin sudah gundul.

Di simpang lain yang tak setuju dengan Pengulu Bahusin karena mencalonkan p=
ula diri untuk menjadi anggota Parlemen membuat pula pantun Hasan Husin ber=
layar sampan tembuk. Belacan dimakan kucing sampan Bahusin tembuk. Sebetuln=
ya yang biasa disebut orang Hasan Husin berlayar sampan tembuk. Belacan dim=
akan kucing, besok pagi tak belauk. Sebab di Bagan sendiri lima orang Bagan=
 ingin menjadi anggota parlemen. Boleh-boleh saja kita mencetak surat suara=
 tapi diserahkanlah kepada koordinator pemilu yang ditunjuk pemerintah. Ham=
pir semua daerah di Indonesia mencalonkan orang setempat untuk menjadi parl=
emen. Dan Pemilu 1955 ini dianggap pemilu yang terbersih sesudah Pemilu 192=
7 dan tak perlu ijazah segala.=20

Sesudah pemilu ini Indonesia pun ditimpa musibah. Sebenarnya tahun 1952 tel=
ah terjadi pemberontakan DI/TII di Sulawesi oleh Kahar Muzakar, di Jawa Bar=
at oleh Kartosuwiryo, di Aceh oleh Daud Beureuh. Bukan pemberontakan DI/TII=
 saja, TNI juga berontak di bawah Nasution dan Simatupang membawa meriam ke=
 depan istana dengan peristiwa yang dikenal Peristiwa 17 Oktober 1952 karen=
a perselisihan antara Soekarno dan TNI mengenai penunjukan Zulkifli Lubis u=
ntuk menjadi kepala staf angkatan darat. Dalam pemberontakan begini, pemilu=
 bisa juga dilaksanakan. Tapi musibah berikutnya tahun 1956 keluar Undang-U=
ndang Otonomi Daerah No. 32 tahun 1956 yakni yang menyatakan 70 persen pend=
apatan daerah diserahkan kepada daerah. 1957 terbentuk Dewan Banteng di Sum=
atera Tengah dan hampir 10 dewan yang diketuai oleh militer, 1958 pecah pem=
berontakan PRRI, 1959 sesudah PRRI Permesta ditumpas Soekarno melahirkan De=
krit 5 Juli 1959 yang isinya membubarkan parlemen, membuarkan konstituante =
dan balik ke
 Undang-Undang Dasar 1945.=20

Padahal UUD 1945 itu berdasarkan analisa berbagai ahli tata negara termasuk=
 analisa Prof Drs GJ Wolhoff (1960) berpendapat , pertama, susunan DPR, kon=
stitusi hanya menuntut supaya susunan itu ditetapkan dengan undang-undang (=
pasal 19 ayat 1). Kedua, hubungan MPR, presiden, menteri-menteri, DPR dan r=
akyat tidak diatur dengan jelas oleh konstitusi 1945. Ketiga, hubungan pres=
iden, menteri-menteri dan rakyat tidak diatur menurut sistem parlementer te=
tapi menurut sistem presidentil.=20

Bagaimana pula pendapat Soekarno? Karena yang dipilih itu orang-orang seper=
ti Pengulu Bahusin, Soekarno pun bilang para ahli yang akan menyusun konsti=
tusi kita, membaca huruf latin pun tak dapat. Tahun 1960 sampai tahun 1962 =
dimulailah era otoriter Soekarno sebab Soekarno harus menyatukan antara dua=
 kekuatan yakni TNI dan PKI persis seperti Amerika Latin dengan menyebabkan=
 Soekarno melahirkan ide Nasakom. Berbagai gelar kepada Soekarno dihadiahka=
n oleh MPR oleh Chairul Saleh walaupun bertentangan dengan Undang-Undang Da=
sar seperti Presiden Seumur Hidup, Pemimpin Besar Revolusi, Penyambung Lida=
h Rakyat, dan entah gelar apalagi. Pada tahun 1963 supaya kekuatan dalam ne=
geri tetap bersatu Soekarno memerintahkan Ganyang Malaysia. Puncaknya peris=
tiwa pemberontakan PKI yang dikenal dengan Gestapu bulan September 1965.=20

Pemilu Zaman Orde Baru=20

Nah, bagaimana Pemilihan Umum berikutnya? Winter menulis dalam bukunya Dosa=
-dosa Politik Orde Baru 11 miliar dolar yang dikeluarkan dari duit minyak u=
ntuk membentuk Partai Golkar sebagai perpanjangan tangan militer dalam poli=
tik dengan arsiteknya Ali Murtopo, Ibnu Sutowo dan Soeharto maka duduklah s=
ang Soeharto 32 tahun di kursi pemerintahan dan Pemilihan Umum pun menjadi =
formalitas, yaaa macam-macamlah. Lima kali pemilihan umum zaman Orde Baru p=
ada tahun 1971 hanyalah merupakan formalitas karena Partai Golkar yang dibe=
ntuk oleh Soeharto dengan dana dari Ibnu Sutowo dan arsitektur Ali Murtopo =
mengubah warna politik Indonesia hanyalah sekadar simbol dan simbol dari fo=
rmalitas ini adalah pertanyaan Harmoko yang diajukannya kepada Soeharto, bu=
kan di MPR akan tetapi di Istana Negara Apakah Bapak Soeharto bersedia untu=
k kembali dicalonkan menjadi presiden? Dengan angguk Soeharto ini maka dipe=
rolehlah suara bulat untuk memilih Soeharto.=20

Nah, bagaimana Pemilu sekarang? Supaya tak panjang-panjang ceritanya sampai=
 di sini sajalah. ***=20

Prof dr Tabrani Rab, guru besar Universitas Riau.

Link: http://www.riauposonline.com/news/index.php?option=3Dcontent&task=3Dv=
iew&id=3D4351&Itemid=3D2

*****



Sampai jumpa lagi,=20

Yan Santosa EP=20=20
MA. Political Science
University of Annamalai
India.
=20


Win an evening with the Indian cricket captain: Yahoo! India Promos.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20


Other related posts: