[ppi] [ppiindia] Studi Murah ke Luar Negeri: Cobalah Rusia
- From: "Khoirur Rozi" <rozie@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 30 May 2004 22:08:29 +0800
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Belajar ke Rusia, Mengapa Tidak?
KETIKA Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli empat pesawat Sukhoi (dua
SU-27 dan dua SU-30) serta sejumlah helikopter dari Rusia, beberapa pengamat
menilai, pendulum pilihan alat-alat militer agaknya mengarah kembali ke negeri
itu. Disebut mengarah kembali karena hingga tahun 1965, Pemerintah Indonesia
pernah menjalin kerja sama (termasuk militer) dengan Rusia. Dasar pemikiran
yang lain, kecanggihan teknologi yang dimiliki pesawat-pesawat buatan Rusia itu
tidak kalah dengan pesawat-pesawat tempur F-16 buatan Amerika Serikat.
MEMANG, kecanggihan teknologi yang dimiliki Rusia sudah dikenal sejak lama.
Dalam bidang penjelajahan ruang angkasa, misalnya, Pemerintah Rusia sudah mampu
meluncurkan satelit tak berawak, jauh sebelum Amerika Serikat melakukannya.
Begitu pula pengiriman manusia ke ruang angkasa, Rusia bisa disebut sebagai
sang pemula.
Kemajuan teknologi (tidak hanya dalam bidang mesin perang dan penjelajahan
ruang angkasa) yang dimiliki Rusia tentu tidak lepas dari peran pendidikan
tinggi yang dimiliki. Bahkan, dari antara 100 perguruan tinggi negeri yang
kebanyakan berada di bagian barat Rusia, seperti Krasnodar, Rostov,
Nizkliniynovgorod, Ryazanj, dan lain-lain, ada yang memiliki reputasi
internasional. Universitas Negeri Moskwa (Moskovskjy Gosudarstvennjy
Universitet imeni Lomonosova/MGU), misalnya, disebut-sebut sebagai universitas
negeri tertua dan menempati peringkat ke tiga di dunia dalam hal reputasi.
"Itu sebabnya, sampai sekarang, Rusia masih menjadi salah satu negeri tujuan
untuk pendidikan bagi sejumlah orang. Mahasiswa asing yang kini belajar di
Rusia kebanyakan berasal dari Afrika, China, India, Malaysia, dan Vietnam. Dari
Indonesia amat sedikit, bahkan boleh disebut sedikit sekali. Sekarang ini,
jumlah mahasiswa dari Malaysia ada ribuan, begitu juga dari China, India, atau
Vietnam. Sedangkan total mahasiswa dari Indonesia sekitar 100 orang. Padahal,
hingga tahun 1959/1960, ada banyak orang Indonesia belajar di seluruh Uni
Soviet, saat itu," ujar Alexander I Vaulin, Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan
Kebudayaan Rusia yang juga Sekretaris I Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk
Indonesia, di Jakarta, pekan lalu.
Memang, sejak tragedi berdarah di Indonesia tahun 1965, hubungan kebudayaan
antara Pemerintah Indonesia dan Rusia sempat terputus. Sejak saat itu, arus
calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin belajar di Rusia pun mengalami
penyusutan luar biasa.
SELAIN memiliki sejumlah perguruan tinggi yang unggul dalam bidang teknologi,
lingkungan, sosial, atau sastra, pendidikan di Rusia juga menawarkan biaya yang
relatif murah dibandingkan dengan biaya pendidikan di kawasan Eropa. Biaya
pendidikan di perguruan tinggi di Rusia rata-rata antara 2.000 dollar AS hingga
5.000 dollar AS per tahun, tergantung bidang ilmu yang akan dipelajari.
"Untuk biaya hidup, antara 100 dollar AS hingga 150 dollar AS per bulan. Itu
sudah cukup. Ya memang, ini tergantung dari pola hidup mahasiswa. Biaya hidup
antara 100 dollar hingga 150 dollar AS itu untuk hidup sederhana," kata
Alexander.
Sebagai contoh, untuk Program S1 Fakultas Teknik dengan masa studi dua tahun
dan Fakultas Persiapan satu tahun menelan biaya kuliah plus asrama 4.000 dollar
AS untuk dua tahun. Sedangkan biaya hidup adalah 100 dollar AS x 12 bulan x 3
(dua tahun masa studi dan satu tahun Fakultas Persiapan) sama dengan 3.600
dollar AS. Biaya asuransi kesehatan 150 dollar AS x 3 = 450 dollar AS. Biaya
Fakultas Persiapan 1.800 dollar AS, tiket pesawat pergi pulang 2 x 500 dollar
AS = 1.000 dollar AS. Jadi, total keperluan untuk Program S1 Fakultas Teknik
memerlukan biaya 10.850 dollar AS. Apabila 1 dollar AS = Rp 8.500, total biaya
Rp 92.225.000.
