[ppi] [ppiindia] Soal Pornografi, MUI pun Ikut Prihatin
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 15 Oct 2005 01:51:36 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**MEDIA INDONESIA
Sabtu, 15 Oktober 2005
Soal Pornografi, MUI pun Ikut Prihatin
ADA lembaga yang cukup prihatin dengan semakin menjamurnya tayangan-tayangan
pornoaksi dan pornografi di layar televisi nasional. Majelis Ulama Indonesia
(MUI), nama lembaga agama tersebut, sontak memberi taushiyah (imbauan)
Ramadannya dengan mendesak pihak televisi nasional serta production house (PH)
untuk segera menghentikan tayangan-tayangan tersebut.
Di samping itu, MUI juga meminta penghentian sesegera mungkin acara-acara
bersifat keagamaan yang diselipkan unsur mistik serta sarat dengan unsur
bisnisnya. Untuk itu MUI berharap pada pemerintah agar secepatnya mengesahkan
RUU Antipornografi dan Pornoaksi untuk menjadi Undang-undang.
"Tayangan-tayangan tersebut harus segera dihentikan, karena tidak mendidik dan
merusak akhlak bangsa. Kebebasan berekspresi dalam bidang seni tidak boleh
bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran agama," ujar Ketua MUI, Amidhan, di
Kantor Sekretariat MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta kemarin siang.
lebih jauh Amidhan menyatakan, televisi dan media elektronik lainnya, hendaknya
menyadari akan peran mereka yang luar biasa dalam memberi nilai yang
berpengaruh di masyarakat. "Televisi saat ini bisa dibilang telah menggantikan
peran ulama, guru dan orang tua. Di mana keberadaannya selama 24 jam dapat
mempengaruhi mentalitas dan moral remaja dan anak-anak," ujar Amidhan.
Dijelaskan lebih rinci oleh Amidhan, MUI sendiri telah merumuskan kategori dan
kriteria adegan atau acara yang berbau pornografi dalam konsep yang dinamakan
'VHS' atau violence (kekerasan), horor atau hal-hal yang berbau mistik, serta
seks.
"Contoh umum soal pornografi seperti, berpakaian minim atau tembus pandang,
untuk pornoaksi, contohnya seperti goyangan-goyangan yang dapat mengundang
nafsu," kata Amidhan. Ditambahkan acara berita dengan visualisasi yang sadis
dan vulgar bisa dimasukkan sebagai contoh kekerasan yang dapat ditiru oleh
anak-anak. "Lawakan-lawakan menyerempet porno juga wajib disetop, itu juga
termasuk pornografi," tegas Amidhan.
MUI juga mengecam acara-acara sinetron religi yang berbau mistik, seperti yang
bertemakan siksa kubur dan pengusiran hantu dengan menggunakan simbol-simbol
agama dan penggunaan ayat-ayat suci. "Hukuman berupa azab bagi manusia
hakikatnya adalah rahasia Allah. Jadi sangat tidak pantas bila
sinetron-sinetron itu memasuki koridor tersebut," ucap Amidhan seraya memberi
contoh beberapa acara yang semuanya berkaitan dengan liang kubur.
MUI menilai penayangan tersebut kurang unsur siarnya bahkan agak menyesatkan
masyarakat. Lebih lanjut menurut MUI, tayangan-tayangan tersebut sebenarnya
hanya mengejar keuntungan semata.
Sebagai solusi, Amidhan menawarkan tiga alternatif yang telah disepakati oleh
para ulama. Yang paling keras adalah ditutup sama sekali, yang kedua berupa
pergeseran jam tayang ke waktu yang lebih malam, dan yang terakhir adalah
penyeleksian siaran acara tergantung pada daerah.
Amat disayangkan, MUI terlihat pilih-pilih. MUI pernah bersikap keras terhadap
film Buruan Cium Gue, dan akhirnya ditarik dari peredaran. Tapi MUI tak
berkutik melihat realitas tayangan televisi, yang lebih sarkas ketimbang film
Buruan Cium Gue. Padahal tayangan televisi punya daya kejut ke pemirsa lebih
'berbahaya' ketimbang tayangan bioskop. Kenapa MUI tak bersikap keras?
(CR-50/H-2)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Soal Pornografi, MUI pun Ikut Prihatin