[ppi] [ppiindia] TNI-GAM Baku Tembak
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 28 Aug 2005 21:58:44 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.indomedia.com/bpost/082005/29/depan/utama1.htm
TNI-GAM Baku Tembak
Banda Aceh, BPost
Kesepakatan perjanjian damai (MoU) antara pemerintah RI dengan Gerakan Aceh
Merdeka (GAM), ternoda. Pasukan TNI, Minggu (28/8) terlibat baku tembak dengan
sekelompok sipil bersenjata (GAM, Red), di kawasan Indrapuri, Kabupaten Aceh
Besar.
Kontak tembak terjadi Desa Mereu ketika pasukan TNI tengah melakukan patroli di
Desa Mereu, Kecamatan Indrapuri. Namun tidak ada korban jiwa dari kedua belah
pihak dalam kontak tembak selama sekitar 10 menit tersebut.
Komandan Satuan Tugas Tempur Aceh Besar, Letkol Kav Irlan Suryadi menyatakan,
kontak tembak terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Kontak tembak diawali ketika 16
anggota TNI dari Parako 17 sedang melakukan patroli mengamankan pos dalam
radius 750 meter.
Tiba-tiba, beber Irlan, dari arah bukit sekitar 20 orang anggota GAM menyerang
pasukan TNI yang tengah melakukan patroli. Pasukan TNI kemudian melakukan
serangan balasan, sehingga kedua belah pihak terlibat baku tembak.
"Baku tembak hanya terjadi sekitar 10 menit. Setelah itu GAM menghentikan
tembakan dan menjauh dari lokasi," kata Irlan.
Penyerangan oleh GAM terhadap pasukan TNI, dinilai Irlan telah melanggar
kesepakatan yang telah ditandatangani. Sebab, urai dia, dalam salah satu butir
perjanjian damai disebutkan, pasukan TNI dibenarkan melakukan patroli dalam
radius 750 meter dari pos TNI.
"Tapi saat itu, justru pasukan TNI diserang," ucapnya.
Jurubicara GAM Aceh Besar, Tgk Muchsalmina membenarkan anggotanya terlibat
kontak tembak dengan pasukan TNI. Dia menyebut, insiden itu terjadi karena
anggotanya kepergok pasukan TNI yang sedang melakukan patroli, sehingga saling
melepaskan tembakan untuk menyelamatkan diri.
Namun, dia menilai pasukan TNI melakukan patroli telah melewati batas yang
ditentukan, yakni melebihi radius yang telah disepakati dalam MoU perdamaian
Helsinki.
"Masalah ini sudah kami laporkan kepada tim pemantau awal Aceh (IMP) dari Aceh
Monitoring Mission (AMM)," ucap Muchsalmina.
Beberapa saat setelah terjadi baku tembak, dua anggota tim IMP dari AMM
meninjau lokasi di sekitar kejadian. Dari sekitar kejadian, ditemukan
selongsong peluru yang diduga milik anggota GAM.
Tim Pemantau Aceh (AMM) berjanji akan transparan dan tidak akan terjadi
manipulasi terhadap pemusnahan senjata api milik GAM yang akan diserahkan oleh
lembaga pemantau perdamaian Aceh itu.
"Dalam proses pemusnahan senjata yang telah diserahkan GAM kepada AMM akan
dilakukan sangat transparan dan tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi
manipulasi," kata Deputy bidang keamanan tim AMM, Mayjen Jaakkoo Oksanen usai
pertemuan kedua tripartit perdamaian Aceh di Banda Aceh, kemarin.
Pertemuan tripartit berlangsung empat jam mulai pukul 10.00 dihadiri anggota
tiga delegasi, yakni AMM, Indonesia dan GAM. Delegasi Indonesia antara lain
Mayjen Bambang Darmono dan delegasi GAM drh Irwandi dan jurubicara GAM Wilayah
Aceh Besar, Muchsalmina.
Oksanen yang didampingi anggota AMM lainnya, Letjen Nipak Thonglek dan Bambang
Darmono menyatakan, dalam proses penyerahan dan pemusnahan senjata tanggung
jawab AMM, sehingga pihak TNI tidak dibenarkan untuk menyaksikan.
Tidak dilibatkannya TNI dalam penghancuran senjata, menurut Bambang Darmono
telah sesuai naskah kesepahaman (MoU) perdamaian Aceh, dimana sudah jelas yang
bertanggungjawab terhadap penyerahan dan pemusnahan senjata GAM adalah AMM.
Karenanya, "TNI tetap komit dalam proses penyerahan dan pemusnahan senjata yang
dilakukan AMM." Dalam komitmen itu, tukas dia, jelas dikatakan, sebelum TNI
menarik pasukan dari Aceh, akan mendapat pemberitahuan dari AMM disertai
dokumentasi penghancuran senjata GAM.
Sementara Nipak Thonglek menyatakan, pertemuan tripartit perdamaian Helsinki
tersebut untuk yang kedua kali, merupakan pertemuan Komisi Pengaturan Keamanan
(COSA).
Dalam pertemuan itu, COSA mendiskusikan beberapa masalah, antara lain prosedur
awal penyerahan senjata GAM yang akan dimulai 15 September mendatang,
aspek-aspek relokasi pasukan TNI non-organik, pemberian amnesti, dan
sosialisasi butir-butir MoU kepada masyarakat
Silahkan Turun
Sementara Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin AS mengaku tidak mengerti,
mengapa GAM melakukan penembakan kepada pasukan TNI. Dia juga tidak tahu apakah
GAM takut melihat pasukan TNI yang melakukan pengamanan.
"Tetapi, apapun alasannya, GAM sudah melanggar MoU karena sudah membawa
senjata, dan kedua menembak," katanya, di Banda Aceh, kemarin.
Kata Supiadin, "selama GAM melanggar aturan membawa senjata, itu pasti akan
terjadi benturan-benturan."
Padahal, sebut dia, ketentuan dari MoU itu sudah jelas, GAM kalau mau
berpergian tidak boleh membawa senjata. "Silahkan turun gunung dan kampung, TNI
tidak akan melakukan apapun," ujarnya.
Masyarakat dapat melihat siapa yang melanggar perjanjian, terlebih insiden
penembakan itu berlangsung di tempat terbuka dan hanya berlangsung lima menit.
Pasukan TNI sendiri, kata Supiadin, kala itu dalam posisi defensif. Pasukan TNI
baru saja kembali setelah selesai melakukan pengamanan kedudukan yang dibatasi
oleh saluran irigasi. JBP/sin/els/mi/ant
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] TNI-GAM Baku Tembak