[ppi] [ppiindia] Standardisasi Penyusunan Skripsi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 30 Mar 2006 03:25:44 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=218643
Kamis, 30 Mar 2006,
Standardisasi Penyusunan Skripsi
Oleh Taufan Husni Mubarraq
Faktor yang umumnya mengakibatkan mahasiswa menempuh "jalur cepat" (baca: sewa
jasa orang lain) dalam pembuatan skripsi adalah tidak adanya standardisasi yang
jelas sebagai rujukan dalam pembuatan skripsi/tesis. Hal itu kadang menjadi
dilema bagi mahasiswa, memilih mengerjakan sendiri atau menyewa jasa orang
lain.
Keduanya memiliki risiko. Pertama, mengerjakan sendiri skripsi/tesis berarti
berani menghadapi kritik dosen jika tulisannya tidak bisa dipertanggungjawabkan
secara ilmiah karena tidak logis, tidak jelas, atau membingungkan.
Hal itu umumnya akan dialami setiap mahasiswa pada saat bimbingan skripsi.
Fenomena seputar bimbingan kadang menjadi mitos bagi mahasiswa yang akan
mengambil skripsi. Jika menyusun skripsi sendiri, mereka seakan-akan hanya akan
menjadi objek cercaan dosen pembimbing.
Paradigma seputar mitos pembuatan skripsi yang terbangun adalah proses
pembimbingan -yang pada dasarnya merupakan transformasi nilai-nilai dan
komunikasi dua arah dengan pola persuasif-partnership yang simbiosis
mutualisme- dipahami sebagai indokrinatif (menerima kebenaran tanpa boleh
mempertanyakan).
Kedua, menempuh "jalur cepat," namun itu bukan jalan bebas hambatan. Cara
tersebut jauh lebih berbahaya ketimbang cara pertama. Ibarat pepatah, cara
pertama berarti berakir-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Cara kedua
ialah berakit-rakit ke hulu tenggelam di tepian. Artinya, bersenang-senang
dahulu, susah kemudian. Secara moral, kita amoral dan secara psikologis kita
tertekan karena ada perasaan bersalah.
Rapuhnya Moral
Yang jelas, kasus maraknya biro jasa pembuatan skripsi tidak efektif jika
ditindak secara hukum sebagaimana kasus korupsi. Sebab, masalahnya hanya
menyangkut persoalan moral, jadi cukup diselesaikan di lingkungan internal
kampus. Pelakunya juga tidak tepat disebut sebagai kriminal karena tindakannya
tidak merugikan orang lain, tapi hanya diri sendiri. Jadi, langkah yang harus
ditempuh adalah antisipasi atau tindakan preventif (pencegahan) saja. Yang
terpenting, setiap skripsi/tesis harus dibuat mahasiswa sendiri.
Kasus jasa pembuatan skripsi harus dibedakan dengan praktik plagiat. Biro jasa
pembuatan skripsi tidak selalu mengandung unsur plagiat. Ide itu mungkin saja
murni berasal dari orang lain, kemudian dijual kepada mahasiswa.
Dalam praktiknya, para "mahasiswa sewa jasa" itu mungkin ditraining oleh
instruktur dari biro tersebut untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari
dosen. Jadi, masalah sebenarnya murni persoalan moral, yakni pantas atau tidak
pantas, baik atau buruk praktik tersebut dilakukan.
Itu sama halnya dengan kasus sewa jasa penelitian oleh institusi pemerintah
atau swasta kepada perguruan tinggi. Hasil penelitian menjadi hak paten lembaga
pemberi donor, sedangkan perguruan tinggi dapat hadiah. Jadi, masalah
kasak-kasuk moralitas di dalam kampus seperti benang kusut yang sulit diurai
seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Karena itu, perbaikan seharusnya dimulai dari atas. Jajaran birokrasi kampus
harus dibersihakan dulu dari segala bentuk praktik amoral, kemudian
diderivasikan kepada mahasiswa. Ada pendapat yang populer di lingkungan kampus
yang saya dapatkan pada saat kuliah sampai penyusunan skripsi bahwa apa pun
yang kamu lakukan asalkan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah lakukan
saja!
Setelah saya cermati, pendapat itu ternyata hanya mementingkan kebenaran secara
ilmiah, tetapi menonaktifkan atau bahkan mengabaikan aspek moral dari suatu
tindakan. Saya merasakan bahwa di kampus kami tidak diajarkan moralitas, tetapi
sekadar diperkenalkan. Dosen hanya mengajar, tidak mendidik!
Fenomena itu sebenarnya menunjukkan jati diri suatu bangsa. Jika moralitas
dilumpuhkan, praktik Machiavelian yang akan terjadi, asalkan tujuan tercapai,
lakukan saja! Kampus seharusnya menjadi benteng terakhir dari gerakan moral
(moral force). Dengan demikian, seluruh aspek kehidupan bangsa bisa diperbaiki.
Jika logika "sewa jasa" yang selalu dipakai, hal tersebut akan menjadi tren
atau life style. Di tataran mahasiwa, itu akan diterjemahkan sebagai sewa jasa
pembuatan skripsi. Di tingkat provinsi/kabupaten, ada jasa sewa pulau-pulau. Di
tingkat legislatif, ada sewa jasa pembuatan undang-undang. Di eksekutif, ada
sewa jasa ekspolarasi minyak dan tambang, di yudikatif ada sewa jasa
penyelesaian perkara, dan lainnya.
Kasus maraknya jasa pembuatan skripsi/tesis itu pada dasarnya merupakan
kegagalan perguruan tinggi dalam melaksanakan program percepatan lulusan
mahasiswanya. Sebagai contoh di fakultas teknik, umumnya masa studi menjadi
lama karena terlalu lama dalam pembuatan skripsi. Akibatnya, mahasiswa teknik
juga menggunakan jasa biro penyusunan skripsi.
Karena itu, langkah antisipasi seharusnya dilakukan dengan membuat
standardisasi tugas akhir/skripsi. Pertama, menyinkronkan antara kegiatan kerja
praktik dan tugas akhir.
Kedua, mengadakan latihan penyusunan proposal skripsi. Ketiga, Menyusun standar
soal tugas akhir. Keempat, memberikan hibah/bantuan kepada mahasiswa tugas
akhir. Kelima, membuat Standart Operational Procedure (SOP) dalam pembimbingan.
Taufan Husni Mubarraq, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin 2000 Universitas
Muhammadiyah Surakarta
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Standardisasi Penyusunan Skripsi