[ppi] [ppiindia] Soal Pornografi, MUI pun Ikut Prihatin

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**MEDIA INDONESIA
Sabtu, 15 Oktober 2005

Soal Pornografi, MUI pun Ikut Prihatin



ADA lembaga yang cukup prihatin dengan semakin menjamurnya tayangan-tayangan 
pornoaksi dan pornografi di layar televisi nasional. Majelis Ulama Indonesia 
(MUI), nama lembaga agama tersebut, sontak memberi taushiyah (imbauan) 
Ramadannya dengan mendesak pihak televisi nasional serta production house (PH) 
untuk segera menghentikan tayangan-tayangan tersebut.

Di samping itu, MUI juga meminta penghentian sesegera mungkin acara-acara 
bersifat keagamaan yang diselipkan unsur mistik serta sarat dengan unsur 
bisnisnya. Untuk itu MUI berharap pada pemerintah agar secepatnya mengesahkan 
RUU Antipornografi dan Pornoaksi untuk menjadi Undang-undang.

"Tayangan-tayangan tersebut harus segera dihentikan, karena tidak mendidik dan 
merusak akhlak bangsa. Kebebasan berekspresi dalam bidang seni tidak boleh 
bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran agama," ujar Ketua MUI, Amidhan, di 
Kantor Sekretariat MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta kemarin siang.

lebih jauh Amidhan menyatakan, televisi dan media elektronik lainnya, hendaknya 
menyadari akan peran mereka yang luar biasa dalam memberi nilai yang 
berpengaruh di masyarakat. "Televisi saat ini bisa dibilang telah menggantikan 
peran ulama, guru dan orang tua. Di mana keberadaannya selama 24 jam dapat 
mempengaruhi mentalitas dan moral remaja dan anak-anak," ujar Amidhan. 
Dijelaskan lebih rinci oleh Amidhan, MUI sendiri telah merumuskan kategori dan 
kriteria adegan atau acara yang berbau pornografi dalam konsep yang dinamakan 
'VHS' atau violence (kekerasan), horor atau hal-hal yang berbau mistik, serta 
seks.

"Contoh umum soal pornografi seperti, berpakaian minim atau tembus pandang, 
untuk pornoaksi, contohnya seperti goyangan-goyangan yang dapat mengundang 
nafsu," kata Amidhan. Ditambahkan acara berita dengan visualisasi yang sadis 
dan vulgar bisa dimasukkan sebagai contoh kekerasan yang dapat ditiru oleh 
anak-anak. "Lawakan-lawakan menyerempet porno juga wajib disetop, itu juga 
termasuk pornografi," tegas Amidhan.

MUI juga mengecam acara-acara sinetron religi yang berbau mistik, seperti yang 
bertemakan siksa kubur dan pengusiran hantu dengan menggunakan simbol-simbol 
agama dan penggunaan ayat-ayat suci. "Hukuman berupa azab bagi manusia 
hakikatnya adalah rahasia Allah. Jadi sangat tidak pantas bila 
sinetron-sinetron itu memasuki koridor tersebut," ucap Amidhan seraya memberi 
contoh beberapa acara yang semuanya berkaitan dengan liang kubur.

MUI menilai penayangan tersebut kurang unsur siarnya bahkan agak menyesatkan 
masyarakat. Lebih lanjut menurut MUI, tayangan-tayangan tersebut sebenarnya 
hanya mengejar keuntungan semata.

Sebagai solusi, Amidhan menawarkan tiga alternatif yang telah disepakati oleh 
para ulama. Yang paling keras adalah ditutup sama sekali, yang kedua berupa 
pergeseran jam tayang ke waktu yang lebih malam, dan yang terakhir adalah 
penyeleksian siaran acara tergantung pada daerah.

Amat disayangkan, MUI terlihat pilih-pilih. MUI pernah bersikap keras terhadap 
film Buruan Cium Gue, dan akhirnya ditarik dari peredaran. Tapi MUI tak 
berkutik melihat realitas tayangan televisi, yang lebih sarkas ketimbang film 
Buruan Cium Gue. Padahal tayangan televisi punya daya kejut ke pemirsa lebih 
'berbahaya' ketimbang tayangan bioskop. Kenapa MUI tak bersikap keras? 
(CR-50/H-2)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: