[ppi] [ppiindia] Sisi Gelap Wakil Rakyat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 30 Sep 2005 22:41:21 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=191340
Jumat, 30 Sept 2005,
Sisi Gelap Wakil Rakyat
Sisi "gelap" para wakil rakyat di Senayan, sepertinya, memang begitu banyak.
Kabar percaloan dana anggaran pascabencana belum berakhir, muncul lagi kabar
hitam lainnya. Sejumlah anggota Komisi V dikabarkan minta uang pelicin kepada
pengelola jalan tol Rp 2 miliar.
Disebutkan, dana sebesar itu akan dibagikan kepada 40 anggota Komisi V DPR.
Dana tersebut dikumpulkan dari seluruh operator jalan tol di Indonesia. Yang
jadi mediator adalah asosiasi pengelola jalan tol.
Seperti biasanya, ketika kabar itu mencuat, para anggota dewan yang terhormat
ramai-ramai membantah. Publik pun tidak mudah membuktikannya. Apalagi,
pihak-pihak yang seharusnya mengusut masalah itu sering kurang renponsif dan
kurang agresif.
Inilah fenomena yang sering disaksikan rakyat terkait dengan sisi "gelap" para
wakil rakyat di negeri ini. Namun, semudah itukah rakyat bisa dikelabuhi?
Rasanya tidak. Sebab, kendati sulit dibuktikan, aroma adanya sisi "gelap" itu
begitu menyengat. (Maaf) Seperti kentut, kendati wujudnya tidak tampak, namun
karena bau yang ditimbulkan begitu menyengat, semua orang jadi menyakini bahwa
kentut itu memang ada.
Oleh karena itu, kendati sisi "gelap" para wakil rakyat itu terus dibantah,
tingkat ketidakpercayaan rakyat kepada anggota dewan (baik pusat atau daerah)
terus menurun. Ini bisa dilihat dari hasil polling atau tingkat
ketidakikutsertaan rakyat pada pemilihan umum.
Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Karena itu, semua
elemen bangsa ini -sesuai kapasitas masing-masing- harus ikut andil untuk
memperbaikinya. Harus ada mekanisme yang memungkinkan agar kondisi yang begitu
buruk itu secara perlahan menjadi lebih baik.
Salah satu cara paling strategis untuk menekan sisi "gelap" itu tentu dengan
adanya regulasi. Misalnya, ketika seorang anggota dewan terindikasi berbuat
tercela, dia harus di-recall dari Senayan. Artinya, pihak-pihak yang memiliki
wewenang me-recall bisa melakukan wewenangnya tanpa harus terlebih dahulu
menunggu adanya bukti.
Cara berikutnya adalah mengubah sistem pemilihan anggota legislatif. Jika pada
pemilu lalu anggota dewan lebih banyak ditentutan oleh nomor urut, untuk pemilu
mendatang harus diupayakan faktor penentunya jumlah suara yang memilih. Tidak
perlu ada istilah angka pembagi seperti yang terjadi pada Pemilu 2004 lalu.
Dengan sistem itu, seorang wakil rakyat akan merasa tertuntut untuk menjaga
reputasinya. Sebab, begitu namanya masuk daftar "hitam" -kendati akhirnya jadi
samar-samar-, tidak mustahil orang tersebut akan mendapat sanksi dari rakyat.
Yakni, tidak dipilih lagi. Dengan demikian, kontrol dari rakyat akan berjalan
efektif.
Berpijak dari sana, UU Pemilu yang ada saat ini mutlak perlu diubah. Semua
elemen bangsa harus berusaha mendorong agar perubahan itu terjadi. Para elite
partai, khususnya yang masih punya kepedulian terhadap masa depan bangsa ini,
harus menjadi pelopor terhadap adanya perubahan tersebut.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Sisi Gelap Wakil Rakyat