Lain halnya penghitungan biaya pendidikan Program S1 untuk Fakultas Kedokteran.
Dengan masa studi enam tahun ditambah satu tahun Fakultas Persiapan, total
biaya yang diperlukan adalah 25.450 dollar AS, atau setara dengan Rp
216.325.000 (satu dollar AS = Rp 8.500). Sedangkan penghitungan biaya
pendidikan untuk Program S3 (dengan lama kuliah tiga tahun plus satu tahun
persiapan), memerlukan biaya 14.200 dollar AS, atau setara dengan Rp
120.700.000 (Lihat tabel halaman 41).
Selain biaya, calon mahasiswa harus menyerahkan seluruh dokumen yang telah
diterjemahkan dalam bahasa Rusia dan disahkan oleh notaris, antara lain, surat
keterangan kesehatan, ijazah pendidikan menengah, ijazah dan transkrip nilai
bagi calon mahasiswa S2/S3. Tidak kalah penting, hasil tes AIDS yang telah
diterjemahkan dalam bahasa Rusia/Inggris dan disahkan oleh notaris.
"Untuk AIDS, kami memang tidak main-main. Begitu ada mahasiswa asing ketahuan
terkena AIDS, Pemerintah Rusia akan langsung memulangkannya segera," kata
Alexander.
Pemerintah Rusia sebenarnya juga memberikan beasiswa, termasuk untuk Indonesia.
Untuk tiap negara, Pemerintah Rusia memberikan "jatah" 20 orang. Akan tetapi,
Indonesia belakangan hampir tidak pernah memenuhi kuota itu. "Amat sedikit yang
berminat. Sementara dari Malaysia, China, atau Vietnam, jatah beasiswa itu
selalu penuh, bahkan mereka selalu minta lebih," ujar Alexander.
MEMANG, sejauh ini informasi mengenai pendidikan di Rusia bagi masyarakat
Indonesia masih amat minim. Akan tetapi, hal itu bisa dipecahkan dengan mencoba
mencarinya melalui Internet. Dalam Directory Russia-Colleges and Universities,
misalnya, sudah tertera puluhan perguruan tinggi. Ada Moscow State Aviation
Institute (University of Aerospace Technology). Ada juga Academy of National
Economy, Astrakhan State Technical University, Institute of Social Relations,
Kaliningrad State University, dan sebagainya. Untuk Anda yang ingin belajar
seni, ada Saint Petersburg State Conservatory na (name after) NA Rymskiy
Korsakov atau ke Niszhny Novgoro State Conservatory na KA Glinka, Saint
Petersburg State Academy for Sport and Physical Culture na PF Lesgaft, atau
Perm State Choreographic School.
Selain informasi yang minim, kesulitan yang membayang bagi mereka yang ingin
kuliah di Rusia adalah masalah bahasa. Bagaimana pun juga, bahasa memegang
peran penting. Karena itu, salah satu syarat yang harus dipunyai oleh mereka
yang akan belajar di Rusia harus mampu membaca abjad Kiril, yang memiliki 34
karakter. Keharusan mampu berbahasa Rusia memang tidak bisa ditawar-tawar
karena kebanyakan anggota masyarakat Rusia belum bisa berbahasa Inggris.
"Sebenarnya belajar bahasa Rusia tidaklah sulit. Untuk preliminary course,
hanya diperlukan satu tahun, dan itu bisa dilakukan sebelum studi utama. Akan
tetapi, untuk sastra, memang diperlukan kemampuan berbahasa Rusia yang lebih
tinggi, yang bagi kami orang Rusia sendiri, kadang-kadang juga mengalami
kesulitan," kata Alexander.
Meski demikian, masalah kemampuan berbahasa asing, atau bahasa seperti yang
digunakan di negara yang dituju, merupakan tantangan yang selalu dialami oleh
setiap calon mahasiswa yang akan belajar ke luar negeri. Jangankan mampu
berbahasa Rusia, mampu berbahasa Inggris pun harus dimiliki oleh mereka yang
akan belajar ke Singapura atau Malaysia.
Melihat berbagai kemudahan dan biaya murah yang ditawarkan oleh pemerintah
Rusia, agaknya Negeri Beruang Putih itu pantas untuk dilirik apabila ingin
melanjutkan studi ke luar negeri. (tonny d widiastono)
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0404/29/PendLN/996953.htm
Mahasiswa Aligarh Muslim University
Aligarh, India
--
India.com free e-mail - www.india.com.
Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail
storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!
Powered by Outblaze
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Studi Murah ke Luar Negeri: Cobalah Rusia